Empat Foto Unik di Hari Rabu 20 Agustus 2014

Pada hari Rabu (20/8) secara tak sengaja saya memperoleh foto-foto yang sayang untuk dibuang.

Foto-foto tersebut seolah menggambar potret kehidupan di jalan raya kita. Silakan menyimak…

IMG_5513.JPG

Sebuah mobil terperosok roda belakangnya di Jalan Cireundeu, Tangerang Selatan, Rabu (20/8). Pengemudi mobil tampak turun mengecek kondisi mobilnya yang terperosok di pinggir jalan arah berlawanan yang tergenang air.

IMG_5514.JPG

Dua orang siswi buru-buru meminggirkan sepeda motornya begitu mengetahui banyak polisi di Jalan Lebak Bulus arah Cinere, Rabu (20/8). Siswi yang di depan buru-buru mengenakan helmnya. Sedang yang belakang tetap tak mengenakan helm karena memang tak membawa. Bukankah secara keseluruhan mereka tetap dianggap melanggar?

IMG_5515.JPG

Patung hantu2an yang biasa dipasang di persawahan di pasang juga di lobang pinggir jalan di sekitar jalan dari Lebak Bulus arah Cinere, Rabu (20/8). Lubang ini tak segera diperbaiki padahal sangat berbahaya karena daerah ini daerah macet dan pengendara bisa srudak-sruduk hingga pinggir jalan.

IMG_5516.JPG

Ini potret pengendara sepeda motor kita seperti tampak di perempatan jalan Pondok Pinang dan Pondok Indah. Meski lalu lintas relatif sepi, Rabu (20/8) siang, selain melewati garis pembatas lampu, sebagian pengendara motor menggunakan jalan berlawanan.

Situs Gunung Padang Lebih Hebat dari Candi Borobudur?

Situs Gunung Padang dengan batu-batu berserakan

Situs Gunung Padang dengan batu-batu berserakan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh mengklaim situs Gunung Padang nantinya akan menjadi obyek wisata yang lebih hebat daripada Candi Borobudur. Situs Gunung Padang dinilainya sebagai temuan yang sangat mengagumkan.
“Nanti ini akan jadi obyek wisata yang jauh lebih hebat dibanding Borobudur,” ujar M Nuh di kantor Kemendikbud, seperti dikutip Antara, Minggu (17/8).
Menurut mantan Rektor ITS itu, situs Gunung Padang sudah ditemukan sejak 2.500 tahun sebelum Masehi. Pada saat itu sudah ada tanda-tanda sebuah peradaban manusia di Gunung Padang. Padahal, saat itu masih jauh sebelum peradaban manusia setelah Masehi muncul.
Nuh mengatakan, tim nasional untuk mengelola Gunung Padang ini sudah dibentuk. Tim tersebut terdiri dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian ESDM, Gubernur Jawa Barat, Bupati Cianjur, dan TNI Angkatan Darat.
Nantinya, situs Gunung Padang akan dimanfaatkan untuk kepentingan edukasi dan juga obyek wisata. Targetnya, penyelesaian tahap kedua riset situs Gunung Padang akan selesai tahun ini. Sedangkan secara keseluruhan ditargetkan selesai 4 hingga 5 tahun ke depan.
Gunung Padang merupakan situs prasejarah peninggalan kebudayaan Megalitikum. Lokasi di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Lokasi dapat dicapai 20 kilometer dari persimpangan kota kecamatan WarungKondang, di jalan antara Kota Kabupaten Cianjur dan Sukabumi.
Luas kompleks “bangunan” kurang lebih 900 m², terletak pada ketinggian 885 m dpl, dan areal situs ini sekitar 3 ha, menjadikannya sebagai kompleks punden berundak terbesar
Situs yang sebenarnya sudah lama ditemukan. Laporan pertama mengenai keberadaan situs ini dimuat pada Rapporten van de Oudheidkundige Dienst (ROD, “Buletin Dinas Kepurbakalaan”) tahun 1914. Sejarawan Belanda, N. J. Krom juga telah menyinggungnya pada tahun 1949.
Setelah sempat “terlupakan”, pada tahun 1979 tiga penduduk setempat, Endi, Soma, dan Abidin, melaporkan kepada Edi, Penilik Kebudayaan Kecamatan Campaka, mengenai keberadaan tumpukan batu-batu persegi besar dengan berbagai ukuran yang tersusun dalam suatu tempat berundak yang mengarah ke Gunung Gede.
Selanjutnya, bersama-sama dengan Kepala Seksi Kebudayaan Departemen Pendidikan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, R. Adang Suwanda, ia mengadakan pengecekan. Tindak lanjutnya adalah kajian arkeologi, sejarah, dan geologi yang dilakukan Puslit Arkenas pada tahun 1979 terhadap situs ini.
Bikin Heboh
Staf Khusus Presiden SBY, Andi Arief kemudian membuat situs itu menjadi heboh tahun 2012-an. Menurut aktivis mahasiswa 1998 yang pernah diculik tentara ini, ada banyak peninggalan berharga di situs Gunung Padang.
Ia merujuk pada cadangan emas di Gunung Grasberg, Papua. Saat gunung itu diteliti dan ditemukan geolog Belanda, Jean-Jacques Dozy, pada 1936, tak ada yang percaya di sana tersimpan logam mulia. Laporannya di jurnal ilmiah bahkan dicampakkan. Mata dunia terbuka setelah geolog PT Freeport McMoran membuktikannya 30 tahun kemudian. Papua kini jadi tambang emas yang tak impas-impas.
Kalau pun bukan emas, kata Andi Arief, logam di perut Gunung Padang itu telah menunjukkan pada tahun 8000 sebelum Masehi peradaban di Cianjur sudah sangat maju. Pada masa itu, belum ada peradaban lain di dunia yang menghargai dan menggunakan logam untuk kehidupan sehari-hari.
Temuan sementara tim yang dipimpin Danny Hilman Natawidjaja, geolog di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, itu menunjukkan bahwa Gunung Padang adalah selimut yang menutupi sebuah bangunan tempat pemujaan purba berupa punden berundak. Punden itu terkubur akibat suatu bencana besar yang melumat penduduknya.
Jika semua asumsi itu terbukti, Andi yakin temuan Gunung Padang tak hanya akan mengguncang dunia arkeologi, tapi juga sejarah umat manusia. “Ganjarannya hadiah Nobel,” ujar Arief seperti ditulis Tempo.
M Nuh tampaknya satu pikiran dengan Andi Arief, namun untuk mengalahkan nama besar Candi Borobudur, tampaknya masih perlu banyak dana untuk meneliti, merekontruksi, sekaligus membuktikan bahwa situs Gunung Padang itu benar-benar hebat. Ingat Gunung Padang tinggalah batu-batu berserakan, sedang Borobudur kini sebuah peninggalan yang utuh. Dan biaya untuk membuat Borobudur utuh tidaklah sedikit. Biaya mengembalikan Borobudur dari abu letusan Gunung Merapi saja cukup banyak.  Sedang dana Situs Gunung Padang belum ada apa-apanya.

 

SITUS GUNUNG PADANG
* Laporan pertama keberadaan situs Gunung Padang tahun 1949
* Maret 2011 kantor Staf Khusus Presiden membentuk tim peneliti
* Hasilnya banyak hal menganggumkan, situs itu termasuk peradaban piramid
* Saat ini riset masuk tahapan ekskavasi, yaitu pembuangan lapisan tanah
* Mendikbud M Nuh menyebut riset Gunung Padang ikut dibiayai Dana Abadi Pendidikan
* Tahun depan memasuki riset tahap kedua dengan dana Rp 3 miliar dari Dana Abadi Pendidikan

Rekonsiliasi SBY-Megawati Sebuah Keajaiban?

sby-mega

Bersalaman: SBY bersalaman dengan Megawati setelah upacara pemakaman Taufik Kiemas, suami Mega.

Sudah 10 tahun sudah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri tak bertegur sapa.
Bahkan selama itu, Megawati tak pernah memenuhi undangan menghadiri peringatan HUT RI, termasuk upacara HUT RI ke-69 di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (17/8).
Sekretaris Jenderal PDI-P Tjahjo Kumolo mengatakan ketidakhadiran Megawati lantaran dia menjadi inspektur upacara di DPP PDI-P, Lenteng Agung di waktu yang sama. “Tak ada undang-undang yang mewajibkan Mega datang ke istana.” ucapnya.
Tak ada kewajiban memang. Namun jika tak hadir selama 10 tahun memang menjadi pengulangan yang sangat melelahkan.
Mantan Wakil Presiden Hamzah Haz berharap ada keajaiban antara SBY dan Megawati untuk memulihkan hubungan (rekonsiliasi). “Semua kan sudah selesai. Ibu Mega sudah selesai. Pak SBY sebentar lagi juga mau selesai. Ya sebaiknya itu. Tetapi akan sangat bergantung dengan Bu Mega sendiri,” ujar Hamzah usai.
Sedang politikus senior PDIP Panda Nababan mengatakan bukanlah suatu hal sulit bila SBY menemui Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Ini karena bagaimanapun Mega pernah menjadi atasan SBY, tepatnya Mega menjadi Wapres kemudian Presiden, SBY adalah menterinya.
Banyak pihak yang mengaitkan alasan ketidakhadiran Megawati lantaran putri sulung proklamator Bung Karno itu masih memiliki konflik pribadi dengan SBY. Hubungan keduanya diketahui renggang setelah SBY maju sebagai calon presiden dan mengalahkan Megawati pada tahun 2004 dan 2009.
Pada sidang kabinet Januari 2004, Presiden Megawati bertanya ke semua jajaran kabinetnya mengenai siapa yang akan maju sebagai calon presiden. Kala itu, Wakil Presiden Hamzah Haz menyampaikan dirinya masih menunggu rapat partai. Hal sama juga disampaikan Menteri Sekretaris Kabinet Yusril Ihza Mahendra. Sedang SBY menyatakan tidak akan maju.
Nyatanya SBY maju dan mengalahkan Mega. Itu yang tampaknya sulit terlupakan.
Akankan setelah keduanya menjadi rakyat biasa rekonsiliasi itu bisa terjadi. Lalu siapakan tokoh yang bisa menjadi perantara rekonsiliasi tersebut. Waktu yang akan menjawabnya?

 

Ini Dia Geng Kepala Daerah Usia Muda

Foto Detik

GENG: Ini dia geng enam pemimpin muda dengan koordinator Dino Pati Djalal (foto Detik)

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan dirinya masuk perkumpulan para pemimpin muda. Gang yang baru terbentuk 1 Maret 2014 itu baru terdiri dari tujuh kepala daerah.

Selain Ahok, panggilan akrab Basuki, ada nama Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Wali Kota Bogor Bima Arya, Gubernur Nusa Tenggara Barat Zainul Majdi, serta Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto.

“Kita memang ada geng-nya, Dino Patti Djalal (Wakil Menteri Luar Negeri) yang mengatur semuanya. Walaupun beda partai dan beda ideologi, yang penting niat kita sama,” kata Ahok di Balaikota, Kamis (14/8).

Pembentukan geng ini memang berawal dari ide mantan juru bicara Presiden SBY Dino Patti Djalal. Kala itu ia mengumpulkan tujuh kepala daerah yang usianya di bawah 50 tahun pada sebuah diskusi 1 Maret 2014 lalu, di XXI Ballroom Djakarta Theatre, Jakarta Pusat.

Dalam diskusi itu, para kepala daerah berbicara mengenai gagasan dan program dalam menumbuhkan kembali optimisme masyarakat Indonesia. Ahok tak menyangka tali pertemanan mereka terus berlanjut. Padahal, beberapa dari mereka belum pernah bertemu sebelumnya.

Ahok merasa perlu adanya pertukaran ide antar kepala daerah yang satu dengan lainnya. Hubungan pertemanan itu nantinya bakal berdampak positif pada realisasi program unggulan Megapolitan.

“Kita bisa saling mengingatkan kalau di BBM dan Whatsapp. Misalnya ada yang bilang, ‘Eh lo di Jakarta jangan asal ngomong. Kalau lo salah, kita-kita yang jatuh, nih’ kira-kira begitu. Ha-ha-ha,” kata Basuki tertawa.

Apabila mereka memiliki waktu luang, selalu menyempatkan diri untuk saling bertemu. Terakhir, para pemimpin muda itu meminta bertemu Basuki saat ulang tahunnya, pada 29 Juni lalu. Namun, karena kesibukan, dia tak bisa menuruti permintaan teman-temannya itu.

Di bawah generasi pemimpin berusia 40-50 tahunan, sebenarnya ada nama- nama kepala daerah berusia 26-40 tahun. Nama Wali Kota Bangkalan (Madura) misalnya kini tercatat sebagai Wali Kota termuda yang berusia 26 tahun saat dilantik 12 Desember 2012. Ia mengalahkan Bupati Tanah Bumbu (Kalimantan Selatan), Mardani H Maming. yang dilantik saat berusia 28 tahun.

GENG TUJUH PEMIMPIN MUDA

* Dino Patti Djalal (48 tahun/Wakil Menteri Luar Negeri)

* Basuki Tjahaja Purnama (48/Wakil Gubernur DKI Jakarta)

* Ridwan Kamil (42/Wali Kota Bandung)

* Abdullah Azwar Anas (41/Bupati Banyuwangi)

* Bima Arya (41/Wali Kota Bogor)

* Zainul Majdi (42/Gubernur NTB)

* Ramdhan Pomanto (50/Wali Kota Makassar)

 

KEPALA DAERAH TERMUDA SAAT DILANTIK

1. Makmun Ibnu Fuad (26 tahun/Bupati Bangkalan)

2. Mardani Maming (28/Bupati Tanah Tumbu, Kalsel)

3. Yopi Arianto (30/Bupati Indragiri Hulu, Provinsi Riau)

4. Zumi Zola, (32/Bupati Tanjung Jabung Timur, Jambi)

Kurang Legowo, Pamor Prabowo Anjlok

Peneliti LSI, Ade Mulyana (kanan) dan Fitri Hari

Peneliti LSI, Ade Mulyana (kanan) dan Fitri Hari

Hiruk pikuk politik pasca pengumuman hasil Pilpres oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) berimplikasi terhadap persepsi publik. Persepsi itu mem mempengaruhi dukungan publik terhadap dua pasangan capres 2014.

Hasil kajian Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menunjukkan dukungan terhadap Prabowo-Hatta menurun drastis. Sebaliknya, untuk Jokowi-JK justru semakin menguat.

“Jika seandainya pilpres dilakukan ada hari pooling dilakukan, maka dukungan terhadap Jokowi-JK sebesar 57,06 persen.sementara Prabowo-Hatta 30,39 persen. Mereka yang menyatakan rahasia/tidak tahu/tidak jawab 12,55 persen,” kata peneliti LSI Ade Mulyana di Kantor LSI, Rawamangun, Kamis (7/8).

Dalam survei yang dilakukan pada 4 sampai 6 Agustus 2014 tersebut juga menyebutkan, jika persentase tidak memutuskan dan dibagi secara proporsional ke suara kedua pasangan capres, perolehan dukungan Jokowi-JK menjadi 65,25 persen, sementara Prabowo-Hatta 34,75 persen.

Ade menjelaskan, survei ini untuk melihat persepsi publik dan respon terhadap hasil keputusan KPU. “Angka tersebut merupakan respon publik dengan tindakan negatif dan positif yang dilakukan dua pasang calon,” lanjutnya.

Survei LSI menggunakan metode quickpoll dengan 1.200 responden di seluruh Indonesia. Metode penarikan sampel adalah multistage random sampling dengan margin of error sebesar 2,9 persen.
Selain survei, LSI juga melengkapi dan memperkuat analisis survei dengan data-data kualitatif yang didapat melalui metode in depth interview, FGD dan analisis media. LSI juga membiayai sendiri seluruh proses survei.

Jokowi-JK kini juga unggul dari Prabowo-Hatta di semua segmen pemilih. Bahkan segmen pemilih yang sebelumnya diungguli oleh Prabowo-Hatta pada Pilpres 9 Juli 2014 lalu (terlihat dari hasil exitpoll LSI), kini berbalik diungguli Jokowi JK.

Sesuai hasil exitpoll LSI yang diumumkan pada 9 Juli 2014 pukul 14.00 WIB, pasangan Prabowo-Hatta mengungguli Jokowi-JK pada segmen pemilih muslim dan pemilih yang berpendidikan tinggi yang umumnya tinggal di perkotaan.

Kini pasca pilpres dan penetapan resmi KPU, segmen pemilih tersebut beralih dan lebih banyak mendukung pasangan Jokowi-JK. Misalkan saja pada pilpres 9 Juli 2014, pasangan Prabowo-Hatta memperoleh dukungan pada segmen pemilih muslim sebesar 52.01 persen.

Sekarang dukungan terhadap pasangan Prabowo-Hatta pada segmen pemilih ini hanya 34.20 persen. Sementara dukungan terhadap Jokowi-JK yang sebelumnya hanya 47.99 persen pada pemilih muslim, kini dalam survei ini dukungan pasangan ini meningkat menjadi 52.17 persen.

Lalu mengapa dukungan terhadap Prabowo-Hatta justru menurun, sementara dukungan terhadap Jokowi-JK menaik? LSI menemukan dua alasan utama sebagai penjelasan terhadap dinamika suara pasca penetapan resmi KPU.

Pertama, karakter pemilih Prabowo-Hatta adalah pemilih yang ragu-ragu dan lebih mudah mengubah pilihannya. Mereka umumnya berada di perkotaan dengan tingkat pendidikan yang baik. Mereka percaya dengan hasil KPU dan menghormati hasil pilihan rakyat pada 9 Juli 2014 lalu.

Survei LSI menunjukan bahwa sebesar 67.49 persen publik percaya dengan hasil resmi KPU bahwa Jokowi-JK adalah pemenang pilpres 2014. Hanya 18.52 persen yang menyatakan tidak percaya dengan hasil KPU bahwa Jokowi-JK adalah pemenang pilpres.

Kedua, turunnya pamor Prabowo juga diakibatkan oleh persepsi negatif publik terhadap reaksi dan sikap pasangan Prabowo-Hatta yang kurang “legowo” dan tidak simpatik dalam merespon hasil resmi KPU.

Sikap tersebut terlihat dengan mengklaim kemenangan dari hasil quick count lembaga survei abal-abal dan menarik diri dari proses rekapitulasi resmi KPU. Sikap mendelegitimasi KPU dan putusannya direspon negatif oleh publik.

Padahal jauh sebelum detik-detik penetapan resmi KPU, Prabowo sudah sesumbar akan menerima apapun hasil yang diputuskan KPU.

Di sisi lain, Jokowi-JK terlihat lebih santun dan elegan dalam merespon hasil resmi KPU maupun dalam merespon berbagai tudingan dan gugatan oleh pasangan Jokowi-JK. Hal itu terlihat dari statement Jokowi yang menyatakan keyakinannya bahwa Prabowo adalah seorang negarawan, maupun selebrasi kemenangan yang biasa-biasa saja.

Akhirnya publik berharap bahwa penyelesaian sengketa pemilu melalui Mahkamah Konstitusi (MK) adalah upaya terakhir dan konstitusional yang dilakukan oleh pihak yang kalah. Publik sangat berharap proses pilpres cepat usai agar pemerintah secepatnya kembali mengurusi rakyatnya.

Dan mayoritas publik pun berharap pasca keputusan MK, sengketa pemilu pun usai. Pihak yang kalah mengakui dan menghormati pihak yang menang. Ini adalah harapan dari 78.11 persen publik.

JIKA PILPRES HARI INI
* Jokowi-JK 57.06 persen
* Prabowo-Hatta 30.39 persen
* Tak tahu/tidak jawab 12.55 persen

HASIL PILPRES KPU 2014
* Percaya 67,49 persen
* Tak percaya18.52 persen
* Tak tahu/tidak jawab13,99 persen

Roro Jongrang dan Titisan Tuhan

nurcahya

 

Dua nama menjadi pembicaraan di dunia maya hari-hari ini. Yakni Ketua Umum DPN Srikandi Partai Gerindra Nurcahaya Tandang dan Sekjen PKS Taufik Ridho.

Dua nama yang masuk dalam lingkaran partai koalisi pendukung Capres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa itu sama-sama membuat kesalahan ucapan.
Nurcahya terkait dengan orasinya yang menyebut bahwa Prabowo Subianto sebagai titisan Tuhan, sedang Ridho terkait Roro Jonggrang membuat Tangkuban Parahu.

Bedanya Nurcahaya Tandang akhirnya mau mengakui kesalahannya. Nurcahaya mengaku dirinya “keseleo lidah” saat berorasi. Sebaliknya Taufik Ridhp justru menyalahkan wartawan salah mengutip apa yang diucapkannya.

“Saya sebenarnya tidak bermaksud mengatakan Pak Prabowo sebagai titisan Allah. Saya saat itu ingin mengatakan Pak Prabowo adalah sosok ‘titipan’ Allah untuk membawa rakyat Indonesia jadi sejahtera. Tapi saya keseleo lidah,” kata Nurcahaya ketika dihubungi Tribunnews.com.

Nurcahaya mengatakan, ia beberapa kali keseleo lidah saat berorasi, misalnya, ia mengatakan bahwa sidang perdana MK digelar pada 6 Juli 2014. Padahal, sidang itu digelar pada 6 Agustus 2014.

“Saya, Nurcahaya, adalah seorang muslimah. Saya benar-benar mengerti dalam Islam tidak ada ‘anak Tuhan’ atau titisan Tuhan. Jadi, soal pidato saya itu benar-benar disebabkan keseleo lidah,” ucapnya seraya minta maaf.

“Saya minta maaf kalau ada pihak yang kurang nyaman atas kata ‘titisan’ Allah. Itu karena saya keseleo lidah, seharusnya saya ingin bilang Pak Prabowo ‘titipan’ Allah di zaman ini yang bisa membawa visi besar Indonesia,” tutur Nurcahaya.

Perempuan yang sempat menjadi caleg DPR dari Gerindra di dapil Banten III itu juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang mau mengoreksi kesalahannya.

“Itu artinya, mereka masih peduli dan menginginkan saya bertata bahasa yang benar. Jadi, sekali lagi, saya meminta maaf karena keseleo lidah menyebut Pak Prabowo sebagai titisan Allah,” tandasnya.

 

ridho

Sebaliknya Taufik Ridho mengatakan bahwa ia tak mungkin menyebut Roro Jonggrang yang membuat Tangkuban Parahu. Dia beranggapan, ada kesalahan dalam mengutip pernyataan yang dia lontarkan kepada para pewarta.

“Saat itu, saya sedang jelaskan bahwa pengumpulan bukti kecurangan itu tidak mudah dan membutuhkan waktu yang lama. Tidak bisa dalam waktu satu malam saja. Yang saya katakan saat itu, hanya legenda Tangkuban Parahu dan legenda Roro Jonggrang yang bisa mengerjakan itu dalam satu malam,” ujar Taufik Ridho seperti dikutip Kompas.com, Rabu (6/8).

Menurut Taufik, pernyataannya itu disampaikan untuk mengibaratkan bahwa mengumpulkan data-data kecurangan yang jumlahnya mencapai 52.000 dokumen dalam satu malam hanya bisa dilakukan oleh legenda-legenda seperti Roro Jonggrang yang membuat candi dan Sangkuriang yang membuat Tangkuban Parahu dalam satu malam. Taufik menegaskan, ia tidak mungkin keliru dalam menyebutkan kisah legenda-legenda terkenal tersebut.

“Anak SD juga tahu tentang legenda-legenda itu,” ujar Taufik.

Taufik tidak ingin menyalahkan pihak mana pun atas kekeliruan dalam mengutip pernyataannya. Dia menganggap permasalahan tersebut tidak terlalu penting dan bukan suatu hal yang prinsipil sehingga harus ditanggapi dengan serius.

“Saya enggak tahu ini dipelintir atau salah ketik. Kalau bukan suatu hal yang prinsip banget, saya tidak akan menanggapi. Mungkin omongan saya yang terlalu cepat,” kata Taufik.

Melakukan tindakan salah sebenarnya biasa. Keseleo lidah juga bukan barang yang aneh. Namun tak mengakui kesalahan, apalagi menyalahkan orang lain, bukanlah tindakan terpuji.

Dan publik pun tampaknya akan menerima permintaan maaf Nurcahya Tandang dibanding kengeyelan Taufik Ridho. Kengeyelan Taufik Ridho hanya menambah ketidaksimpatian publik kepada PKS yang diangga sebagai partai oportunis yang tak pernah mau mengakui kekalahan.

NURCAHAYA TANDANG
* Lahir di Pare-pare 6 April 1964
* Tim Sukses Pemenangan Prabowo-Hatta.
* Lulusan S3 Ilmu Politik UGM
* Dosen Intelijen Negara di BIN (2007-2012)
* Dosen HI di Universitas Hasanudin, Makassar.

Jokowi Abaikan Subyektivitas Soal Rini M Soemarno

Presiden Terpilih Jokowi saat meresmikan kantor tim Transisi yang diketuai Rini M Soemarmo yang dulu dikenal dengan nama Rini M Soewandi (Antara)

Presiden Terpilih Jokowi saat meresmikan kantor tim Transisi yang diketuai Rini M Soemarmo yang dulu dikenal dengan nama Rini M Soewandi (Antara)

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) yakin akan kredibilitas Kepala Staf Kantor Transisi, Rini Mariani Soemarno Soewandi, meski sempat diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mantan Memperindag itu pernah diperiksa KPK terkait SKL (Surat Keterangan Lunas) dalam Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), beberapa waktu lalu.

Menurut Jokowi, pemilihan Rini terutama berdasarkan pada rekam jejaknya selama ini. “Pertama, saya pasti melihat dari rekam jejaknya, mulai dari harian sampai mingguan. Yang kedua, saya lihat dari pengalamannya. Kalau Bu Rini kan punya pengalaman di swasta, di korporasi dan pemerintahan ada,” ucapnya, Selasa (5/8).

Jauh sebelumnya sempat beradar kabar bahwa wanita berusia 56 tahun itu sebagai salah satu kandidat cawapres pendamping Jokowi. Kala itu Rini masuk hampir semua kriteria sebagai cawapres untuk Jokowi, yakni pernah menjadi menteri bukan di era SBY, lulusan Amerika Serikat, ahli di bidang keuangan, tidak berkacamata, beragama Islam, cerdas dan di usia mudanya sangat berprestasi.

Namun belakangan juga muncul isu miring bahwa nama Rini menjadi salah satu penghambat dana kampaye Jokowi sebabagai Capres. Rini dianggap sebagai bagian dari gang Puan Maharani yang kecewa dengan faktor elektablitas Jokowi yang tak terbukti saat Pileg. Rini juga disebut sebagai orangnya Prabowo Subianto yang dipasang dikubu Jokowi.

Isu itu ternyata kini tak ditanggapi Jokowi. Sekali lagi, Jokowi lebih mementingkan obyektifitas dari subyektifitas. Obyektifitas inilah yang tampaknya akan menjadi dasar Jokowi-JK dalam menyusun kabinetnya.

Sebaliknya, Rini pun mengaku siap menjalankan semua tugas yang dibebankan Jokowi sebagai Ketua Tim Transisi. “Selain sebagai kelompok kerja, pada saat yang sama kami juga menyiapkan kemungkinan nama-nama yang memang mempunyai potensi dan talenta yang tepat,” ucapnya.

RINI MARIANI SOEMARNO SOEWANDI
* Lahir di Maryland, Amerika Serikat, 9 Juni 1958; (56 tahun)
* Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada Kabinet Gotong Royong.
* Sarjana Ekonomi lulusan 1981 dari Wellesley College, Massachusetts, Amerika Serikat.

KARIER PEKERJAAN
2008-…: Komisaris Aora TV
2001-2004: Menteri Perindustrian dan Perdagangan Kabinet Gotong Royong
1998-2000: Presiden Direktur PT Astra Internasional
1990-1998: Direktur Keuangan Astra Internasional
2000: Presiden Komisaris PT Semesta Citra Motorindo
2000: Komisaris PT Agrakom
1999: Presiden Komisaris PT Astra Agro Lestari
1998: Staf Ahli Departemen Keuangan Republik Indonesia
1998: Wakil Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional
1995: Komisaris PT Astra Agro Lestari
1995: Komisaris Bursa Efek Jakarta
1993: Wakil Presiden Komisaris PT United Tractors
1990: Komisaris Bank Universal
1989: General Manager Finance Division, PT Astra International

Kabar Rujuk Prabowo-Titiek Soeharto Cenderung untuk Komoditas Politik

Prabpwo (pakai batik) berpelukan dengan Titiek Soeharto dalam sebuah acara. (foto: Vivanews.co.id)

Prabpwo (pakai batik) berpelukan dengan Titiek Soeharto dalam sebuah acara. (foto: Vivanews.co.id)

Ternyata kabar rujuk Capres No 1 dan Prabowo Subianto dan Titiek Soeharto masih simpang siur. Juru bicara tim kampanye Prabowo-Hatta, Tantowi Yahya, membantah kabar rujuk tersebut.

“Itu tidak benar, Bu Titiek saja ada Paris sekarang,” kata Tantowi saat dihubungi VIVAnews.

Kabar bakal rujuknya kedua pasangan Orde Baru itu sudah lama muncul. Namun keinginan rujuk itu tampaknya lebih kuat dari tim suksesnya dibandingkan oleh kedua pasangan tersebut.

Munculnya, tanggal 5 Juli, yang merupakan hari terakhir masa kampanye capres menjadi salah satu alasannya. Kabar itu dimunculkan tentu saja untuk mendongkrak elektabilitas Prabowo tiga hari menjelang pencoblosan.

Sejumlah survei menunjukkan pasangan Prabowo-Hatta lebih disukai kaum pria dibanding pasangan Jokowi-JK, nah perkawinan kembali keduanya diharapkan bisa menguggah empati kaum perempuan Indonesia.

Adalah anggota tim sukses Prabowo-Hatta, Sandiaga Uno yang tidak membantah adanya kabar pernikahan ulang Prabowo-Titiek di Masjid Istiqlal, Jakarta. Bahkan, Sandiaga mengatakan masyarakat menunggu-nunggu peristiwa tersebut.

“Inilah hal yang ditunggu. Kami mendengar kabar bahwa (rujuknya Prabowo dengan Titiek) akan terjadi,” kata Sandiaga.

Sandiaga sudah melihat video tentang keakraban Prabowo dan Titiek di media. Menggambarkan kejadian ini, dia pun merujuk pada lirik sebuah lagu ‘cinta akan membawa kita kembali’. “Ini romantis sekali. Indonesia senang cerita romantis,” ujarnya.

Sandiaga menilai masa kampanye Pilpres mendekatkan keduanya. Ditambah kecintaan pada putra semata wayang yaitu Didiet Prabowo membuat mereka kembali bersatu. “Pak Prabowo apa adanya. Dia melihat (keakraban dengan Titiek) terlepas dari kebutuhan Ibu Negara,” jelasnya.

Kedekatan keduanya selama debat capres pun menjadi rujukan Sandiaga. “Dalam beberapa kesempatan pernah saling berpelukan, memberikan kecupan, kemarin debat ke‎empat Mbak Titiek duduk dengan mesra di sebelah Pak Prabowo. Kita harapkan mudah-mudahan ini bisa jadi kejadian,” tandasnya.

Terkait Sandiaga, Tantowi juga mengaku tidak tahu. Sebab, sepanjang pengetahuan yang dia dapat, informasi itu tidak benar.

Fadli Zon, yang dikenal sangat dekat dengan Prabowo juga, mengaku tidak tahu kabar akan rujuknya Prabowo-Titiek Soeharto. Waketum Partai Gerindra ini berdalih, persoalan rujuk adalah masalah pribadi. “Saya tidak tahu, itu masalah pribadi Pak Prabowo,” kata Fadli Zon.

Baron Basuning, Tim Kampanye Nasional Prabowo-Hatta juga tak mau mencampuri persoalan pribadi Prabowo. “Biarkan saja hubungan antara Pak Prabowo dan Titiek berjalan secara alamiah. Kalau pun rujuk ya rujuk.,” kata Baron.

Jawaban seragam juga disampaikan Juru Bicara Tim Pemenangan Prabowo, Bara Hasibuan. Menurut Bara, persoalan rujuk adalah urusan pribadi antara Prabowo dan Titiek. Masalah rujuk itu pun dianggapnya jangan jadi bahan berita berlebihan.

Begitupun Wakil Sekjen Gerindra Haris Bobby Hoe yang mengaku tidak tahu persoalan rujuk tersebut. Namun, dia berharap isu itu benar menjadi kenyataan. “Bagus kalau bersatu lagi. Tapi, selebihnya saya enggak tahu ya,” kata Bobby yang juga Direktur Relawan Timses Prabowo-Hatta itu.

Prabowo Subianto menikahi Titiek yang merupakan anak keempat mantan Presiden Soeharto, pada Mei 1983. Dari pernikahannya ini, Prabowo-Titiek dikaruniai seorang putra, Didiet Hadi Prasetyo yang kini menjadi perancang busana internasional.

Pada 1998, Prabowo-Titiek berpisah. Kabarnya, perpisahan ini terjadi lantaran keduanya selisih pendapat soal politik. Maklum, pada 1998 itu lah, alm Soeharto lengser dari jabatannya. Sejak itu, keduanya tak lagi tinggal satu atap, meski tak ada satu pengadilan agama pun yang menyidangkan proses perceraian keduanya. Namun, keduanya tetap melakukan pertemuan yang dalam satu tahun setidaknya empat kali. Yaitu saat Prabowo, Titiek, maupun Didiet ulang tahun. Dan, ketika Hari Raya Idul Fitri.

Nah, komentar lucu disampaikan Deputi Relawan Pemenangan Prabowo, Amazon Dalimunthe. “Pertanyaannya, memangnya kapan mereka cerai? Pernah ada persidangan perceraian (Prabowo-Titiek)? Mereka kan hanya dipisahkan oleh keadaan,” kata Amazon.

Artinya masih suami istri? “Secara de jure mestinya masih suami istri karena tidak ada surat perceraian yang menyatakan mereka bercerai,” tambah Amazon.

Jadi tetap mereka rujuk? “Belum tahu. Tapi harus melewati proses yang harus ditempuh supaya jalan tidak menyalahi apapun. Karena sekian tahun tidak memberi nafkah atau bagaimana sehingga harus ada proses yang harus dilewati.”

Hal senada dilontarkan istri Presiden PKS Anis Matta, Anaway kepada detikcom. “Ya saya dengar mereka sih enggak cerai, hanya berpisah karena keadaan politik saja waktu itu. Walau itu hak pribadi mereka,” ujarnya.

Meski demikian, menurut ibu 7 anak ini, jika Prabowo dan Titiek rujuk, itu akan menaikkan elektabilitas Prabowo-Hatta. Anaway juga mengganggap Titiek pantas menjadi seorang Ibu Negara.

“Sangat pantas, karena bu Titiek kan sudah punya banyak pengalaman sebagai mantan anak Presiden Indonesia,” tukas Anaway.

Jadi kebenaran rujuk Prabowo-Titiek Soeharto sebenarnya tak terlalu penting. Yang penting adalah elektablitas naik, dan Prabowo menang dalam pilpres. Itu yang pertama. Yang kedua…

Inilah Keunggulan Dua Capres di Dua Survei

Survei

Peneliti LSI Fitri Hari (kanan) menyampaikan hasil survei, Kamis (26/6). – Dok LSI

Dua survei yang dirilis Kamis (26/6), yakni Lingkaran Survei Indonesia (LSI)  dan Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2P LIPI) menunjukkan elektabilitas pasangan Jokowi-JK (Jusuf Kalla) unggul dibanding Prabowo-Hatta.

Namun unggul dalam survei bukan berarti sebagai kemenangan karena keduanya masih menunjukkan angka pemilih galau (undecided voters). Jika LSI mencapai angka sekitar 32 persen, LIPI 23 persen.

Menurut hasil penelitian Lingkaran Survei Indonesia (LSI) terbaru, elektabilitas keduanya kini tinggal 6,3 persen, yakni 45 persen untuk Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta 38,7 persen. “Namun sebanyak 8,1 persen dari 45 persen pemilih Jokowi-JK itu masih ragu, masih mungkin berubah pandangan. Sementara dari 38.7 persen pemilih Prabowo-Hatta hanya 7,8 persen yang masih ragu,” ungkap peneliti LSI Fitri Hari dalam jumpa pers, Kamis (26/6).

Survei LSI kali ini digelar 1-9 Juni. Total responden sebanyak 2400 pemilih di 33 propinsi. Responden diwawancari tatap muka. Margin of error plus minus 2 persen. Survei ini juga dilengkapi riset kualitatif melalui FGD, depth interview dan media analisis.

Hasil menarik lainnya, Jokowi-JK ternyata lebih menarik calon pemilik perempuan yakni 48.10 persen berbanding 33.8 persen. Sedang Prabowo- Hatta lebih disukai pemilih pria yakni 43.20 persen berbanding 42.70 persen. Jika Jokowi-JK disukai pemilih etnis Jawa, Prabowo-Hatta disukai etnis sunda. Artinya peluang menang di Provinsi Jabar lebih terbuka.

 

KEMENANGAN PASANGAN JOKOWI-JK
* Pemilih perempuan (48.10% vs 33.8%).
* Pendidikan menengah-rendah ( 45-48% vs 34-42%)
* Komunitas NU (46.20% vs 40.20%)
* Pemilih Jawa (47.60% vs 35.20%).
* Menang di Provinsi Jabar (51.20% vs 42.60%)

KEMENANGAN PASANGAN PRABOWO-HATTA
* Pemilih pria (43.20% vs 42.70%)
* Pendidikan tinggi (43.70% vs 38.10%)
* Komunitas Muhammadiyah (48.60% vs 42.90%).
* Pemilih Sunda (51.60% vs 40.90%).
* Menang di Banten, DKI, Jatim, Jateng, Sumut dan Sulsel (selisih 5-10%)

 

Survei P2P LIPI
Sementara itu Survei Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2P LIPI) juga menunjukan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla unggul atas pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

“Pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla unggul 43 persen, sementara pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mendapat 34 persen,” kata peneliti P2P LIPI, Wawan Ichwanuddin, di Auditorium LIPI, Jakarta, Kamis (26/6).

Wawan mengatakan, tingkat keterpilihan ini didasarkan pada pertanyaan penelitian, “Jika pemilihan presiden diselenggarakan pada hari ini, siapakah yang akan Anda pilih?”

Dia pun menegaskan, survei tersebut hanya melakukan pemotretan persepsi masyarakat dalam rentang waktu tertentu. “Dalam survei ini juga masih ada 23 persen responden yang belum menentukan pilihan atau undecided voters,” ucap staf pengajar Ilmu Politik Universitas Indonesia itu.

Penelitian yang dilakukan secara nasional tersebut dilakukan dari tanggal 5 Juni – 24 Juni 2014. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan sampel sebanyak 790 responden.

Pemilihan sampel dilakukan melalui metode multistage random sampling. Berdasarkan jumlah sampel ini, diperkirakan margin of error sebesar kurang lebih 3,51 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Semua biaya kegiatan survei ini bersumber pada dana DIPA (negara).

ELEKTABILITAS CAPRES
* Jokowi-JK 43 persen
* Prabowo-Hatta 43 persen
* Belum tahu 23 persen
KEUNGGULAN CAPRES VERSI LIPI
* Jokowi-JK unggul di pedesaan
* Prabowo-Hatta unggul di perkotaan
* Jokowi-JK unggul di basis pemilih SD/SMP
* Prabowo-Hatta unggul di basis tamat SMA/D3

Bocornya Surat DKP dan Strategi Mengelola Isu

Pengakuan Agum Gumelar dan Fachrul Razi

Pengakuan Agum Gumelar dan Fachrul Razi

Buka Link Youtubenya di sini

Beredarnya surat rekomendasi Dewan Kehormatan Perwira (DKP) soal pemecatan Letnan Jenderal TNI atas jabatan Pati Mabes ABRI beredar luas di masyarakat. Reaksi pro kontra pun berlebihan.

Yang pro meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memerintahkan bawahannya mengusut dan menindaklanjuti kebenaran surat itu, yang kontra juga meminta SBY menangkap pembocor surat karena berkategori “Rahasia” itu.

Bahwa surat bernomor: KEP/03/VIII/1998/DKP itu benar adanya diungkapkan dua jendral (purnawirawan) anggota DKP yakni Letnan Jenderal (Purn) Fachrul Razi dan Letjen (Purn) Agum Gumelar.

Fachrul menjelaskan, internal DKP sebenarnya ingin menggunakan kata-kata “pemecatan” dalam surat keputusan tersebut. Namun, dengan berbagai pertimbangan, DKP akhirnya sepakat memakai kata “pemberhentian dari dinas keprajuritan”.

“Pertimbangannya, pada saat itu beliau masih mantu Pak Harto. Alangkah tidak elok kalau kita sebut kata-kata seperti itu sehingga teman-teman sepakat pakai kata pemberhentian dari dinas keprajuritan,” ucap Fachrul yang ketika itu menjabat Wakil Ketua DKP dalam wawancara dengan Kompas TV.

Surat keputusan DKP dibuat pada 21 Agustus 1998. Ketua DKP adalah Subagyo HS, Wakil Facrul Razi, dan sekretaris Djahari Chaniago. Adapun empat anggota DKP adalah Susilo Bambang Yudhoyono, Agum Gumelar, Ari J Kumaat, dan Yusuf Kartanegara. Kecuali Jendral Subagyo, semuanya berpangkat Letjen.

Agum Gumelar juga membenarkan bahwa surat rekomendasi DKP terkait pemberhentian Letnan Jenderal TNI Prabowo Subianto sebagai prajurit TNI yang beredar di publik, adalah benar adanya. “Rekomendasi itu benar adanya, sesuai surat itu. Saya tidak bisa bohongi rakyat, apalagi Tuhan,” tandas Agum dalam Primetime News Metro TV, Selasa petang (10/6).

Di empat lembar surat itu tertulis pertimbangan atas berbagai pelanggaran yang dilakukan Prabowo. Tindakan Prabowo disebut tidak layak terjadi dalam kehidupan prajurit dan kehidupan perwira TNI. Tindakan Prabowo juga disebut merugikan kehormatan Kopassus, TNI-AD, ABRI, bangsa, dan negara.

Kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa terang saja meradang dengan beradarnya surat itu. Sekretaris Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Fadli Zon, mengatakan dokumen tersebut adalah rahasia negara sehingga pihak penyebar dokumen tersebut bisa dikenakan sanksi pidana.

“Kita berharap institusi TNI mengusut siapa yang membocorkan dokumen itu. itu hanya ada di brankas panglima ABRI ketika itu, dalam hal ini adalah Pak Wiranto,” kata Fadli.

surat1

surat2

surat3

surat4

Fadli menjelaskan berdasarkan Keppres 62/ABRI/1998, Prabowo dinyatakan diberhentikan dengan hormat, jasa-jasanya diakui selama berkarier di militer, dan mendapatkan uang pensiun. Keppres inilah yang menurut Fadli data akurat perihal rekam jejak Prabowo di militer.

“Dokumen itu tidak akurat, karena yang akurat adalah dokumen akhir yaitu Keppres. Kalau Keppres bukan rahasia ya, kalau dokumen seolah dokumen DKP itu rahasia negara,” tegasnya.

Sementara Panglima TNI Jenderal Moeldoko menyatakan, bocornya Surat Keputusan Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang saat ini menjadi perbincangan publik bukan menjadi kewenangannya. “Itu bukan domain Panglima TNI,” ungkap Moeldoko.

Menurut dia, soal bocornya surat DKP tersebut nantinya akan ditangani, tetapi bukan oleh dirinya. Dia mengungkapkan jika persoalan tersebut merupakan urusan politik sehingga dia tidak akan masuk ke ranah politik.

“Soal DKP itu nanti ada yang menanganinya. Ini urusan politik dan Panglima TNI tidak mau masuk ke konteks politik, nanti Panglima TNI menjadi terseret ke ranah politik,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Moeldoko kembali menegaskan bahwa prajurit TNI tidak akan terlibat dalam pemilu presiden dan wakil presiden yang akan digelar Juli mendatang. “Prajurit TNI tidak akan terlibat dan memihak,” ujar Moeldoko.

Dengan fakta-fakta itu hampir dipastikan Surat DKP, meski benar, takkan pernah diusut sampai tuntas. Bocornya surat DKP pun dengan demikian merupakan bagian dari strategi kampanye kedua belah pihak. Sebab satu-satunya black campaigne paling efektif ke arah kubu Prabowo adalah yang kasus penculikan tersebut.

Sementara black campaigne ke arah Jokowi sangat banyak dan berulang-ulang seperti Jokowi Kristen, Jokowi China, Jokowi Syiah, Jokowi Korupsi Bus Transjakarta dan sebagainya. Sayang, kampanye hitam tersebut kemudian tenggelam karena tak berhenti.

Surat DKP tentang pemecatan Prabowo pun dipastikan akan segera hilang. Namun kampanye tersebut berhasil meninggalkan kesan di masyarakat, bahwa Prabowo memang dipecat bukan pensiun dini apalagi diberhentikan secara terhormat.

Melalu twitternya, dedengkot Lingkaran Survei Indonesia, Denny JA menyebut tiga alasan mengapa kasus bocornya dokumen DKP potensial menurunkan atau membuat dukungan Prabowo akan stagnan.

Pertama, kasus penculikan di mata pemilih adalah skandal maha besar, yg efek merusaknya bahkan lebih besar dari korupsi.

Kedua, isu penculikan itu menjadi lebih kuat karena hadirnya “juru bicara” yang berbobot. Juru bicara yang dimaksud adalah pengakuan anggota DKP yakni Fachrul Razi dan Agum Gumelar.

Ketiga, hadirnya media yang bersemangat menceritakan kasus dokumen dan penculikan itu. Media ini yg membuat kasus ini melambung.

Menurut Denny pemberitaan kasus itu akan bertahan panjang karena adanya unsur drama di dalamnya. Yakni keterkaitan almarhum Soeharto dalam kasus itu.

“Namun jika kubu Prabowo menemukan cara merespon yang dipercaya publik bahwa Prabowo tak bersalah, Prabowo-Hatta masih berpeluang menang. Ini hanya soal keahlian mengelola isu,” tutup Denny JA.

 

 

Kasus Babinsa Selesai, Panglima TNI Ambil Alih

 

Penglima TNI Jenderal Moeldoko bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyono (kiri) dan Kapuspen TNI Mayjen Fuad Basya(kanan) menggelar jumpa pers terkait kasus babinsa. (JPNN.com)

Penglima TNI Jenderal Moeldoko bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyono (kiri) dan Kapuspen TNI Mayjen Fuad Basya(kanan) menggelar jumpa pers terkait kasus babinsa. (JPNN.com)

Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengambil alih semua permasalahan yang melibatkan bintara pembina desa dalam pendataan preferensi pilihan warga di Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Moeldoko siap bertanggung jawab jika bawahannya terbukti melakukan kesalahan.

Ia menegaskan, sebagai Panglima TNI, dirinya siap bertanggung jawab jika ada bawahannya yang terbukti melakukan kesalahan. Moeldoko juga meminta publik tidak resah dan tidak memandang miring kehadiran babinsa.

“Seluruh tanggung jawab ada di pundak Panglima TNI. Semua sudah saya ambil alih, nanti seandainya ada babinsa yang melakukan pelanggaran, Panglima akan mengambil langkah hukum militer, atau hukuman administrasi dan hukuman disiplin,” kata Moeldoko, Minggu (8/6).

Menurut Moeldoko, babinsa yang melakukan pendataan di Pemilu Presiden 2014 berjalan tak terstruktur. Ia meminta masalah tersebut tak dibesar-besarkan karena TNI dijamin netral di pemilu.

Moeldoko menjelaskan, dirinya telah menerima laporan langsung dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang melakukan pengecekan di lokasi kejadian. Hasilnya, masalah yang diadukan pelapor tak terbukti sehingga Bawaslu menyerahkan penyelesaian selanjutnya kepada Panglima TNI.

“Bawaslu datang ke tempat kejadian, bersama camat, lurah, kepala RT/RW dan masyarakat, ternyata apa yang dikatakan oleh pelapor itu tak terbukti. Justru masyarakat sekitar menyatakan siap menjadi saksi bahwa tidak ada perilaku penyimpangan seperti itu,” imbuhnya.

Seperti diberitakan beberapa hari lalu, seorang anggota Babinsa mengarahkan salah seorang warga berinisial AT untuk memilih salah satu capres dan cawapres di nomor satu. Saat itu juga warga menilai bahwa anggota TNI tersebut tidak netral dan berpihak pada partai tertentu.

Tim Gabungan dari Kodam Jaya yang melakukan investigasi menyebut anggota babinsa yang ramai diberitakan itu bernama Koptu Rusfandi. Ia pun diberi sanksi bersama atasannya Komandan Rayon Militer (Koramil) Gambir Kapten Infanteri Saliman.

 

KRONOLOGI KASUS BABINSA DATA WARGA
• KAMIS (5/6): Pendataan warga yang dilakukan anggota bintara pembina desa (babinsa) di wilayah Jakarta Pusat pertama kali dimuat Kompas.com. Warga mengaku didata anggota babinsa dan diarahkan memilih Capres Prabowo-Hatta, Sabtu (31/5).
• KAMIS (5/6): setempat terkejut dengan ulah babinsa itu. Ini karena ia telah menerima daftar pemilih sementara (DPS) untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.
• KAMIS (5/6): Kasus pengerahan babinsa juga terjadi di Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengakuan disampaikan Sekretaris Jenderal Seknas Jokowi, Dono Prasetyo.
• KAMIS (5/6):Komandan Kodim 0501 Jakarta Pusat Letnan Kolonel Infantri Yudi Pranoto, mengklaim apa yang dilakukan babinsa merupakan tugas rutin, tak hanya menjelang pemilu.
• JUMAT (6/6): Warga bantah ada pendataan rutin oleh Babinsa. Selama 30 tahun tinggal tak perah di data anggota babinsa.
• SABTU (7/6): Calon presiden Prabowo Subianto mengaku tidak tahu siapa yang mengerahkan oknum babinsa. Dia membantah pihaknya terlibat dalam masalah ini.
• MINGGU (8/6): Tim Gabungan dari Kodam Jaya menyebut anggota babinsa yang ramai diberitakan itu bernama Koptu Rusfandi. Ia diberi sanksi bersama atasannya Komandan Rayon Militer (Koramil) Gambir Kapten Infanteri Saliman.
• MINGGU (8/6): Panglima TNI Jenderal Moeldoko menyebut apa yang dilakukan babinsa di luar komando. Meski demikian ia mengambil alih kasus itu.

Kampanye Hitam ke Jokowi 10 Kali Lebih Banyak Dibanding ke Prabowo

Hasil survei Indonesia Indicator. Kampanye hitam banyak sekali dan berulang-ulang

Hasil survei Indonesia Indicator. Kampanye hitam banyak sekali dan berulang-ulang

Eksposure kampanye hitam terhadap dua pasangan capres meningkat tajam menjelang pilpres. Kampanye hitam di media sosial terhadap Jokowi jumlahnya 10 kali lipat dibanding Prabowo Subiamto.

Demikian hasil analisis twitter dilakukan Indonesia Indicator (I2), Kamis (5/6). “Serangan pada Jokowi lebih masif (banyak sekali) dan beragam dibandingkan dengan Prabowo,” kata Direktur Komunikasi Indonesia Indicator, Rustika Herlambang.

Penelusuran kampanye hitam yang dilakukan I2 dilakukan mencakup 292 media online nasional dan daerah, serta twitter dalam kurun waktu 1 Januari – 4 Juni 2014 pukul 17.27 wib.

k1

Kampanye hitam ke Jokowi kelompok 1

Kampanye Hitam ke Jokowi K2

Kampanye Hitam ke Jokowi K2

Jenis serangan pada Jokowi lebih beragam, mulai dari Capres Boneka, Isu Tionghoa, Esemka, Antek Asing, Kristen, Pencitraan, Syiah, dsb. Isu selalu berganti dan sifatnya masif.

Sedang kampanye jahat pada Prabowo relatif terbatas. Isu Penculikan selalu menduduki posisi tinggi dan hampir tunggal, dan baru dalam sebulan terakhir ditambah dengan isu ibu negara.

Kampanye hitam ke Prabowo itu-itu saja

Kampanye hitam ke Prabowo itu-itu saja

Elektabilitas Jokowi vs Prabowo 5-2

capres1

Pilpres tinggal sebulan lagi. Menurut hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) di 7 provinsi terbesar di Indonesia, pasangan capres Joko Widodo-Jusuf Kalla unggul di lima provinsi. Meski demikian, pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa unggul di ibukota Jakarta dan Provinsi Banten.

Survei dilakukan awal Mei dengan 2.400 responden dan margin eror 2 persen. “Tujuh provinsi yang kami survei merupakan wilayah strategis. Di sinilah the real battle field (medan pertarungan sesungguhnya) para capres dan cawapres dalam menentukan kemenangan,” kata peneliti LSI Rully Akbar kepada wartawan Rabu (4/6).

dki

banten

Tujuh provinsi yang dimaksud adalan Jakarta, Banten, Jabar, Jateng, Jatim, Sumut, dan Sulsel. Populasi pemilih di ketujuh provinsi ini, kata Rully, mencapai 70 persen dari total pemilih nasional. Mereka yang memenangi suara pemilih di tujuh provinsi akan menjadi presiden dan wakil presiden.

jabar

jateng

jatim

sumut

sulsel

Jokowi-JK juga unggul dalam empat isu strategis, sedangkan Prabowo-Hatta unggul pada satu isu. Empat isu tersebut adalah isu ekonomi, penegakan hukum, keamanan, dan sosial. Sedang Prabowo-Hatta unggul pada isu stabilitas politik.

“Untuk isu ekonomi, publik lebih percaya pasangan Jokowi-JK mampu menanganinya, pasangan Jokowi-JK mendapat kepercayaan sebesar 38,78 persen.  Sedangkan Prabowo-Hatta sebesar 21.56,” kata Peneliti LSI.

Sedangkan untuk isu stabilitas politik pasangan Prabowo – Hatta lebih dipercaya mampu menjaga kestabilan dibanding pasangan Jokowi-JK. “Untuk menjaga stabilitas politik Prabowo-Hatta mendapat kepercayaan masyarakat sebesar 37,03 persen, sedangkan Jokowi-JK hanya 23,87 persen,” katanya.

Efek Cawapres
Dalam survei kali ini, LSI juga mengukur efek cawapres terhadap elektabilitas capres di setiap teritori wilayah. Apakah kombinasi cawapres Jokowi maupun Prabowo berefek pada naik atau turunnya suara capres/pasangan di sejumlah teritori?

LSI mengklasifikasi 33 propinsi di Indonesia ke dalam 3 teritori besar. Ketiga teritori besar tersebut adalah antara lain; teritori Barat (semua propinsi di Pulau Sumatera), teritori Tengah (Semua propinsi di Pulau Jawa, Bali, NTB,NTT), dan teritoti Timur (semua propinsi di Kalimantan dan Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua,Papua Barat).

Hasilnya dengan kehadiran JK sebagai cawapres Jokowi ternyata menambah dukungan pasagan Jokowi-JK di teritori timur, namun mengurangi dukungan pasangan ini di teritori Barat. Sementara efek JK di teritori tengah, populasi pemilih terbesar (mencapai 60%), cenderung stabil. Hadirnya JK menambah dukungan pasangan Jokowi-JK dari 37.66 persen menjadi 42.35 persen di teritori timur.

Sementara hadirnya JK sebagai cawapres Jokowi justru mengurangi dukungan pasangan ini dari 36.12 persen menjadi 32.97 persen di teritori barat. Sebaliknya hadirnya Hatta Rajasa sebagai cawapres Prabowo ternyata mampu menaikan elektabilitas pasangan ini di teritori Barat, namun menurunkan elektabilitas pasangan ini di teritori Timur.

Elektabilitas pasangan ini naik dari 21.70 persen menjadi 24.61 persen di teritori Barat. Elektabilitas pasangan ini pun turun dari 21.0 persen menjadi 15.33 persen di teritori timur.

kala

hatta

 

Secara umum, pasangan Jokowi-JK masih unggul dari pasangan Prabowo-Hatta di ketiga wilayah teritori tersebut. Di teritori Barat, Jokowi-JK memperoleh dukungan sebesar 32.97 persen, sementara pasangan Prabowo-Hatta didukung oleh 24.61 persen pemilih.

Di teritori Tengah, elektabilitas Jokowi-JK sebesar 34.23 persen, sementara elektabilitas Prabowo-Hatta sebesar 25.92 persen. Di teritori Timur, elektabilitas pasangan Jokowi-JK mencapai 42.35 persen sementara pasangan Prabowo-Hatta memperoleh dukungan sebesar 15.33 persen.

Inilah 10 Wagub dan Cawagub Yang Izin Cuti Kampanye

Sepuluh kepala daerah, terdiri dari tujuh gubernur dan tiga wakil gubernur, telah mengajukan cuti kampanye Pilpres kepada Mendagri Gamawan Fauzi, kata Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Didik Suprayitno di Jakarta, Selasa (3/6).

“Dari berkas yang kami terima sampai Selasa pukul 15.30 WIB ada tujuh gubernur dan tiga wakil gubernur yang mengajukan cuti kampanye untuk Pemilu Presiden dan Wakil Presiden,” kata Didik seperti ditulis Antara.

Ketentuan pejabat negara wajib mengajukan cuti jika menjadi juru kampanye atau tim pemenangan Pemilu diatur dalam Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2009 dan Permendagri Nomor 29 Tahun 2014.

“Gubernur dan wakil gubernur wajib mengajukan cuti kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri, sedangkan bupati-wali kota dan wakilnya mengajukan kepada Mendagri melalui gubernur,” tambah Didik.

Pasangan kepala daerah dan wakil kepala daerah yang mengajukan cuti untuk kampanye Pilpres tidak diizinkan mengambil waktu cuti dalam waktu bersamaan, seperti Teras Narang dan Achmad Diran.

Jika gubernur mengambil hari cuti, maka wakil gubernurnya wajib menjalankan tugas gubernur bersangkutan.

Pejabat negara juga dilarang memanfaatkan fasilitas negara mulai dari kendaraan dinas, protokol kedinasan hingga anggaran selama cuti berkampanye.

Pengajuan cuti para kepala daerah hanya mencantumkan tanggal periode pelaksanaan kampanye Pilpres karena jadwal resmi pelaksanaan kampanye belum ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

KPU sendiri mempercayakan jadwal dan lokasi kampanye Pilpres kepada tim kampanye selama tidak berbenturan satu sama lain. Tim kampanye juga wajib melaporkan jadwal kampanye kepada KPU selambat-lambatnya tujuh hari sebelum pelaksanaan.

TUJUH GUBERNUR YANG MENGAJUKAN CUTI
1. Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno sebagai Jurkam Prabowo-Hatta
2. Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola sebagai Jurkam Prabowo-Hatta
3. Gubernur Kalimantan Selatan Rudi Arifin sebagai Jurkam Prabowo-Hatta
4. Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak sebagai Jurkam Prabowo-Hatta
5. Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya sebagai Jurkam Jokowi-JK
6. Gubernur Kalimantan Barat Cornelis sebagai Jurkam Jokowi-JK
7. Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang sebagai Jurkam Jokowi-JK

TIGA WAKIL GUBERNUR YANG MENGAJUKAN CUTI
1. Wagub Kalimantan Timur Mukmin Faisyal sebagai Jurkam Prabowo-Hatta
2. Wagub Sulawesi Tengah Sudarto sebagai Jurkam Prabowo-Hatta
3. Wagub Kalimantan Tengah Achmad Diran sebagai Jurkam Jokowi-JK

Prabowo-Hatta Vs Jokowi-JK : Urunan Vs Sumbangan

berita-pilpres-2014-masih-pertarungan-politisi-gaek-13750_aRibuan Relawan Prabowo-Hatta yang tergabung dalam berbagai komunitas telah mengumpulkan dana secara gotong royong untuk membantu memenangkan pasangan no urut satu tersebut.

Ketua Sukarelawan Mandiri (Salam) Prabowo, Budiman P Sophian mengungkapkan, sampai saat ini dari 3 posko komunitas saja sudah mencapai Rp 731.183.500.
“Jumlah ini akan terus bertambah seiring berdirinya posko posko baru,” kata Budiman dalam acara deklarasi di Joko Santoso Center, Jalan Diponegoro No 39 , Menteng , Jakarta Pusat, Selasa (3/6).

Para pendukung di tiga posko tersebut menyampaikan surat ke pasangan Prabowo-Hatta bahwa urunan itu merupakan inisiatif, bukan meminta sumbangan. “Kami anak Negeri siap urunan tanpa harus diminta!,” imbuh Budiman, menirukan kesetiaan dari tiga posko komunitas tersebut.

Sementara itu pada hari yang sama, tim Jokowi-JK mengumumkan hasil penerimaan sumbangan masyarakat via rekening bank. Pengumuman tersebut berarti persis satu pekan sejak dibukanya rekening sumbangan untuk pemenangan tim Jokowi-JK, Selasa (27/5).

Adapun total sumbangan yang masuk per tanggal 3 Juni 2014 pukul 10.00 WIB hampir menembus angka Rp 3 miliar. “Total uang yang masuk sebesar Rp 2.997.952.737 atau hampir Rp 3 miliar,” ujar anggota media center tim pemenangan Jokowi-JK, Zuhairi Misrawi, saat menggelar jumpa pers di Kantor Media Center JKW4P, Jalan Cemara No. 19, Menteng, Jakarta Pusat.

Zuhairi menyebutkan, donasi yang masuk ke rekening BRI dengan nomor 122301000172309 atas nama Joko Widodo/Jusuf Kalla itu sebesar Rp 2.179.362.034. Untuk donasi yang masuk ke Bank BCA dengan nomor 5015.500015 atas nama yang sama sebesar Rp 627.980.748. Sementara itu, saldo rekening Bank Mandiri dengan nomor 070-00-0909096-5 atas nama yang sama berjumlah Rp 190.609.955.

Zuhairi belum bisa mengumumkan siapa saja yang menjadi donatur sumbangan tersebut. Dia mengatakan, sampai sekarang tim dari Jokowi-JK sedang membuat daftar identitas siapa saja yang menyumbang. “Kami sedang lakukan verifikasi,” ujar Zuhairi.

Selasa (27/5) sore pekan lalu, Jokowi dan JK mengumumkan nomor rekening untuk menampung sumbangan kegiatan pemenangannya sebagai capres-cawapres. Jokowi mengatakan, pembuatan rekening itu untuk memenuhi asas transparansi dan agar keuangan kampanye dikoordinasi dengan lebih baik.

“Pertanggungjawabannya bisa kita taruh di koran. Nanti juga kan diaudit,” kata Jokowi.

Mana yang lebih efektif dari cara penggalangan dana itu? Jelas yang sumbangan. Ini karena donasi versi Jokowi-JK lebih spontanitas. Sebaliknya, Urunan versus Prabowo-Hatta cenderung diorganisir dan dimobilisasi. Tapi, menakah yang akan lebih berdampak pada pemenangan Pilpres masih harus ditunggu hingga 9 Juli mendatang.

TIGA POSKO PENDUKUNG PRABOWO-HATTA

1. Posko Pasadena: sejak 4 tahun yang lalu dengan jumlah posko sebanyak 3.000 dan 7.000 retail di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dana terkumpul Rp. 105.000.000,
2. Posko Salam Prabowo: terbentuk sejak 12 April lalu namun punya 1.800 posko dan bisa mengumpulkan dana Rp 350.183.500,
3. Posko Piye Kabare: bergerak di bulan April telah memiliki 1.450 posko di seluruh Indonesia dengan urunan warganya sebanyak Rp. 276.000.000

Daftar Baru Perjalanan Commuter Line: Tak Lagi Sampai Dini Hari

Menunggu Commuterline di Stasiun Jati Negara

Menunggu Commuterline di Stasiun Jati Negara

Per 1 Juni 2014 memang ada jadwal penambahan jadwal Commuterline atau istilah PT KA Grafik Perjalanan Kereta (Gapeka). Namun angkutan massal itu tak lagi sampai beroperasi hingga dini hari. Para pekerja yang biasa ngalong pun terpaksa harus kembali naik omprengan.

Jika sebelumnya kereta paling malam menuju Bogor akan berangkat dari Stasiun Jakarta Kota pada pukul 00.25 WIB. Kini kereta paling malam beroperasi hingga pukul 23.30. Sedang pada pada pagi hari, kereta tetap beroperasi mulai pukul 04.00 WIB,

Perubahan jadwal Commuterline ini terkait dengan selesainya rel ganda di lintas utara Pulau Jawa. Dengan selesainya rel ganda, waktu tempuh kereta api jarak jauh (KAJJ) dari Jakarta maupun menuju Jakarta melalui jalur utara dapat dipersingkat.

Mulai 1 Juni 2014, perjalanan Commuteline setiap hari menjadi 645 perjalanan/hari dari sebelumnya 589 perjalanan/hari yang akan dilayani dengan dengan 56 rangkaian kereta atau 56 loop.

Eva Chairunissa, Manajer Humas PT KCJ, menyatakan bahwa perjalanan KRL terbesar masih pada lintas Bogor/Depok. Pada lintas tersebut, terdapat 33 rangkaian kereta yang melayani 294 perjalanan kereta. Lintas Serpong dan Tangerang masing-masing melayani delapan rangkaian kereta untuk melayani 104 perjalanan dan tiga rangkaian kereta untuk melayani 62 perjalanan setiap harinya.

Selain itu, penambahan perjalanan KRL juga terjadi di rangkaian feeder untuk rute Manggarai-Sudirman-Karet-Tanah Abang-Duri-Kampung Bandan-Jakarta Kota dengan 68 perjalanan/hari yang dilayani dengan tiga rangkaian KRL.

PT KCJ berharap dengan adanya jadwal perjalana KRL yang baru diharapkan dapat memenuhi kebutuhan para pengguna jasa KRL di Jabodetabek dengan tetap memberikan prioritas untuk keselamatan dan keamanan perjalanan KRL.

DAFTAR PERJALANAN COMMUTERLINE
* Lintas Bogor/Depok sebanyak 33 loop dengan jumlah perjalanan 294.
* Lintas Bekasi sebanyak 9 loop dengan jumlah perjalanan 117.
* Lintas Serpong sebanyak 8 loop dengan jumlah perjalanan 104.
* Lintas Tangerang sebanyak 3 loop dengan jumlah perjalanan 62.
* Lintas feeder sebanyak 3 loop dengan jumlah perjalanan 68.

JADWAL LENGKAP DOWNLOAD DI SINI YA

 

Nomor Urut Capres 2014, Mana yang Lebih Hoki?

hoki

 

Nomor urut Capres-Cawapres sudah dikocok. Pasangan Prabowo Subianto Hatta Rajasa memperoleh nomor urut 1, pasangan Jokowi-Jusuf Kalla nomor urut 2. Mana yang paling menguntungkan dan berpeluang menang?

Pendukung Prabowo Subianto tentu saja menyebut nomor 1 sebagai nomor keberuntungan. “Ini tanda-tanda alam, tanda-tanda alam. Presiden itu nomor 1, Prabowo nomor 1,” ujar seorang pendukung.

Prabowo sendiri mengatakan bahwa nomor urut satu adalah simbol yang baik dalam pertarungannya pada Pilpres 9 Juli mendatang. “Kami bersyukur dapat nomor urut satu, simbol yang baik, lambang yang baik,” kata Prabowo usai penetapan nomor urut peserta Pilpres di Gedung KPU Pusat Jakarta, Minggu (1/6).

Bagaimana dengan nomor urut dua? “Sebetulnya nomor berapa pun pada hakekatnya ‘gak’ ada masalah. Diberi nomor dua, itu simbol keseimbangan dan harmoni,” kilah Jokowi.

Jokowi mengibaratkan angka dua sebagai bentuk keseimbangan menuju Indonesia yang lebih harmonis. “Dua adalah simbol keseimbangan, ada capres ada cawapres, ada mata kanan ada mata kiri, ada telinga kanan ada telinga kiri, ada tangan kanan dan ada tangan kiri. Semuanya itu harmoni dalam sebuah keseimbangan menuju Indonesia yang penuh harmoni,” imbuhnya.

10422961_10204099401594265_5339979598490410568_nBaiknya kita lihat saja fakta pada dua Pilpres langsung soal keberuntungan nomor urut tersebut. Pada pemilu 2004 yang diikuti lima pasang capres. Pada putaran pertama ternyata nomor urut 2 yakni Megawati Soekarnoputri- Hasyim Muzadi dan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla lolos ke putaran kedua. Adapun nomor urutan satu ketika itu, Wiranto-Salahuddin Wahid hanya berada di urutan ketiga dengan 26.286.788 suara atau 22,15 persen.

Lalu di putaran kedua, pasangan SBY-JK menang telak 69.266.350 suara atau 60,62 persen dibanding Mega-Hasyim 44.990.704 atau 39,38 persen.

Sedang pemilu 2009 hanya diikuti tiga pasangan dan berlangsung satu putaran karena SBY-Boediono menang telak dengan 73.874.562 suara atau 60,80 persen. Sedang nomor urut satu Megawati-Prabowo diurutan kedua dengan 32.548.105 suara atau 26,79 persen.

Artinya, dalam dua Pilpres itu, fakta membuktikan bahwa nomor urut kedua lebih hoki dibanding nomor urut 1. Apalagi Pilpres 2014 dipastikan hanya satu putaran. Dan selama satu putaran itulah, nomor urut satu selalu kalah.

Tapi sebenarnya bukan nomor urut yang menentukan namun suara rakyat. Dalam dua Pilpres, tak ada yang bisa membantah bahwa sosok SBY merupakan sosok paling menentukan. SBY ketika itu dicitrakan gagah, santun, dan disayangi media (media darling).

Maka sehebat apapun mesin politik Megawati dan Jusuf Kalla ketika itu tak mampu melawan kehendak rakyat yang menginginkan SBY sebagai Presiden. Dipasang dengan siapapun SBY ketika itu pasti menang.

Lalu siapakah yang menjadi media darling antara Jokowi dan Prabowo saat ini. Hampir bisa dipastikan bahwa jika Pilpres digelar hari ini, Jokowi-JK lah pemenangnya.

Tapi masih satu bulan lebih pencoblosan Pilpres baru akan dilaksanakan. Dan baru kali ini, Pilpres diikuti hanya dua pasang sehingga membuat rakyat terbelah. Jika tak memilih Jokowi-JK yang akhirnya memilih Prabowo-Hatta, demikian sebaliknya.

Satu bulan bisa saja muncul kejutan yakni Prabowolah yang menjadi media darling. Namun untuk bisa seperti itu, harus menunjukkannya dengan cara santun. Jika selalu menyerang lawan dengan kampanye hitam, maka itu hanya akan berbalik tangan.

 

Pacar Prabowo Wanita Thailand, Mungkinkah?

Prabowo bersama para wanita cantik. (Foto dari blog novitawijayanti.com, caleg jadi Partai Gerindra)

Prabowo bersama para wanita cantik. (Foto dari blog novitawijayanti.com, caleg jadi Partai Gerindra)

Gosip tentang calon istri Capres Prabowo Subianto terus berkembang liar. Hal itu tak bisa disalahkan karena yang bersangkutan tak pernah memberi jawaban pasti. Yang ada hanya jawaban menggantung.

Jawaban terakhir ketika ditanya soal calon ibu Negara di kantor Redaksi Jawa Pos, di Surabaya, Kamis (29/5) malam, misalnya, masih bersifat sama.

Prabowo sempat diam sejenak mendengar pertanyaan yang kerap dihadapinya. “Kita lihat saja perkembangan bagaimana,” katanya singkat.

“Nanti di koalisi harus digelar fit and proper test calon ibu Negara?”.

“Hanya bercanda, kok. Salah itu salah,” imbuhnya sambil tertawa lepas.

Sejak bercerai dengan Titiek Soeharto tahun 1983, Prabowo belum menikah lagi. Andai ia tak mencalonkan diri menjadi cawapres (2009) atau capres (2014) publik pasti tak peduli apakah Prabowo mau menikah lagi atau menjadi jomblo forever. Prabowo hanya rakyat biasa yang kebetulan pernah menjadi Danjen Kopassus dan Pangloma Kostrad.

Tapi kini ia bakal memimpin lebih dari 200 juta rakyat Indonesia. Publik ingin kepastian soal pasangannya karena sebagai presiden, ia perlu mengisi ruang kosong di istana Negara, yakni Ibu Negara atau First Lady. Publik belum terbiasa melihat pemimpinnya tanpa wanita pendamping.

Setelah dikaitkan dengan nama-nama wanita cantik seperti artis senior Widyawati, penyanyi Maia Estianty dan seorang dokter bernama Irene, kini muncul gosip baru bahwa Prabowo punya seorang pacar yang siap dinikahinya, yakni wanita asal Thailand.

Gosip itu tak main-main, yakni dimunculkan kabel diplomatik Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta yang dibocorkan Wikileaks. Dalam kawat diplomatik Kedubes AS bernomor 06JAKARTA8261_a tanggal 3 Juli 2006 itu disebutkan, Prabowo sering terbang ke Bangkok untuk menemui pacarnya.

Adapun judul laporan kawan diplomatik Kedubes AS itu adalah Indonesian Biographical and Political Gossip, Q2 2006. Sementara laporan tentang Prabowo punya pacar muncul dalam subjudul Prabowo Eyeing Presidency, Hiding Thai Girlfriend.

Menurut laporan itu, Prabowo sering menggunakan pesawat komersial ke Bangkok untuk menemui pacarnya itu. Adapun sumber laporan Kedubes AS itu adalah politikus Golkar, Poempida Hidayatullah yang disebut pernah dekat dengan Prabowo.

Poempida yang kini anggota DPR dari Golkar namun mendukung Capres Jokowi-Jusuf Kalla (JK) mengaku kenal, David R. Greenberg, political officer Kedubes AS yang menyusun kawat diplomatik itu. Namun ia membantah mengetahui pacar Prabowo di Thailand.

Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadly Zon juga menyampaikan hal serupa. Ia mengaku Prabowo sering melakukan kunjungan ke Thailand, namun ketika itu hanya untuk urusan bisnis. Khususnya bertemu mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra yang kini berada di pengasingan.

Publik pun tampaknya cenderung tak percaya dengan gosip ala infotainment yang dimunculkan Wikileaks tersebut. Tapi mereka juga berharap Prabowo segera mendapatkan calon ibu negara.

Di forum kaskus, gosip pacar Prabowo itu malah menjadi bahan candaan, bahkan kampanye hitam oleh anggota forum yang kebetulan ngefans sama Jokowi-JK.

“Bolak balik ke Thailand, emang ngapain?? Masa ketemu Taksin terus…”

“Di Thailand cuma ada dua cewek cantik atau shemale cantik.”

“Klo Thailand wajah ama onderdil biasanya menipu, Lady Boy”

Di dunia maya, Negeri Gajah Putih itu dikenal dengan para warianya. Jika Anda mengetik Lady Boy di Google pasti mengarah ke Thailand.

Awal bulan ini bahkan telah digelar kontes ladyboy atau waria internasional yang dikenal dengan Miss Tiffani 2014 di Pattaya, Thailand. Pemenangnya adalah shemale tuan rumah Nissa Katerahong.

Menlu Marty bersama istrinya, yakni Sranya Brampumphong.

Menlu Marty bersama istrinya, yakni Sranya Brampumphong.

Namun anggota kaskus lainnya masih ada yang berharap apa yang dilansir Wikileaks itu benar adanya. Ia melihat sisi positif punya istri orang Thailand. Contohnya adalah istri Menteri Luar Negeri Matri Natalegawa, yakni Sranya Brampumphong. Sranya adalah cinta pertama Marty Natalegawa. Mereka menikah tahun 1985 dan dikaruniai tiga orang anak.

Prabowo bukan tak mungkin bisa seperti Marty. Hanya saja ia harus berani memperkenalkannya kepada publik? Tapi mungkinkah?

Sumber Foto: Di sini

 

Jokowi-JK Unggul Dikalangan Buruh, Tani, dan Ibu Rumah Tangga

jok-jk

Pasangan calon presiden Prabowo-Hattta dan Jokowi-Jusuf Kalla (JK) ternyata memiliki keunggulan masing-masing. Pasangan yang pertama unggul dalam mesin politik, sementara pasangan kedua unggul dalam dukungan pemilih.

Demikian hasil survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) bertajuk “Berebut Dukungan di 5 Kantong Besar Suara: Jokowi-JK vs Prabowo- Hatta” yang dilansir Jumat (30/5).

“Prabowo-Hatta unggul dalam mesin politik, namun Jokowi-JK menang di dukungan pemilih. Begitu hasil survei yang kami lakukan 1-9 Mei,” kata Ade Mulyana, peneliti LSI Network dalam keterangan persnya,

Ada pun mesin politik yang dimaksud dalam survei tersebut adalah dukungan partai politik. Total prosentase suara partai di belakang Prabowo- Hatta mencapai 48.93 persen. Parpol tersebut terdiri dari Partai Gerindra,PAN, PPP, PKS, dan Partai Golkar. Sementara Jokowi-Hatta yang didukung PDIP, Partai Nasdem, PKB, dan Hanura hanya mencapai 38,97 persen.

“Prabowo-Hatta juga didukung lima stasiun TV swasta yakni RCTI, MNC, Global TV, TV One dan ANTV. Sedang Jokowi-JK didukung Metro TV,” ucap Ade lagi.

Ade menjelaskan, Prabowo-Hatta juga memiliki dana pelumas penunjang mesin politik yang lebih besar dibanding Jokowi-JK. Yakni Rp900 miliar dibanding Rp 700 miliar pada Pemilu Legislatif lalu. Sedang untuk Pilpres belum diketahui.

Meski demikian, Jokowi-JK diuntungkan odukungan pemilih yang lebih besar. Yakni sebanyak 35,42 persen. Sedangkan Prabowo-Hatta didukung oleh 22,75 persen. Sebanyak 41,80 persen tidak menjawab atau masih belum menentukan pilihan.

“Jumlah swing voters (massa mengambang) masih cukup besar, sehingga situasinya bisa terbalik,” ungkapnya.

buruh

HASIL SURVEI LSI

* Mesin Partai Politik (1)
Prabowo-Hatta 48,93 persen
Jokowi-JK 38,97 persen

* Mesin Partai Politik (2)
Prabowo-Hatta (RCTI, MNC, Global TV, TV One dan ANTV)
Jokowi-JK (metro TV)

* Mesin Partai Politik (3)
Prabowo-Hatta (Rp 900 miliar)
Jokowi-JK (Rp700 miliar)

* Jika Pilpres hari ini pilih mana? (dukungan pemilih)
Jokowi-JK 35,42 persen
Prabowo-Hatta 22,75 persen
Tidak tahu/tidak jawab 41,80 persen

* Jika Pilpres hari ini pilih mana? (komunitas NU)
Jokowi-JK 34,44 persen
Prabowo-Hatta 26,25 persen
Tidak tahu/tidak jawab 39,31 persen

* Jika Pilpres hari ini pilih mana? (Muhamadiyah)
Prabowo-Hatta 31,57 persen
Jokowi-JK 27,44 persen
Tidak tahu/tidak jawab 40,99 persen

* Jika Pilpres hari ini pilih mana? (kalangan buruh)
Jokowi-JK 36,89 persen
Prabowo-Hatta 18,62 persen
Tidak tahu/tidak jawab 44,49 persen

* Jika Pilpres hari ini pilih mana? (kalangan petani)
Jokowi-JK 35,77 persen
Prabowo-Hatta 23,42 perse
Tidak tahu/tidak jawab 40,71 persen

* Jika Pilpres hari ini pilih mana? (ibu rumah tangga)
Jokowi-JK 40,04 persen
Prabowo-Hatta 21,42 perse
Tidak tahu/tidak jawab 38,54 persen

 

Humor Jokowi vs Prabowo (2)

naif

 

 

kstaria

Ke Partai Gerindra

“Mau kemana Bro?”
“Mau ke Kantor Pantai Gerindra.”
“Ngapain? Mau dukung Prabowo?”
“Cuma mau tanya, kalau tersangka korupsi Suryadharma Ali dibilang ksatria, kalau seorang ksatria disebutnya apa dong?”

 

Capres Boneka

“Ke rumah Megawati Yuk?”
“Ngapain”
“Dia kan punya mainan ajaib?”
“Mainan?”
“Iya. Boneka mirip Jokowi, gitu”
“Oooh, Capres Boneka!!!”
#tepokjidat

 

Handphone Gratis

“Kalau kampanye Prabowo-Hatta bareng dengan Jokowi-Jusuf Kala kamu pilih yang mana, bro?”
“Pilih Prabowo-Hatta dong”
“Wah ketahuan, kamu dukung Prabowo-Hatta ya”
“Ya nggak harus begitu. Kita realitis saja”
“Maksud lo”
“Siapa tahu dapat handphone gratis. Di kubu Prabowo-Hatta kan ada yang gemar lempar HP”
“Waduh?”

 

Pilpres Hari Ini

“Kalau Pemilihan Presiden digelar Kamis (29/5) hari ini, kamu tebak siapa yang menang. Jokowi-JK atau Prabowo-Hatta”
“Prabowo-Hatta dong”
“Lu kok percaya diri banget”
“Iya dong, follower twitter @Prabowo08 kan 770 RB ”
“Loh emang Jokowi berapa?”
“@Jokowi_do 1,4 JT”
“RB sama JT banyak mana?
“Hahaha, iya ya…”

 

Kelebihan Capres

Kelebihan Capres Jokowi menurut Ahmad Yani, dari kubu Prabowo Subianto di acara Mata Najwa.
“Ya dia dicalonkan PDIP, kalau nggak begitu Prabowo kan nggak punya lawan”
“Dia (Jokowi) suka blusukan. Bagus itu. Tapi kalau jadi Presiden apa bisa seperti itu. Indonesia kan bukan Jakarta?
Kelebihan Prabowo Subianto menurut Adian Napitupulu dari kubu Jokowi di acara yang sama.
“Dia (Prabowo) seorang pemelihara kuda yang baik”
“Dia juga pemberi harapan banyak wanita untuk jadi ibu Negara”

 

citraPilih Indonesian Idol

Akhirnya ketahuan sudah mengapa Prabowo tak pernah muncul di acara Mata Najwa.
“Ya soalnya itu kan acara metro TV, pemilikknya Surya Paloh yang menjadi pendukung Jokowi.”
“Loh kan Najwa Shihab, host Mata Najwa nggak pernah membeda-bedakan nara sumber?”
“Ya tetap saja, sami mawon.”
“Daripada ke Mata Najwa. Prabowo mending ikut Hary Tanoe ke Indonesian Idol. Kan sama saja?”
“Iya sama-sama muncul di TV, tapi gak ditanya yang aneh-aneh”

Jokowi dan David Beckham

Kasus Jokowi ternyata hampir sama dengan kasus David Beckham. Saat spanduk kampanye hitam tentang nama Habertus Jokowi, pendukung pun mengoreksi bahwa H di depan nama Jokowi adalah Haji bukan Habertus. Spanduk baru bertuliskan Haji Jokowi selanjutnya dipasang.
Bagaimana dengan David Beckham? Saat muncul Spanduk David Beckam akan datang ke Jakarta, orang memprotes bahwa namanya kurang huruf H. Lalu spanduk itu dicabut diganti nama baru, Selamat Datang Haji David Beckam.

 

 

Tim Pemenangan Prabowo-Hatta Lebih Gemuk: Banyak Jendral dan Guru Besar

Prabowo-Hatta (merdeka.com)

Prabowo-Hatta (merdeka.com)

Capres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa akhirnya mengumumkan tim sukses pemenangannya, Selasa (27/5). Seperti telah diduga, jumlahnya jauh lebih besar dibanding dengan tim pemenangan Jokowi-Jusuf Kalla.

Jika tim sukses Jokowi-JK terdiri dari 141 orang, tim sukses Prabowo-Hatta hingga 181 orang. (lihat daftar)

Bahkan jika tim sukses Jokowi-Hatta hanya terdiri dari sembilan Jendral (purnawirawan), tim Prabowo-Hatta sebanyak 14 orang. Mereka antara lain Jendral (Purn) Joko Santoso, Jend (Purn) Farouk Muhammad Syechbubakar, Letjen (Purn) M Yunus Yosfiah, Letjen (Purn) Syarwan Hamid, Letjen (Purn) Soeharto, Mayjen (Purn) Syamsir Siregar, Brigjen Pol (Purn.) Dr. H. Taufiq Effendi, MBA, Laksdya TNI (Purn.) Freddy Numberi. Delapan jendral ini masuk dewan penasehat.

Lalu di tim pelaksana ada nama Jendral (Purn) George Toisutta, Letjen (Purn) Burhanuddin, Laksdya (Purn) Moekhlas Sidik, Mayjen TNI (Purn) Sudrajat dan Komjen (Purn.) Adang Darajatun

Sebelum mengumumkan tim sukses, kubu Prabowo-Hatta memperoleh dukungan para guru besar. Mereka mengklaim jumlahnya mencapai 1.000 orang profesor.

Prof Dr Mahfud MD yang menjadi Ketua Tim Sukses Prabowo-Hatta mengatakan bahwa timnya memiliki tujuan kebangsaan yang arahnya jelas dan tanpa basa basi. Yang pasti tidak kehilangan rasa kerakyatannya.

“Sebagai salah satu guru besar yang mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo dan Hatta, saya mengucapkan selamat, mudah-mudahan akan terpilih dan kita perjuangkan untuk itu,” tambahnya.

Prof Dr Laode Masihu Kamaludin, salah satu deklarator, mengungkapkan di antara capres dan cawapres lainnya, pasangan Prabowo-Hatta lebih jelas akan membawa Indonesia ke arah yang tepat.

Indikatornya antara lain, kata dia, kemampuan pasangan ini dalam memahami kondisi global sudah teruji. Pasangan ini juga memiliki kemampuan untuk mendorong kelas menegah untuk naik kelas menjadi negara maju.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana Deklarasi tersebut, Juliana Wahid, deklarasi para guru besar tidak akan hanya dilakukan di Jakarta, tetapi akan terus dilakukan di seluruh pelosok tanah air. Komitmen ini merupakan bentuk dukungan dari sedikitnya 1.000 guru besar emeritus dan cendikiawan di seluruh Indonesia.

pra-hattaTIM PEMENANGAN PRABOWO-HATTA
DEWAN PENASEHAT
1 Prof. DR. M. Amien Rais.
2 KH Maemoen Zubair
3 DR. H. Akbar Tanjung
4 Ustadz, Hilmi Aminuddin
5 Hashim Djojohadikusumo
6 Zulkifli Hasan
7 Agung Laksono
8 Jend. (Pur.) Joko Santoso
9 Prof. DR. Jend. (Purn.) Farouk Muhammad Syechbubakar
10 Letjen (Purn.) M. Yunus Yosfiah
11 Letjen (Purn.) Syarwan Hamid
12 Letjen (Purn.) Soeharto
13 Mayjen (Purn.) Syamsir Siregar
14 DR. AM Fatwa
15 Syarif Cicip Sutardjo
16 DR. Marzuki Alie
17 DR. Slamet Effendy Yusuf
18 Brigjen Pol (Purn.) Dr. H. Taufiq Effendi, MBA
19 Laksdya TNI (Purn.) Freddy Numberi
20 Drs. Zarkasih Nur
21 MS. Hidayat
22 Ir. Azwar Abubakar
23 Habib Lutfi Bin Ali Bin Yahya
24 Nur Muhammad Iskandar
25 DR. Hj. Tuty Alawiyah
26 Hj. Suryani Tahir
27 Drs. Barlianta Harahap
28 Djan Farid
29 DR. Surachman Hidayat
30 DR. Salim Segaf Aljufri
31 H. Rhoma Irama
32 DR. Ahmad Satori
33 KH. DR. Muslih Abdul Karim
34 Prof. DR. Nazaruddin Syamsudin
35 Widjono Hardjanto
36 Chairul Anam

DEWAN PAKAR
37 Prof. DR. Muladi, SH
38 Hari Tanoe Soedibyo
39 Prof. DR. Ryaas Rasyid
40 Prof. DR. Bahtiar Effendi
41 Drs. Lukman Hakim Saifuddin
42 DR. Ali Masykur Musa
43 Pontjo Sutowo
44 DR. Sasmito Hadinegoro
45 Prof. DR. Burhanuddin Abdullah
46 Prof. DR. Didik J. Rachbini
47 DR. Sohibul Iman
48 DR. Hidayat Nur Wahid
49 Drs. Al Muzamil Yusuf
50 DR. Ir. Fadel Muhammad
51 DR. Ridwan Mukti
52 Drs. Theo L. Sambuaga
53 Hj. Gunarijah Ratna Mirah Kartasasmita
54 DR. Saharuddin Daming
55 Prof. Fuad Amsyari
56 DR. Fuad Bawazier
57 DR. Amir Sambodo
58 DR. Ir. Al Hilal Hamdi
59 DR. Kastorius Sinaga
60 DR. Marwah Daud Ibrahim
61 Dr. Ir. Endang Setyawati Thohari
62 Prof. DR. Syamsulbahri
63 Prof. DR. Prijono Tjiptoheriyanto
64 Komjen (Purn.) Adang Darajatun
65Drs. Muhammad Hatta
66 H. Is Anwar Datuk Rajo Perak
67 Dr. Dimyati Natakusuma

TIM PELAKSANA

KETUA:
68 Prof. DR. Mahfud MD, SH., MH

WAKIL KETUA:
69 Jend. (Purn.) George Toisutta
70 Letjen (Purn.) Burhanuddin
71 Laksdya (Purn.) Moekhlas Sidik
72 KH. Masduki Baidlowi

SEKRETARIS:
73 Fadli Zon, SS., MSc.

WAKIL SEKRETARIS:
74 Setya Novanto
75 Ir. Tjatur Sapto Edi
76 Imam Marsudi

BENDAHARA:
77 Thomas Djiwandono
78  Jon Erizal
79 Robert Kardinal

WAKIL KETUA BIDANG PENGGALANGAN DAN KAMPANYE:
80 DR. Idrus Marham

WAKIL KETUA BIDANG SAKSI DAN HUKUM :
81 Dpl. Ec M Taufik Ridlo, Lc

WAKIL KETUA BIDANG OPERASI, LOGISTIK, DAN KOMUNIKASI:
82 Ahmad Muzani, S.Sos

WAKIL KETUA BIDANG KEBIJAKAN DAN PROGRAM:
83 Ir. Taufik Kurniawan, MM

WAKIL KETUA BIDANG STRATEGI:
84 Ir. Romahurmuziy, MT

WAKIL KETUA BIDANG RELAWAN:
85 B.M. Wibowo, SE, MM.

DIREKTUR KEBIJAKAN DAN PROGRAM:
86 DR. Drajad Wibowo
87 DR. Harry Azhar Azis
88 Heirma Poernomo, Ph.D.

DIREKTUR STRATEGI:
89 Sugiono
90 Rully Chaerul Azwar
91 Sukmo Harsono, SE, MM.

DIREKTUR KOMUNIKASI DAN MEDIA :
92 Budi Purnomo K.
93 Arya Mahendra Sinulingga
94 Yuri Hidayat

DIREKTUR HUKUM DAN ADVOKASI :
95 Rudy Alfonso
96 Habiburohman
97 Ahmad Yani

DIREKTUR PENGGALANGAN:
98 Harris Tahir
99 Yudi Magiyo Yusuf
100 La Nyalla Mattaliti

DIREKTUR TERITORIAL:
101 Mahyudin
102 Hasrul Azwar
103 Abdullah Tuasikal

DIREKTUR OPERASI:
104 Edhy Prabowo
105 Mulfachri Harahap
106 Roem Kono

DIREKTUR LOGISTIK:
107 Sudewo
108 Intan Fauzi Fitriyadi
109 Muhidin

DIREKTUR KAMPANYE:
110 Prasetyo Hadi
111 Emron Pangkapi
112 Rambe Kamaruzzaman

DIREKTUR DATA DAN SAKSI:
113 KH. Jazuli Juwaini, Lc., MA.
114 Danang Wicaksana Sulistya
115 Yanuar Arif Wibowo, SH

DIREKTUR RELAWAN:
116 Didik Hariyanto
117 Putra Jaya Husin
118 Harris Bobihoe
119 M. Yunus
120 Syahganda Nainggolan

KOORDINATOR JURU BICARA:
121 Fuad Masyhur

JURU BICARA:
122 Mayjen TNI (Purn) Sudrajat
123 Tantowi Yahya
124 Bara Hasibuan
125 Sandiaga Uno
126 Nurul Arifin
127 Marwah Daud Ibrahim

JURU DEBAT NASIONAL:
128 Rama Pratama
129 Abubakar Alhabsy
130 Agun Gunanjar Sudarsa
131 Ahmad Doli Kurnia, S.Si, MT
132 Ahmad Yani
133 Airlangga Hartarto
134 Ali Mochtar Ngabalin
135 Andi Rahmat
136 Andi Yuliani Paris
137 Bara Hasibuan
138 Burhanudin Abdullah
139 Derry Drajat
140 Desy Ratnasari
141 Dr. Agustian Budi Prasetya, MPA
142 Dr. Ahmad Farhan Hamid
143 Dr. Batara Imanuel Sirait, Sp.OG.
144 Muhammad Maksum
145 Dr. Didik J. Rachbini
146 Dr. Drajat Wibowo
147 Dr. Nasir Biasane, M.Si
148 Dr. Puji Wahono, M.Si
149 Drs. Alfan Alfian, M.Si
150 Drs. Gambar Anom
151 Drs. Ibrahim Ambong, M.Si
152 Drs. Mahadi Sinambela, M.si
153 Drs. Musfihin Dahlan
154 Fahri Hamzah
155 Fauzi Bahar
156 Fuad Bawazier
157 Happy Bone Zulkarnaen
158 Hari Azhar Aziz
159 Haryanto Taslam
160 Hidayat Nurwahid
161 Hilbram Dunar
162 Ir. Afni Achmad
163 Ir. Agusman Effendi
164 Ir. Fernita Darwis
165 Ir. Ridwan Hisyam, M.M
166 Jazuli Juwaini
167 K.H. Irsyad Juwaeli
168 Kivlan Zen
169 Mahfudz Sidik
170 Martin Hutabarat
17 1 Prof. Dr. Anwar Arifin
172 Rizal Malarangeng
173 Sadar Subagyo
174 Sohibul Iman
175 Sri Rejeki
176 Syaifullah Tamliha
177 Teguh Juwarno
178 Viva Yoga Mauladi
179Yasmin Muntaz
180Yoris Raweyai
181 Zulkifliemansyah

 

————————————

jok=jk

TIM SUKSES PEMENANGAN JOKOWI-JK
PENASIHAT:

1 Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri,
2 Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh
3 Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar,
4. Ketua Umum Partai Hanura Wiranto.

PENGARAH:
5 Sidharto Danusubroto
6. Hasyim Muzadi
7. Abdul Azis Mansyur
8 Dimyati Rais
9 Puan Maharani
10 Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono
11 As’ad Said Ali
12 Jenderal TNI (Purn) Luhut Panjaitan
13 Laksamana (Purn) Tedjo Edi
14 Letjen TNI (Purn) Farid Zainuddin
15 Marsekal Madya (Purn) Ian Santoso
16 Pramono Anung
17 Sutrisno Bachir
18 Andi Muawiyah Ramli

KETUA TIM:
19 Sekjen DPP PDI-P Tjahjo Kumolo.

BADAN PEMENANGAN PEMILU PRESIDEN:
20 Puan Maharani
21 Victor B Laiskodat
22 Marwan Jafar
23 Chairuddin Ismail
24 Andi Widjajanto
25 Sekjen DPP Partai Nasdem Patrice Rio Capella
26 Sekjen DPP PKB Imam Nachrowi
27 Sekjen Partai Hanura Dossy Iskandar.

PENGHUBUNG PARTAI:
28 Achmad Basarah
29 Siti Nurbaya
30 Hanif Dahiri
31 Saleh Husin
Bendahara
32 Didit MP
Juru Bicara
33 Hasto Kristiyanto
34 Abdul Kadir Karding
35 Anis Baswedan
36 Ferry Mursyidan Baldan
37 Khofiffah Indar Parawansa
38 Syarifuddin Sudding.

TIM AHLI:
39 Sukardi Rinakit
40 Andreas Pareira
41 Arie Sumarmo
42 Arief Budimanta
43 Ady Prasetyono
44 Heri Achmadi
45 Ida Fauziah
46 M Prakosa
47 Muhtosim Arief
48 Musdah Mulia
49 Pataniari Siahaan
50 Rizal Sukma
51 Syaifullah Mashum
52 Sakti Wahyu Trenggono
53 Sihar Sitorus,
54 Silverius Sonny.

TIM SURVEI:
55 Dolfie
56 Abdul Malik Haramain
57 Chris Watubun
58 M Fariza
59 Y Irawady
60 Harry Ashar
61 Hendra Kusumah
62 Sarwoto
63 Susaningtyas
64 Nero Handayani Kertopati
65 Yunandar Perwira.

TIM DEBAT:
66 Maruarar Sirait
67 Akbar Faisal
68 Helmi Faisal Zaini
69 Poempida Hidayatullah,
70 Samual Watimena.

TIM PENGGALANGAN:
71 Jenderal TNI (Purn) Farchrul Rozi
72 Ameliiyani
73 Budiman Sudjatmiko (desa)
74 Christine Hakim (budaya)
75 Djafar Badjeber
76 Edy Junaidi
77 Franky Sibarani (pengusaha)
78 Iqbal Alan Abdullah
79 Mindo Sianipar (tani dan nelayan)
80 Puti Guntur Soekarno (guru)
81 Richard Samberra
82 Utut Adianto (atlet)
83 Rieke Diah Pitaloka (buruh)
84 Samuel Koto.

TIM PENGGERAK PEMILIH:
85 Bambang Wuryanto
86 Abdul Munir Malkan
87 Imam Addaraqutni
88 Izzul Musliman
89 Willy Aditya,
90 Zainul Munasihin.

TIM SAKSI:
91 Djarot S Hidayat
92 Enggartiasto L
93 Jazilul Fuwaid
94 Prasetyo.

TIM KAMPANYE:
95 Aria Bima
96 Effendi Simbolon
97 Fathan Subhi,
98 Sri Sajekti Sudjudnadi.

TIM MEDIA:
99 Saur Hutabarat
100 Adi Satryo
101 Erwin Setiawan
102 F Reza
103 Kiki Taher
104 Salomo R Damanik,
105 Setia Prijono.

TIM MEDIA SOSIAL:
106 Romanus Sumaryo
107 Anton DH Nugrahanto.

TIM KREATIF:
108 Triawan Munaf
109 Lukmanul Hakim.

TIM HUKUM (UMUM):
110 Henry Yosodiningrat
111 Alexander Lay
112 Anwar Rahman
113 Firman Daeli
114 Gusti Randa
115 OC Kaligis
116 Riska Mariska
117 Sirra Prayuda
118 Susilo AB
119 Taufik Basari
120 Teguh Samudera
121 Trimedya Panjaitan.

TIM HUKUM (KHUSUS):
122 Da’i Bachtiar
123 Peter Wattimena
124 Tritamtomo
125 TB Hasanuddin.

TIM LOGISTIK:
126 Budianto Tjen
127 Chusnunia Halim
128 Deddy Patiwiri.

TIM RELAWAN:
129 Eriko Sutarduga
130 Danny Safnawawi
131 Dedi Ramanta
132 Eko Sulistyo
133 Eva Kusuma Sundari
134 Hasanudin Wahid
135 Komarudin Watubun
136 Martin Manurung
137 Najamuddin Ramly
138 Sandy Nayoan
139 Syahrial Yusuf
140 Teten Masduki,
141 Wishnu Dewanto.

 

 

 

Humor Jokowi vs Prabowo

joke

 

Prabowo Cocok Presiden Tapi Pilih Jokowi

Cerita ini dari Jawa Tengah. Rakyat ditanya partai apa yang mereka pilih saat Pemilihan Legislatif kemarin. Jawabannya ada yang partai A ada yang Partai B dengan alasan masing-masing.
Lalu ketika ditanya siapa calon presiden yang cocok lima tahun ke depan. Karena basis Jawa Tengah, umumnya mereka memilih Jokowi yang merupakan mantan Wali Kota Solo.
Diantara mereka ternyata ada yang berteriak lantang. “Kalau presidennya yang cocok Prabowo,” katanya.
Namun ketika ditanya apakah ia akan memilih Prabowo sebagai Presiden, ia menggelengkan kepala. “Kalau nyoblos ya tetep Jokowi, mas,” ucapnya.

 

Capres Prabowo, Presiden Jokowi

Seorang pemimpin ormas memutuskan untuk mendukung Prabowo Subianto sebagai capres. Ketua Ormas yang dikenal sebagai preman itu lalu meminta semua anak buahnya memilih pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
Karena takut, sebagian besar bawahan sang pemimpin ormas menganggukkan kepala. Permintaan bos ormas itu indetik dengan perintah. Namun ada diantara mereka menyatakan kurang setuju dengan pilihan ketua ormasnya. Agar tak terkesan melawan, orang tersebut bilang bahwa capresnya memang Prabowo seperti Ketua Ormas, tapi presidennya Jokowi.

 

Jokowi Tanpa “Pengawet”

Penjual buntil (sayuran dari singkong/daun pepaya) mampir ke rumah menjajakan dagangannya. Selain buntil ia menawarkan gudeg, botok, sate usus dan ati ampela serta sejumlah makanan khas Jawa Tengah.
Tatkala hendak pulang, ia pun bilang bahwa semua makanannya tanpa pengawet.
“Karena itu mas pilih Jokowi saja karena ia tak pakai pengawet,” katanya tiba-tiba.

 

Lawan Jokowi Hanya Buang Tenaga

Dahlan Iskan akhirnya memilih pasangan Jokowi-Jusuf Kalla. Pemenang Konvensi partai demokrat itu memang sudah lama meramalkan Jokowi sebagai capres pilihan rakyat.
Siapapun yang akan melawan fenomena rakyat, kata Dahlan, mereka hanya buang-buang duit dan tenaga saja karena Jokowi tak bisa dilawan.
Seorang yang mengaku kawan dekat dengan Dahlan Iskan dan kini menjadi pendukung setia Prabowo mengaku kecewa berat dengan pilihan pemilik usaha Jawa Pos Grup itu. Ia pun menebar info yang dianggapnya A1 bahwa yang mendukung Jokowi hanya Dahlan Iskan seorang, pendukung Dahlan Lainnya kecewa dan akan memilih Prabowo. Orang tersebut agaknya sedang membuang tenaga.

 

Presiden Harus Berakhiran O

Ada yang bilang Capres Indonesia harus selalu berakhiran O. Alasannya Presiden berakhiran O biasanya menjabat lama. Soekarno, Soeharto, Susilo Bambang Yudhoyono adalah contohnya. Alasan seperti ini tentu saja dilontarkan kubu pendukung Prabowo Subianto.
Mereka lupa bahwa Jokowi juga aslinya berakhir O yakni JokO WidodO. Bahkan Jokowi lebih awet statusnya dibanding Prabowo karena ia selalu Joko (muda). Masih ada yang kurang?

 

Jokowi vs Bowo Seri 2

Jokowi memang ditakdirkan harus melawan orang bernama Bowo. Jika dalam Pilkada DKI tahun 2012 melawan Fauzi Bowo yang berpasangan dengan Nachrowi Ramli, kini harus berhadapan dengan PraBowo Subianto yang berpasangan dengan Hatta Radjasa.
Pasangan Jokowi-Ahok yang dulu didukung PDIP dan Partai Gerindra berhadapan dengan koalisi gemuk pendukung Fauzi Bowo yakni Partai Demokrat, PAN, PKB, Hanura, PBB, PMB dan PKNU. Jokowi pun menang dalam dua putaran.
Di Pilpres Jokowi-Jusuf Kalla kembali akan berhadapan dengan Prabowo yang didukung koalisi gemuk yakni, Partai Gerindra, Partai Golkar, PKS, PPP dan PBB.
Tampaknya sejarah akan terulang, Jokowi akan kembali mengalahkan Bowo?

 

Wacana Rujuk Prabowo dan Titiek Soeharto

PrabowoKalau saja Ketua Umum DPP Golkar Aburizal Bakrie (ARB) mendukung pasangan Capres Jokowi-Jusuf Kalla mungkin wacana rujuk Prabowo-Titiek Soeharto menjadi mustahil.

Faktanya ARB dengan gerbong Partai Golkarnya mendukung Prabowo Subianto-Hatta Radjasa. Dukungan ini membuka peluang rujuk Prabowo –Titiek Soeharto karena putri mantan Presiden RI itu dikenal dekat dengan ARB dan kini menjadi anggota DPR terpilih dari Partai Golkar.

Fakta itu ditangkap Ketua Umum DPP PUAN Erwina Yunarti yang menyatakan siap menyatukan kembali hubungan Prabowo Subianto dengan mantan istrinya Titiek Soeharto. ” Ini kan jalan takdir mereka (Prabowo-Titiek) dipisahkan politik, sekarang coba disatukan kembali. Urusan keluarga ya internal mereka, yang penting kita satukan,” ucap Erwina.

Peluang Prabowo-Hatta menjadi capres berhadapan dengan pasangan Jokowi-JK kini 50-50. Rujuk Prabowo-Titiek dianggap sebagai nilai tambah untuk mengurangi kekurangan Mantan Danjen Kopassus itu.

Keinginan masyarakat mengetahui siapa bakal calon ibu negara jika ia terpilih menjadi Presiden RI begitu tinggi. Tulisan saya berjudul Menanti Ibu Negara untuk Prabowo Subianto, misalnya, mengalami booming pembaca dalam beberapa hari terakhir.

tertinggi

Sekali lagi, masyarakat Indonesia tampaknya belum terbiasa menyaksikan, presidennya tanpa pendamping. Semua Presiden Indonesia sebelumnya memiliki pasangan.

Sejumlah nama artis seperti Widyawati, Maia Estianty, dan yang terbaru Julia Perez menghiasi jagat isu calon istri Prabowo. Namun yang paling mungkin dari semua itu adalah rujuknya Prabowo dengan Titiek Soeharto.

Ini karena Prabowo yang kini usianya 62 tahun bukanlah sosok yang muda lagi. Menikah lagi baginya pasti bukan perkara mudah. Satunya-satunya wanita yang menghiasi hidupnya adalah Titiek Prabowo.

Memang belum ada reaksi positif dari keduanya akan kemungkinan rujuk kembali. Prabowo cenderung ogah menanggapi rencana rujuk seperti diwacanakan organisasi sayap PAN. “Sudahlah, itu kamu macem-macem,” kata Prabowo usai menyambangi kediaman Tri Sutrisno di bilangan Menteng, Jakarta, Jumat (23/5) malam.

Hal serupa ditunjukkan Titiek. Ia menganggap dukungan Partai Golkar terhadap Prabowo sebagai keputusan yang baik. “Saya rasa itu yang terbaik ya. Sudah dijelaskan oleh Pak ARB , itu terbaik bagi bangsa dan negara,” ujar Titiek seperti dikutip Detik.com.

Sebagai mantan istri Prabowo, Titiek menjelaskan hubungan secara personal dengan Prabowo berlangsung baik. Apalagi ada anak yang menjadi buah pernikahan mereka berdua, Didit Hediprasetyo yang kini namanya mendunia sebagai disainer.

Jika Prabowo terpilih menjadi presiden, maka ‘jabatan’ Ibu Negara masih kosong. Akankah Titiek rujuk dan menjadi istri Prabowo kembali? “Halah. Udahlah,” jawab Titiek.

Semua orang tentu ingin melihat Prabowo dan Titiek Soeharto rujuk kembali. Tapi rujuk demi politik, khususnya, memenangkan pencapresan terlalu spekulatif. Ini karena dengan rujuk tak menjamin kemenangan akan diraih Prabowo-Hatta. Apalagi mereka sudah bercerai selama 31 tahun. Pasti tidak mudah.

Peluang rujuk paling positif justru setelah Prabowo selesai mengikuti pilpres menang atau kalah. Tapi yang lebih baik adalah saat Prabowo memenangkan Pilpres. Sebab kembalinya Titiek menjadi pendamping Prabowo punya kepentingan lebih besar. Yakni demi bangsa dan Negara.

Apalagi Titiek punya pengalaman sebagai anak Presiden dimana ia tahu bagaimana seorang Ibu Negara harus menempatkan diri. So, berdoalah Prabowo menang Pilpres lalu rujuk dengan Titiek Soeharto.

Jadwal Baru Kereta Api Per 1 Juni 2014

KA

Asyinya naik kereta api Bima, Jakarta-Surabaya. Siap bantal deh..

Kementerian Perhubungan  mulai 1 Juni 2014 akan memberlakukan Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) 2014, yang menjadi pedoman pengaturan pelaksanaan perjalanan Kereta Api (KA) Seperti waktu perjalanan, jarak tempuh, kecepatan dan posisi perjalanan kereta api dari berangkat, bersilang, bersusulan, dan berhenti.

Direktur Jendral Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwiatmoko di Jakarta, mengungkapkan,  dengan berlakunya regulasi baru ini maka diharapkan dapat mengurangi waktu tempuh KA penumpang. Estimasi total pengurangan waktu dari 495 perjalanan yang dilakukan oleh KA penumpang mencapai 6.600 menit.

“Contohnya KA Argo Anggrek dari Pasar Turi, Surabaya ke Gambir, Jakarta dari yang sebelumnya 9 jam 28 menit besok hanya 9 jam, kemudian KA Kertajaya dari Priok, Jakarta ke Pasar Turi, Surabaya dari sebelumnya 13 jam 50 menit menjadi 11 jam 10 menit, jadi lebih cepat 2 jam 40 menit,” paparnya.

Sedangkan untuk KA barang, pengurangan waktu tempuh bisa mencapai 18.288 menit dari 270 KA yang dioperasikan. Berkurangnya waktu tempuh itu karena dalam GAPEKA 2014 sudah memasukkan jalur ganda yang telah selesai dibangun. Jalur ganda yang telah selesai antara lain Pekalongan-Surabaya yang berjarak 373 kilometer (km) dan Prupuk-Larangan yang berjarak 17 km.

Selain itu dalam GAPEKA 2014 tersebut juga diberlakukan penjadwalan ulang untuk KA antar kota yang menuju Jakarta. KA antar kota harus masuk Jakarta sebelum jam 5 pagi. Hal itu dimaksudkan agar tidak mengganggu perjalanan KRL di pagi hari.

“Pedoman ini juga mengatur mengenai kecepatan maksimal KA. Jadi ditingkatkan dari sebelum hanya 90 km per jam menjadi 100 km per jam untuk KA Argo, KA Eksekutif dan KA Ekonomi milik Ditjen Perkeretaapian,” jelas Hermanto seraya menyebutkan, nantinya program pengisian air kereta di stasiun tertentu hanya akan dialokasikan paling lama 15 menit

Selain jadwal KA ke seluruh Kota di Jawa, per 1 Juni 2014 juga akan ada jadal baru Commuterline. Namun hingga info penting ini diturunkan, daftar jadwal baru itu belum keluar.  @ethaaretha Untuk jadwal terbaru yang berlaku mulai 1 juni 2014 belum bisa di akses, akan kami informasikan jika sudah ada info terbaru. Demikian info yang diperoleh di laman http://www.krl.co.id/.

 JADWAL KERETA API TERBARU PER 1 JUNI 2014

NO KA

NAMA KA

DARI STASIUN

KE STASIUN

BERANGKAT

TIBA

1

ARGO BROMO PAGI

PASARTURI

GAMBIR

08.15

17.15

2

ARGO BROMO PAGI

GAMBIR

PASARTURI

09.30

18.30

3

ARGO BROMO MALAM

PASARTURI

GAMBIR

19.45

04.39

4

ARGO BROMO MALAM

GAMBIR

PASARTURI

21.30

06.30

5

ARGO WILIS

GUBENG

BANDUNG

07.00

18.44

6

ARGO WILIS

BANDUNG

GUBENG

08.30

20.15

7

ARGO LAWU

SOLOBALAPAN

GAMBIR

08.30

16.37

8

ARGO LAWU

GAMBIR

SOLOBALAPAN

20.20

04.17

9

ARGO DWIPANGGA

SOLOBALAPAN

GAMBIR

19.25

03.36

10

ARGO DWIPANGGA

GAMBIR

SOLOBALAPAN

08.15

16.16

11

ARGO SINDORO

SEMARANG

GAMBIR

06.00

11.41

12

ARGO SINDORO

GAMBIR

SEMARANG

17.00

22.47

13

ARGO MURIA

SEMARANG

GAMBIR

16.00

21.44

14

ARGO MURIA

GAMBIR

SEMARANG

07.15

12.58

15

ARGO JATI

CIREBON

GAMBIR

05.40

08.20

16

ARGO JATI

GAMBIR

CIREBON

07.45

10.28

17

ARGO JATI

CIREBON

GAMBIR

12.00

14.43

18

ARGO JATI

GAMBIR

CIREBON

08.50

11.29

19

ARGO JATI

CIREBON

GAMBIR

14.15

16.58

20

ARGO JATI

GAMBIR

CIREBON

17.30

20.10

21

ARGO PARAHYANGAN

BANDUNG

GAMBIR

05.05

08.01

22

ARGO PARAHYANGAN

JAKKOTA

BANDUNG

04.50

08.32

23

ARGO PARAHYANGAN

BANDUNG

GAMBIR

06.35

09.41

24

ARGO PARAHYANGAN

GAMBIR

BANDUNG

08.30

11.35

25

ARGO PARAHYANGAN

BANDUNG

GAMBIR

12.00

15.04

26

ARGO PARAHYANGAN

GAMBIR

BANDUNG

10.15

13.08

27

ARGO PARAHYANGAN

BANDUNG

GAMBIR

14.30

17.32

28

ARGO PARAHYANGAN

GAMBIR

BANDUNG

15.30

18.14

29

ARGO PARAHYANGAN

BANDUNG

GAMBIR

16.15

19.04

30

ARGO PARAHYANGAN

GAMBIR

BANDUNG

18.05

21.05

31

ARGO PARAHYANGAN

BANDUNG

JAKKOTA

19.50

23.25

32

ARGO PARAHYANGAN

GAMBIR

BANDUNG

19.50

22.47

33

ARGO PARAHYANGAN

BANDUNG

JAKKOTA

08.45

12.08

34

ARGO PARAHYANGAN

JAKKOTA

BANDUNG

12.50

16.03

35

ARGO PARAHYANGAN

BANDUNG

GAMBIR

11.00

14.00

36

ARGO PARAHYANGAN

GAMBIR

BANDUNG

06.45

09.45

37

ARGO PARAHYANGAN

BANDUNG

GAMBIR

07.35

10.45

38

ARGO PARAHYANGAN

GAMBIR

BANDUNG

11.20

14.11

39

GAJAYANA

MALANG

GAMBIR

13.40

04.30

40

GAJAYANA

GAMBIR

MALANG

17.50

09.02

41

BIMA

GUBENG

GAMBIR

16.35

04.56

42

BIMA

GAMBIR

GUBENG

16.20

04.15

43

BIMA

GUBENG

MALANG

06.00

08.03

44

BIMA

MALANG

GUBENG

13.30

15.42

45

SEMBRANI

PASARTURI

GAMBIR

18.15

04.00

46

SEMBRANI

GAMBIR

PASARTURI

19.35

05.15

47

TURANGGA

GUBENG

BANDUNG

18.10

06.41

48

TURANGGA

BANDUNG

GUBENG

19.00

07.26

49

TAKSAKA

YOGYAKARTA

GAMBIR

08.00

15.27

50

TAKSAKA

GAMBIR

YOGYAKARTA

09.05

16.21

51

TAKSAKA

YOGYAKARTA

GAMBIR

19.35

02.56

52

TAKSAKA

GAMBIR

YOGYAKARTA

20.40

04.06

53

BANGUNKARTA

GUBENG

GAMBIR

14.15

02.27

54

BANGUNKARTA

GAMBIR

GUBENG

19.15

06.43

57

CIREBON EKSPRES

CIREBON

GAMBIR

06.15

09.13

58

CIREBON EKSPRES

GAMBIR

CIREBON

06.00

08.50

59

CIREBON EKSPRES

TEGAL

GAMBIR

06.00

10.33

60

CIREBON EKSPRES

GAMBIR

CIREBON

09.45

12.34

61

CIREBON EKSPRES

CIREBON

GAMBIR

10.00

12.53

62

CIREBON EKSPRES

GAMBIR

TEGAL

11.10

15.21

63

CIREBON EKSPRES

CIREBON

GAMBIR

15.15

18.08

64

CIREBON EKSPRES

GAMBIR

CIREBON

13.30

16.23

65

CIREBON EKSPRES

TEGAL

GAMBIR

16.30

21.11

66

CIREBON EKSPRES

GAMBIR

TEGAL

18.35

22.48

67

HARINA

PASARTURI

BANDUNG

17.15

04.48

68

HARINA

PASARTURI

BANDUNG

17.15

04.48

69

HARINA

BANDUNG

PASARTURI

21.35

09.43

70

HARINA

BANDUNG

PASARTURI

21.35

09.43

71

GUMARANG

PASARTURI

JAKKOTA

15.30

02.21

72

GUMARANG

JAKKOTA

PASARTURI

15.30

02.20

73

LODAYA PAGI

SOLOBALAPAN

BANDUNG

07.20

16.04

74

LODAYA PAGI

BANDUNG

SOLOBALAPAN

07.00

15.40

75

LODAYA MALAM

SOLOBALAPAN

BANDUNG

18.45

03.44

76

LODAYA MALAM

BANDUNG

SOLOBALAPAN

19.35

04.03A

79

PURWOJAYA

CILACAP

GAMBIR

18.05

00.48

80

PURWOJAYA

GAMBIR

CILACAP

06.20

13.14

81

SANCAKA PAGI

GUBENG

YOGYAKARTA

08.51

12.57

82

SANCAKA PAGI

YOGYAKARTA

GUBENG

06.55

11.36

83

SANCAKA SORE

GUBENG

YOGYAKARTA

15.35

20.25

84

SANCAKA SORE

YOGYAKARTA

GUBENG

16.50

21.34

85

MUTIARA TIMUR

GUBENG

BANYUWANGI

09.00

15.20

86

MUTIARA TIMUR

BANYUWANGI

GUBENG

09.00

15.20

87

MUTIARA TIMUR

GUBENG

BANYUWANGI

22.10

04.29

88

MUTIARA TIMUR

BANYUWANGI

GUBENG

22.00

04.25

89

CIREMAI

CIREBON

BANDUNG

22.00

04.25

90

CIREMAI

BANDUNG

CIREBON

04.45

08.53

91

CIREMAI

BANDUNG

CIREBON

04.45

08.53

92

CIREMAI

CIREBON

BANDUNG

22.00

04.25

93

CIREMAI

CIREBON

BANDUNG

09.50

14.04

94

CIREMAI

BANDUNG

CIREBON

14.55

18.45

95

CIREMAI

BANDUNG

CIREBON

14.55

18.45

96

CIREMAI

CIREBON

BANDUNG

09.50

14.04

97

MALABAR

MALANG

BANDUNG

14.35

06.04

98

MALABAR

BANDUNG

MALANG

18.00

10.06

99

MALIOBORO EKSPRES

MALANG

YOGYAKARTA

08.00

15.06

100

MALIOBORO EKSPRES

YOGYAKARTA

MALANG

20.15

03.50

101

SILIWANGI

SUKABUMI

BOGOR

05.00

07.09

102

SILIWANGI

SUKABUMI

CIANJUR

05.40

07.05

103

SILIWANGI

CIANJUR

BOGOR

13.50

17.34

104

SILIWANGI

BOGOR

CIANJUR

07.55

11.41

105

SILIWANGI

CIANJUR

BOGOR

08.15

12.07

106

SILIWANGI

BOGOR

CIANJUR

13.25

17.13

107

SILIWANGI

CIANJUR

SUKABUMI

18.15

19.36

108

SILIWANGI

BOGOR

SUKABUMI

18.30

20.41

111

FAJAR UTAMA SEMARANG

SEMARANG

PASARSENEN

08.00

14.17

112

SENJA UTAMA SEMARANG

PASARSENEN

SEMARANG

19.45

01.59

113

MUTIARA SELATAN

GUBENG

BANDUNG

19.00

08.26

114

MUTIARA SELATAN

BANDUNG

GUBENG

16.00

05.48

115

SENJA UTAMA SOLO

SOLOBLAPAN

PASARSENEN

16.40

01.52

116

SENJA UTAMA SOLO

PASARSENEN

SOLOBLAPAN

22.10

07.15

117

FAJAR UTAMA YOGYA

YOGYA

PASARSENEN

08.45

16.27

118

FAJAR UTAMA YOGYA

PASARSENEN

YOGYA

07.30

15.12

119

SENJA UTAMA YOGYA

YOGYA

PASARSENEN

20.30

04.21

120

SENJA UTAMA YOGYA

PASARSENEN

YOGYA

20.55

05.01

121

SAWUNGGALIH PAGI

KUTOARJO

PASARSENEN

07.00

14.33

122

SAWUNGGALIH PAGI

PASARSENEN

KUTOARJO

08.25

15.17

123

SAWUNGGALIH MALAM

KUTOARJO

PASARSENEN

18.25

01.29

124

SAWUNGGALIH MALAM

PASARSENEN

KUTOARJO

19.00

02.44

125

SARANGAN

GUBENG

MADIUN

07.30

09.57

126

SARANGAN

MADIUN

GUBENG

13.15

16.30

127

SIDOMUKTI

SOLO

YOGYAKARTA

08.40

09.43

128

SIDOMUKTI

YOGYAKARTA

SOLO

10.00

11.06

129

SIDOMUKTI

SOLO

YOGYAKARTA

11.30

12.31

130

SIDOMUKTI

YOGYAKARTA

SOLO

13.00

14.01

131

MAJAPAHIT

MALANG

PASARSENEN

12.10

03.16

132

MAJAPAHIT

PASARSENEN

MALANG

17.20

08.11

133

MENOREH

SEMARANG

PASARSENEN

21.00

02.59

134

MENOREH

PASARSENEN

SEMARANG

08.00

14.05

135

BOGOWONTO

LEMPUYANGAN

PASARSENEN

09.45

17.24

136

BOGOWONTO

PASARSENEN

LEMPUYANGAN

21.55

06.06

137

GAJAHWONG

LEMPUYANGAN

PASARSENEN

18.10

02.18

138

GAJAHWONG

PASARSENEN

LEMPUYANGAN

07.00

15.00

139

KRAKATAU

KEDIRI

MERAK

09.30

02.27

140

KRAKATAU

MERAK

KEDIRI

08.45

01.25

151

MATARMAJA

MALANG

PASARSENEN

17.00

09.21

152

MATARMAJA

PASARSENEN

MALANG

15.15

06.50

153

GAYA BARU MALAM

GUBENG

JAKKOTA

12.00

01.33

154

GAYA BARU MALAM

JAKKOTA

GUBENG

10.30

00.55

155

BRANTAS

KEDIRI

TANJUNGPRIOK

13.30

01.57

156

BRANTAS

TANJUNGPRIOK

KEDIRI

15.35

04.40

157

KERTAJAYA

PASARTURI

TANJUNGPRIOK

20.45

07.31

158

KERTAJAYA

TANJUNGPRIOK

PASARTURI

13.35

00.45

159

PASUNDAN

GUBENG

KIARACONDONG

09.10

23.00

160

PASUNDAN

KIARACONDONG

GUBENG

05.20

19.38

161

KAHURIPAN

KEDIRI

KIARACONDONG

14.05

02.44

162

KAHURIPAN

KIARACONDONG

KEDIRI

20.05

09.20

163

BENGAWAN

PURWOSARI

TANJUNGPRIOK

15.25

00.54

164

BENGAWAN

TANJUNGPRIOK

PURWOSARI

11.25

21.26

165

PROGO

LEMPUYANGAN

PASARSENEN

14.50

23.16

166

PROGO

PASARSENEN

LEMPUYANGAN

22.30

06.50

167

LOGAWA

PUWOKERTO

JEMBER

05.40

18.45

168

LOGAWA

PURWOKERTO

JEMBER

05.40

18.45

169

LOGAWA

JEMBER

PURWOKERTO

05.00

18.17

170

LOGAWA

JEMBER

PURWOKERTO

05.00

18.17

171

KUTOJAYA UTARA

KUTOARJO

PASARSENEN

16.30

00.06

172

KUTOJAYA UTARA

PASARSENEN

KUTOARJO

05.30

13.31

173

SRI TANJUNG

LEMPUYANGAN

BANYUWANGI

07.20

20.07

174

SRI TANJUNG

LEMPUYANGAN

BANYUWANGI

07.20

20.07

175

SRI TANJUNG

BANYUWANGI

LEMPUYANGAN

06.30

19.00

176

SRI TANJUNG

BANYUWANGI

LEMPUYANGAN

06.30

19.00

177

TAWANG JAYA

SEMARANG PONCOL

PASARSENEN

18.45

01.10

178

TAWANG JAYA

PASARSENEN

SEMARANG PONCOL

06.10

12.29

183

KUTOJAYA SELATAN

KUTOARJO

KIARACONDONG

08.10

15.17

184

KUTOJAYA SELATAN

KIARACONDONG

KUTOARJO

21.05

04.45

185

TEGAL ARUM

TEGAL

JAKKOTA

06.30

11.21

186

TEGAL ARUM

JAKKOTA

TEGAL

16.25

21.29

187

TAWANG ALUN

BANYUWANGI

MALANG

05.15

12.47

188

TAWANG ALUN

BANYUWANGI

MALANG

05.15

12.47

189

TAWANG ALUN

MALANG

BANYUWANGI

14.45

22.27

190

TAWANG ALUN

MALANG

BANYUWANGI

14.45

22.27

191

TEGAL EKSPRES

TEGAL

PS SENEN

14.30

18.56

192

TEGAL EKSPRES

PS SENEN

TEGAL

06.40

11.30

193

KAMANDAKA

PURWOKERTO

SEMARANG TAWANG

05.00

09.25

194

KAMANDAKA

PURWOKERTO

SEMARANG TAWANG

05.00

09.25

195

KAMANDAKA

SEMARANG TAWANG

PURWOKERTO

16.15

19.00

196

KAMANDAKA

SEMARANG TAWANG

PURWOKERTO

16.15

19.00

199

MAHARANI

PASAR TURI

CEPU

06.00

10.21

200

MAHARANI

CEPU

PASAR TURI

13.50

18.13

201

KALIJAGA

PURWOSARI

SEMARANG

05.30

07.53

202

KALIJAGA

PURWOSARI

SEMARANG

05.30

07.53

203

KALIJAGA

SEMARANG

PURWOSARI

08.45

11.06

204

KALIJAGA

SEMARANG

PURWOSARI

08.45

11.06

205

AJI SAKA

LEMPUYANGAN

KUTOARJO

09.00

10.08

206

AJI SAKA

KUTOARJO

LEMPUYANGAN

10.45

11.53

207

PROBOWANGI

SURABAYA

BANYUWANGI

04.15

11.42

208

PROBOWANGI

BANYUWANGI

SURABAYA

14.45

22.05

211

SERAYU PAGI

PURWOKERTO

JAKKOTA

06.30

16.58

212

SERAYU PAGI

JAKKOTA

PURWOKERTO

07.40

18.52

215

SERAYU MALAM

PURWOKERTO

JAKKOTA

16.30

03.41

216

SERAYU MALAM

JAKKOTA

PURWOKERTO

21.05

07.13

Sumber: www.setkab.go.id

 

 

 

 

Sembilan Jendral Masuk Tim Pemenangan Jokowi-JK

berita-pilpres-2014-masih-pertarungan-politisi-gaek-13750_aKubu Capres-Cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla akhirnya mengumumkan struktur tim suksesnya. Struktur itu sangat gemuk, dan di luar dugaan dipimpin oleh “orang dalam” atau Sekjen PDIP, Tjahjo Kumolo.

Hal itu sangat berbeda dengan tim sukses pasangan Prabowo-Hatta Radjasa yang dipimpin “orang luar” yang notabene calon wakil presiden untuk Jokowi yang gagal terpilih yakni Mahfud MD.Dan secara resmi, tim sukses pemenangan Prabowo-Hatta Radjasa belum diumumkan.

Dalam struktur tim Pemenangan Jokowi-Jusuf Kalla terdapat sedikitnya delapan purnawirawan berpangkat bintang dan dari berbagai angkatan. Mereka umumnya duduk di tim pengarah, yakni

Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono, Jenderal TNI (Purn) Luhut Panjaitan, Laksamana (Purn) Tedjo Edi, Letjen TNI (Purn) Farid Zainuddin, dan Marsekal Madya (Purn) Ian Santoso.

Di tim penggalangan ada Jenderal TNI (Purn) Farchrul Rozi, ada juga mantan Kapolri Jendral (purn) Dai Bachtiar di tim hukum (khusus) bersama Mayjen (purn) Tri Tamtomo dan Mayjen (purn) TB Hasanudin..

Menurut Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, pengumuman struktur pemenanga Jokowi-JK sengaja tanpa deklarasi karena mereka akan segera bekerja sepenuh hati.

Wakil Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan pasangan Jokowi-JK telah mengeluarkan SK 001/Keputusan/JKW-JK/V/2014 tentang Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Jusuf Kalla. “Dalam keputusan tersebut memutuskan personalisa tim kampanye,” katanya di depan Kantor DPP Nasdem.

“Tim ini punya kewenangan membentuk tim kampanye nasional di tingkat provinsi dan kabupaten kota. Tim nasional berhak mewakili pasangan capres baik ke dalam maupun ke luar,” papar Hasto.

Kini publik menunggu kubu Prabowo-Hatta mengumumkan tim pemenangannya. Dalam struktur pemenangan tim yang dipimpin Mahfud MD, masih terlihat ramping. Dan baru terdapat satu jendral yani mantan KSAD Jendran (purn) George Toisutta.

Tim pemenangan Prabowo sendiri selama ini mengklaim sejumlah nama besar. Sebagian sudah setuju bergabung seperti Rhoma Irama, Hary Tanoesudibyo, dan Ahmad Dhani. Ada juga yang masih ragu-ragu seperti Yenny Wahid, dan ada yang membantah seperti Gubernur Jawa Timur Sukarwo dan wakilnnya Saifullah Yusuf.

Akankah tim pemenangan Prabowo sebesar Tim Pemenangan Jokowi-JK? Akankah mereka bisa memasukan banyak jendral dan nama besar seperti tim Jokowi-JK? Kita tunggu saja.
TIM SUKSES PEMENANGAN JOKOWI-JK (resmi)
PENASIHAT: Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, dan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto.

PENGARAH: Sidharto Danusubroto, Hasyim Muzadi, Abdul Azis Mansyur, Dimyati Rais, Puan Maharani, Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono, As’ad Said Ali, Jenderal TNI (Purn) Luhut Panjaitan, Laksamana (Purn) Tedjo Edi, Letjen TNI (Purn) Farid Zainuddin, Marsekal Madya (Purn) Ian Santoso, Pramono Anung, Sutrisno Bachir, Andi Muawiyah Ramli, dan Nurhayati Said Aqil Siradj.

KETUA TIM: Sekjen DPP PDI-P Tjahjo Kumolo.

BADAN PEMENANGAN PEMILU PRESIDEN: Puan Maharani, Victor B Laiskodat, Marwan Jafar, Chairuddin Ismail, Andi Widjajanto, Sekjen DPP Partai Nasdem Patrice Rio Capella, Sekjen DPP PKB Imam Nachrowi, dan Sekjen Partai Hanura Dossy Iskandar.

PENGHUBUNG PARTAI: Achmad Basarah, Siti Nurbaya, Hanif Dahiri, Saleh Husin Bendahara Didit MP Juru Bicara Hasto Kristiyanto, Abdul Kadir Karding, Anis Baswedan, Ferry Mursyidan Baldan, Khofiffah Indar Parawansa, dan Syarifuddin Sudding.

TIM AHLI: Sukardi Rinakit, Andreas Pareira, Arie Sumarmo, Arief Budimanta, Ady Prasetyono, Heri Achmadi, Ida Fauziah, M Prakosa, Muhtosim Arief, Musdah Mulia, Pataniari Siahaan, Rizal Sukma, Syaifullah Mashum, Sakti Wahyu Trenggono, Sihar Sitorus, dan Silverius Sonny.

TIM SURVEI: Dolfie, Abdul Malik Haramain, Chris Watubun, M Fariza, Y Irawady, Harry Ashar, Hendra Kusumah, Sarwoto, Susaningtyas Nero Handayani Kertopati, dan Yunandar Perwira.

TIM DEBAT: Maruarar Sirait, Akbar Faisal, Helmi Faisal Zaini, Poempida Hidayatullah, dan Samual Watimena.

TIM PENGGALANGAN: Jenderal TNI (Purn) Farchrul Rozi, Ameliiyani, Budiman Sudjatmiko (desa), Christine Hakim (budaya), Djafar Badjeber, Edy Junaidi, Franky Sibarani (pengusaha), Iqbal Alan Abdullah, Mindo Sianipar (tani dan nelayan), Puti Guntur Soekarno (guru), Richard Samberra dan Utut Adianto (atlet), Rieke Diah Pitaloka (buruh), dan Samuel Koto.

TIM PENGGERAK PEMILIH: Bambang Wuryanto, Abdul Munir Malkan, Imam Addaraqutni, Izzul Musliman, Willy Aditya, dan Zainul Munasihin.

TIM SAKSI: Djarot S Hidayat, Enggartiasto L, Jazilul Fuwaid, dan Prasetyo.

TIM KAMPANYE: Aria Bima, Effendi Simbolon, Fathan Subhi, dan Sri Sajekti Sudjudnadi.

TIM MEDIA: Saur Hutabarat, Adi Satryo, Erwin Setiawan, F Reza, Kiki Taher, Salomo R Damanik, dan Setia Prijono.

TIM MEDIA SOSIAL: Romanus Sumaryo dan Anton DH Nugrahanto.

TIM KREATIF: Triawan Munaf dan Lukmanul Hakim.

TIM HUKUM (UMUM): Henry Yosodiningrat, Alexander Lay, Anwar Rahman, Firman Daeli, Gusti Randa, OC Kaligis, Riska Mariska, Sirra Prayuda, Susilo AB, Taufik Basari, Teguh Samudera, dan Trimedya Panjaitan.

TIM HUKUM (KHUSUS): Da’i Bachtiar, Peter Wattimena, Tritamtomo, dan TB Hasanuddin.

TIM LOGISTIK: Budianto Tjen, Chusnunia Halim, dan Deddy Patiwiri.

TIM RELAWAN: Eriko Sutarduga, Danny Safnawawi, Dedi Ramanta, Eko Sulistyo, Eva Kusuma Sundari, Hasanudin Wahid, Komarudin Watubun, Martin Manurung, Najamuddin Ramly, Sandy Nayoan, Syahrial Yusuf, Teten Masduki, dan Wishnu Dewanto.

 

 

TIM PEMENANGAN PRABOWO-HATTA (belum resmi)
1. Ketua: Mahfud MD
2. Wakil Ketua: George Toisutta
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani
Sekjen Partai Golkar Idrus Marham
Sekjen PAN Taufik Kurniawan
Sekjen PKS Taufik Ridho
Sekjen PPP Romahurmuziy
Sekjen PBB BM Wibowo
3. Ketua Pelaksana Harian:
Ketua DPP PAN Zulkilfi Hasan
4. Penasihat/ Steering Commitee
Ketum Gerindra Suhardi
Ketum Golkar Aburizal Bakrie
Presiden PKS Anis Matta
Ketum PPP Suryadharma Alie
Ketum PBB MS Kaban
5. Sekretaris Umum:
Waketum Gerindra Fadli Zon

Head To Head Jokowi vs Prabowo: Jujur vs Berani?

Head To Head capres Indonesia antara Jokowi dan Prabowo Subianto memiliki dua kepribadian berseberangan. Jokowi mencerminkan sebagai sosok yang baik dan jujur, sedang Prabowo berani dan pintar.

Dua kepribadian calon pemimpin Indonesia itu bisa tergambar dalam mesin pencarian google. Misalnya Anda mengetik Jokowi Jujur, maka baru mengetik Jokowi Juju sudah muncul liba baris, empat teratas menggambarkan apa yang kita cari.

Sebaliknya kata yang sama dengan Prabowo Jujur, yang muncul adalah Jujuk Prabowo dan Biografik Jujuk Prabowo sebuah jawaban yang tak relevan. Ini karena Jujuk Prabowo adalah nama seorang pemain teater bukan Capres. Bahkan dengan mengetik kata lengkap Prabowo Jujur pun tak muncul jawaban atas kata kunci yang kita cari. Jika kita memaksakan menggunakan klik penelusuran yang muncul adalah Survei LSI: Jokowi lebih jujur daripada Prabowo.

jokowiju

prabowoju

LSI memang pernah membuat Survei kelebihan kepribadian masing-masing Capres. Tiga kepribadian Jokowi yang unggul adalah 1. Lebih jujur. 2 Lebih peduli rakyat, 3. Lebih bisa menyelesaikan masalah. Sedang nilai jual kepribadian Prabowo adalah 1. Lebih tegas, 2. Lebih pintar, dan 3. Lebih punya banyak gagasan.

Namun bahwa Prabowo lebih tegas dari Jokowi terbantahkan di google. Keduanya memiliki nilai yang sama alias sama-sama tegas ketika kita mencari kata kunci Prabowo Tegas atau Jokowi Tegas. Keberhasilan Jokowi membersihkan Tanah Abang dan Waduk Pluit selama menjadi gubernur menjadi bagian dari karakter tak terbantahkan.

prabowoteg

jokowiteg

Prabowo lebih pintar dari Jokowi juga tak signifikan di google. Saat mengetik Prabowo Pin, jawaban Prabowo Pintar hanya berada di urutan keempat. Sedang Jokowi urutan kelima.

 

prabowopun

 

jokowipin1

Nah, salah satu keunggulan Prabowo dibanding Jokowi di situs pencarian nomor satu di dunia itu, adalah Prabowo lebih berani dibanding Jokowi. Dengan mengetik kata kunci Jokowi Beran munculkan nama Jokowi Berani diurutan keempat. Sebaliknya dengan Prabowo Beran, ia muncul di urutan pertama. Tapi jangan lupa di bahwa kata Prabowo Berani juga muncul kata Prabowo Berang.

jokowiber

 

 

 

 

 

 

 

prabowober

 

Ironi Mahfud MD

Mahfud

Profil sosok “bersih” Mahfud MD (Wikipedia)

Hari-hari ini publik masih dikejutkan dengan sikap Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD (57 tahun). Dari seorang sosok “bersih” dan salah satu calon wakil presiden yang diunggulkan, kini hanya menerima sebagai ketua tim sukses kemenangan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Radjasa.

Memang perubahan sikap Mahfud MD adalah menjadi hak politiknya. Direktur MMD Initiative Masduki Baidlowi mengatakan, ada sejumlah alasan yang menjadi pertimbangan Mahfud menerima tawaran tersebut. Salah satunya, kata dia, karena adanya kesamaan platform dengan apa yang akan diperjuangkan pasangan Prabowo-Hatta.

“Dalam memperjuangkan sesuatu, harus ada kesamaan dalam platform visi misi yang diperjuangkan bersama. Kalau kami lihat, platform yang disampaikan Pak Prabowo dalam konteks ekonomi sangat bagus. Kemudian, ditawarkan bagaimana kalau bergabung? Kalau enggak ada tawaran, Pak Mahfud juga tidak akan mengajukan diri,” kata Masduki saat dihubungi Kompas.com, Rabu (21/5).

Tapi publik sama sekali tak melihat itu. Publik hanya melihat Mahfud MD sebagai orang yang sakit hati karena tak jadi dipilih sebagai cawapres yang mendampingi Jokowi. Capres PDIP yang berkoalisi dengan Partai Nasdem, PKB, dan Hanura itu telah menetapkan pilihan Jusuf Kalla sebagai cawapresnya.

Kekalahan itu mestinya dipahami Mahfud MD. Ia memang tak kalah populer dibanding dengan JK. Namun guru besar Universitas Islam Indonesia (UII) tak memiliki kendaraan politik. Ia hanya dicalonkan PKB dimana partai itu juga mengusung JK. Sedang Nasdem jelas lebih memilih JK karena hubungan historis dengan Surya Paloh, Ketua Umum Nasdem. Hanura juga demikian, karena Ketua Umum Hanura, Wiranto pernah menjadi cawapres Jusuf Kalla.

Ternyata Mahfud tidak legowo. Ia kemudian “menerima” tawaran Prabowo-Hatta untuk menjadi tim suksesnya. Padahal di kubu ini pun sebenarnya Mahfud lebih populer dibandingkan Hatta Radjasa jika menjadi cawapres Prabowo. Namun real politik sulit manjadikan Mahfud sebagai cawapres karena dia “bukan siapa-siapa” dalam soal pencapresan.

Jadi apa bedanya Mahfud MD dengan Rhoma Irama, Hari Tanoe, dan barisan sakit hati lainnya? Jika Rhoma Irama dan Hari Tanoe pindah haluan orang bisa memahami. Keduanya dikenal sebagai sosok mencla-mencle. Rhoma misalnya pernah memuji Jokowi dan siap menjadi cawapresnya, namun kini membencinya dan keluar dari PKB yang mengusungnya karena gagal jadi capres atau cawapres.

Hari Tanoe juga setali tiga uang. Ia terjun ke politik dan langsung menunjukkan ambisinya. Pertama bergabung dengan Nasdem namun kemudian keluar karena berbeda pandangan dengan Surya Paloh. Di Hanura ia kemudian menjadi ketua pemenangan partai, bahkan cawapres. Dan kini meninggalkan Hanura untuk mendukung Prabowo-Hatta karena partai tersebut mendukung Jokowi-JK.

Untuk membenarkan langkah politiknya, Mahfud kini sedang berusaha mengantongi izin para kiai NU. Saat dihubungi VIVAnews, Mahfud memastikan bahwa jawab dari kiai yang berasal dari tiga sentral yang ada di Jawa Timur sudah dia pegang.”Sudah, sudah dapat jawaban,” kata Mahfud MD, Rabu (21/5) .

Namun yang muncul di media massa justru para kiai itu menyayangkan sikap Mahfud MD. Mereka adalah Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi. “Kerjaan tim sukses adalah operasional yang cukup dijabat anak-anak muda, tak tak perlu orang sekaliber Pak Mahfud.”

Penolakan juga disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Futuhiyyah, Mranggen, Demak, Jawa Tengah, KH Hanif Muslih. “Secara pribadi, saya enggak setuju. Sebaiknya (Mahfud) jangan (menjadi ketua tim pemenangan Prabowo). Kalau saya pribadi usul agar Mahfud jangan ke mana-mana, netral saja,” kata Hanif Muslih kepada Tempo, Rabu (21/5).

Selain berlawanan dengan sosoknya yang selama ini muncul di publik, pilihan Mahfud MD sebagai timses Prabowo-Hatta ternyata berlawanan juga dengan salah satu jabatannya selama ini. Yakni sebagai salah satu anggota Dewan Penasehat Komnas HAM.

Mahfud MD duduk sebagai salah satu anggota Dewan Penasehat Komnas HAM bersama Jimly Ashidique, Saparinah Sadly, Shinta Nuryiah Abdurahman Wahid, Nur Hasan Wirayuda, Syafii Ma’arif, Makarim Wibisono dan Nelles Tebay.

“Dengan masuknya Pak Mahfud menjadi Tim Sukses salah satu pasangan Capres, tentu membuat posisi dia sebagai anggota dewan penasehat Komnas HAM akan dievaluasi. Kita tidak ingin Komnas HAM dianggap partisan oleh masyarakat. Kita jelas-jelas independen,” kata anggota komisioner komnas HAM, Natalius Pigai.

Banyaknya suara yang menentang pilihan menjadi Ketua Timses Prabowo-Hatta tampaknya yang membuat Mahfud MD membatalkan niatnya membuat pernyataan pers. Seperti ditulis di akun twitternya, @Mohmahfudmd: Ia berjanji akan menjelaskan soal pilihan itu di TVone namun tak jadi.

Kini semua pilihan ada pada Mahfud MD. Publik masih banyak yang berharap ia tetap netral, menjadi negarawan, dan mengundurkan diri sebagai timses salah satu pasangan capres. Jika ia tetap keukeuh dengan pilihannya, maka kekaguman banyak orang terhadap sosoknya akan habis sudah.

Jejak kariernya pun akan meninggalkan cacat, terutama jika capres yang dibelanya ternyata kalah. Bagaimana Pak Mahfud MD?

STRUKTUR TIMSES PRABOWO-HATTA

1. Ketua: Mahfud MD

2. Wakil Ketua: George Toisutta
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani
Sekjen Partai Golkar Idrus Marham
Sekjen PAN Taufik Kurniawan
Sekjen PKS Taufik Ridho
Sekjen PPP Romahurmuziy
Sekjen PBB BM Wibowo

3. Ketua Pelaksana Harian:
Ketua DPP PAN Zulkilfi Hasan

4. Penasihat/ Steering Commitee
Ketum Gerindra Suhardi
Ketum Golkar Aburizal Bakrie
Presiden PKS Anis Matta
Ketum PPP Suryadharma Alie
Ketum PBB MS Kaban

5. Sekretaris Umum:
Waketum Gerindra Fadli Zon

 

CAWAPRES POPULER
DI TWITTER 22 MARET-21 APRIL
1 JK mencapai 20.170 cuit
2 Mahfud MD dengan 9.041 cuit.
3 Muhaimin dengan 8.132 cuit.
4 Ahok 5.479 cuit.
5 Gita Wirjawan 5.437 cuit.
6 Hatta Rajasa 5.521 cuit.
7 Dahlan Iskan 5.154 cuit.
8 Ryamizard Ryacudu 1.246 cuit.
Survei Prapancha Research

 

JENJANG KARIER MAHFUD MD
* Dosen Fakultas Hukum, Universitas Islam Indonesia (1984-Sekarang)
* Sekretaris Jurusan Hukum Tata Negara, Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (1986-1988)
* Pembantu Dekan II Fakultas Hukum, Universitas Islam Indonesia (1988-1980)
* Direktur Karyasiswa, Universitas Islam Indonesia (1991-1993)
* Pembantu Rektor I Universitas Islam Indonesia (1994-2000)
* Direktur Pascasarjana Universitas Islam Indonesia (1996-2000)
* Anggota Panelis dan Asesor, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (1997-1999)
* Plt. Staf Ahli dan Deputi Menteri Negara Urusan HAM (1999-2000)
* Menteri Pertahanan Republik Indonesia, kemudian Menteri Kehakiman (2000-2001)
* Wakil Ketua Umum Dewan Tanfidz DPP Partai Kebangkitan Bangsa (2002-2005)
* Rektor Universitas Islam Kadiri (2003-2006)
* Anggota DPR RI, duduk di Komisi III dan Wakil Ketua Badan Legislatif (2004-2008)
* Anggota Tim Konsultan Ahli pada Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Depkum HAM RI (sekarang)
* Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (2008 – 2013)
* Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat IKA UII (2010-Sekarang)
SUMBER: WIKIPEDIA

Ini Barisan Artis Pendukung Prabowo-Hatta

Prabowo

Deklarasi Gema Indonesia; tampak Ahmad Dhani dan Anang Hermansyah mendukung Prabowo-Hatta (detikfoto)

Dukungan untuk calon Presiden Prabowo Subianto dan Hatta Radjasa terus bertambah. Dari kalangan artis, selain Rhoma Irama. Kini sejumlah artis yang tergabung dalam Gerakan Muda (Gema) Indonesia.

Menurut Ketua Umum Gema Indonesia, Ferdinand Kurniawan “Gema lahir atas diskusi kawan-kawan dari kalangan interprenuer, aktivis, artism dan lain-lain. Semua bersatu padu mendukung Prabowo-Hatta,” kata Ferdinand, di Rumah Polonia, Jakarta, Rabu (21/5).

Rumah Polonia yang terletak di kawasan Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, kemarin memang ramai didatangi sejumlah orang yang wajahnya akrab di mata publik, di antaranya Anang dan Ahmad Dhani.

Sekitar pukul 13.15 WIB, Ahmad Dhani bersama sang istri Mulan Jameela turun dari mobil. Dhani mengenakan baju putih bertuliskan Gema (Gerakan Pemuda) Indonesia. Sedangkan Mulan menggunakan kaos putih bergambar kartun Prabowo-Hatta. Mereka kemudian menuju meja registrasi dan mengambil tempat duduk yang telah disediakan.

Di belakang Dhani terlihat penyanyi sekaligus pencipta lagu Anang Hermansyah dan istrinya Ashanty. Anang juga kompak dengan Dhani mengenakan baju berwarna putih.

Selain mereka berempat, ada juga artis lain yang hadir yakni Rachel Maryam yang merupakan artis sekaligus politisi Gerindra dan pembalap handal Ananda Mikola.

Di rumah yang dijadikan base camp Prabowo-Hatta itu telah berdiri sebuah panggung dengan alat band yang lengkap. Di rumah ini para artis akan mendeklarasikan diri menjadi pendukung Prabowo-Hatta.

Sekjen Gema Arif Rahman yang ditemui di lokasi mengatakan para artis tersebut akan dijadikan jurkamnas dan bagian dari tim sukses. Nama-nama mereka akan didaftarkan ke KPU.
Ratusan pemuda dan artis yang tergabung dalam Gema Indonesia ini serempak menyatakan dukungan untuk pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Menurut Ahmad Dhani, ada tiga alasan mengapa memilih Prabowo-Hatta. Alasan-alasan tersebut, kata dia, bersifat normatif, politis serta romantis. Vokalis Dewa 19 itu juga menyindir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dinilainya normatif. “Sudah sepuluh tahun kita dipimpin oleh presiden yang normatif,” ujarnya.

Alasan kedua menurut Dhani karena dia adalah warga Nahdatul Ulama (NU) sehingga dia menjagokan Prabowo-Hatta. Sedangkan alasan terakhir dia memilih Prabowo karena putra-putranya juga mendukung Prabowo-Hatta.Wajah masa remaja Prabowo, di dunia maya memang mirip dengan putra sulung Ahmad Dhani, Al Ghozali.

Saat pemilu legislatif lalu, Dhani menjadi juru kampanye Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dia berkampanye di berbagai kota untuk meningkatkan suara partai ini. Sedangkan PKB ini memilih mendukung calon presiden dari PDIP Joko Widodo, dan wakilnya Jusuf Kalla.

Sementara itu Anang Hermansyah menyatakan memberikan dukungannya terhadap Prabowo-Hatta dalam Pilpres 2014, karena ia terpilih sebagai anggota DPR dari Fraksi PAN.

“Saya bagian dari anak muda, meskipun umurnya sudah enggak muda, 45 tahun. Yang muda istri saya, tapi saya jadi terbawa muda. Dan hari ini sangat penting, saya menentukan pillihan untuk ikut membangun Indonesia,” kana Anang tentang kiprahnya di Gema Indonesia.

Menurutnya, pilihan pasangan capres-cawapres diyakininya akan menentukan masa depan bangsa Indonesia dalam kurun 5 tahun mendatang. “Tinggal bagaimana memilih dengan hati nurani. Calon kami adalah Prabowo-Hatta. Kami memberanikan diri untuk melangkah. Mereka layak memimpin Indonesia ke depan,” tandasnya.

 

ARTIS/SELEBRITI PENDUKUNG PRABOWO-HATTA: Ahmad Dhani- Mulan Jameela; Anang Hermansyah-Asyanti; Raffi Ahmad, Rachel Maryam, Ananda Mikola, Pasya Ungu, Dwiki Darmawan

 

Jokowi Lebih Dipercaya Publik Dibanding Prabowo

Prabowo Subianto vs Joko Widodo head to head menuju kursi Presiden RI 2014-2019

Prabowo Subianto vs Joko Widodo head to head menuju kursi Presiden RI 2014-2019

Jokowi versus Prabowo dipastikan akan bertarung head to head dalam perebutan posisi Presiden RI 2014-2019 mendatang. Keduanya sama-sama populer. Namun untuk sementara Jokowi lebih disukai dan dianggap pantas menjadi RI 1 dibanding Prabowo.

Demikian hasil Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang melakukan survei tingkat popularitas kedua Capres yang digelar 1-9 Mei. Adapun survei LSI dilakukan di 33 propinsi dengan metode baku: multistage random sampling. Jumlah responden survei nasional ini adalah 2.400 responden, dan margin of error sekitar 2 persen. Responden dipilih secara acak dan diwawancarai, dengan tatap muka.

Menurut peneliri LSI, Ardian Sopa, derdasarkan hasil survei, untuk sementara keduanya sama-sama populer yakni Jokowi 94,9 persen dan Prabowo 93,8 persen. Meski demikian, Jokowi sebagai capres yang lebih disukai 82,7 persen dibanding Prabowo 72,0 persen.

“Jokowi juga dianggap lebih pantas menjadi Presiden RI yakni 72,7 persen dibanding Prabowo yang memperoleh skor 71,9 persen,” ucap Adrian.

Sementara itu, Jokowi unggul di tiga aspek kepribadian yakni dianggap lebih jujur, lebih bisa menyelesaikan masalah, dan lebih peduli dengan rakyat dibanding Prabowo. Sementara Prabowo dianggap lebih tegas, lebih pintar dan lebih punya gagasan dibanding Jokowi.

Nah, karena hari pencoblosan masih sebulan lebih. Kampanye hitam dipercaya akan mempengaruhi sikap calon pemilih terhadap keduanya. LSI memprediksi bahwa Pilpres 2014 ini akan diwarnai oleh marak dan massifnya kampanye negatif yang menyerang masing-masing capres.

Hasilnya ternyata publik lebih percaya dengan isu-isu negatif yang melibatkan Prabowo Subianto dibanding dengan Jokowi. Dan isu negatif tersebut dianggap lebih merugikan Prabowo dibandingkan Jokowi.

POPULARITAS
* Jokowi 94,9 persen
* Prabowo 93,8 persen

CAPRES PALING DISUKAI
* Jokowi 82,7 persen
* Prabowo 72,0 persen

KEPANTASAN JADI RI 1
* Jokowi 72,7 persen
* Prabowo 71,9 persen

KEPRIBADIAN TERUJI
* Jokowi lebih jujur, peduli rakyat, dan bisa menyelesaikan masalah
* Prabowo lebih tegas, pintar, dan punya banyak gagasan

ELEKTABILITAS PER 9 MEI
* Jokowi-JK 35.42 Persen
* Prabowo-Hatta 22.75 persen
* Belum tentukan pilihan 41.83 persen

EMPAT ISU NEGATIF TENTANG JOKOWI
1 Jokowi sebagai Capres “Boneka” Megawati Soekarno Putri
* 28,2 persen percaya
* 51,5 persen tak percaya
* 20,3 persen tak tahu

2. Jokowi dianggap berbohong karena tidak menyelesaikan janji kampanyenya.
* Percaya 22,8 persen
* Tak percaya 66,8 persen
* Tidak tahu 10,4 persen

3. Korupsi pengadaan Busway dari Tiongkok
* Percaya 22,1 persen
* Tak percaya 72,4 persen
* Tidak tahu 5,5 persen

4. Kalau menang Jokowi dianggap lebih membela minoritas dibanding kepentingan warga muslim.
* Percaya 59,5 persen
* Tak percaya 20,2 persen
* Tidak tahu 20,3 persen

KAMPANYE NEGATIF PRABOWO
1. Keterlibatan kasus penculikan aktivis pada 1998.
* Percaya 51,5 persen
* Tak percaya 28,2 persen
* Tidak tahu 20,4 persen

2. Prabowo tidak harmonis dengan keluarga
* Percaya 66,8 persen
* Tak percaya 22,8 persen
* Tidak tahu 10,4 persen

3. Prabowo sosok yang temperamental dan suka menggunakan kekerasan
* Percaya 72,4 persen
* Tak percaya 22,1 persen
* Tidak tahu 5,5 persen

4. Tidak suskses dalam bisnis dan perusahaannya banyak rugi dan punya utang
* Percaya 59,5 persen
* Tak percaya 20,2 persen
* Tidak tahu20,2 persen

KARENA ISU NEGATIF
40-51 % takkan pilih Prabowo
40-44 % takkan pilih Jokowi
Keterangan: Hasil Survei LSI

Ironi Partai Golkar 2014: Jadi “Gelandangan”

Golkar_6

Dua politisi Partai Golkar, Zainal Bintang dan Yoris Raweyai meyakini partai berlambang pohon beringin itu kini terpecah menyusul keputusan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (ARB) melakukan koalisi dengan Partai Gerindra yang mengusung Prabowo Subianto-Hatta Radjasa.

“Dengan keputusan ARB ke Gerindra, Golkar langsung terpecah-belah,” kata Zainal seperti dikutip Kompas.com, Senin (19/5).

Ia mengatakan, keputusan membawa Golkar ke Gerindra hanya untuk mendapatkan posisi menteri. Padahal, kata dia, harapan kader Golkar di daerah begitu tinggi sebagai partai pemenang kedua dalam Pemilu Legislatif 2014.

“Partai pemenang kedua pemilu malah menjadi gelandangan. Golkar terpuruk, tidak laku karena di tangan ARB,” imbuh Zainal.

Sementara itu Yoris yakin keputusan Ketua Umum Golkar akan membuat pimpinan Golkar di daerah dan organisasi sayap kecewa. Sebab, pandangan umum pemegang suara dalam Rapat Pimpinan Nasional VI Partai Gokar mengarahkan dukungan pada PDI Perjuangan. “Pandangan umum mengatakan akan berkoalisi dengan partai yang memiliki kemungkinan besar menang,” katanya.

Sebelum memutuskan bergabung dengan Prabowo, ARB melakukan komunikasi politik dengan PDIP dan Partai Demokrat. PDIP jelas-jelas menolak ARB karena partai koalisi sudah punya cawapres sendiri.

Dengan Partai Demokrat sempat muncul nama ARB dengan Pramono Edhie. Namun pasangan baru tersebut dianggap takkan mampu menandingi elektabilitas Jokowi dan Prabowo. Nah, tatkala akhirnya Jokowi memilih Jusuf Kalla yang notabene pernah menjadi lawan politik ARB, ia pun mengalihkan dukungan ke Prabowo.

Maka inilah Pilpres langsung paling buruk bagi Partai Golkar sejak 2004. Ketika itu, Partai Golkar menjadi pemenang pileg dan sukses mengantar Jusuf Kalla menjadi Wakil Presiden mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono. Pilpres 2009, Golkar juga masih sempat mengajukan Capres Jusuf Kalla bergandengan dengan Wiranto meski akhirnya kalah.

Pilpres tahun ini, Golkar mengalami nasib paling ironi. Partai ini menjadi runner-up setelah PDIP Perjuangan dengan memperoleh 14,75 persen suara. Namun gagal mengajukan jagonya menjadi capres atau cawapres. Golkar benar-benar menjadi gelandangan.

KONDISI GOLKAR TIGA PEMILU LANGSUNG
* PILPRES 2004: No 1 dengan 21,58 % suara (128 kursi) — Cawapres (Jusuf Kalla) – sukses
* PILPRES 2009: No 2 dengan 14,45 % suara (107 kursi) — Capres (Jusuf Kalla bersama Wiranto) – gagal
* PILPRES 2014: No 2 dengan 14,75 % suara (91 kursi) — gagal Capres/Cawapres (Aburizal Bakrie).

 

Inilah 560 Nama Caleg Lolos ke Senayan

ok
PEROLEHAN SUARA DAN KURSI PARPOL 2014
1. PDI Perjuangan 109 kursi dari 23.681.471 (18,95%) suara
2. Partai Golkar 91 kursi dari 18.432.312 (14,75%) suara
3. Partai Gerindra 73 kursi 14.760.371 (11,81%) suara
4. Partai Demokrat 61 kursi 12.728.913 (10,19%) suara
5. PAN 49 kursi dari 9.481.621 (7,59%) suara
6. PKB 47 kursi dari 11.298.957 (9,04%)suara
7. PKS 40 kursi dari 8.480.204 (6,79%) suara
8. PPP 39 kursi dari 8.157.488 (6,53%) suara
9. Partai NasDem 35 kursi dari 8.402.812 (6,72%) suara
10. Partai Hanura 16 kursi dari 6.579.498 (5,26%) suara.
————————————————————-

 

BERIKUT DAFTAR 560 NAMA CALEG TERPILIH
I. PDI PERJUANGAN 109 KURSI
Dapil Aceh I: Tagore Abubakar 64.159 suara
Dapil Sumut I: Sofyan Tan 113.716 suara Irmadi Lubis 46.039 suara
Dapil Sumut II: Trimedya Panjaitan 101.415 suara
Dapil Sumut III: Junimart Girsang 76.819 suara
Dapil Sumbar I: Alex Indra Lukman 22.937 suara
Dapil Sumbar II: Agus Susanto 39.131 suara
Dapil Riau I: Effendy Sianipar 69.425 suara
Dapil Riau II: Marsiaman Saragih 26.650 suara
Dapil Jambi: Ihsan Yunus 61.648 suara
Dapil Sumsel I: Nazarudin Kiemas 59.930 suara Dapil Sumsel II: Erwin M Singaruju 81.644 suara, Yulian Gunhar 44.192 suara
Dapil Bengkulu: Elva Hartati 30.298 suara
Dapil Lampung I: Isma Yatun 65.731 suara, Sudin 64.008 suara
Dapil Lampung II: Henry Yosodiningrat 54.022 suara, Itet Tridjajati Sumarijanto 40.203 suara
Dapil Bangka Belitung: Rudianto Tjen 72.400 suara
Dapik Kepulauan Riau: Dwi Ria Latifa 48.579 suara.
Dapil DKI Jakarta I: Wiryanti Sukamdani 30.691 suara Dapil DKI Jakarta II: Eriko Sotarduga 61.888 suara Masinton Pasaribu 30.989 suara
Dapil DKI Jakarta III: Charles Honoris 96.842 suara Effendi MS Simbolon 89.028 suara, Darmadi Durianto 52.861 suara.
Dapil Jabar I: Junico BP Siahaan 64.980 suara, Ketut Sustiawan 32.234 suara
Dapil Jabar II: Yadi Srimulyadi 59.842 suara, Jalaludin Rakhmat 56.402 suara
Dapil Jabar III: Diah Pitaloka 31.993 suara
Dapik Jabar IV: Ribka Tjiptaning 43.393 suara
Dapil Jabar V: Adian Yunus Yusak Napitupulu 35.589 suara, Indra P Simatupang 35.139 suara.
Dapil Jabar VI: Sukur Nababan 123.493 suara, Risa Mariska 27.578 suara
Dapil Jabar VII: Rieke Diah Pitaloka 255.044 suara, Tono Bahtiar 50.663 suara
Dapil Jabar VIII: Ono Surono 72.608 suara, Yoseph Umarhadi 66.181 suara
Dapil Jabar IX: Maruarar Sirait 131.618 suara, TB Hasanuddin 76.991 suara
Dapil Jabar X: Puti Guntur Soekarno 93.404 suara Dapil Jabar XI: Dony Maryadi Oekon 38.006 suara
Dapil Jatwng I: Juliari P Batubara 128.956 suara Tjahjo Kumolo 59.761 suara
Dapil Jateng II: Daryatmo Mardiyanto 41.453 suara Dapil Jateng III: Imam Suroso 91.708 suara, Evita Nursanty 73.673 suara
Dapil Jateng IV: Bambang Wuryanto 128.116 suara, Agustina Wilujeng Pramestuti 56.707 suara
Dapil Jateng V: Puan Maharani 369.927 suara, Aria Bima 96.163 suara, Rahmad Handoyo 33.569 suara
Dapil Jateng VI: Sudjadi 79.681 suara, Nusyirwan Soedjono 55.293 suara
Dapil Jateng VII: Utut Adianto 67.001 suara
Dapik Jateng VIII: Adisatrya Suryo Sulisto 105.399 suara, Budiman Sudjatmiko 68.861 suara
Dapil Jateng IX: Muhammad Prakosa 75.657 suara, Damayanti Wisnu Putranti 75.657 suara
Dapil Jateng X: Hendrawan Supratikno 68.380 suara
Dapil Yogyakarta: Mohammad Idham Samawi 120.796 suara, My Esti Wijayati 99.440 suara
Dapil Jatim I: Guruh Irianto Sukarno Putra 84.753 suara, Indah Kurnia 68.497 suara, Henky Kurniadi 43.434 suara
Dapil Jatim II: Hamka Haq 27.166 suara
Dapik Jatim III: Nursuhud 58.123 suara
Dapil Jatim IV: Arif Wibowo 43.074 suara
Dapil Jatim V: Ahmad Basarah 68.009 suara, Andreas Eddy Susetyo 56.160 suara.
Dapil Jatim VI: Pramono Anung Wibowo 165.906 suara, Djarot Saiful Hidajat 69.053 suara, Budi Yuwono 64.807 suara
Dapil Jatim VII: Sirmadji 77.100 suara
Dapil Jatim VIII: Sadarestuwati 73.354 suara, Mindo Sianipar 73.341 suara
Dapil Jatim IX: Abidin Fikri 36.304 suara
Dapil Jatim X: Nasyirul Falah Amru 64.161 suara
Dapil Jatim XI: Said Abdullah 112.539 suara
Dapil Banten I: Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya 51.059 suara
Dapil Banten II: Ichsan Soelistio 17.994 suara
Dapil Banten III: Herdian Koosnadi 47.426 suara,Marinus Gea 42.285 suara
Dapil Bali: Wayan Koster 260.342 suara, I Made Urip 166.430 suara, I Gusti Agung Rai Wirajaya 75.252 suara, Nyoman Dhamantra 70.590 suara.
Dapil NTB: Rachmat Hidayat 62.987 suara
Dapil NTT I: Honing Sanny 49.287 suara
Dapil NTT II: Herman Hery 109.406 suara
Dapil Kalimantan Barat: Karolin Margret Natasa 397.481 suara, Lasarus 173.154 suara, G Michael Jeno 55.121 suara
Dapil Kalimantan Tengah: Willy M Yoseph 147.175 suara, Asdy Narang 64.560 suara.
Dapil Kalimantan Selatan II: Adriansya 48.611 suara
Dapil Kalimantan Timur: Marten Apuy 71.177 suara
Dapil Sulawesi Utara: Olly Dondokambey 237.620 suara, Vanda Sarundajang 126.197 suara
Dapil Sulawesi Tengah: Rendy M Affandy Lamadjido 47.709 suara.
Dapil Sulawesi Selatan I: Andi Ridwan Wittiri 41.356 suara
Dapil Sulawesi Selatan II: Samsu Niang 39.122 suara Dapil Maluku: Mercy Chriesty Barends 65.166 suara Dapil Maluku Utara: Irine Yusiana Roba Putri 52.677 suara
Dapil Papua: Komarudin Watubun 120.724 suara, Tony Wardoyo 136.642 suara
Dapil Papua Barat: Jimmy Demianus Ijie 69.908 suara
—————————————————————————–

II. PARTAI GOLKAR (91 KURSI)
Dapil Aceh I: Salim Fakhry 42.557 suara
Dapil Aceh II: Firmandez 24.861 suara
Dapil Sumatera Utara I: Meutya Hafid 45.232 suara
Dapil Sumatera Utara II: Rambe Kamarul Zaman 59.978 suara
Dapil Sumatera Utara III: Delia Pratiwi BR Sitepu 127.845 suara
Anthon Sihombing 66.601 suara.
Dapil Sumatera Barat I: Betti Shadiq Pasadigoe 77.663 suara
Dapil Sumatera Barat II: John Kenedy Azis 53.182 suara
Dapil Riau I: Tabrani Maamun 57.200 suara
Dapil Riau II: HM Idris Laena suara 91.595 suara
Dapil Jambi: Saniatul Lativa 87.911 suara
Dapil Sumatera Selatan I: Dodi Reza Alex Noerdin 203.246 suara
Dapil Kahar Muzakir 49.025 suara
Dapil Sumatera Selatan II: Bobby Adhityo Rizaldi 67.456 suara
Dapil Lampung I: Dwie Aroem Hadiyatie 32.808 suara Dapil Lampung II: Aziz Syamsuddin 70.619 suara
Dapil Bangka Belitung: Azhar Romli 33.693 suara
Dapil Jakarta I: Bambang Wiyogo 45.617 suara
Dapil Jakarta II: Fayakhun Andriadi 25.446 suara
Dapil Jakarta III: Tantowi Yahya 45.507 suara.
Dapil Jawa Barat I: Popong Otje Djunjunan 26.090 suara
Dapil Jawa Barat II: Agus Gumiwang Kartasasmita 102.469 suara
Dapil Lili Asdjudiredja 44.285 suara
Dapil Jawa Barat III: Deding Ishaq 33.009 suara
Eka Sastra 74.458 suara
Dapil Jawa Barat IV: Dewi Asmara 77.158 suara
Dapil Jawa Barat V: Airlangga Hartarto 113.939 suara, Ichsan Firdaus 27.986 suara
Dapil Jawa Barat VI: Wenny Haryanto 32.906 suara Dapil Jawa Barat VII: Ade Komarudin 167.732 suara Dapil Dadang S Muchtar 69.414 suara
Dapil Jawa Barat VIII: Dave Akbarshah Fikarno 80.748 suara
Daniel Mutaqien Syafiuddin 91.958 suara.
Dapil Jawa Barat IX: Eldie Suwandie 90.588 suara, Dapil Jawa Barat X: Agun Gunanjar Sudarsa 69.359 suara
Dapil Jawa Barat XI: Ferdiansyah 67.837 suara
Ahmad Zacky Siradj 30.833 suara.
Dapil Jawa Tengah I: Mujib Rohmat 36.163 suara
Dapil Jawa Tengah II: Nusron Wahid 243.021 suara Bowo Sidik Pangarso 66.909 suara
Dapil Jawa Tengah III: Firman Subagyo 90.757 suara
Dapil Jawa Tengah IV: Endang Maria Astuti 44.081 suara
Dapil Jawa Tengah V: Endang Srikarti Handayani 48.547 suara
Dapil Jawa Tengah VI: Iqbal Wibisono 50.868 suara Dapil Jawa Tengah VII: Bambang Soesatyo 57.235 suara
Dapil Jawa Tengah VIII: Dito Ganindito 49.137 suara Dapil Jawa Tengah IX: Agung Widyantoro 75.577 suara Dapil Jawa Tengah X: Budi Supriyanto 57.339 suara
Dapil Yogyakarta: Siti Hediyati Soeharto 61.655 suara Dapil Jawa Timur I: Adies Kadir 30.093 suara
Dapil Jawa Timur II: Mukhamad Misbakhun 66.899 suara
Dapil Jawa Timur III: Hardisoesilo 34.000 suara
Dapil Jawa Timur IV: Muhammad Nur Purnamasidi 26.438 suara
Dapil Jawa Timur V: Ridwan Hisjam 43.796 suara.
Dapil Jawa Timur VI: Sarmuji 57.586 suara
Dapil Jawa Timur VII: Gatot Soedjito 54.344 suara
Dapil Jawa Timur VIII: Mohammad Suryo Alam 56.702 suara
Dapil Jawa Timur IX: SW Yudha 46.022 suara
Dapil Jawa Timur X: Eni Maulani S 84.837 suara
Dapil Jawa Timur XI: Zainudin Amali 122.167 suara
Dapil Banten I: Andika Hazrumy 70.846 suara
Dapil Banten II: Yayat Y Biaro 31.668 suara
Dapil Banten III: Andi Achmad Dara 73.408 suara
Dapil Bali: Gde Sumarja Linggih 141.168 suara, AA Bagus Adhi Mahendra Putra 71.964 suara
Dapil NTB: Muhammad Lutfi 59.074 suara
Dapil NTT I: Melchias Markus Mekeng 73.120 suara Setya Novanto 85.188
Dapil NTT II: Charles J Mesang 54.514 suara
Dapil Kalimantan Barat: Zul Fadhli 100.583 suara
Dapil Kalimantan Tengah: Agati Sulie Mahyudin 32.297 suara
Dapil Kalimantan Selatan I: Ahmadi Noor Supit 71.233 suara
Indro Hananto 64.206 suara.
Dapil Kalimantan Selatan II: Hasnuryadi Sulaiman 82.130 suara
Dapil Kalimantan Timur: Mahyudin 91.623 suara, Neni Moerniaeni 61.405 suara
Dapil Sulawesi Utara: Aditya Anugrah Moha 77.264 suara
Dapil Sulawesi Tengah: Mohammad Said 131.508 suara Dapil Sulawesi Selatan I: Hamka B Kady 45.717 suara Dapil Sulawesi Selatan II: Syamsul Bachri 66.519 suara, Andi Rio Idris Padjalangi 77.962 suara
Dapil Sulawesi Selatan III: Markus Nari 76.608 suara Andi Fauziah Pujiwatie Hatta 96.330 suara.
Dapil Sulawesi Tenggara: Ridwan Bae 91.747 suara, Dapil Gorontalo: Fadel Muhammad 163.054 suara, Roem Pono 117.831 suara
Dapil Sulawesi Barat: Enny Anggraeny Anwar 58.518 suara
Dapil Maluku: Edison Betaubun 58.765 suara
Dapil Maluku Utara: Saiful Bahri Ruray 37.486 suara Dapil Papua: Elion Numberi 85.374 suara
Dapil Papua Barat: Robert Joppy Kardinal 65.690 suara
——————————

III. PARTAI GERINDRA 73 KURSI
Dapil Aceh I: Fadhlullah 63.872 suara
Dapil Aceh II: Khaidir 42.124 suara
Dapil Sumut I: Muhammad Syafi’i 46.438 suara
Dapil Sumut II: Gus Irawan Pasaribu 188.205 suara, Suasana Dachi 82.496 suara
Dapil Sumut III: Martin Hutabarat 29.925 suara
Dapil Sumbar I: Suir Syam 34.858 suara
Dapil Sumbar II: Ade Rezki Pratama 71.847 suara
Dapil Riau I: Rita Zahara 37.561 suara
Dapil Riau II: Nurzahedi 45.622 suara
Dapil Jambi: H.A.R Sutan Adil Hendra 59.261 suara
Dapil Sumsel I: Edhy Prabowo 75.186 suara
Dapil Sumsel II: Sri Meliyana 46.244 suara
Dapil Bengkulu: Susi Marleny Bachsin 33.304 suara
Dapil Lampung I: Ahmad Muzani 48.379 suara
Dapil Lampung II: Dwita Ria Gunadi 71.391 suara
Dapil DKI Jakarta I: Asril Hamzah Tanjung 24.957 suara
Dapil DKI Jakarta II: Biem Triani Benjamin 50.624 suara
Dapil DKI Jakarta III: Aryo P.S Djojohadikusumo 53.268 suara
Dapil Jabar I: Sodik Mudjahid 41.801 suara
Dapil Jabar II: Rachel Maryam Sayidina 58.758 suara
Dapil Jabar III: Ahmad Riza Patria 23.991 suara
Dapil Jabar IV: Heri Gunawan 19.998 suara
Dapil Jabar V: Fadli Zon 79.074 suara
Dapil Jabar VI: Nuroji 52.838 suara
Dapil Jabar VII: Putih Sari 56.745 suara
Dapil Jabar VIII: Kardaya Warnika 34.761 suara
Dapil Jabar IX: Oo Sutisna 34.650 suara
Dapil Jabar XI: Subarna 19.795 suara
Dapil Jawa Tengah I: Jamal Mirdad 39.760 suara
Dapil Jawa Tengah II: Abdul Wachid 65,925 suara
Dapil Jawa Tengah III: Sri Wulan 64.423 suara
Dapil Jawa Tengah IV: Rahayu Saraswati Djojohadikusumo 47.542 suara
Dapil Jawa Tengah V: Bambang Riyanto 34.872 suara
Dapil Jawa Tengah VI: Harry Poernomo 56.323 suara
Dapil Jawa Tengah VII: KRT. H Darori Wonodipuro 65.630 suara
Dapil Jawa Tengah VIII: Novita Wijayanti 83.327 suara
Dapil Jawa Tengah IX: Mohamad Hekal 53.567 suara
Dapil Jawa Tengah X: Ramson Siagian 28.535 suara
Dapil Yogyakarta: Andika Pandu Puragabaya 72.290 suara
Dapil Jawa Timur I: Bambang Haryo Soekartono 33.896 suara
Dapil Jawa Timur II: Soepriyatno 63,574 suara
Dapil Jawa Timur III: Sumail Abdullah 28.257 suara
Dapil Jawa Timur IV: Bambang Haryadi 87.040 suara
Dapil Jawa Timur V: Moreno Soeprapto 52.921 suara
Dapil Jawa Timur VI: Endro Hermono 39.955 suara
Dapil Jawa Timur VII: Supriyanto 51.931 suara
Dapil Jawa Timur VIII: Sareh Wiyono 68.017 suara
Dapil Jawa Timur IX: Wihadi Wiyanto 29.133 suara
Dapil Jawa Timur X: Khilmi 46.127 suara
Dapil Jawa Timur XI: Moh Nizar Zahro 159.006 suara
Dapil Banten I: Anda 26.841 suara
Dapil Banten II: Desmond Junaidi Mahesa 61.275 suara
Dapil Banten III: Sufmi Dasco Ahmad 56.323 suara
Dapil Bali: Ida Bagus Putu Sukarta 54.655 suara
Dapil NTB: Wilgo Zainar 55.192 suara
Dapil NTT I: Pius Lustrilanang 55.432 suara
Dapil NTT II: Fary Djemy Francis 48.351 suara
Dapil Kalimantan Barat: Katherine A Oendoen 38.455 suara
Dapil Kalimantan Tengah: Iwa Kurniawan 30.358 suara
Dapil Kalimantan Selatan I: Saiful Rasyid 24.733 suara
Dapil Kalimantan Selatan II: Sjachrani Mataja 31.347 suara
Dapil Kalimantan Timur: Luther Kombong 84.001 suara
Dapil Sulawesi Utara: Wenny Warouw 35.660 suara
Dapil Sulawesi Tengah: Supratman Andi Agtas 61.500 suara
Dapil Sulawesi Selatan I: Azikin Solthan 57.352 suara
Dapil Sulawesi Selatan II: Andi Iwan Darmawan Aras 91.739 suara
Dapil Sulawesi Selatan III: Andi Nawir 45.197 suara
Dapil Sulawesi Tenggara: Haerul Saleh 30.820 suara
Dapil Gorontalo: Elnino M Husein Mohi 37.512 suara
Dapil Sulawesi Barat: Ruskati Ali Baal 55.014 suara
Dapil Maluku: Amrullah Amri Tuasikal 95.690 suara
Dapil Papua: Roberth Rouw 128.598 suara
————————————————

IV. PARTAI DEMOKRAT 61 KURSI
Dapil Aceh I: Teuku Riefky Harsya 65.851 suara
Dapil Aceh II: Muslim 41.219 suara
Dapil Sumut I: Ruhut Poltak Sitompul 34.685 suara
Dapil Sumut II: Rooslynda Marpaung 54.940 suara
Dapil Sumut III: Rudi Hartono Bangun 49.023 suara
Dapil Sumbar I: Darizal Basir 34.695 suara
Dapil Sumbar II: Mulyadi 84.563 suara.
Dapil Riau I: Sutan Sukarnotomo 31.286 suara
Dapil Riau II: Muhammad Nasir 48.906 suara
Dapil Jambi: Zulfikar Achmad 53.556 suara
Dapil Sumsel I: Syofwatillah Mohzaib 50.138 suara
Dapil Sumsel II: Wahyu Sanjaya 46.164 suara.
Dapil Lampung I: Zulkifli Anwar 40.922 suara
Dapil Lampung II: Marwan Cik Asan 46.940 suara
Dapil Bangka Belitung: Eko Wijaya 35.570 suara
Dapil DKI Jakarta I: Dwi Astuti Wulandari 20.434 suara
Dapil DKI Jakarta II: Melani Leimena Suharli 19.844 suara.
Dapil Jabar I: Agung Budi Santoso 18.487 suara
Dapil Jabar II: Dede Yusuf Macan Effendi 142.939 suara
Dapil Jabar III: Sjarifuddin Hasan 31.486 suara
Dapil Jabar V: Anton Sukartono Suratto 23.554 suara
Dapil Jabar VII: Saan Mustopa 47.837 suara
Dapil Jabar VIII: Erman Khaeron 41.394 suara
Dapil Jabar IX: Linda Megawati 26.249 suara
Dapil Jabar X: Amin Santono 23.948 suara
Dapil Jabar XI: Siti Mufattahah 31.151 suara
Dapil Jateng I: Agus Hermanto 32.047 suara
Dapil Jatenh III: Djoko Udjianto 73.906 suara
Dapil Jateng IV: Rinto Subekti 58.155 suara
Dapil Jateng VIII: Khatibul Umam Wiranu 28.778 suara
Dapil Yogyakarta: Ambar Tjahyono 38.152 suara
Dapil Jatim I: Fandi Utomo 26.335 suara
Dapil Jatim II: Evi Zainal Abidin 43.122 suara
Dapil Jatim III: Azam Asman Natawijana 21.060 suara
Dapil Jatim IV: Ayub Khan 15.975 suara
Dapil Jatim V: Nurhayati Ali Assegaf 18.162 suara
Dapil Jatim VI: Venna Melinda 49.383 suara
Dapil Jatim VII: Edhie Baskoro Yudhoyono 243.747 suara
Sartono 31.345 suara
Dapil Jatim VIII: Guntur Sasono 46.089 suara
Dapil Jatim IX: Didik Mukrianto 51.218 suara
Dapil Jatim XI: Mat Nasir 109.367 suara
Dapil Banten I: Vivi Sumantri Jayabaya 31.458 suara
Dapil Banten III: Wahidin Halim 127.392 suara.
Dapil Bali: Jero Wacik 104.682 suara
I Putu Sudiartana 73.348 suara
Dapil NTB: Syamsul Luthfi 83.638 suara
Dapil NTT I: Benny Kabur Harman 53.701 suara
Dapil NTT II: Jefirston R Riwu Kore 105.924 suara
Dapil Kalimantan Barat: Erma Suryani Ranik 34.420 suara
Dapil Kalimantan Timur: Noorbaiti Isran Noor 53.283 suara
Dapil Sulawesi Utara: Evert Erenst Mangindaan 81.152 suara
Dapil Sulawesi Tengah: Verna Gladies Merry Inkiriwang 74.983 suara
Dapil Sulsel I: Aliyah Mustika Ilham 84.480 suara
Dapil Sulsel II: Muhammad Nasyit Umar 36.351 suara
Dapil Sulsel III: Bahrum Daido 31.747 suara
Dapil Sulawesi Tenggara: Umar Arsal 52.650 suara
Dapil Sulawesi Barat: Salim Mengga 51.168 suara
Dapil Papua: Willem Wandik 178.682 suara
Libert Kristo Ibo 166.734 suara
Dapil Papua Barat: Michael Watimena 83.744 suara
———————————-

V. PAN 49 KURSI
Dapil Aceh I: Muslim Ayub 47.035 suara
Dapil Sumut I: Mulfachri Harahap 47.280 suara
Dapil Sumut II: Saleh Partaonan Daulay 64.869 suara
Dapil Sumut III: Nasril Bahar 86.885 suara
Dapil Sumbar I: MHD Asli Chaidir 33.917 suara
Dapil Riau I: Jon Erizal 91.076 suara
Dapil Jambi: A Bakri 79.605 suara
Dapil Sumsel I: A Hafisz Tohir 74.176 suara
Dapil Sumsel II: Hanna Gayatri 80.871 suara
Dapik Bengkulu: Dewi Coryati 42.490 suara
Dapil Lampung I: Zulkifli Hasan 174.144 suara
Dapi Lampung II: Alimin Abdullah 38.084 suara
Dapil Kepulauan Riau: Asman Abnur 97.327 suara
Dapil Jabar II: Ahmad Najib Qodratullah 23.358 suara
Dapil Jabar IV: Desy Ratnasari 56.397 suara
Dapil Jabar V: Primus Yustisio 45.485 suara
Dapil Jabar VI: Lucky Hakim 57.891 suara
Dapil Jabar VII: Daeng Muhammad 54.576 suara
Dapil Jabar X: Budi Youyastri 70.311 suara
Dapil Jabar XI: Haerudin 44.178 suara
Dapil Jateng I: Yayuk Basuki 25.615 suara
Dapil Jateng IV: Laila Istiana 43.711 suara
Dapil Jateng V: Mohammad Hatta 55.343 suara
Dapil Jateng VI: Tjatur Sapto Edy 82.723 suara
Dapil Jateng VII: Taufik Kurniawan 59.945 suara
Dapil Jateng VIII: Ammy Amalia Fatma Surya 28.152 suara
Dapil Jateng IX: Teguh Juwarno 54.963 suara
Dapil Jateng X: Andriyanto Johan Syah 32.355 suara
Dapil Yogyakarta: A Hanafi Rais 197.915 suara
Dapil Jatim I: Sungkono 56.922 suara
Dapil Jatim IV: Anang Hermansyah 53.559 suara
Dapil Jatim V: Totok Daryanto 36.632 suara
Dapil Jatim VI: A Riski Sadig 86.898 suara
Dapil Jatim VIII: Eko Hendro Purnomo 69.301 suara Dapil Jatim IX: Kuswiyanto 45.456 suara
Dapil Jatimr X: Viva Yoga Mauladi 59.361 suara
Dapil Banten II: Yandri Susanto 77.964 suara
Dapil Banten III: M Ali Taher 62.279 suara
Dapil NTB: Muhammad Syafrudin 62.292 suara
Dapil NTT I: Laurens Bahang Dama 79.603 suara
Dapil Kalimantan Barat: Sukiman 83.037 suara
Dapil Kalimantan Tengah: Hang Ali Saputra Syah Pahan 22.561 suara
Dapil Sulut: Yasti Soepredjo Mokoagow 103.801 suara
Dapil Sulsel I: Indira Chunda Thita Syahrul 104.293 suara
Dapil Sulsel II: Andi Taufan Tiro 54.585 suara
Dapil Sulsel III: Amran 38.501 suara
Dapil Sultra: Asnawati Hasan 131.520 suara
Dapil Maluku Utara: Mohammad Yamin Tawary 28.171 suara
Dapil Papua: Jamaluddin Jafar 91.179 suara
——————————————

VI. PKB 47 KURSI
Dapil Aceh I: Irmawan 40.191 suara
Dapil Sumut II: Marwan Dasopang 59.657 suara
Dapil Riau II: Muhammad Lukman Edi 60.420 suara Dapil Jambi: Handayani 47.479 suara
Dapil Sumsel II: Bertu Merlas 76.965 suara
Dapil Lampung I: Musa Zainudin 43.784 suara
Dapil Lampung II: Chusnunia Chalim 56.752 suara.
Dapil Jabar II: Cucun Ahmad Saymsurijal 37.763 suara
Dapil Jabar III: Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz 12.149 suara
Dapil Jabar VII: Krisna Mukti 31.987 suara
Dapil Jabar VIII: Dedi Wahidi 67.722 suara
Dapil Jabar IX: Maman Imanul Haq 39.080 suara
Dapil Jabar X: Yanuar Prihatin 17.823 suara
Dapil Jabar XI: Acep Adang Ruhiat 71.697 suara
Dapil Jateng I: Alamudin Dimyati Rois 82.221 suara Dapil Jateng II: Fathan 93.097 suara
Dapil Jateng III: Marwan Ja’far 123.447 suara
Dapil Jateng V: Muhammad Toha 71.688 suara
Dapil Jateng VI: Abdul Kadir Karding 128.037 suara Dapil Jateng VII: Taufiq R Abdullah 44.690 suara
Dapil Jateng VIII: Siti Mukarromah 36.312 suara
Dapil Jateng IX: Bachrudin Nasori 81.606 suara
Dapil Jateng X: Muh. Hanif Dhakiri 95.625 suara
Bisri Romly 64.496 suara
Dapil Yogyakarta: Agus Sulistiono 51.045 suara
Dapil Jatim I: Imam Nahrawi 80.283 suara, Syaikhul Islam 91.211 suara.
Dapil Jatim II: Abdul Malik Haramain 76.642 suara
Dapil Jatim III: Nihayatul Wafiroh 90.197 suara M Nasim Khan 78.222 suara
Dapil Jatim IV: Syaiful Bahri Anshori 47.918 suara
Hadi Zainal Abidin 46.685 suara
Dapil Jatim V: Latifah Sohib 53.121 suara
Dapil Jatim VI: An’im F Mahrus 71.421 suara
Dapil Jatim VII: Ibnu Multazam 75.312 suara
Dapil Jatim VIII: Abd Muhaimin Iskandar 116.694 suara
Ida Fauziyah 37.251 suara
Dapil Jatim IX: Anna Mu’awanah 95.621 suara
Dapil Jatim X: Jazilul Fawaid 94.147 suara
Dapil Jatim XI: Kholilurrahman 146.054 suara
Dapil Banten III: Siti Masrifah 32.308 suara
Dapil NTB: Helmy Faishal Zaini 69.542 suara
Dapil Kalbar: Daniel Johan 28.608 suara
Dapik Kalsel I: Zainul Arifin Noor 31.975 suara
Dapil Kalsel II: Zairullah Azhar 81.324 suara
Dapil Maluku: Rohani 93.800 suara
Dapil Papua: Peggi Patrisia Pattipi 106.371 suara
———————————————————

VII. PKS 40 KURSI
Dapil Aceh I: Nasir Djamil 62.400 suara
Dapil Sumut I: Tifatul Sembiring 74.510 suara
Dapil Sumut II: Iskab Qolba Lubis 40.763 suara
Dapil Sumut III: Ansory Siregar 33.291 suara
Dapil Sumbar I: Hermanto 25.756 suara
Dapil Sumbar II: Refrizal 25.568 suara
Dapil Riau I: Chairul Anwar 51.700 suara
Dapil Sumsel I: Mustafa Kamal 35.857 suara
Dapil Sumsel II: Iqbal Romzi 38.652 suara
Dapil Lampung I: Almuzzamil Yusuf 43.974 suara
Dapil Lampung II: Abdul Hakim 72.238 suara
Dapil DKI Jakarta I: Ahmad Zainuddin 50.474 suara
Dapil DKI Jakarta II: Hidayat Nur Wahid 119.267 suara
Dapil DKI Jakarta III: Adang Daradjatun 27.164 suara
Dapil Jabar I: Ledia Hanifa Amaliah 30.179 suara
Dapil Jabar II: Ma’mur Hasanuddin 31.854 suara
Dapil Jabar III: Ecky Awal Mucharam 52.823 suara
Dapil Jabar IV: Yudi Widiana Adia 30.119 suara
Dapil Jabar V: TB Soenmandjaja 17.196 suara
Dapil Jabar VI: Mahfudz Abdurrahman 61.832 suara
Dapil Jabar VII:H Sa’duddin 50.935 suara
Dapil Jabar VIII: Mahfudz Siddiq 47.338 suara
Dapil Jabar IX: Nur Hasan Zaidi 36.517 suara
Dapil Jabar X: Surahman Hidayat 68.380 suara
Dapil Jabar XI: Mohamad Sohibul Iman 42.553 suara
Dapil Jateng III: Gamari 20.785 suara
Dapil Jateng IV: Hamid Noor Yasin 47.257 suara
Dapil Jateng V:Abdul Kharis Almaayahari 34.320 suara
Dapil Jateng IX: Abdul Fikri 34.173 suara
Dapil DI Yogyakarta: Sukamta 49.771 suara
Dapil Jatim I: Sigit Sosiantomo 34.930 suara
Dapil Jatim VII: Rofi Munawar 46.669 suara
Dapil Banten II: Zulkieflimansyah 38.966 suara
Dapil Banten III: Jazuli Juwani 81.291 suara
Dapil NTB: Fahri Hamzah 125.083 suara
Dapil Kalsel I: Habib Aboe Bakar Alhabsyi 66.864 suara
Dapil Kaltim: Hadi Mulyadi 53.143 suara
Dapil Sulsel I: Tamsil Linrung 63.577 suara
Dapil Sulsel II: Andi Akmal Pasludin 33.896 suara
Dapil Papua: Muhammad Yudi Kotouky 102.536 suara
——————————————————————-

VIII. PPP 39 KURSI
Dapil Aceh II: Anwar Idris 52.459 suara
Dapil Sumut I: Hasrul Azwar 43.908 suara
Dapil Sumut III: Fadli Nurzal 59.584
Dapil Sumbar I: Epyardi Asda 60.282 suara
Sumbar II: Muhammad Iqbal 21.348 suara
Dapil Jambi: Elviana 42.535 suara
Dapil DKI Jakarta I: Achamad Fauzan: 50.323
Dapil DKI Jakarta II: Okky Asokawati 35.727 suara
Dapil DKI Jakarta III: Achmat Dimyati Natakusumah 68.353 suara
Dapil Jabar III: Joko Purwanto 26.651 suara
Dapil Jabar IV: Reni Marlinawati 38.777 suara
Dapil Jabar V: Achmad Farial 50.686 suara
Dapil Jabar VII: Wardatul Asriah 77.175 suara
Dapil Jabar IX: Dony Ahmad Munir 38.038 suara
Dapil Jabar X: Asep A.Maoshul Affandy 41.320 suara
Dapil Jabar XI: Nurhayati 82.467 suara
Dapil Jateng II: Mukhlisin 71.515 suara
Dapil Jateng III: Moh Arwani Thomafi 67.484 suara
Dapil Jateng VI: Lukman Hakim Saifuddin 38.620 suara
Dapil Jateng VII: Mochammad Romahurmuziy 64.716 suara
Dapil Jateng VIII: Achmad Mustakim 14.620 suara
Dapil Jateng IX: Zainut Tauhid Sa’adi 28.433 suara
Dapil Jateng X: Arsul Sani 36.163 suara
Dapil Jatim II: Mustofa Assegaf 57.303 suara
Dapil Jatim III: Sy.Anas Tahir 32.166 suara
Dapil Jatim X: Iskandar D Syaichu 59.376 suara
Dapil Jatim XI: Fanny Safriansyah 189.186 suara
Dapil Banten I: Irna Narolita 88.969 suara
Dapil Banten II: Kartika Yudhisti 49.377 suara
Dapil Banten III: Irgan Chairul Mahfiz 59.048 suara
Dapil NTB: Ermalena 49.314
Dapil Kalbar: Usman Ja’far 81.113 suara
Dapil Kalsel I: Syaifullah Tamliha 58.348 suara
Dapil Kalsel II: Aditya Mufti Ali 65.267 suara
Dapil Kaltim: Kasriyah 49.839 suara
Dapil Sulsel I: Amir Uskara 67.925 suara
Dapil Sulsel II: Andi Muhammad Galib 32.915 suara
Dapil Sulsel III: Fatmwati Rusdi 93.856 suara
Dapil Sultra: Amirul Tamim 48.477 suara

———————————————-
IX. PARTAI NASDEM 35 KURSI
Dapil Aceh I: Bahtiar Ali 38.820 suara
Dapil Aceh II: Zulfanlindan 23.748 suara
Dapil Sumut I: Prananda Surya paloh 46.233 suara
Dapil Sumut II: Sahat Silaban 67.555 suara
Dapil Sumut III: Ali Umri 39.948 suara
Dapil Sumbar I: Andre Saifoel 38.249 suara
Dapil Sumsel II: Irma Suryani 68.128 suara
Dapil Bengkulu: Patrice Rio Capella 86.405 suara
Dapil Lampung II: Tamanuri 76.081 suara
Dapil Kepulauan Riau: Nyat Kadir 55.384 suara
Dapil DKI Jakarta III: Ahmad Sahroni 60.683 suara
Dapil Jabar IX: Supiadin Aries saputra 14.099 suara
Dapil Jateng I: Fadoli 41.185 suara
Dapil Jateng II: Prasetyo 51.999 suara
Dapil Jateng III: Donny Imam Priambodo 42.491 suara
Dapil Jateng VI: Choirul Muna 66.131 suara
Dapil Jateng VII: Amelia Anggraini 48.039 suara
Dapil Jatim II: Hasan Aminuddin 190.226 suara
Dapil Jatim IV: T. Taufiqulhadi 22.075 suara
Dapil Jatim V: Kresna Dewanata Phrosakh 52.413 suara
Dapil Jatim VI: Mohammad Mahardika Suprapto 14.376 suara
Dapil Jatim VII: Yayuk Sri Rahayuningsih 34.291 suara
Dapil Jatim VIII: Soehartono 43.700 suara
Dapil Jatim IX: Slamet junaedi 167.733 suara
Dapil Banten I: Tri Murny 36.571 suara
Dapil NTB: Kurtubi 37.889 suara
Dapil NTT I: Jhony G Plate 33.704 suara
Dapil NTT II: Fiktor Bungtilu Laiskodat 77.555 suara
Dapil Kalbar: Syarief Abdullah ALK 73.774 suara
Dapil Kalteng: Hamdhani 29.633 suara
Dapil Kaltim: Achmad Amins 35.142 suara
Dapil Sulteng: Ahmad HI M Ali 109.021 suara
Dapil Sulsel II: Akbar Faisal 47.940 suara
Dapil Sulsel III: M luthfi A Mutty 39.828 suara
Dapil Papua: Sulaeman L Hamzah 80.623 suara
———————————————-

X. PARTAI HANURA 16 KURSI
Dapil Sumut I: Nurdin Tampu Bolon 49.859 suara
Dapil Sumut II: Rufinus Khotmaulana Hutauruk 52.666 suara
Dapil Sumut III: Samsudin Siregar 42.850 suara
Dapil Sumsel I: Fauzih H. Amro 26.438 suara
Dapil Lampung I: Frans Agung Mula Putra 81.058 suara
Dapil Jabar I: Moh. Arief S Suditomo 24.649 suara
Dapil Jabar II: Dadang Rusdiana 29.778 suara
Dapil Jabar III: Djoni Rollin Drawan 18.754 suara
Dapil Jabar VIII: Miryam S Haryani 34.030 suara
Dapil Jatim VIII: Dossy Iskandar Prasetyo 43.090 suara
Dapil Jatim XI: M Farid Alfauzi 115.963 suara
Dapil Banten III: Inas Nasrulloh Zubir 27.097 suara
Dapil NTB: Lalu Gede Syamsul Mujahidin 71.211 suara
Dapil NTT II: Saleh Husin 51.780 suara
Dapil Sulteng: Sayrifuddin Sudding 42.660 suara
Dapil Sulsel I: Dewie Yasin Limpo 39.514

Susahnya Menceritakan Pekerjaan Ayah

Bagi banyak siswa, menceritakan keseharian ayah untuk tugas sekolah, mungkin mudah. Tapi Yanto tidak. Ia lebih suka mengerjakan pekerjaan rumah (PR) terkait soal-soal bahasa Indonesia, sejarah, IPA, IPS, bahkan matematika.

Yanto bukan berasal dari keluarga broken home. Kedua orangtuanya masih lengkap. Hanya saja, ayahnya jarang pulang. Sang ayah bekerja di Jakarta, Yanto sendiri tinggal bersama ibunya di desa.

Beberapa teman Yanto ayahnya juga mencari nafkah di Jakarta. Namun pekerjaan mereka jelas. Umumnya sebagai pedagang dan selalu pulang pada hari-hari besar seperti Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran dan Hari Raya Idul Adha. Ada juga yang pulang setiap hari libur tahun baru atau pas ada pencoblosan Pilkada dan Pilkades.

Sedang ayah Yanto tak jelas pekerjaannya. Pulang ke kampung pun bukan hari besar. Kata ibunya justru hari-hari besar seperti itu ayahnya sibuk luar biasa di Jakarta. Ayah Yanto pulang pada hari biasa, saat Yanto tidak libur sekolah.

Pernah Yanto bertanya pada ibunya soal pekerjaan ayah. Ibu Yanto menjawabnya singkat: bilang saja mencari uang di Jakarta. Ketika Yanto menebak apakah ayahnya berprofesi pedagang seperti ayah beberapa temannya, sang ibu menggeleng kepala. “Tulis saja swasta,” ucapnya.

Begitulah Yanto mengawali cerita tentang ayahnya yang bekerja di perusahaan swasta. Tapi perusahaan apa? Dan bagaimana aktivitas keseharian dengan pekerjaan itu? Yanto tak tahu.

Tanpa sepengetahuan ibunya, Yanto pergi ke wartel untuk menelepon sang ayah menanyakan pekerjaan itu. Namun tak ada jawaban. Yanto tak putus asa. Ia menelepon lagi. Hatinya gembira ketika akhirnya seseorang mengangkat teleponnya.

“Ayah, pekerjaan Ayah apa sih?!” Yanto setengah berteriak dan langsung pada persoalan.

Tak ada jawaban dari seberang telepon.

“Ayah, ini Yanto. Yanto dapat tugas dari sekolah. Yanto disuruh cerita tentang pekerjaan Ayah…”

“Hei Yanto siapa ini?.” Suara dari seberang telepon mengejutkan Yanto. Suara itu bukan suara ayahnya.

“Aku Yanto Yah. Ini Ayah, bukan!”

“Bukaaaannn!… Kau salah sambung!”

Setelah suara itu, telepon ditutup. Yanto bengong. Ia yakin nomor telepon yang ditujunya tak salah. Tapi mengapa yang menjawab orang lain.

Yanto makin bingung. Stres!.

***

Ayah Yanto, Sumadi, tak punya pekerjaan tetap. Ia hanya lulusan STM (sekarang SMK) sedang Narti lulusan SMP. Saat menikahi Narti, keseharian Sumadi adalah tukang ojek. Ketika Narti mengandung bayi Yanto, Sumadi merasa penghasilannya kurang. Ia lalu minta izin merantau ke Jakarta.

Setelah beberapa bulan, Sumadi baru bisa mengirim uang meski tak rutin setiap bulan.

Bagi Narti itu sudah cukup. Ia tahu diri. Kiriman uang dari sang suami lebih utama daripada kehadirannya. Uang itu sangat diperlukan untuk biaya hidup dua anaknya.

Kala belum punya adik, Yanto pernah diajak Narti menyusul ayahnya ke Jakarta. Mereka melakukan itu tanpa bilang Sumadi. Narti sendiri punya alasan lain, yakni memenuhi undangan mantan majikannya yang tengah bergembira karena punya cucu pertama.

Narti memang pernah tinggal di Jakarta sebagai pembantu rumah tangga.

Ternyata tak mudah mencari suaminya. Alamat rumah yang dituju ternyata hanya kontrakan bersama. Kontrakan sejumlah orang dengan pekerjaan beragam.

Dari penghuni kontrakan, ibu-anak itu disarankan mencari Yanto di kantor Samsat dan Stasiun Gambir Beberapa orang membenarkan bahwa Sumadi sering ke situ. Tapi kala itu sedang ada urusan lain, entah urusan apa.

Narti dan Yanto lalu pulang kembali ke kampung halaman tanpa pernah bertemu yang dicari. Sehari kemudian Sumadi menelepon ke rumah dan marah-marah. Ia marah karena istri dan anaknya ke Jakarta tanpa sepengetahuannya. Apapun alasan yang disampaikan Narti, Sumadi tak bisa menerima.

Ia mengancam akan menceraikannya jika Narti kembali mengulangi perbuatan nekatnya ke Jakarta. Sejak itu, Narti tak pernah lagi punya hasrat ke Jakarta, apalagi mencari tahu keberadaan suaminya. Begitupun Yanto, ia tak pernah lagi bertanya tentang ayahnya.

Tapi tugas sekolah itu membuatnya harus mengingat lagi soal siapa dan apa pekerjaan ayahnya. Yanto sungguh membencinya.

***

Di sekolah, para siswa diminta guru membacakan hasil karyanya di depan kelas. Sebagian besar membacanya dengan lancar. Sebagian dari mereka tampak bangga dengan ayahnya meski berprofesi sebagai petani, pedagang, sopir angkutan, buruh bangunan, pegawai negeri sipil, dan anggota TNI.

Tiba giliran Yanto harus membacakan karyanya. Namun gurunya tertegun membaca kertas putih milik Yanto yang hanya berisi dua kata.

“Apa yang mau dibacakan?” Gurunya bertanya.

Yanto tertunduk malu, juga ketakutan.

“Memang kamu baru menulis dua huruf saja ya? Ini judul atau apa? Masa kamu nggak tahu pekerjaan ayah kamu? Ayahmu belum meninggal dunia bukan?”

Pertanyaan beruntun itu kian membuat Yanto tersudut. Ia sungguh tak tahu pekerjaan ayahnya? Ibunya bilang ayah mencari uang, tapi bukankan itu tugas semua ayah? Lalu jika ditulis pekerjaan ayahnya di perusahaan swasta, Yanto takut tak bisa menjelaskan maksudnya.

Ia sempat berpikir ayahnya bekerja di kantor polisi karena di kantor Samsat Jakarta yang pernah ia kunjungi saat mencari sang ayah, banyak polisinya. Tapi sang ayah tak pernah berseragam polisi.

Terakhir Yanto menuliskan pekerjaan ayahnya di Biro Jasa. Dua kata itu ia lihat juga saat di kantor Samsat. Ya Biro jasa yang dimaksud mungkin terkait urusan pelayanan perpanjangan SIM/STNK dan bea balik nama. Yanto tak berani menuliskan panjang-panjang.

“Oooh, jadi ayahmu itu bekerja sebagai calo ya.” Si guru menyimpulkan tanpa ekpresi. Ia lalu mempersilahkan Yanto kembali ke tempat duduknya.

Sebelum pulang sekolah, guru membagikan hasil karya yang sudah dibacakan kepada para siswa. Tentu saja dengan nilainya. Yanto memperoleh nilai paling buruk.

Yanto tak masalah dengan nilai itu. Tapi yang mengganjal hatinya adalah catatan di bawah nilai tersebut . Catatan itu berisi: Ayah adalah ayah. Apapun profesinya, jangan malu, apalagi membencinya.

“Aku tidak malu dengan profesi ayah, tapi benar-benar tidak tahu. Huh!,” gerutu Yanto sambil merobek kertas di tangannya hingga serpihan paling kecil.

Hasil Pileg KPU dan Hitung Cepat: Mana yang Paling Tepat?

ok

Setelah ngebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akhirnya menyelesaikan penghitungan suara pemilu legislatif (Pileg) pukul 23.05 WIB. Waktu penyelesaian meleset dari target yang mereka tetapkan sendiri, yakni pukul 19.30.

Hasil yang ditetapkan KPU baru hasil rekapitulasi nasional Pileg 2014-2019 termasuk di dalamnya parpol mana yang lolos dan mana yang tidak. Sedang berapa kursi DPR yang diperoleh setiap parpol belum bisa diumumkan KPU. Rencananya soal itu akan mereka kebut setelah istirahat tiga hari.

Agak berbeda dengan hasil KPU periode 2009-2014. Mereka juga menetapkan hasil Pileg beberapa jam sebelum deadline atau tepatnya, Sabtu 9 Mei 2009 pukul 22.29. Bedanya hasil KPU ketika itu sudah termasuk pembagian kursi di DPR.

Oke. Lupakan PR yang masih harus dikerjakan Ketua KPU 2014-2018 Husni Kamil Manik dkk soal pembagian kursi DPR. Mari kita lihat perbandingan hasil perhitungan akhir KPU dengan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei.

Hampir sebagian besar survei berhasil meramalkan secara tepat urutan parpol hasil Pileg 2014-2019. Hanya beberapa saja yang meleset, terutama parpol urutan tengah seperti, PKS, Nasdem dan PPP.

Hitung cepat Lingkar Survei Indonesia (LSI) miliki Denny JA misalnya menempatkan prosentase perolehan suara Nasdem di bawah PPP, nyatanya KPU mengumumkan partai yang didirikan Surya Paloh itu mengalahkan partai “Orde Baru” PPP. Survei RRI menempatkan Nasdem di atas PKS dan PPP, nyatanya PKS berada di atas Nasdem.

Nah, dari segi urutan dan prosentase, agaknya survei Saiful Mujani Research dan Consulting (SMRC) adalah hasil hitung cepat yang relatif paling tepat. Anda punya penilaian lain?

HASIL PILEG 2014-2019
1 (3) PDIP 23.681.471 suara (18,95%)
2 (2) Golkar 18.432.312 suara (14,75%)
3 (8) Gerindra 14.760.371 suara (11,81%)
4 (1) Partai Demokrat 12.728.913 suara (10,19%)
5 (7) PKB 11.298.950 suara (9,04%)
6 (5) PAN 9.481.621 suara (7,59%)
7 (4) PKS 8.480.204 suara (6,79%)
8 (baru) Nasdem 8.402.812 suara (6,72%)
9 (6) PPP 8.157.488 suara (6,53%)
10 (9) Hanura 6.579.498 suara (5,26%)

Ket: Dalam kurung adalah urutan Parpol pada Pileg 2009-2014.

PARPOL YANG TAK LOLOS KE SENAYAN

11 PBB 1.825.750 suara (1,46%)
12 PKPI 1.143.094 suara (0,91%)

———————————————————————–

HASIL PILEG 2009-2014
1. Demokrat : 21,703,137 suara (20.85%)
2. Golkar : 15,037,757 suara (14.45%)
3. PDIP : 14,600,091 suara (14.03%)
4. PKS : 8,206,955 suara (7.88%)
5. PAN : 6,254,580 suara ( 6.01%)
6. PPP : 5,533,214 suara (5.32%)
7. PKB : 5,146,122 suara (4.94%)
8. Gerindra : 4,646,406 suara (4.46%)
9. Hanura : 3,922,870 suara (3.77%)

===========================================
HASIL HITUNG CEPAT
SMRC-LSI
Total sampel: 97,4%
1. PDIP: 18,98%
2. Golkar: 14,88%
3. Gerindra: 11,93%
4. Demokrat: 10,02%
5. PKB: 9,08%
6. PAN : 7,7%
7. PKS : 6,9%
8. Nasdem : 6,6%
9. PPP : 6,3%
10. Hanura : 5,2%
11. PBB : 1,4%
12. PKPI : 1,0%
CSIS-CYRUS
Total sampel:97,2 %
1. PDIP: 19%
2. Golkar: 14,3%
3. Gerindra: 11,8%
4. Demokrat: 9,6%
5. PKB: 9,2%
6. PAN : 7,4%
7. PKS : 6,9%
8. Nasdem : 6,8%
9. PPP : 6,6%
10. Hanura : 5,5%
11. PBB : 1,6%
12. PKPI : 1,1%

HITUNG CEPAT KOMPAS
Total sampel 99 persen
1. PDIP 19,24%
2. Golkar 15,01%
3. Gerindra 11,77%
4. Demokrat 9,43%
5. PKB 9,13%
6. PAN 7,51%
7. PKS 6,99%
8. Nasdem 6,71%
9. PPP 6,68%
10. Hanura 5,1%
11. PBB 1,5%
12. PKPI 0,95%

INDIKATOR POLITIK INDONESIA
Total sampel: 97,4%
1. PDIP: 19,7%
2. Golkar: 14,63%
3. Gerindra: 12,27%
4. Demokrat: 10,0%
5. PKB: 9,1%
6. PAN : 7,3%
7. PKS : 6,9%
8. Nasdem : 6,9%
9. PPP : 6,4%
10. Hanura : 5,4%
11. PBB : 1,5%
12. PKPI : 0,9%
LINGKAR SURVEI INDONESIA
Total Sampel; 96,6%
1. PDIP: 19,72%
2. Golkar: 14,57%
3. Gerindra: 11,58%
4. Demokrat: 10,4%
5. PKB: 9,09%
6. PAN : 7,4%
7. PKS : 6,6%
8. PPP : 7,0%
9. Nasdem : 6,4%
10. Hanura : 5,2%
11. PBB : 1,4%
12. PKPI : 1,0%
HASIL HITUNG CEPAT RRI
1. PDIP: 18,58 persen
2. Golkar: 14,73 persen
3. Gerindra: 11,50 persen
4. Demokrat: 10,29 persen
5. PKB: 9,56 persen
6. PAN: 7,56 persen
7. NasDem: 6,71 persen
8. PKS: 6,67 persen
9. PPP: 6,44 persen
10. Hanura: 5,47 persen
11. PBB: 1,60 persen
12. PKPI: 0,95 persen

===============================

Diolah dari berbagai sumber

 

 

 

Ketua KPU Tak Bijak Targetkan Waktu Rekapitulasi

Hasil

Ketua KPU Husni Kamil Manik membuat target terlalu optimis. (kompas.com)

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi untuk menyiapkan draf peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) untuk memperpanjang waktu rekapitulasi hasil pemilu legislatif.

Perintah itu disiapkan sebagai upaya mengatasi celah hukum jika Komisi Pemilihan Umum (KPU) gagal menetapkan hasil Pemilu Legislatif (Pileg) sesuai jadwal. Yakni Jumat tanggal 9 Mei 2014.

Menurut Koordinator Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma) Said Salahuddin, Pileg 2014 terancam cacat hukum. “Kalau proses rekapitulasi tidak bisa diselesaikan pada tanggal 9 Mei, sehingga berdampak hasil pemilu tidak bisa ditetapkan pada tanggal tersebut, maka hasil Pemilu 2014 yang ditetapkan melewati tanggal 9 Mei 2014 adalah cacat hukum,” ujarnya.

Namun Ketua KPU Husni Kamil Manik menepis keraguan KPU takkan bisa mencapai jadwal rekapitulasi. Ia bahkan menegaskan bahwa hasil Pileg akan diumumkan malam ini pukul 19.30 WIB.

“Besok malam jam 19.30 kita umumkan, Insya Allah,” katanya kepada wartawan, Kamis (8/5) sore.

Husni menyebutkan saat itu KPU memang baru mengesahkan rekapitulasi 22 provinsi. Sementara yang belum disahkan masih tersisa 11 provinsi dan dua provinsi belum melakukan presentasi. Namun ia yakin, semua rekapitulasi bisa dituntaskan hingga besok pagi.

“Mudah-mudahan tidak ada halangan dan kita bisa selesaikan semuanya, dan malam tinggal kita umumkan,” ucapnya.

Info terakhir. Jumat (9/5) hari ini. KPU tinggal membawas tujuh provinsi yang belum menyelesaikan rekapotulasi. Yakni provinsi Bengkulu, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat, dan Sulawesi Barat.

Optimis memang bagian dari tugas KPU. Namun membandingkan kondisi rekapitulasi dengan terget jam penyelesaian seperti yang ditetapkan Ketua KPU tersebut tampaknya terlalu berlebihan.

target

Ini target KPU yang ternyata gatot, gagal total

Ingat, pada tanggal 28 April lalu, Husni Kamil Manik juga optimis bahwa rekapitulasi suara nasional akan selesai tanggal 4 Mei atau dua hari lebih cepat dari target tanggal 6 Mei. Nyatanya bukan target yang tercapai, namun jadwal yang ditetapkan bahkan molor hingga 9 Mei.

Dan tanggal 9 Mei pun sebenarnya merupakan jadwal penetapan hasil pemilu secara nasional dimana di dalamnya berisi partai mana saja yang tak memenuhi ambang batas suara 3,5 persen. Artinya, di atas kertas jadwal penetapan seperti itu sulit dipenuhi KPU karena mereka masih memburu target penyelesaian hasil dimana selisih dengan penetapan seperti pada jadwal adalah dua hari.  Dengan demikian, mereka harus siap menggunakan Perppu.

Karena itu patut disayangkan pernyataan Husni Kamil Manik yang menyebut target waktu selesai pukul 19.30 WIB. Jika ada waktu hingga pukul 24.00 mengapa ia tidak bijak mengatakan KPU optimis bakal mengumumkan hasil rekapitulasi suara sebelum pukul 24.00.

 

 

Perdana Menteri Cantik Ini Dilengserkan dan Akan Diadili Kasus Korupsi

PM

PM wanita pertama Thailand yang disebut-sebut sebagai PM tercantik di dunia

Perdana Menteri wanita pertama Thailand, Yingluck Shinawatra harus mengikuti jejak kakak tertuanya, mantan PM Thaksin Shinawatra. Ia dilengserkan di tengah jalan melalui Mahkamah Konstitusi (MK).

Wanita yang kini berusia 46 tahun itu dianggap bersalah telah menyalahgunakan kekuasaan. Salah satu kesalahan tak termaafkan adalah memindahkan kepala dewan keamanan nasional ke jabatan lain pada 2011 yang dianggap menguntungkan kerabat Yingluck.

Kabinet lantas menunjuk Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Perdagangan, Niwattumrong Boonsongpaisan, untuk menggantikan posisi Yingluck.

Usaha menggulingkam PM Thailand ke-28 itu terjadi sejak beberapa bulan terakhir. Usaha menggulingkan melalui aksi demonstrasi ternyata tak berhasil. Oposisi Thailand selanjutnya menempuh jalur hukum.

Namun keputusan MK tampaknya tidak mengurangi kemelut politik di Thailand. Pengunjuk rasa anti-pemerintah masih berada di jalanan Bangkok. Sementara pendukung Yingluck juga tak mau kalah. Malah mereka dilaporkan melempar rumah seorang hakim MK Thailand dengan granat.

PM

PM cantik Thailand bersama suami dan anak tunggalnya

Korupsi Beras
Seperti jatuh tertimpa tangga, setelah dilengserkan MK, PM yang disebut- sebut tercantik di dunia itu kini harus siap menjalani sidang korupsi menyangkut program subsidi beras.

Dakwaan tersebut dikeluarkan Komisi Pemberantasan Korupsi Nasional, Kamis (8/5) sehari setelah MK memerintahkan kepada Yingluck Shinawatra untuk mundur dari jabatannya sebagai perdana menteri karena menyalahgunakan kekuasaan. Selain Yingluck, sembilan anggota kabinet lainnya juga diberhentikan oleh MK.

Seorang anggota Komisi Pemberantasan Korupsi Nasional, Vicha Mahakun mengatakan lembaga tersebut dengan suara bulat menyatakan bahwa terdapat cukup bukti untuk mengenakan dakwaan kepada Yingluck.
Dia menghadapi pemungutan suara untuk pemakzulan di Senat. Bila dimakzulkan dan dinyatakan bersalah, maka Yingluck akan dilarang berpolitik selama lima tahun.

Program subsidi beras merupakan kebijakan penting bagi pemerintahan Yingluck yang membantu menarik jutaan suara petani. Namun program tersebut menimbulkan kerugian negara setidaknya sekitar 4,4 miliar dolar AS dan diwarnai dengan berbagai tuduhan korupsi.

Namun tetap saja, usaha “menghabisi” Yingluck diprediksi akan menimbulkan bentrok horisiontal masing-masing pendukung. Amerika Serikat sendiri sudah menyerukan resolusi “damai” untuk ketegangan politik di Thailand termasuk diadakan pemilu baru. Namun tampaknya itu akan memakan waktu.

 YINGLUCK SHINAWATRA
* Lahir 21 Juni 1967 (46 tahun)
* Adik bungsu mantan PM Thaksin Shinawatra
* Master politik Kentucky State University
* Menikah dengan pengusaha, Anusorn Amornchat
* Dikaruniai satu anak, Supasek Amornchat
* Perdana Menteri wanita pertama Thailand

Rachmat Yasin Salah Membaca KPK?

Bupati

Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY)

Begitu beredar informasi Bupati Bogor Rachmat Yasin (Ry) ditangkap KPK melalui operasi tangkap tangan (OTT), pertanyaan pertama yang muncul adalah kasus yang mana? Ya kasus yang mana?

Bupati Bogor yang menjabat untuk kedua kalinya itu memang kerap berurusan dengan KPK. Dua kasus yang melibatkan namanya adalah kasus korupsi proyek Hambalang dan kasus penyalahgunaan izin lahan makam di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor.

Pada kasus proyek Hambalang , RY hanyalah “sekrup kecil” karena proyek tersebut melibatkan banyak tokoh nasional seperti Andi Mallarangeng (Mantan Menpora), Angelina Sondakh (anggota DPR), Muhammad Nazaruddin Syamsudin (Anggota DPR) dan Anas Urbaningrum (Mantan Ketua Umum Partai Demokrat).

Seusai diperiksa sebagai saksi sekitar Desember 2012, RY pernah mengatakan bahwa ia didesak menandatangani rencana tapak (site plan) proyek Hambalang. Saat ditanya siapa pihak yang mendesaknya, dia mengaku hanya ingin bersikap kooperatif dengan pemerintah pusat.

Nama RY muncul lagi dalam kasus dugaan suap kepengurusan izin lokasi taman pemakaman bukan umum (TPBU) di Desa Antajaya, kecamatan Tanjung Sari, Bogor, Jawa Barat. Dalam kasus ini, KPK menetapkan enam tersangka.

Enam tersangka itu adalah Ketua DPRD Kabupaten Bogor Iyus Djuher, pegawai Pemerintah Kabupaten Bogor Usep Jumenio, pegawai honorer di Pemkab Bogor Listo Welly Sabu, Direktur PT Garindo Perkasa Sentot Susilo, dan Nana Supriatna, dan mantan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Syahrul R Sampurnajaya.

Selaku Bupati Bogor, RY memiliki kewenangan untuk menerbitkan izin lokasi TPBU yang diajukan PT Garindo Perkasa tersebut. RY mengakui pernah menerima layanan pesan singkat (SMS) dari Iyus berisi permintaan tolong agar dia menandatangani izin lokasi TPBU untuk PT Garindo Perkasa. Atas SMS dari Iyus itu, dia mengaku hanya menanggapinya dengan menjawab, “Mangga (silakan).”

Terkait kasus TPBU, ruang kerja RY di Gedung Kabupaten Bogor di Jalan Raya Tegar Beriman, sempat digeledah KPK. Namun RY tetap lolos dari jerat korupsi. Meninggalnya Iyus akibat sakit sebelum vonis dibacakan sedikit banyak membantu posisi RY karena kasusnya jadi susah dilanjutkan.

Kasus-kasus itu tak menyurutkan RY untuk maju lagi sebagai Bupati Bogor periode 2013-2018. Berpasangan dengan Hj Nurhayati, RY terpilih kembali untuk kedua kalinya dan dilantik pada Desember 2013.

Dengan terpilihnya kembali menjadi orang nomor satu di Kabupaten Bogor, RY mungkin merasa memperoleh dukungan rakyat Bogor. Ia sekaligus menganggap KPK takkan menguntitnya lagi. RY salah membaca KPK?

Sebab pada Rabu (7/5) malam, KPK menangkap RT dalam OTT bersama dengan anak buahnya, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor Muhammad Zairin serta pihak swasta bernama Franciskus Xaverius Yohan. Dalam operasi tangkap tangan itu, petugas KPK menyita uang yang nilainya diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Kali ini Ketua DPW PPP Jawa Barat yang disebut-sebut bakal menggantikan Ketua Umum PPP Suryadarma Ali itu ternyata terlibat kasus dugaan korupsi baru. Yakni berupa transaksi suap berkaita n dengan izin rancangan umum tata ruang (RURT) di kawasan Bogor-Puncak-Cianjur.

“Kami tidak kaget atas penangkapan tersebut. Ruangan Rahmat Yasin sudah pernah digeladah KPK,” kata Ketua Pengurus LBH Keadilan Abdul Hamim Jauzie. “Mungkin kasus sekarang tidak ada kaitannya dengan kasus pada 2013, namun kami meyakini sejak saat itu KPK terus memantau Yasin,” imbuhnya seperti dikutip Antara.

Menurut juru bicara KPK Johan Budi operasi tangkap tangan Bupati Bogor berdasarkan informasi yang disampaikan masyarakat. “Saya persisnya tidak tahu, apakah seminggu atau sebulan (informasi itu),” kata Johan tentang berapa lama Tim Penyidik KPK telah mengamati Bupati Bogor.

Sebagaimana kasus OTT lainnya. RY kini tak mungkin lolos lagi dari jeratan korupsi. KPK bahkan bisa mempreteli kasus-kasus lain termasuk asal muasal kekayaan miliknya. Karier RY pun terancam habis. Kita tunggu saja.

Drs H Rachmat Yasin MM
* Lahir di Bogor Jawa Barat 4 Nopember 1963 (51 tahun)
* 1983: Sarjana Ilmu Politik FISIP Universitas Nasional
* 2001: Magister Manajemen Universitas Satyagama
* 2004-2008: Ketua DPRD Kabupaten Bogor
* 2008-2013: Bersama Karyawan Fathurachman jadi Bupati Bogor
* 2013-2018: Bersama Nurhayati terpilih jadi Bupati Bogor lagi.

Penetapan Hasil Pileg 2014 Terancam Gagal: Siapa sih, Husni Kamil Manik?

Husni

Foto Profil Husni Kamil Manik seperti termuat Pdf situs KPU.

Hari-hari ini semua orang tertuju kepada Husni Kamil Manik, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat. Setelah gagal mencapai target menyelesaikan rekapitulasi yang ia tetapkan sendiri, Minggu (4/5), kini ia keukeuh bisa melakukan penetapan hasil rekapitulasi nasional sesuai jadwal pada Jumat 9 Mei mendatang.

“Soal keraguan itu kan sifatnya subjektif dan personal. Silakan saja meragu tapi kami akan tunjukkan tanggal 9 Mei, semua sudah oke,” kata ketua KPU, Husni Kamil Manik, seperti dikutip Merdeka.com Selasa (6/5).

Sejak rekapitulasi nasional dimulai tanggal 26 April lalu, KPU hanya mengesahkan rekapitulasi suara dari satu sampai dua provinsi setiap hari. Pengesahan rekapitulasi tersendat oleh keberatan dari saksi partai politik dan rekomendasi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Hingga Selasa (6/5) KPU hanya berhasil mengesahkan satu provinsi lagi yakni Sulawesi Selatan (Sulsel) yang berarti baru 13 provinsi dari 33 provinsi yang dianggap sudah selesai. Padahal batas waktunya tinggal dua hari lagi, yakni Jumat 9 Mei 2014.

Husni Kamil Manik, siapa sih dia? Meski sudah menjabat sebagai Ketua KPU sejak 12 April 2012, nama Husni mulai sering dikutip dalam sepekan terakhir. Terutama setelah tahapan pemungutan suara pemilu legislatif (Pileg) 9 April lalu selesai.

Kala itu ia masih sering mengumbar optimis bahwa Pileg 2014 akan lebih baik dari Pileg sebelumnya (2009). Baik dari segi administrasi, maupun sengketa. Bahkan ia sempat memasang target rekapitulasi nasional akan selesai 4 Mei, atau lebih cepat dua hari dari jadwal seharusnya.

Nyatanya, selain gagal mencapai targetnya sendiri, jadwal penghitungan hasil suara mundur dari 6 Mei menjadi 9 Mei. Artinya jadwal perhitungan dan penetapan akan dilakukan pada hari yang sama. Dan Husni ternyata tetap optimis meski publik meragukannya.

Dalam biodatanya, Husni sudah akrab dengan kepemiluan sejak mahasiswa. Pada tahun 1999 ia diikutsertakan Forum Rektor Seluruh Indonesia menjadi pemantau pemilu. Selanjutnya, pada pemilihan anggota KPU Sumatera Barat dia terpilih sebagai anggota dalam dua periode berturut-turut (2003-2008 dan 2008-2013).

Husni

Husni saat ini sangat populer dalam situs Google karena terkait batas waktu penyelasaian rekap suara Pileg

Selain aktif di KPU Sumbar, Husni pernah menjabat anggota Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Indonesia periode 2003. Dia masih aktif sebagai Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama Sumatera Barat periode 2010-2015.

Saat mengikuti seleksi menjadi anggota KPU pusat, Husni dan para anggota KPU sekarang diuntungkan dengan dicoretnya para anggota KPU lama yang mencalonkan diri. Tiga anggota KPU periode 2007-2012 yang mencalonkan diri adalah I Gusti Putu Artha, Sri Nuryanti, dan Saut Sirait.

Tim seleksi anggota komisioner KPU dari DPR menyebut alasan pencoretan ketiga anggota KPU incumbent itu karena rekomendasi tiga lembaga negara, yakni DPR, Komnas HAM, dan MK yang menyatakan bahwa seluruh komisioner KPU 2007-2012 tidak layak untuk dipilih kembali karena dianggap gagal.

Husni

Husni Kamil Malik ternyata kurang aktif dan populer di twitter.

Selanjutnya dalam voting terakhir di DPR, Husni masuk empat besar dari tujuh orang yang terpilih. Yakni Sigit pamungkas 45 suara, Ida Budiati 45, Arief Budiman 43, Husni Kamil malik 39, Ferry Kurnia 35, Hadar Nafis gumay 35, dan Juri Ardiantoro 34. Sedang tujuh orang lainnya tersisih.

Kejutan terjadi saat pleno pemilihan Ketua KPU. Nama Husni tiba-tiba menyeruak mengalahkan rekan-rekannya. Pada pemilihan tahap pertama ia masuk dua besar bersama Arief Budiman. Selanjutnya tahap kedua, semua anggota KPU sepakat memilih Husni menjadi Ketua KPU periode 2012-2017.

Soal terpilihnya sebagai orang nomor satu KPU,  seperti ditulis, vivanews.co.id, Husni berkata “Jangankan orang lain, saya juga kaget terpilih.” ucapnya ketika itu.

Nah, kini tampaknya publik harus siap dengan kejutan lain terkait penyelesaian rekapitulasi nasional hasil Pileg 2014 yang dipimpin Husni. Akankan nama Husni Kamil Malik dicap Ketua KPU gagal seperti Ketua KPU sebelumnya?

HUSNI KAMIL MANIK, S.P
Lahir di Medan, 18 Juli 1975 (39 tahun)

Status Perkawinan :
a. Menikah
b. Nama isteri: Endang Mulyani
c. Jumlah anak: 3 (tiga) orang:
1. M.A. Afifuddin Manik (7 tahun)
2. Abid W.A. Manik (5,5, tahun)
3. Nuraisyah H. Manik (4,5 tahun)

Pekerjaan :
Anggota KPU Provinsi Sumatera Barat

Riwayat Pendidikan :
a. SDN 04 Kabanjahe, Kab. Karo, Sumut
b. MTsN Kabanjahe, Kab. Karo, Sumut
c. MAN I Medan, Sumut
d. Faperta Universitas Andalas, Padang, Sumbar
e. PPS Universitas Andalas, Padang, Sumbar

Pengalaman Pekerjaan :
a. Wakil Direktur Lembaga Studi Lingkungan dan Sosial
Padang, Sumbar, 2000-2003
b. Konsultan Kelembagaan Manajemen Irigasi DHV Nederland,
2001
c. Peneliti PSI-SDALP Unand, 2001 – 2002
d. Komisioner KPU Sumbar, 2003 – 2008
e. Komisioner KPU Sumbar, 2008 – 2013

Pengalaman Organisasi :
a. Ketua PW GPI Sumbar, 1996 – 1999
b. Ketua Koperasi Mahasiswa Unand, 1997 – 1998
c. Sekjen SMPT Unand, 1997 – 1998
d. Presiden BEM Unand, 1998 – 1999
e. Pengurus Besar (PB) HMI, 2002 – 2003
f. Bendahara DPP IKA Unand, 2006 – 2011
g. Pengurus KAHMI Sumbar, 2008 – 2013
h. Sekretaris PWNU Sumbar, 2010 – 2015

Pengalaman Terkait Aktivitas
Kepemiluan:
a. Anggota Pembina Aliansi Pemantau Pemilu Independen (APPI) Sumbar, tahun 1999
b. Peserta Pelatihan Manajemen Kepemiluan di Indonesia, tahun 1999, 2004, dan 2009
c. Koordinator Divisi Sosialisasi, Pengembangan, Pendidikan, dan Penyebaran Informasi KPU Sumbar, 2003 – 2008
d. Ketua Pokja Sosialisasi Pemilu DPR, DPD, DPRD KPU Sumbar, 2004
e. Ketua Pokja Teknologi Informasi Pemilu DPR, DPD, DPRD KPU Sumbar, 2004
f. Ketua Pokja Sosialisasi Pemilu Presiden dan Wakil Presiden KPU Sumbar, 2004
g. Ketua Pokja Pembentukan Perpustakaan Pemilu KPU Sumbar, 2004
h. Ketua Pokja Sosialisasi Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, 2005
i. Ketua Pokja Teknologi Informasi Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, 2005
j. Koordinator Divisi Sosialisasi Pemilu dan Pendidikan Pemilih KPU Sumbar, 2008-2013
k. Ketua Pokja Sosialisasi Pemilu DPR, DPD, DPRD KPU Sumbar, 2009
l. Ketua Pokja Teknologi Informasi Pemilu DPR, DPD, DPRD KPU Sumbar, 2009
m. Ketua Pokja Sosialisasi Pemilu Presiden dan Wakil Presiden KPU Sumbar, 2009
n. Ketua Pokja Teknologi Informasi Pemilu Presiden dan Wakil Presiden KPU Sumbar, 2009
o. Ketua Pokja Sosialisasi Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, 2010
p. Ketua Pokja Teknologi Informasi Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, 2010
q. Alumnis pada media harian, mingguan, dan Portal terbitan Sumbar tahun 2008 – sekarang
r. Pembicara dan Nara Sumber Diskusi, Workshop, Pelatihan, Pendidikan Kepemiluan dari tahun 1999 sampai sekarang di Sumbar

Lain-lain :
Karya Tulis tentang kepemiluan yang terpublikasi di media
massa, antara lain:
1. Perpustakaan Pemilu, terpublikasi pada Harian Posmetro, Padang;
2. Demam Democracy 2.0 dan Sosialisasi Pemilu 2009, terpublikasi pada Harian Posmetro, Padang;
3.Penyuluh Pemilu, terpublikasi pada Harian Singgalang, Padang;
4. Politisasi Perempuan dan Suara Terbanyak, terpublikasi pada Harian Singgalang, Padang;
5. Saatnya Pemilih Mencentang, terpublikasi pada Harian Padang Express;
6. Caleg Terpidana, terpublikasi pada Harian Padang
—————-
Ket: Biodata sebelum menjadi Ketua KPU Pusat www.KPU.go.id

Rekapitulasi Pileg 2014 Cuma Tambah Satu Provinsi: Sejarah Pileg 2009 Bakal Terulang (Update)

ok

Sepanjang Selasa (6/5) malam, KPU ternyata hanya mampu mengesahkan rekapitulasi suara Pemilu Legislatif (Pileg) satu provinsi yakni Sulawesi Selatan. Dengan demikian, baru 13 provinsi dari 33 provinsi yang sudah dianggap selesai. Padahal tenggat waktunya tinggal 3 hari lagi.

Kondisi itu pun menimbulkan keraguan banyak pihak bahwa KPU mampu menyelesaikan rekapitulasi nasional seseuai jadwal. “Saya kira akan sulit bagi KPU untuk mengejar 9 Mei. Bisa saja dipaksakan hasil apa adanya, tapi hasil yang tidak sesuai dipaksakan, ditetapkan jadi sah,” kata Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini seperti dikutip Kompas.com

Menurut Titi, jika pengesahan dan pengumuman tetap dilakukan KPU dengan hasil seadanya, ia memprediksi sejarah pada Pemilu 2009 akan terulang. Saat itu, KPU tidak dapat menetapkan hasil pemilu dan menyerahkannya kepada pemerintah. Dan di MK menjadi penyelesaian terakhir.

Pada pileg 2009 hampir semua partai politik mengajukan keberatan. Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Legislatif saat itu mencapai 722 kasus atau sekitar 275% lebih banyak dari Peleg 2004. Peningkatan kasus ketika itu karena jumlah partai politik yang naik 100 persen dari 24 partai politik menjadi 44 partai. Tentu yang paling utama adalah carut-marut proses penyelenggaraan Pemilu seperti tahun ini.

Selain menyelesaikan perhitungan suara Provinsi Sulsel, KPU juga mengesahkan perhitungan suara Luar Negeri. Namun karena suara Luar Negeri masuk Dapil DKI Jakarta II, yang meliputi Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan luar negeri, maka Provinsi DKI Jakarta tetap belum bisa disahkan secara keseluruhan.

Ironinya, Ketua KPU Husni Kamil Manik, tetap optimis bisa menyelesaikan target nasional pada Jumat (9/5). Padahal ia telah gagal mencapai target menyelesaikan rekapitulasi yang ditetapkan sendiri, Minggu (4/5).

“Soal keraguan itu kan sifatnya subjektif dan personal. Silakan saja meragu tapi kami akan tunjukkan tanggal 9 Mei, semua sudah oke,” kata ketua KPU, Husni Kamil Manik, seperti dikutip Merdeka.com Selasa (6/5).

Untuk mencapai target itu, KPU tampaknya akan melakukan “tangan besi” Mereka takkan lagi meladeni keberatan. “Sudah cukup kami mendengarkan. Sepanjang barangnya ada di kami akan kami tetapkan, yang berhak menetapkan itu adalah kami,” kata komisioner KPU, Hadar Nafis Gumay.

Gumay menyatakan KPU akan segera mengambil keputusan tegas terkait penetapan hasil rekapitulasi. Tanggal 9 Mei adalah tenggat penetapan hasil rekapitulasi nasional.

“Jika tidak mungkin waktunya kita stop, kita putuskan agar bisa didapatkan hasil. Yang penting kita menyikapinya dengan benar tanpa tutup mata, pahit-pahitnya 9 Mei sore selesai rekapitulasi, malamnya kita tetapkan,” ucapnya.

Titi mengakui, jika penetapan KPU mundur, kepercayaan publik akan turun. Hal ini menjadi tantangan bagi KPU untuk menjaga integritasnya. “Tapi satu sisi juga kemudian publik mempertanyakan profesionalitas KPU, terutama pada jajaran yang di bawah,” ujarnya.

PENGHITUNGAN SUARA YANG DISAHKAN SELASA (6/5)

XIII PROVINSI SULAWESI SELATAN
1. Partai Golkar, 884.841 suara (20,09 persen)
2. Partai Gerindra, 660.262 suara (14,99 persen)
3. Partai Demokrat, 489.985 suara (11,12 persen)
4. PAN, 406.880 suara (9,23 persen)
5. PPP, 387.784 suara (8,8 persen)
6. PKS, 338.966 suara (7,69 persen)
7. Nasdem, 316.421 suara (7,18 persen)
8. PDI-P, 313.515 suara (7,11 persen)
9. Hanura, 286.724 suara (6,51 persen)
10. PKB, 168.830 suara (3,83 persen)
11. PKPI, 92.377 suara (2,09 persen)
12. PBB, 57.660 suara (1,3 persen)

Suara sah 4.404.165 suara.

===============================

HASIL PILEG LUAR NEGERI
1 PDI-P 112.144 (26,62 persen)
2 Golkar 74.536 (17,69 persen)
3. PKS 61.743 (14,65 persen)
4. Demokrat 43.665 (10,36 persen)
5 Gerindra 32.703 (7,76 persen)
6 PKB 27.414 (6,5 persen)
7 Nasdem 20.951 (4,97 persen)
8 Hanura 17.612 (4,18 persen)
9 PAN 12.279 (2,91 persen)
10 PPP 12.023 (2,85 persen)
11 PBB 3.587 (0,85 persen)
12 PKPI 2.536 (0,6 persen).

Suara sah 421.193 suara.

==============================================

TAMBAHAN RABU (7/5)

PROVINSI DKI JAKARTA
1. PDIP: 1.410.173 suara
2. Gerindra: 610.780 suara
3. PKS: 537.905 suara
4. PPP: 497.852 suara
5. Golkar: 434.428 suara
6. Demokrat: 351.993 suara
7. Hanura: 286.428 suara
8. PKB: 239.181 suara
9. NasDem: 231.530 suara
10. PAN: 211.540 suara
12. PKPI: 27.342 suara

===========================================

12 PROVINSI YANG DISAHKAN SEBELUMNYA

I PROVINSI BANGKA BELITUNG
1. PDIP 137.085 suara
2. Golkar 71.063 suara
3. Demokrat 62.718 suara
4. PPP 52.370 suara
5. Nasdem 47.763 suara
6. PAN 46.306 suara
7. PKS 41.897 suara
8. Gerindra 37.250 suara
9. Hanura 31.748 suara
10. PBB 24.519 suara
11. PKB 22.662 suara
15. PKPI 8.066 suara

Jumlah pemilih, 943.394 orang,
Pengguna hak pilih 683.962,
Surat suara rusak 449,
Surat suara tak terpakai 252.944.

====================
II PROVINSI KALIMANTAN BARAT
1. PDIP 817.770 suara
2. Partai Golkar 348.986 suara
3. Partai Gerindra 236.281 suara
4. Partai Demokrat 196.890 suara
5. PAN 196.212 suara
6. Partai Nasdem 168.741 suara
7. PPP 136.564 suara
8. PKB 117.937 suara
9. PKS 102.146 suara
10. Partai Hanura 86.741 suara
11. PBB 30.813 suara
12. PKPI 139.181 suara

Jumlah pemilih 3.549.448,
Pengguna hak pilih 2.718.796,
Surat suara sah 2.478.262,
Suara tidak sah 240.534.

=======================

III PROVINSI GORONTALO
1. Partai Golkar 310.790 suara
2. Partai Gerindra 49.342 suara
3. Partai Demokrat 47.662 suara
4. PAN 41.222 suara
5. PDIP 40.626 suara
6. Partai Hanura 36.640 suara
7. PPP 31.114 suara
8. PKS 26.499 suara
9. Partai Nasdem 20.930 suara
10. PBB 16.172 suara
11. PKB 13.285 suara
12. PKPI 2.392 suara

Jumlah pemilih 813.675,
Pengguna hak pilih 648.986,
Surat suara sah 636.654,
Suara tidak sah 26.971.

=========================

IV PROVINSI JAMBI
1. Partai Golkar 288.724 suara.
2. PDIP 274.143 suara.
3. Partai Demokrat 235.471 suara.
4. Partai Gerindra 193.970 suara.
5. PAN 179.430
6. PKB 105.551 suara.
7. PPP 104.628 suara.
8. Partai Nasdem 98.336 suara
9. Partai Hanura 85.439
10. PKS 70.303 suara
11. PBB 39.203 suara
12. PKPI 16.752 suara.

===========================

V PROVINSI BALI
1. PDIP 872.885 suara
2. Partai Golkar 329.620 suara
3. Partai Demokrat 311.246 suara
4. Partai Gerindra 219.521 suara
5. Hanura 77.247
6. Partai Nasdem 60.969 suara
7. PKB 39.281 suara
8. PKS 37.090 suara
9. PAN 23.628 suara
10. PPP 15.047 suara
11. PKPI 33.985.
12 PBB 3.731.

===========================
VI PROVINSI SUMATERA BARAT
1. Partai Golkar 251.511 suara.
2. Partai Gerindra 153.689 suara.
3. PAN 150.297 suara.
4. Partai Demokrat 143.703 suara.
5. Partai Nasdem 136.060 suara.
6. PPP 114.123 suara
7. PKS 111.750 suara
8. PDIP 103.069 suara
9. Partai Hanura 84.626 suara
10 PKB 40.408 suara
11.PBB 20.102 suara
12 PKPI 18.180 suara.

========================
VII PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
1. PDIP 350.701 suara
2. Partai Golkar 131.095 suara
3. Partai Gerindra 120.019 suara
4. Partai Nasdem 85.960 suara
5. PAN 84.259 suara
6. PPP 79.756 suara
7. Partai Demokrat 75.467 suara
8. PKB 67.573 suara
9. Partai Hanura 50.941 suara
10. PKS 49.522 suara
11. PKPI 18.640 suara
12. PBB 15.431 suara

========================
VIII PROVINSI ACEH
1 Partai Golkar 217.622 suara
2 PAN 181.820 suara.
3 Partai NasDem 168.753 suara
4 Partai Demokrat 156.303 suara
5 PPP 132.351 suara
6 PKS 121.494 suara
7 Partai Gerindra 102.672 suara
8 PKB 80.389 suara,
8 PDI Perjuangan 63.124 suara
10 PBB 60.803 suara
11 Hanura 45.515 suara
12 PKPI 34.184 suara.

PARTAI LOKAL ACEH
1 Partai Aceh 847.956 suara
2 Partai Nasional Aceh (PNA) 113.452 suara
3 Partai Damai Aceh (PDA) 72.721 suara

=========================

IX PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
1.Partai Golkar 333.282 suara.
2 Partai Demokrat 318.713 suara.
3 Partai Gerindra 263.621 suara,
4 PKS 253.870 suara,
5 Hanura 222.410 suara,
6 PAN 196.074 suara,
7 PDI Perjuangan 189.569 suara,
8 PKB 182.320 suara,
9 PPP 172.421 suara,
10 NasDem 154.981 suara,
11 PBB 83.768 suara,
12 PKPI 41.460 suara.

Daftar Pemilih Tetap 3.569.539 orang
Yang menggunakan hak suaranya 2.760.081 orang.
Suara sah 2.412.489 buah

==================================

X PROVINSI SULAWESI TENGAH
1 Partai Golkar 274.610 suara (19,27 persen)
2 Partai Gerindra dengan 182.217 (12,78 persen)
3 Partai Demokrat 174.006 suara (12,21 persen).
4 Partai Nasdem 171.289 suara (12,02 persen)
5 PDIP 143.106 suara (10,04 persen)
6 Partai Hanura 123.646 suara (8,67 persen)
7 PAN 97.049 suara (6,81 persen)
8 PKS 83.990 suara (5,89 persen)
9 PKB 71.783 suara (5,04 persen)
10 PPP 52.099 suara (3,65 persen)
11 PBB 26.087 suara (1,83 persen)
12 PKPI 24.866 suara (1,75 persen).

Total suara sah, yaitu 1.424.748 suara.

=====================================

XI PROVINSI BANTEN
1 PDIP 815.517 suara
2 Partai Golkar 650.492 suara
3 Partai Gerindra 641.510 suara
4 Partai Demokrat 502.954 suara
5 PPP 410.960 suara
6 PKS 391.847 suara
7 PKB 350.146 suara
8 PAN 340.620 suara
9 Nasdem 316.865 suara
10 Hanura 274.291 suara
11 PBB 89.210 suara
12 PKPI 49.438 suara

============================
XII PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
1. Partai Golkar 301.009 suara
2. PPP 124.113 suara
3. PDIP 120.158 suara
4. Gerindra 115.032 suara
5. PKB 99.558 suara
6. PKS 87.599 suara
7. Nasdem 64.683 suara
8. Hanura 56.049 suara
9. Demokrat 56.046 suara
10. PAN 42.228 suara
11 PBB 18.358 suara
12 PKPI 9,338 suara

Total suara sah 1.094 suara

*************************************

 PROVINSI TUNDA PENGESAHAN
1 Provinsi Riau,
2 Jawa Barat,
3 Lampung,
4 DKI Jakarta,
5 Jawa Tengah,
6 Daerah Istimewa Yogyakarta,
7 Sulawesi Tenggara.
8 Sumatera Selatan,
9 Sulawesi Barat,
10 Kalimantan Timur,
11 Sulawesi Utara,
12 Bengkulu
13 Nusa Tenggara Timur.

****************************************
TUJUH PROVINSI BELUM DIPLENOKAN
1. Provinsi Papua,
2 Papua Barat,
3 Kepulauan Riau,
4 Maluku,
5 Maluku Utara,
6 Jawa Timur,
7 Sumatera Utara.

Ini Hasil Pileg 12 Provinsi Yang Sudah Disahkan KPU (Update)

ok

Hingga Senin (5/5) malam, KPU baru menambah dua pengesahan hasil perhitungan suara sehingga semuanya menjadi 12 provinsi dari 33 provinsi. Untuk itu KPU memperpanjang batas waktu penyelesaian rekapitulasi hingga Jumat (9/5).

“KPU sudah menempuh kebijakan mengubah Peraturan KPU (PKPU), hari ini sudah kami sampaikan ke Kementerian Hukum dan HAM. Rekapitulasi dan penetapan dilakukan sampai tanggal 9 Mei,” ujar Komisioner KPU Ida Budhiati di Gedung KPU seperti dikutip Kompas.com.

Hingga kemarin KPU baru mengesahkan suara dari 12 provinsi. Suara dari 15 provinsi masih ditunda pengesahannya, dan enam provinsi belum diplenokan sama sekali. Dengan begitu, kata Ida, selain menyelesaikan rekapitulasi suara dari 33 provinsi, pada 9 Mei mendatang KPU juga akan menetapkan hasil pemilu legislatif DPR dan DPD tingkat nasional.

Adapun suara nasional dari 12 provinsi, yaitu dari Provinsi Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Gorontalo, Jambi, Sumatera Barat, Bali, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Tengah, Nangroe Aceh Darussalam, Banten, dan Kalimantan Selatan.

Perubahan PKPU tentang Tahapan Pileg akan menjadi perubahan yang ketujuh. Sebelumnya, PKPU Nomor 21 Tahun 2013 tentang Perubahan PKPU Nomor 6 Tahun 2012 tentang Tahapan Pileg diterbitkan untuk memuat perubahan jadwal penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT).

INI DIA HASIL REKAPITULASI SUARA
12 PROVINSI YANG SUDAH DISAHKAN KPU

I PROVINSI BANGKA BELITUNG
1. PDIP 137.085 suara
2. Golkar 71.063 suara
3. Demokrat 62.718 suara
4. PPP 52.370 suara
5. Nasdem 47.763 suara
6. PAN 46.306 suara
7. PKS 41.897 suara
8. Gerindra 37.250 suara
9. Hanura 31.748 suara
10. PBB 24.519 suara
11. PKB 22.662 suara
15. PKPI 8.066 suara

Jumlah pemilih, 943.394 orang,
Pengguna hak pilih 683.962,
Surat suara rusak 449,
Surat suara tak terpakai 252.944.

====================
II PROVINSI KALIMANTAN BARAT
1. PDIP 817.770 suara
2. Partai Golkar 348.986 suara
3. Partai Gerindra 236.281 suara
4. Partai Demokrat 196.890 suara
5. PAN 196.212 suara
6. Partai Nasdem 168.741 suara
7. PPP 136.564 suara
8. PKB 117.937 suara
9. PKS 102.146 suara
10. Partai Hanura 86.741 suara
11. PBB 30.813 suara
12. PKPI 139.181 suara

Jumlah pemilih 3.549.448,
Pengguna hak pilih 2.718.796,
Surat suara sah 2.478.262,
Suara tidak sah 240.534.

=======================

III PROVINSI GORONTALO
1. Partai Golkar 310.790 suara
2. Partai Gerindra 49.342 suara
3. Partai Demokrat 47.662 suara
4. PAN 41.222 suara
5. PDIP 40.626 suara
6. Partai Hanura 36.640 suara
7. PPP 31.114 suara
8. PKS 26.499 suara
9. Partai Nasdem 20.930 suara
10. PBB 16.172 suara
11. PKB 13.285 suara
12. PKPI 2.392 suara

Jumlah pemilih 813.675,
Pengguna hak pilih 648.986,
Surat suara sah 636.654,
Suara tidak sah 26.971.

=========================

IV PROVINSI JAMBI
1. Partai Golkar 288.724 suara.
2. PDIP 274.143 suara.
3. Partai Demokrat 235.471 suara.
4. Partai Gerindra 193.970 suara.
5. PAN 179.430
6. PKB 105.551 suara.
7. PPP 104.628 suara.
8. Partai Nasdem 98.336 suara
9. Partai Hanura 85.439
10. PKS 70.303 suara
11. PBB 39.203 suara
12. PKPI 16.752 suara.

===========================

V PROVINSI BALI
1. PDIP 872.885 suara
2. Partai Golkar 329.620 suara
3. Partai Demokrat 311.246 suara
4. Partai Gerindra 219.521 suara
5. Hanura 77.247
6. Partai Nasdem 60.969 suara
7. PKB 39.281 suara
8. PKS 37.090 suara
9. PAN 23.628 suara
10. PPP 15.047 suara
11. PKPI 33.985.
12 PBB 3.731.

===========================
VI PROVINSI SUMATERA BARAT
1. Partai Golkar 251.511 suara.
2. Partai Gerindra 153.689 suara.
3. PAN 150.297 suara.
4. Partai Demokrat 143.703 suara.
5. Partai Nasdem 136.060 suara.
6. PPP 114.123 suara
7. PKS 111.750 suara
8. PDIP 103.069 suara
9. Partai Hanura 84.626 suara
10 PKB 40.408 suara
11.PBB 20.102 suara
12 PKPI 18.180 suara.

========================
VII PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
1. PDIP 350.701 suara
2. Partai Golkar 131.095 suara
3. Partai Gerindra 120.019 suara
4. Partai Nasdem 85.960 suara
5. PAN 84.259 suara
6. PPP 79.756 suara
7. Partai Demokrat 75.467 suara
8. PKB 67.573 suara
9. Partai Hanura 50.941 suara
10. PKS 49.522 suara
11. PKPI 18.640 suara
12. PBB 15.431 suara

========================
VIII PROVINSI ACEH
1 Partai Golkar 217.622 suara
2 PAN 181.820 suara.
3 Partai NasDem 168.753 suara
4 Partai Demokrat 156.303 suara
5 PPP 132.351 suara
6 PKS 121.494 suara
7 Partai Gerindra 102.672 suara
8 PKB 80.389 suara,
8 PDI Perjuangan 63.124 suara
10 PBB 60.803 suara
11 Hanura 45.515 suara
12 PKPI 34.184 suara.

PARTAI LOKAL ACEH
1 Partai Aceh 847.956 suara
2 Partai Nasional Aceh (PNA) 113.452 suara
3 Partai Damai Aceh (PDA) 72.721 suara

=========================

IX PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
1.Partai Golkar 333.282 suara.
2 Partai Demokrat 318.713 suara.
3 Partai Gerindra 263.621 suara,
4 PKS 253.870 suara,
5 Hanura 222.410 suara,
6 PAN 196.074 suara,
7 PDI Perjuangan 189.569 suara,
8 PKB 182.320 suara,
9 PPP 172.421 suara,
10 NasDem 154.981 suara,
11 PBB 83.768 suara,
12 PKPI 41.460 suara.

Daftar Pemilih Tetap 3.569.539 orang
Yang menggunakan hak suaranya 2.760.081 orang.
Suara sah 2.412.489 buah

==================================

X PROVINSI SULAWESI TENGAH
1 Partai Golkar 274.610 suara (19,27 persen)
2 Partai Gerindra dengan 182.217 (12,78 persen)
3 Partai Demokrat 174.006 suara (12,21 persen).
4 Partai Nasdem 171.289 suara (12,02 persen)
5 PDIP 143.106 suara (10,04 persen)
6 Partai Hanura 123.646 suara (8,67 persen)
7 PAN 97.049 suara (6,81 persen)
8 PKS 83.990 suara (5,89 persen)
9 PKB 71.783 suara (5,04 persen)
10 PPP 52.099 suara (3,65 persen)
11 PBB 26.087 suara (1,83 persen)
12 PKPI 24.866 suara (1,75 persen).

Total suara sah, yaitu 1.424.748 suara.

=====================================

XI PROVINSI BANTEN
1 PDIP 815.517 suara
2 Partai Golkar 650.492 suara
3 Partai Gerindra 641.510 suara
4 Partai Demokrat 502.954 suara
5 PPP 410.960 suara
6 PKS 391.847 suara
7 PKB 350.146 suara
8 PAN 340.620 suara
9 Nasdem 316.865 suara
10 Hanura 274.291 suara
11 PBB 89.210 suara
12 PKPI 49.438 suara

============================
XII PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
1. Partai Golkar 301.009 suara
2. PPP 124.113 suara
3. PDIP 120.158 suara
4. Gerindra 115.032 suara
5. PKB 99.558 suara
6. PKS 87.599 suara
7. Nasdem 64.683 suara
8. Hanura 56.049 suara
9. Demokrat 56.046 suara
10. PAN 42.228 suara
11 PBB 18.358 suara
12 PKPI 9,338 suara

Total suara sah 1.094 suara

*************************************

13 PROVINSI TUNDA PENGESAHAN
1 Provinsi Riau,
2 Jawa Barat,
3 Lampung,
4 DKI Jakarta,
5 Jawa Tengah,
6 Daerah Istimewa Yogyakarta,
7 Sulawesi Tenggara.
8 Sumatera Selatan,
9 Sulawesi Barat,
10 Kalimantan Timur,
11 Sulawesi Utara,
12 Bengkulu
13 Nusa Tenggara Timur.

****************************************
TUJUH PROVINSI BELUM DIPLENOKAN
1. Provinsi Papua,
2 Papua Barat,
3 Kepulauan Riau,
4 Maluku,
5 Maluku Utara,
6 Jawa Timur,
7 Sumatera Utara.

Keterangan:

Data diambil dari berbagai sumber hingga Selasa (6/5) pukul 00.30 WIB. Akan terus saya di update. Silahkan kalau ada koreksi?

Ini Dia Hasil Pileg 2014-2019 yang Sudah Disahkan KPU Pusat

 

Ini

Hasil rekapitulasi suara Pemilu Anggota Legislatif 2014-2019

KPU Dikejar dengan waktu. Hasil rekapitulasi yang dilakukan hingga Senin (5/5) masih 10 provinsi yang disahkan, 13 Provinsi ditunda, sedang 10 provinsi belum kirimkan hasilnya. Sedang sesuai jadwal target rekapitulasi itu harus selesai tanggl 9 Mei atau tinggal 4 hari lagi.

HASIL REKAP SUARA YANG SUDAH DISAHKAN KPU

PROVINSI BANGKA BELITUNG
1. PDIP 137.085 suara
2. Golkar 71.063 suara
3. Demokrat 62.718 suara
4. PPP 52.370 suara
5. Nasdem 47.763 suara
6. PAN 46.306 suara
7. PKS 41.897 suara
8. Gerindra 37.250 suara
9. Hanura 31.748 suara
10. PBB 24.519 suara
11. PKB 22.662 suara
15. PKPI 8.066 suara

Jumlah pemilih, 943.394 orang,
Pengguna hak pilih 683.962,
Surat suara rusak 449,
Surat suara tak terpakai 252.944.

====================
PROVINSI KALIMANTAN BARAT
1. PDIP 817.770 suara
2. Partai Golkar 348.986 suara
3. Partai Gerindra 236.281 suara
4. Partai Demokrat 196.890 suara
5. PAN 196.212 suara
6. Partai Nasdem 168.741 suara
7. PPP 136.564 suara
8. PKB 117.937 suara
9. PKS 102.146 suara
10. Partai Hanura 86.741 suara
11. PBB 30.813 suara
12. PKPI 139.181 suara

Jumlah pemilih 3.549.448,
Pengguna hak pilih 2.718.796,
Surat suara sah 2.478.262,
Suara tidak sah 240.534.

=======================

PROVINSI GORONTALO
1. Partai Golkar 310.790 suara
2. Partai Gerindra 49.342 suara
3. Partai Demokrat 47.662 suara
4. PAN 41.222 suara
5. PDIP 40.626 suara
6. Partai Hanura 36.640 suara
7. PPP 31.114 suara
8. PKS 26.499 suara
9. Partai Nasdem 20.930 suara
10. PBB 16.172 suara
11. PKB 13.285 suara
12. PKPI 2.392 suara

Jumlah pemilih 813.675,
Pengguna hak pilih 648.986,
Surat suara sah 636.654,
Suara tidak sah 26.971.

=========================

PROVINSI JAMBI
1. Partai Golkar 288.724 suara.
2. PDIP 274.143 suara.
3. Partai Demokrat 235.471 suara.
4. Partai Gerindra 193.970 suara.
5. PAN 179.430
6. PKB 105.551 suara.
7. PPP 104.628 suara.
8. Partai Nasdem 98.336 suara
9. Partai Hanura 85.439
10. PKS 70.303 suara
11. PBB 39.203 suara
12. PKPI 16.752 suara.

===========================

PROVINSI BALI
1. PDIP 872.885 suara
2. Partai Golkar 329.620 suara
3. Partai Demokrat 311.246 suara
4. Partai Gerindra 219.521 suara
5. Hanura 77.247
6. Partai Nasdem 60.969 suara
7. PKB 39.281 suara
8. PKS 37.090 suara
9. PAN 23.628 suara
10. PPP 15.047 suara
11. PKPI 33.985.
12 PBB 3.731.

===========================
PROVINSI SUMATERA BARAT
1. Partai Golkar 251.511 suara.
2. Partai Gerindra 153.689 suara.
3. PAN 150.297 suara.
4. Partai Demokrat 143.703 suara.
5. Partai Nasdem 136.060 suara.
6. PPP 114.123 suara
7. PKS 111.750 suara
8. PDIP 103.069 suara
9. Partai Hanura 84.626 suara
10 PKB 40.408 suara
11.PBB 20.102 suara
12 PKPI 18.180 suara.

========================
PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
1. PDIP 350.701 suara
2. Partai Golkar 131.095 suara
3. Partai Gerindra 120.019 suara
4. Partai Nasdem 85.960 suara
5. PAN 84.259 suara
6. PPP 79.756 suara
7. Partai Demokrat 75.467 suara
8. PKB 67.573 suara
9. Partai Hanura 50.941 suara
10. PKS 49.522 suara
11. PKPI 18.640 suara
12. PBB 15.431 suara

========================
PROVINSI ACEH
1 Partai Golkar 217.622 suara
2 PAN 181.820 suara.
3 Partai NasDem 168.753 suara
4 Partai Demokrat 156.303 suara
5 PPP 132.351 suara
6 PKS 121.494 suara
7 Partai Gerindra 102.672 suara
8 PKB 80.389 suara,
8 PDI Perjuangan 63.124 suara
10 PBB 60.803 suara
11 Hanura 45.515 suara
12 PKPI 34.184 suara.

PARTAI LOKAL ACEH
1 Partai Aceh 847.956 suara
2 Partai Nasional Aceh (PNA) 113.452 suara
3 Partai Damai Aceh (PDA) 72.721 suara

=========================

PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
1.Partai Golkar 333.282 suara.
2 Partai Demokrat 318.713 suara.
3 Partai Gerindra 263.621 suara,
4 PKS 253.870 suara,
5 Hanura 222.410 suara,
6 PAN 196.074 suara,
7 PDI Perjuangan 189.569 suara,
8 PKB 182.320 suara,
9 PPP 172.421 suara,
10 NasDem 154.981 suara,
11 PBB 83.768 suara,
12 PKPI 41.460 suara.

Daftar Pemilih Tetap 3.569.539 orang
Yang menggunakan hak suaranya 2.760.081 orang.
Suara sah 2.412.489 buah

==================================

PROVINSI SULAWESI TENGAH
1 Partai Golkar 274.610 suara (19,27 persen)
2 Partai Gerindra dengan 182.217 (12,78 persen)
3 Partai Demokrat 174.006 suara (12,21 persen).
4 Partai Nasdem 171.289 suara (12,02 persen)
5 PDIP 143.106 suara (10,04 persen)
6 Partai Hanura 123.646 suara (8,67 persen)
7 PAN 97.049 suara (6,81 persen)
8 PKS 83.990 suara (5,89 persen)
9 PKB 71.783 suara (5,04 persen)
10 PPP 52.099 suara (3,65 persen)
11 PBB 26.087 suara (1,83 persen)
12 PKPI 24.866 suara (1,75 persen).

Total suara sah, yaitu 1.424.748 suara.

=====================================

Keterangan:

Data diambil dari berbagai sumber hingga Senin (5/5) pukul 11.00 WIB. Akan terus saya di update. Silahkan kalau ada koreksi?

 

 

KPU Terancam Gagal Rekapitulasi Hasil Pileg Sesuai Jadwal

Rekap

Suasana rekapitulasi di kantor KPU Pusat (ww.kpu.go.id)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat gagal mencapai target rekapitulasi perolehan suara Pemilu Provinsi di 33 provinsi, Minggu (4/5). Sejauh ini KPU baru mengesahkan 30 persen perolehan suara nasional, alias masih menyisakan 70 persen lagi.

Adapun 30 persen perolehan suara yang sudah disahkan tersebut berasal dari 10 provinsi, masing-masing Kepulauan Bangka Belitung, Jambi, Kalimantan Barat, Gorontalo, Sumatera Barat, Bali, Kalimantan Tengah, NTB, Sulawesi Tengah, dan Aceh.

Sedang pengesahan suara hasil pileg di 13 provinsi terpaksa ditunda karena banyaknya protes. Yang lebih parah sebanyak 10 provinsi belum menyerahkan hasil rekapilitasi perolehan suara hasil pileg di wilayahnya masing-masing.

Wakil Sekretaris Jenderal Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), Girindra Sandino mengatakan bahwa KPU sulit mewujudkan penetapan rekapitulasi hasil Pileg sesuai jadwal.

“Sulit bagi KPU untuk tepat waktu, karena banyak hasil rekapitulasi dari (KPU) provinsi yang ditunda. Andai pun tepat waktu, hasilnya akan tidak maksimal,” kata Girindra, seperti ditulis Antara.

Banyak persoalan di tingkat bawah, dari TPS, desa-kelurahan, kecamatan dan kabupaten, yang belum diselesaikan KPU setempat, berujung berbagai keberatan dari para saksi parpol, sehingga menyebabkan pembahasan rekapitulasi dari KPU provinsi berlarut-larut jika kemudian muncul keberatan.

Sementara itu, Deputi Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Masykurudin Hafidz, mengatakan kesalahan administrasi penyelenggara di tingkat bawah menyebabkan tahapan rekapitulasi menjadi molor.

Sebelumnya, Ketua KPU Pusat, Husni Manik, sesumbar akan menyelesaikan rekapitulasi dari 33 KPU provinsi dua hari lebih cepat dari jadwal, yaitu Minggu. “Kami menargetkan (rekapitulasi nasional) selesai lebih cepat dua hari, jadi kami berharap 4 Mei sudah selesai,” ucap Husni pada hari pertama Rapat Pleno Rekapitulasi Nasional, Sabtu (26/4).

Berdasarkan Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2013 tentang Tahapan dan Jadwal Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD, penetapan hasil Pemilu Legislatif secara nasional sekaligus penetapan parpol yang memenuhi ambang batas parlemen seharusnya pada 7-9 Mei.

bisa

Ini dia jadwal Rekapitulasi hasil Pileg oleh KPU. Bisakah tercapai?

Namun jika melihat kondisi rekapitulasi terakhir di kantor KPU Pusat, pengesahan seluruh hasil rekapitulasi nasional pun terancam bisa sesuai jadwal. Jika itu terjadi, maka kinerja KPU sekarang bisa jadi dianggap lebih buruk dibanding KPU sebelumnya yang diketuai Abdul Hafiz Anshary.
***
Dengan terdiri dari 38 partai, jauh lebih banyak dari sekarang yang hanya 12 partai, KPU periode tersebut berhasil menetapkan hasil rekapitulasi penghitungan suara secara nasional sesuai jadwal. Pemuntutan suara Pileg 2009-2014 sama dengan 2014-2019 yakni tanggal 9 April. Jadwal penghitungan suara juga sama yakni selama14 hari (26 April 2009 – 9 Mei 2009). Dan mereka berhasil menetapkan hasilnya secara nasional tanggal 9 Mei pukul 22.00. Meski kemudian muncul banyak gugatan yang diselesaikan di Mahkamah Konstitusi (MK).

bisa

Rekapitulasi Pileg 2009-2014 yang penetapan sesuai jadwal. Meski kemudian muncul banyak kasus di MK.

Hasil yang diumumkan meliputi perolehan suara berikut jumlah kursi masing-masing partai politik di DPR. Penetapan jumlah kursi kemudian direvisi oleh KPU pada 13 Mei 2009 setelah terjadi perbedaan pendapat mengenai metode penghitungannya. Revisi kemudian kembali dilakukan berdasarkan keputusan MK.

Jika target Ketua KPU Husni Manik akhirnya tak tercapai, mampukah ia bisa sesuai jadwal seperti KPU era Abdul Hafiz Anshary, kita tunggu saja. Publiklah kelak yang akan menilainya.

KONDISI REKAPITULASI KPU PUSAT

* HASIL PILEG YANG
SUDAH DISAHKAN KPU
1 Kepulauan Bangka Belitung,
2 Jambi,
3. Kalimantan Barat,
4. Gorontalo,
5. Sumatera Barat,
6. Bali,
7. Kalimantan Tengah,
8. NTB,
9. Sulawesi Tengah,
10. Aceh.

Data Hasil yang sudah disahkan di sini

* 10 PROVINSI YANG BELUM
SERAHKAN HASIL PILEG
1 Sumatera Utara
2. Jawa Timur
3. Jawa Barat
4. Nusa Tenggara Timur
5 Papua
6. Papua Barat
7. Kepulauan Riau
8. Sulawesi Selatan
9. Maluku
10. Maluku Utara.

* HASIL PILEG 13 PROVINSI
DITUNDA PENGESAHANNYA
1. Riau
2. Banten
3.Bengkulu
4. DKI Jakarta
5. Jawa Tengah
6. Yogyakarta
7. Lampung
8. Kalimantan Selatan,
9. Sulawesi Tenggara
10. Sumatera Selatan
11. Sulawesi Barat
12. Kalimantan Timur
13. Sulawesi Utara.

Anak “Penguasa” Lolos ke Senayan (2): Karolin, Sang Juara Pileg 2014-2019

Srikandi

Srikandi Senayan dari Kalbar, Karolin Margret Natasa raih suara tertinggi se Indonesia.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Barat telah mengumumkan hasil rekapitulasi Pemilu Legislatif (Pileg), Sabtu (3/5). Hasilnya, anggota DPR petahana, Karolin Margret Natasa (32 tahun) membuat kejutan dengan memperoleh 397.481 suara.

Raihan suara putri sulung Gubernur Kalbar dua periode, Cornelis itu hampir 50 persen perolehan suara PDIP Kalbar yang mencapai 817.770 suara.

Untuk sementara sarjana kedokteran lulusan Unika Atmajaya itu pun menjadi peraih suara tertinggi seluruh Indonesia. Suara Karoline menyalip perolehan Putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri, Puan Maharani yang diketahui lebih dulu, yakni sebanyak 369.927 suara.

Raihan suara mantan anggota Komisi IX DPR RI itu pun memecahkan rekor suara tertinggi milik Edhi “Ibas” Baskoro Yudhoyono yang diraih pada Pileg 2009-2014 lalu sebesar 327.097 suara. Pada masa itu, Karolin sudah berada di peringkat tiga besar dengan perolehan 222.021 suara.

Mengapa perolehan suara Karolin bisa begitu tinggi. Padahal selama menjadi anggota DPR ia tersandung kasus tersebarnya foto hot. Kasus itu bahkan telah melibatkan Badan Kehormatan (BK) DPR dan Polri, namun kemudian ditutup karena bukti yang ada dianggap tak cukup kuat.

“Ah, tidak ada trik atau kiat khusus, sama saja dengan yang lain. Tapi memang dari ketua umum (Megawati Soekarno Putri), meminta agar rajin turun ke masyarakat,” kata Karolin seperti dikutip dari Antara, Selasa (29/4) lalu.

Mungkin benar, Karolin tak banyak melakukan trik khusus. Apalagi saat ini ia sedang dalam kondisi hamil tua anak keduanya. Namun jaringan pemilih yang sudah terbentuk sejak 2009 diprediksi masih tetap setia.

Nah, kesuksesaan sang ayah dalam Pilgub 2012 lalu dipastikan menjadi andil paling kuat meningkatnya perolehan suara Karolin.

Berpasangan dengan Christaindy Sanjaya, Cornelis yang maju menjadi Gubernur periode kedua menang satu putaran. Ia mengalahkan tiga pasang cagub dengan raihan suara 1.225.185 juta suara atau 52,13 persen.

Partisipasi pemilih yang mengikuti kemenangan Cornelis-Christiandy pun cukup tinggi yakni 70,70 persen.

Kemenangan dalam Pilgub tersebut sekaligus menjadi kemenangan Karoline menghadapi kasus foto-foto syurnya. Sebab munculnya kasus tersebut konon sebagai kampanye hitam untuk sang ayah yang akan maju menjadi Gubenur kedua kalinya. Kampanye hitam tersebut terbukti mental begitu Cornelis menang,  sebaliknya nama Karolin kian bersinar.

Cornelis sendiri hingga kini masih menjabat Ketua DPD PDIP Kalbar dan Karolin kebetulan menjadi Ketua Pemenangan Pemilu PDIP di provinsi tersebut. Bapak-anak itu sukses mengangkat perolehan suara PDIP hampir 33 persen suara dari 2.478.622 suara sah. Jumlah kursi PDIP pun bertambah satu dari dua menjadi tiga kursi termasuk Karolin.

Karolin

Wikipedia mencatumkan umur Karolin 35 tahun (lebih tua?), namun tidak lengkap jenjang pendidikan dan organisasi.

Meski anak Gubernur, Karolin yang dilahirkan 12 Maret 1982 dipastikan bukan politisi karbitan. Ia aktif berorganisasi sejak kecil. Saat ayahnya maju dalam pemilihan Bupati Landak tahun 2006 atau pada usia 24 tahun, ia pun telah menjadi juru kampanye.

Ia pernah menyebut darahnya memang darah politik sehingga tak canggung memutuskan kembali mencalonkan diri lagi menjadi anggota DPR RI.

Jika motivasi ia menjadi anggota DPR perioden pertama (2009-2014) adalah karena merasa sebagai orang daerah, motivasi kedua (2014-2019) adalah melanjutkan perjuangan yang belum selesai.

Salah satunya adalah mengawal pelaksanaan Badan Penyelanggara Jaminan Sosial (BPJS) dimana ia menginginkan program tersebut bisa setara dengan program serupa di negara-negara ASEAN.

Karolin juga ingin mendesak pemerintah pusat ikut membangun rumah sakit di perbatasan Kalbar.

Dan kini harapan istri dr Adhy Nugroho dipastikan bisa kembali dilaksanakan. Gelar sebagai Srikandi Senayan dari Kalbar seperti ditulis Kapuas.co, tampaknya cocok untuk Karolin.

KAROLIN MARGARET NATASA
Tanggal Lahir 12 Maret 1982
Nama Suami Dr Adhy Nugroho
Nama Anak Jorrel Sandhyka

JENJANG PENDIDIKAN
SD Amkur Sambas (1994)
SMP Gembala Baik Pontianak (1997)
SMA N 1 Pontianak (2000)
S1 FK Universitas Atmajaya (2007)

ORGANISASI
Presidium Pengembangan Organisasi PKMRI Jakpus (2005-2007)
Ketua DPD Taruna Merah Putih Kalbar (2008-2013)
Ketua Pengprov ISSI Kalbar (2009-2013)
Wakil Ketua Bidang Politik dan Hubungan Antar Lembaga DPD PDI Kalbar
Presidium Ousat ISKA Bidang Ilmu dan Tehnologo (2010-2013)

KARIER PEKERJAAN
Dokter PTT Kab Landak, Kalbar
CPNS Kabupaten Landak, Kalbar
Anggota DPR RI (periode pertama)
Perolehan Suara 2009-2014: 222.021 (151,8 persen) – BPP 146.273
Anggota DRP RI (periode kedua)
Perolehan Suara 2014 -109: 397.481 ( 169,3 persen) – BPP 247.863

PEROLEHAN SUARA DAPIL KALBAR
1 PDIP 817.770 suara
2 Golkar 348.986
3 Gerindra 236.281
4 Demokrat 196.890
5 PAN 196.212
6. Partai NasDem 168.741
7 PKPI 139.181.
8. PPP 136.564
9 PKB 117. 937
10. PKS 102.146
11. Hanura 86.741
12. PBB 30.813

Sumber: KPU Kalbar

PERBANDINGAN EMPAT BESAR 2014-2019 (2009-2014)
1 (3).Karolin M Natasa/PDIP/Kalbar 397.481 suara (222.021 suara)
2 (2) Puan Maharani/PDIP/Jateng 369.927 suara (242.054 suara)
3 (1) Edhi ‘Ibas” Baskoro/Demokrat/Jatim 241.622 Suara (327.097 suara)
4 (3) Dodi Reza/Golkar/Sumsel 204.000 suara (218.991 suara)
Keterangan: Perolehan suara 2014-2019 belum resmi KPU Pusat

 

Anak “Penguasa” Lolos ke Senayan (1): Puan, Ibas, Karolin, Masuk Empat Besar Lagi

Senayan

Wajah muda DPR 2014-2019: Dari kiri atas ke bawah Karoline M Natasa, Puan Maharani, Ibas, Dodi Reza, Hanafi Rais, A Pandu Purugabaya, Andhika Hazrumy, Prananda Poloh, dan Aryo Djoyohadikusumo.

Menjadi anak penguasa negeri ini, baik yang masih menjabat maupun mantan pejabat, tampaknya memang enak. Mereka cenderung lebih dipercaya rakyat untuk berkuasa seperti orangtuanya.

Gambaran tersebut makin tampak dari hasil pemilu legislatif 2014-2019. Anak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Edhi “Ibas” Baskoro; anak mantan Presiden Megawati Soekarno Putri, Puan Maharani; anak Gubernur Kalimantan Barat Cornelis, Karolin Margareta Natasa; dan anak Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Dodi Reza kembali lolos ke kursi elit Senayan.

Keempat nama tersebut merupakan empat besar dalam perolehan suara pada pileg 2009-2014 lalu. Ibas juaranya dengan 397.481 suara, disusul Puan Maharani 242.054 suara, Karolin Margret Natasa 222.021 suara, sedang Dodi Resa Alex Noerdin 218.991 suara.

Empat nama tersebut diperkirakan kembali menempati perolehan suara terbanyak pada pileg tahun ini. Bedanya Karoline yang pernah tersangkut gambar porno justru menyodok di urutan pertama dengan 397.481 suara; Puan Maharni tetap di urutan kedua dengan 369.927 suara, Ibas harus puas menempati urutan ketiga dengan 241.622 suara sedang Dodi Reza Alex Nurdin tetap diurutan keempat dengan 204.000 suara.

Selain empat nama tersebut, muncul nama-nama baru yang berlatar belakang serupa dengan empat nama inkumben. Mereka adalah Hanafi Rais Anak mantan Ketua Umum PAN Amien Rais (197.915 suara); Andhika Pandu Puragabaya anak Mantan Panglima TNI Joko Santoso (72.290 suara); Andhika Hazrumy (Anak Gub Banten Atut Chosiyah) 70.846 suara; Aryo Djojohadikusumo keponakan Ketu Umum Gerindra Prabowo Subianto 53.000 suara; dan Prananda Paloh anak Ketua Umum Nasdem Surya Paloh dengan 43.724 suara.

Anak mantan Bupati Lebak, Mulyadi Jayabaya, Mohamad Hasbi Asidiki yang mewakili PDIP dikabarkan juga lolos ke Senayan dengan perolehan 46.063 suara. Dan meski tak muda lagi (55 tahun), Titiek Soeharto, anak mantan Presiden Soeharto juga menjadi bagian wajah baru Senayan yang lolos mewakili Dapil Yogyakarta dengan 80.121 suara.

Berkibarnya anak penguasa dan mantan penguasa menggambarkan karakteristik pemilih yang kurang paham dengan politik. Mereka memilih anaknya karena mereka kenal dengan bapaknya. Apalagi jika sang bapak masih berkuasa, dukungan sumber daya ekonomi, politik, dan birokrasi serba memudahkan langkahnya.

Karakteristik seperti itu biasanya dimiliki pemilih berlatar belakang ekonomi menengah ke bawah. Masyarakat golongan ini kesehariannya masih bergelut dengan urusan perut, mereka kurang peduli dengan latar belakang wakil rakyat yang dipilihnya. Yang penting dikenal baik orangnya secara langsung, orangtuanya, atau keturunannya. Politisi yang berangkat dari bawah (bukan penguasa) susah memenangkan hati golongan ini.

Karakteristik masyarakat kurang peduli politik juga dimiliki para pemilih baru. Kaum muda seperti ini juga cenderung memilih caleg yang mereka kenal baik melalui media massa atau hanya dengar-dengar saja. Pemilh muda tentunya juga cenderung memilih caleg masih muda karena dianggap akan mewakilisi aspirasi mereka dibanding caleg tua.

Kecenderungan pemilih seperti itu menjadi tanda tanya buat masa depan bangsa ini. Di satu sisi wajah DPR memang lebih menjanjikan karena diwarnai wajah-wajah fresh yang lebih enak dipandang (muda, cantik dan ganteng), namun pada sisi lain mengkhawatirkan karena anggota DPR berlatar belakang anak penguasa seperti ini kurang terbiasa dengan penderitaan rakyat.

Peran nama empat besar peraih suara terbanyak yakni Ibas, Puan, Karolin, dan Dodi selama menjadi wakil rakyat periode 2009-2014 nyaris tak terdengar. Ibas cenderung masih belajar berpolitik, lalu malah mundur di tengah jalan dengan urusan pribadi. Puan hanya terdengar belakangan saja tatkala ia disebut-sebut bakal jadi cawapres. Dodi terdengar lagi namanya setelah mencalonkan diri untuk kedua kalinya. Paling parah malah Karolin, namanya muncul di media massa justru terkait kasus foto-foto syurnya di media sosial.

Jadi masih adakah harapan baik dengan anak penguasa yang  menjadi wakil rakyat itu? Mudah-mudahan tetap ada…

PEROLEHAN SUARA TERTINGGI PILEG 2009-2014
1 Edhi ‘Ibas” Baskoro: Jatim VII/Demokrat – 327.097 suara.
2 Puan Maharani: Jateng V/PDIP – 242.054 suara.
3 Karolin Margret Natasa: Kalbar/PDIP – 222.021 suara.
4 Dodi Resa Alex Noerdin: Sumsel/Golkar – 218.991 suara
Sumber: buku Wajah DPR dan DPD 2009-2014 (Penerbit Buku Kompas)

DAFTAR PEROLEHAN SUARA SEMENTARA “ANAK PENGUASA” PADA PILEG 2014
1.Karolin M Natasa/PDIP/Kalbar (Anak Gub Kalbar, Cornelis) – 397.481 suara
2.Puan Maharani/PDIP/Jateng (Anak Ketua Umum PDIP, Megawati) 369.927 suara.
3.Edhi ‘Ibas” Baskoro/Demokrat/Jatim (Anak Presiden SBY) – 241.622 Suara
4.Dodi Reza/Golkar/Sumsel (Anak Gub Sumsel,Alex Noerdin) 204.000 suara.
5.Hanafi Rais/PAN/DIY (Anak mantan Ketua Umum PAN AMien Rais) – 197.915 suara
6.Titiek Soeharto/Golkar/DIY (anak mantan Presiden Soeharto) – 80.121 suara
7.Andhika Pandu Puragabaya/Gerindra/DIY (anak Mantan Pang TNI Joko Santoso) – 72.290 suara
8.Andhika Hazrumy/Golkar/Banten (Anak Gub Banten Atut Chosiyah): 70.846 suara
9.Aryo Djojohadikusumo/Gerindra/DKI (Keponakan Ketum Gerindra Prabowo S)-53.000 suara
10.Prananda Paloh/Nasdem/Sumut (Anak Ketua Umum Nasdem Surya Paloh) – 43.724 suara

Ket: Dari berbagai sumber , belum ada pengumuman resmi dari KPU

 

Pemimpin Muda Korut ini Terus Lakukan “Pembersihan”

Korut

Pemimpin Korut Kim Jong-Un dan Deputi (paling kanan) yang baru dicopotnya.

Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-Un (31 tahun) kembali melakukan pembersihan orang-orang yang dianggap kurang loyal terhadapnya. Yakni Direktur Biro Politik Umum Tentara Rakyat Korea, Choe Ryong Hae.

Sebagai penggantinya, Jong-Un menunjuk orang kepercayaannya, Hwang Pyong So yang menjabat sebagai

Wakil Marsekal tentara Korut. Choe ikut berjasa menghabisi paman Jong-un, Jang Song-thaek sehingga diangkat sebagai deputi. Namun ia dikabarkan menghilang sejak 11 April.

Dia tidak hadir pada rapat umum membahas pilot pesawat tempur di Pyongyang pada 15 April dan upacara ulang tahun ke-82 Angkatan Darat , Jumat Korut. Ketidak hadirann Choe memunculkan isu, yang bersangkutan sudah dihabisi Jong-un.

Namun sosok politisi senior berusia 70 tahunan itu memang sedang menderita penyakit diabetes sehingga Jong-Un memerintahkan untuk beristirahat. “Choe mungkin telah dipecat karena kesalahannya atau secara sukarela mengundurkan diri karena alasan kesehatan, kita belum mengetahui,” kata Yang Moo Jin, profesor di University of North Korean Studies di Seoul.

Hwang (64 tahun), merupakan seorang pejabat tinggi di Departemen Panduan Organisasi partai yang berkuasa dengan sebuah portofolio yang mencakup perlindungan fisik dan politik Kim Jong-Un. Namanya mulai muncul pada pertengahan tahun 2000-an ketika Kim Jong-Il, telah menyelesaikan pengaturan siapa yang akan menggantikannya sebagai pemimpin.

“Dia menjadi salah satu mentor Kim Jong Un dan telah dekat dengannya selama sekitar 10 tahun, jadi dia sudah dipersiapkan untuk peran ini,” kata kata Michael Madden, penulis dan editor situs web NK Leadership Watch.

Perubahan kepemimpinan di sekitar Kim Jong-Un memicu kekhawatiran akan rencana uji coba nuklir keempat. Masyarakat internasional menentang keras rencana uji coba itu setelah sejumlah citra satelit baru-baru ini menunjukkan adanya peningkatan kegiatan di lokasi uji coba utama negara itu.

“Hal itu membuat Hwang, yang punya hubungan pribadi yang dekat dengan Kim Jong Un, menjadi orang terkuat kedua di negeri itu,” kata Michael Madden, penulis dan editor situs web NK Leadership Watch.

 KRONOLOGI “PEMBERSIHAN” ALA KIM JONG-UN
30 DESEMBER 2011: Kim Jong-un mengambil alih kepemimpinan Korut gantikan ayahnya, Kim Jong Il, yang meninggal dunia.
18 JULI 2012: Mengukuhkan diri sebagai panglima tertinggi Korut
07 Maret 2013:Mulai mengeluarkan ancaman melakukan ‘serangan nuklir kepada Amerika Serikat dan menyerbu Korea Selatan.
10 DESEMBER 2013: Pecat dan eksekusi mati pamannya sebagai orang nomor dua di Korut, Jang Song-thaek.
12 DESEMBER 2013; Buat pengumuman yang membangkang Kim Jong-un akan dibersihkan
01 MEI 2014: Mengganti Choe Ryong Have, orang nomor dua Korut setelah pamannya diekskusi mati.

KIM JONG-UN
* Lahir 8 Januari 1983 (umur 31 tahun)
* Pemimpin Tertinggi Republik Demokratik Rakyat Korea
* Putra Kim Jong-Il (1941-2011) dan cucu dKim Il-Sung (1912-1994).
* Putra bungsu Kim Jong-il dengan salah seorang istrinya, Ko Young-hee.
* Sejak akhir 2010 dianggap sebagai pewaris kepemimpinan Korea Utara.
* Mewarisi wajah, bentuk tubuh, dan kepribadian ayahnya.
* Terobsesi dengan permainan basket di komputer
* Pernah mengundang pemain NBA Dennis Rodman ke rumahnya
* Mengidolakan penyanyi Inggris Eric Clapton.
* Gemar minum dan menggelar pesta sepanjang malam
* Sosok yang canggung secara sosial.
* Tidak membuat kontak mata saat berjabat tangan.

 

Juventus Tersingkir, Bonucci pun Hancur Ulang Tahunnya

Juventus

Bek Juventus Leonardo Bonucci menutupi wajahnya dengan kaos karena sedih gagal mengalahkan Benfica, kemarin. (footballitalia.net)

Hari ulang tahun ke-27 Leonardo Bonucci Kamis (1/5) hancur menyusul kegagalan Juventus melaju ke babak final Liga Eropa. Juve hanya bermain 0-0 di leg kedua Liga Eropa di Stadion Juventus. Artinya tiket ke final pun melayang karena di leg pertama Juve kalah 1-2 oleh Benfica.

Dan Bonucci pun tak bisa menahan air matanya seraya berkata: Benfica tidak datang ke Juventus untuk bermain. Klub tersebut dianggap tidak fair.
Bek timnas Italia itu mengaku telah memimpikan perayaan ulang tahun berbeda berupa kado istimewa tiket Juventus menuju final. Ia dan rekan-rekannya sudah berusaha menggapai tiket itu.

“Tapi malam ini membuktikan, tim terbaik tidak selalu menang. Benfica hanya memikirkan hasil leg pertama , mereka tidak datang ke sini untuk bermain. Mereka hanya mencoba menghalangi kemenangan kami,” ungkapnya.

Juventus

Statistik Juventus yang lebih dominan dibanding Benfica, namun tetap tersingkir.

Juventus membeli Bonucci dari Bari dengan harga 15,5 juta euro Juli 2010. Ia langsung masuk di line up saat melawan Sturm Graz di Liga Eropa dan mencetak gol perdananya.

Namun penampilan Bonucci di Juve berikutnya dinilai tak konsisten. Ia sering melakukan blunder sehingga Fans Juve sempat minta agar Bonucci segera dijual.

Di musim 2011/12, saat Juventus dilatih Antonio Conte, Bonucci kembali pada penampilan terbaiknya. Ia menjelma menjadi trio bek tangguh bersama Chiellini dan Barzagli. Dua tropi scudetto dan hamper tiga tak lepas dari ketangguhan Bonucci dan kawan-kawan.

Sejak bersama Juventus itulah Bonucci selalu menjadi langganan masuk timnas Italia. Di timnas jiwa kepemimpinanya muncul. Ia sempat berhasil menghentikan ulah negatif Mario Balotelli sehingga pemain bengal itu luput dari sanksi.

Piala

Tangisan Leonardo Bonucci (kiri atas) yang tak terlupakan di Euro 2012.

Namun tangisan Bonucci juga tak terlupakan saat Italia kalah telak 0-4 di Final Euro 2012 oleh timnas Spanyol. Ia merasa salah karena membiarkan para pemain Spanyol mengobrak-abrik pertahanan yang ikut dijaganya.
Hingga peluit pertandingan terakhir berbunyi, Bonucci langsung menangis sesenggukan. Balotelli juga menangis, namun tidak seekspresif Bonucci.

Usaha rekan-rekan, termasuk pelatih timnas Cesare Prandelli, untuk menenangkannya tak membuat ia langsung berhenti menangis. “Ini adalah kesedihan yang takkan aku lupakan sepanjang hidupku, “ ucapnya.

Kegagalan Juventus di hari ulang tahunnya ke-27 juga termasuk pengalaman yang tak terlupakan. Namun kali ini ia tak mau larut dengan kesedihannya.

Bonucci menutupi wajahnya dengan kaos. Ia pun segera menyeka air mata dan mengajak rekan-rekannya melupakan kegagalan menyakitkan itu. “Sekarang mari kita buka lembaran baru. Mari bersiap untuk merayakan gelar scudetto yang ketiga secara beruntun,” ucapnya.

Jika Juventus menang melawan Atalanta, Senin (5/5) malam. Nyonya tua  resmi menjadi juara liga Seri A. Dan itu merupakan gelar scudetto ketiga kalinya secara beruntun.

FORMASI PEMAIN
Juventus (3-5-2): Buffon; Caceres, Bonucci (Giovinco 73), Chiellini; Lichtsteiner, Vidal (Marchisio 79), Pirlo, Pogba, Asamoah; Tevez, Llorente (Osvaldo 79)
Benfica (4-2-3-1): Oblak; Maxi Pereira, Luisao, Garay, Siqueira; Ruben Amorim, Perez; L Markovic (Sulejmani 85), Rodrigo (Almeida 68), Gaitan (Salvio 76); Lima

BIODATA LEONARDO BONUCCI
Lahir: 1 Mei 1987 (umur 27)
Tempat lahir: Viterbo, Italia
Tinggi badan: 190 cm
Posisi: bek kanan
Nomor punggung: 19
KARIER YUNIOR
2004–2005 Viterbese
2005–2007 Internazionale
KARIER SENIOR
2005–2007 Internazionale 1 (0)
2007–2009 Treviso 40 (2)
2009 → Pisa (loan) 18 (1)
2009–2010 Bari 38 (1)
2010– Juventus 119 (6)
KARIER DI TIMNAS
2010– timnas senior 35 (2)

 

Cawapres untuk Jokowi, Jusuf Kalla atau Mahfud MD

Cawapres

Ini dia cawapres untuk Jokowi. Jusuf Kalla (kiri) atau Mahfud MD (kanan)

Kepastian koalisi PDIP, Nasdem, dan PKB membuat cawapres untuk Jokowi kian mengerucut. Yakni antara Jusuf Kalla dan Mahfud MD. Meski PKB tak mengusulkan nama cawapres, namun kedua nama tersebut merupakan capres yang diusung PKB sejak lama, disamping Rhoma Irama yang sudah tersingkir.

Hal itu diperkuat dengan kunjungan Mahfud MD ke kantor DPP Nasdem, kawasan Gondangdia, Rabu (30/4). Wakil Sekjen Nasdem Willy Aditya menyebut bahwa salah satu isyarat cawapres yang akan mendampingi Jokowi adalah pernah berkunjung ke Gondangdia.

Sejauh ini, sebelum Mahfud MD, Partai Nasdem telah disambangi mantan Wapres yang kini menjadi Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla 11 April lalu. Willy tak mau menyebut nama siapa yang akan menjadi cawapres Jokowi diantara kedua sosok tersebut.

Willy Aditya hanya memperkirakan bahwa pasangan untuk Jokowi tersebut akan diumumkan setelah 9 Mei 2014. Willy tak menyebutkan alasannya.

Sebelumnya, Sekjen PKB Imam Nahrawi menegaskan kerjasama dengan PDIP tinggal peresmian. PKB tak mengusulkan cawapres pendamping Joko Widodo (52 tahun).

“Koalisi yang kami bangun ini berangkat dari kepercayaan kami bahwa PDIP akan arif dan bijaksana dalam menentukan cawapres dan menteri-menteri yang ditunjuk nantinya jika menang,”ujar Nahrawi kepada detikcom.

Baik JK maupun Mahfud MD merupakan sosok cawapres yang kini memiliki elektabilitas lumayan bagus. Selain berpengalaman di politik dan birokrasi, keduanya juga dikenal sebagai sosok yang relatif bersih.

Jika memilih JK, Jokowi berpeluang memperoleh suara dari calon pemilih di Indonesia Timur. JK masih dianggap sebagai tokoh dari kawasan itu. Disamping itu JK juga masih cukup pengaruh kuat di tubuh Golkar karena ia masih dianggap tokoh di partai itu dan pernah menjadi ketua umum.

Adapun terkait pengalaman menjadi Wakil Presiden saat mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terdapat dua pandangan yang berbeda. Di satu sisi keberadaan JK dianggap positif karena akan melengkapi kekurangan Jokowi dengan pengalaman internasionalnya, tapi di sisi lain justru dianggap bakal menenggelamkan Jokowi. Dengan pengalamannya, JK bahkan dikhawatirkan akan membuat dua matahari dimana JK akan lebih memperoleh sorotan dari Jokowi.

Sedang satu-satunya kelemahan dari sosok JK adalah soal usia, yakni 72 tahun. Meski tampak sehat, usia JK dianggap terlalu tua untuk kembali memikirkan masalah-masalah pelik Indonesia dan dikhawatirkan malah akan menjadi beban Jokowi.

Jika ia terpilih, JK akan memecahkan rekornya cawapres tertua di Indonesia saat menjabat. Rekor cawapres tertua saat menjabat saat ini adalah dipegang  wapres Boediono dengan usia 66 tahun, 8 bulan.

Konon, Megawati termasuk yang mempermasalahkan usia JK yang lebih tua empat tahun darinya. Wong Mega saja yang sudah 67 tahun tak maju lagi, masa akan mendukung cawapres yang jauh lebih tua darinya.

Bagaimana dengan Mahfud MD? Dilihat dari segi usia, Mahfud yang lebih tua lima tahun dari Jokowi lebih pas menjadi pasangannya. Jika terpilih menjadi cawapresnya Jokowi, Mahfud jelas akan didukung penuh oleh pemilih PKB dan kaum nadliyin karena ia memang berasal dari sana. Kekuatan dia berada di Jawa Timur dan kantung-kantung NU seluruh Indonesia.

Mahfud juga punya tipe seperti Ahok yang terkenal lurus dan apa adanya. Ia mungkin bisa memposisikan seperti Wakil Gubernur DKI tersebut yang lebih banyak mengurusi masalah administrasi dan hukum, sementara Jokowi tetap dengan karakter blusukannya.

Kelemahan Mahfud, terutama dibanding JK yang berasal dari latar belakang pengusaha adalah penguasaan masalah ekonomi. Mahfud MD juga cenderung kurang didukung Surya Paloh dibanding JK. Tapi Mega tentu lebih memilih Mahfud MD, jika dilihat dari segi usia tadi.

Bagaimana dengan Jokowi? Ia mungkin akan memberi masukan tentang pasangan yang diinginkannya meski akhirnya manut pada Megawati.

Bagaimana menuru Anda?

MAHFUD MD (57 TAHUN)
* Lahir di Sampang, Madura, 13 Mei 1957 (57 tahun)
* Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008-2011
* Hakim Konstitusi periode 2008-2013.
* Anggota DPR 2004-2008
* Menteri Pertahanan dan Menteri Kehakiman 2000-2001.
* Doktor dari Universitas Gadjah Mada 1993.
* Guru Besar Hukum Tata Negara di UII Yogyakarta.

JUSUF KALLA (72 TAHUN)
* Lahir di Watampone, Bone, Sulsel, 15 Mei 1942; (72 tahun)
* Ketua Umum PMI 2009 sampai sekarang
* Wakil Presiden Indonesia 2004 – 2009
* Ketua Umum Partai Golongan Karya 2004-2009
* Capres bersama Wiranto pada Pilpres 2009
* Menko Kesra 2001-2004
* Menteri Perdagangan 1999-2000

Diego Simeone Memang Dilahirkan Sebagai Manajer

Diego

Jose Mourinho dan Diego Simeone. Mourinho mengakui bahwa Simeone kini manajer terbaik.

Meski memetik tujuh kemenangan dari delapan laga hingga babak perempatfinal Liga Champions, belum ada yang memandang Atletico Madrid. Ketika itu masih ada tiga nama besar, yakni Bayern Muenchen, Barcelona, dan Real Madrid.

Namun begitu menyingkirkan Barcelona dengan agregat 2-1, lalu Chelsea dengan agregat 3-1, semua orang pun melihat peluang Atletico mencetak sejarah menjadi juara Liga Champions untuk pertama kalinya. Di final, Atletico bersama Real Madrid telah membuat sejarah sendiri sebagai derby Madrid pertama di final Liga Champions.

Dibalik kesuksesan Atletico Madrid, orang pun melihat sosok di belakangnya, yakni pelatih Diego Simeone. Jika Real Madrid melaju ke final dan mengejar target menjadi juara Liga Champions, publik menganggapnya wajar.

Mereka memiliki deretan pemain termahal dunia seperti Cristiano Ronaldo, Gareth Bale, Luka Modric, Angel di Maria, Sergio Ramos, Iker Casillas dan Karim Banzema. El Merengeus juga memiliki pelatih kelas dunia, yakni Carlo Ancelotti yang pernah mengantar AC Milan menjadi juara Liga Champions.

Bagaimana dengan Simeone? Pelatih berusia 44 tahun itu seolah telah menjelma menjadi seorang penyulap. Dengan dana seperlima dari Real Madrid, ia berhasil mengubah Atletico Madrid sebagai raksasa baru Spanyol. Ia tak punya pemain mahal namun berhasil menciptakan pemain hebat seperti striker Diego Costa, kiper pinjaman Thibout Courtes, dan gelandang kreatif Koke.

Dari tangan dinginnya, Atletico bukan hanya berpeluang meraih juara Liga Champions, tapi gelar La Liga. ‘’Diego Simeone adalah Special One baru,’’ tulis mantan pemain Bayern Muenchen, Bixente Lizarazu melalui akun twitternya.

Dan Special One Jose Mourinho pun mengakui bahwa Diego Simeone kini merupakan manajer (pelatih) sepak bola terbaik dunia.

“Kadang-kadang di final Liga Champions tak ada lagi tim terbaik dan tim terburuk. Tapi tahun ini Real Madrid memang lebih baik dari Bayern dan Atletico finalis terbaik lainnya.” ungkap mantan pelatih Real Madrid itu.

“Dan saya kira ia (Simeone) tengah menjejaki karier terbaiknya sebagai manajer,” imbuh Mourinho.

Di tempat terpisah, Simeone merasa tersanjung dengan pujian Mourinho. ” Apakah yang telah Mourinho katakana akan selalu aku kenang karena itu pujian sangat indah,” ucap Simeona.

****

diego

Diego Simeone (kiri) saat menjadi pemain di sebelah Fernando Torres yang kini menjadi striker Chelsea.

Simeone bukan nama asing di Atletico Madrid. Gelandang bertahan menjadi pemain di Atletico Madrid musim 1994-1997. Ia kembali ke Vicente Calderon sebagai manajer pada tanggal 23 Desember 2011 menggantikan Gregorio Manzano.

Simeone mengakhiri karier sepakbolanya di Racing Club, Argentina, 17 Februari 2006. Namun setelah berhenti ia langsung menjadi manajer di klub tersebut. Ketika kepemilikan klub berpindah tangan, Simeone pun meninggalkan Racing pada Mei 2006.

Tak lama kemudian ia langsung disambut Estudiantes dan langsung memberinya gelar pertama setelah 23 tahun. Tak tanggung-tanggung di final Liga Argentina, Estudiantes mengalahkan Boca Juniors 2-1 pada 13 Desember 2006. Saat itu juga, Simeone pun terpilih menjadi manajer terbaik di liga Argentina.

Mantan pemain timmas Argentina Roberto Perfumo menyebut Simeone dilahirkan sebagai manajer. Ia memprediksi karier sebagai manajer akan meroket dibanding sebagai pemain.

Di tahun berikutnya, pujian itu agak meleset. Estudiantes melorot dan terpaksa harus menyudahi posisi Simeone sebagai manajer. Lalu raksasa Argentina lainnya, River Plate segera memberikan kursi kepelatihan kepada Simeone menggantikan pelatih legendaries, Daniel Passarella.

Dua tahun bersama River Plate, Simeone masih diburu klub-klub Argentina. San Lorenzo menjadi klub Argentina terakhir yang merasakan sentuhan Simeone.

Setelah itu, ia terbang ke Sisilia untuk bergabung klub Serie A , Catania. Ia membantu klub tersebut terhindar dari degradasi. Dan tahun berikutnya, ia tertarik dengan tawaran Atletico Madrid dan pilihannya tak meleset.

Hanya butuh waktu setahun ia sukses mengantar Atletico Madrid menjadi juara Liga Eropa dengan mengalahkan sesama klub Spanyol, Atletico Madrid dengan skor 3-0 pada 9 Mei 2012.

Pada Piala Super UEFA, Simeone membuat kejutan dengan mengalahkan juara Liga Champions, Chelsea dengan skor telak 4-1. Pada tanggal 17 Mei 2013, Simeone tak kalah mengejutkan dengan memenangkan Copa del Rey mengalahkan raksasa Spanyol Real Madrid 2-1.

Musim ini karier kepelatihan Simeona kian berkibar. Ia berpeluang memenangkan dua gelar bergengsi yakni La Liga dan Liga Champions. Ramalan bahwa ia dilahirkan sebagai manajer pun terbukti. Klub raksasa Eropa pasti akan berebut untuk menjadikannya sebagai manajer dengan bayaran termahal.

Simoene kini harus bersiap bertemu Real Madrid yang menyingkirkannya di ajang yang sama Copa Del Rey musim ini. Namun ketika ditanya soal itu, inilah jawaban Simeone. “

Bagaimana kita mengalahkan Real? Aku belum mau berpikir kearah itu, Aku sedang berpikir tentang Levante sekarang,” ucapnya.

Levante adalah klub yang akan dihadapi Atletico Madrid, pekan ini. Kemenangan melawan Levante melebarkan peluang menjadi juara Liga Spanyol 2013-2014.

 DIEGO SIMEONE
Nama lengkap: Diego Pablo Simeone
Tanggal lahir: 28 April 1970 (age 44)
Tempat Lahir: Buenos Aires, Argentina
Tinggi badan: 1,77 cm
Posisi bermain: Defensive midfielder

SEBAGAI PEMAIN
KARIER PROFESIONAL
1987–1990 Vélez Sársfield 76 (14)
1990–1992 Pisa 55 (6)
1992–1994 Sevilla 64 (12)
1994–1997 Atlético Madrid 98 (21)
1997–1999 Internazionale 57 (11)
1999–2003 Lazio 90 (15)
2003–2005 Atlético Madrid 36 (2)
2005–2006 Racing 37 (3)
KARIER DI TIMNAS
1989 Argentina U20 4 (1)
1988–2002 Argentina 106 (11)
1996 Argentina Olympic 6 (1)
SEBAGAI MANAJER
2006 Racing
2006–2007 Estudiantes
2008 River Plate
2009–2010 San Lorenzo
2011 Catania
2011 Racing
2011–2014 Atlético Madrid
PERJALANAN ATLETICO MADRID
BABAK PENYISIHAN
18 September 2013 Atlético Madrid Spain 3 – 1 Russia Zenit Saint Petersburg
2 1 October 2013 Porto Portugal 1 – 2 Spain Atlético Madrid
3 22 October 2013 Austria Wien Austria 0 – 3 Spain Atlético Madrid
4 6 November 2013 Atlético Madrid Spain 4 – 0 Austria Austria Wien
5 26 November 2013 Zenit Saint Petersburg Russia 1 – 1 Spain Atlético Madrid
6 11 December 2013 Atlético Madrid Spain 2 – 0 Portugal Porto
BABAK 16 BESAR
First leg 19 February 2014 Milan Italy 0 – 1 Spain Atlético Madrid
Second leg 11 March 2014 Atlético Madrid Spain 4 – 1 Italy Milan
BABAK DELAPAN BESAR
First leg 1 April 2014 Barcelona Spain 1 – 1 Spain Atlético Madrid
Second leg 9 April 2014 Atlético Madrid Spain 1 – 0 Spain Barcelona
BABAK SEMIFINAL
First leg 22 April 2014 Atlético Madrid Spain 0 – 0 England Chelsea
Second leg 30 April 2014 Chelsea England 1 – 3 Spain Atlético Madrid

 

PREDIKSI JUARA LIGA CHAMPIONS
                                             BET365                 SKYBET                LADBROKES
Real Madrid                     1,57                           1,62                                1,61
Atletico Madrid             2,38                            2,25                                 2,30
PREDIKSI JUARA LA LIGA
                                                BET365                     SKYBET               LADBROKES
Atletico Madrid                     1,3                                 1,29                              1,29
Real Madrid                            4,5                                  4,5                               4,33
Barcelona                                 10                                   11                                   11

 

Eva Carneiro Ternyata Jago Nendang Bola

Peter

Eva Carneiro saat mendampingi kiper Peter Cehc dan melawati pelatih Jose Mourinho

Orang Chelsea yang paling senang sekaligus bingung apabila Chelsea melaju ke final adalah Eva Carneiro. Dokter utama Chelsea itu dikenal sebagai pecinta Real Madrid. Ia pasti akan kesulitan apakah akan membela Chelsea atau Madrid.

Pada leg pertama Eva Carneiro menjadi trending topic selama 45 menit di twitter. Ini karena ia muncul saat Petr Cech mengalami cedera. Setelah mengobrol sejenak dengan kiper asal Republik Ceko itu, lalu diteruskan diskusi dengan Jonas Eriksson, wasit asal Swedia yang memimpin laga, ia pun mendampinginya keluar lapangan. Cech selanjutnya digantikan Mark Schwarzer.

Perbedaan tinggi Chech dengan Carneiro tak mempengaruhi pesonanya. Apalagi wanita cantik dan gesit itu diketahui sebagai pecinta Real Madrid. Berbagai sisi tentang Carneiro pun kemudian di kupas.

Carniero lahir di Gibraltas. Ayahnya asli Spanyol sementara sang ibu Inggris. Ia belajar ilmu kedokteran di Universitas Nothingham sebelum bekerja sebagai ahli bedah di Highland. Dia kemudian melanjutkan studi ke Astralia sebelum mengambil gelar MSc di London dan mengambil tesis di West Ham.

Perkenalan dengan dunia olahraga dimulai ketika bekerja di British Olympic Medical Institute dan membantu atlet-atlet Inggris yang berlaga di Olimpade Beijing, khususnya tim sepak bola wanita.

Ia kemudian bergabung dengan Chelsea tahun 2009 sebagai dokter tim cadangan. Pelatih Chelsea saat itu Andre Villas-Boas kemudian menarik Carniero menjadi dokter di tim inti Chelsea.

“Saya mulai tertarik sepak bola saat berlibur ke Meksiko. Saya kemudian melihat laga Meksiko melawan Brasil di Piala Dunia 1998 di Perancis,” kata dokter yang menyukai banyak hobi seperti balet dan berkuda , salsa, surfing, dan traveling itu.

Chelsea kini dinilai beruntung memiliki Eva Carneiro. Ia terlihat cerdas, lucu, celatan, dan humble (menyatu). Setiap Chelsea tampil, kemunculannya kadang dinantikan. Dan ia pasti muncul saat ada pemain Chelsea cedera.

Kini menjelang leg kedua Chelsea melawan Atletico Madrid, nama Eva Carneiro kembali disebut-sebut dan kembali meramaikan jagat media sosial. Bahkan muncul vido kepiawaiannya menendang bola.Di luar kotak penalti, Carneiro menendang bola dan masuk di sisi kanan gawang yang dijaga oleh seorang kiper, entah siapa.

Video tersebut sebenarnya sudah ada yang mengunggah di youtube 11 Desember 2013, namun kembali populer sejalan dengan meningkatnya peluang Chelsea di Liga Champions.

Saat ditanya Daily Mail, bagaimana jika Chelsea bertemu Real Madrid? Eva Carneiro mengatakan ia pasti bingung menentukan pilihan.

Baca Juga:

Mourinho Takkan Terapkan Taktik Parkir Bus

 

Siaran Langsung SCTV
Chelsea vs Atletico Madrid
Kamis (1/5) pukul 01.45
Stadion Stamford Bridge
Asian Handicap 0:1/4

—————-

Kalau mau lebih jelas, besarnya saja videonya di sisi kanan bawah

 

Mourinho Takkan Terapkan Taktik “Parkir Bus”

bus

Ilustrasi pelatih Jose Mouringo sedang menyiapkan bus (twitter @infobolaholic)

Chelsea berharap pengalaman lebih banyak di Liga Champions akan menjadi modal mengalahkan Atletico Madrid di leg kedua kompetisi paling bergengsi yang digelar di Stamford Bridge, Kamis (1/4) dini hari ini.

Tidak seperti Atletico Madrid yang baru pertama kali menginjakkan kaki di semifinal Liga Champions, setelah selama 40 tahun, The Blues telah mencapai tahap ini enam kali di era Roman Abramovich . Dengan pengalaman seorang Jose Mourinho, Chelsea pun diharapkan bisa mencapai final untuk menantang raksasa Spanyol, Real Madrid yang lolos ke final duluan setelah menyingkirkan juara bertahan Bayern Muenchen.

Hanya saja yang menjadi pertanyaan, apakah Chelsea akan menggunakan taktik parkir bus seperti pertemuan leg pertama yang berakhir 0-0 ataukah kebalikannya. Saat menyingkirkan Paris St Germain di babak perempatfinal, Chelsea tak lagi menerapkan taktik itu dan menang 2-0 sehingga lolos ke semifinal meski kalah 1-3 di leg pertama.

Atletico

Statistik Chelsea saat menahan Atletico Madrid di leg pertama (parkir bus?)

Mou

Statistik saat berhasil mengalahkan PSG 2-0. (nothing to loose?)

soccerway

Formasi Chelsea saat mengalahkan PSG 2-0. Akan diulang lawan Atletico? (soccerway)

Secara matematis taktik parkir bus cenderung akan merugikan Chelsea. Ini karena mereka harus memetik gol lebih dulu untuk mengamankan tiket ke final. Bertahan habis-habisan seraya mengandalkan serangan balik sangat riskan karena pertahanan Atletico Madrid tercatat paling tangguh di La Liga.

Apalagi jika Atletico Madrid bikin gol lebih dulu. Artinya, Chelsea harus mencetak dua gol agar lolos ke final. Sebab skor 1-1 hanya membuat tim tamu yang lolos karena menang gol tandang. Itu artinya permainan menyerang harus dipraktikan Mourinho sejak awal. Kembalinya Eden Hazard dan Oscar menjadi modal untuk mempraktikan itu strategi itu.

Kedua gelandang kreatif itu tak bisa dimainkan Mourinho pada leg pertama. Itupula alasannya menerapkan sepakbola negatif.

Mourinho sendiri tak menyebutkan ia akan menurunkan strategi seperti apa. Ia hanya menyebut Atletico Madrid sebagai salah satu tim terbaik Eropa saat ini. “Mereka tim yang bagus baik dalam bertahan maupun menyerang,” ucapnya.

Menurut Mourinho, meski tuan rumah, ia menyebut kedua tim kini memiliki peluang yang sama setelah hasil imbang 0-0 di Vicente Calderon. Ini berbeda saat Chelsea berhadapan dengan Paris Saint-Germain (PSG).

“Menghadapi PSG kami dalam posisi nothing to lose dan tidak ada yang menyangka kami membalikkan keadaan. Ini sekarang berbeda,” tegas Mourinho.

Bisa jadi Mourinho pun akan menggunakan praktik kombinasi. Yakni menyerang habis-habisan sejak awal, lalu mempraktikan taktik parkis busnya setelah mencetak gol. Namun jika kebobolan lebih dulu, taktik parkir bus akan dilupakan Chelsea.

“Saya yakin mereka akan bermain habis-habisan (tak mungkin bertahan). Dan itu akan menyulitkan kami,” kata striker Atletico Madrid, Diego Costa.

Siaran Langsung SCTV
Chelsea vs Atletico Madrid
Kamis (1/5) pukul 01.45
Stadion Stamford Bridge
Asian Handicap 0:1/4

 

PRAKIRAAN FORMASI
CHELSEA (4-2-3-1): Mark Schwarzer; César Azpilicueta, John Terry, Gary Cahill, Branislav Ivanović; David Luiz, Ramires; Eden Hazard, Oscar, Willian; Samuel Eto’o.
ATLETICO MADRID (4-4-2): Thibaut Courtois; Filipe Luis, Diego Godín, Miranda, Juanfran; Koke, Mario Suárez, Tiago, Raúl García; Diego, Diego Costa.

 

TIGA PERTEMUAN PERTEMUAN TERAKHIR
APRIL 2014: Atletico Madrid 0 Chelsea 0, Liga Champions
AGUSTUS 2012: Chelsea 1 ( Cahill ) Atletico Madrid 4 ( Falcao 3, Miranda), Super Cup
NOPEMBER 2009: Atletico Madrid 2 ( Aguero 2 ) Chelsea 2 ( Drogba 2 ), Liga Champions

Sergio Ramos dari Pecundang Jadi Pahlawan: Nilai 10!

Ramos

Sergio Ramos selebrasi usai mencetak gol ke gawang Bayern Muenchen

Bek Sergio Ramos tampil gemilang saat mencetak dua gol dari empat gol tanpa balas ke gawang Bayern Muenchen di Stadion Allianz Arena, Rabu (30/4) malam.

Pemain berusia 28 tahun itu pun seperti bermetaformosa dari seorang pecundang, dua tahun lalu menjadi pahlawan, malam itu. “Ini adalah mimpi menjadi kenyataan. Saya tak pernah bermain di final Liga Champions, dan sekarang akhirnya kesampaian,” kata Ramos, usai pertandingan.

Ia pun mengaku berutang di Liga Champions. Utang itu berupa kegagalan mencetak gol dalam adu penalti di babak semifinal Liga Champions tahun 2012.

Ketika itu di leg pertama, Real Madrid yang ditangani Jose Mourinho menang 2-1. Muenchen membelasanya dengan skor sama sehingga terjadi adu penalti.

Eksekusi pertama Madrid yang diambil Ronaldo dan gagal. Itu merupakan kegagalan pertama CR7 dari 25 tugas ekskusi penalty yang selalu berhasil.

Kegugupan langsung menyergap skuat Madrid sehingga eksekusi berikutnya yang diambil Kaka dapat dipatahkan juga oleh Neuer. Casillas sempat menghidupkan peluang Madrid dengan menepis eksekusi Toni Kroos dan Philip Lahm. Namun, harapan Los Merengues sirna begitu tendangan Sergio Ramos melayang ke atas mistar.

Pada eksekusi penentuan, Bastian Schweinsteiger berhasil menjalankan tugasnya. Malam itu pun Ramos memperoleh penilaian terburuk dan menjadi pecundang.

sergio

Penilaian Editor dan Pembaca Goal.com. Ramos terburuk pada semifinal tahun 2012

Sebelumnya, saat pertama tampil di Liga Champions, Ramos juga menjadi pecundang karena melakukan kesalahan lawan Bayern Muenchen. Kala itu Madrid jumpa Bayern di babak 16 besar Liga Champions musim 2006/2007.

Madrid datang ke markas Munchen dengan membawa keunggulan 3-2 yang didapat di leg pertama. Namun tim tamu sudah kebobolan saat pertandingan baru berjalan 20 detik setelah Roy Makaay menjebol gawang Iker Casillas. Lucio kemudian menggandakan keunggulan Munchen lewat golnya di babak kedua.

Tujuh menit terakhir pertandingan jadi drama untuk Madrid. Los Blancos yang kala itu ditangani Fabio Capello bisa memperkecil ketertinggalan lewat sepakan Ruud van Nistelrooy dari titik putih. Madrid akhirnya mencetak gol keduanya lewat sepakan voli Ramos. Tapi, gol bek internasional Spanyol itu dianulir wasit karena dianggap lebih dulu melakukan handball. Madrid pun tersingkir.

Karena itu, Ramos sempat menganggap Allianz Arena sebagai horor. Apalagi dalam 10 pertemuan, Madrid hanya berhasil menahan imbang 1-1 dan sisanya kalah. Namun trauma itu terbayar sudah. Ramos sendiri mungkin tak menduga bisa menjadi man of the match dalam laga itu. Situs bleacherreport.com bahkan memberinya nilai 10 atau nilai sempurna. Sedang Ronaldo dapat nilai 9.

Sergio

Nilai Sergio Ramos 10. Hebat Euy!

Sejak pertandingan bergulir, Munchen langsung menekan. Tetapi tim tamu rupanya telah belajar dari pengalaman leg pertama. Mereka tak tinggal diam dan melakukan serangan yang tak kalah berbahaya.

Dan dalam tempo 4 menit, yakni menit 16 hingga menit 20, Ramos muncul sebagai pencetak gol tak terduga. Keduanya dicetak Ramos dengan sundulan kepala, memanfaatkan umpan tendangan penjuru dan tendangan bebas. Dua gol lainnya dicetak pemain terbaik dunia musim lalu Cristiano Ronaldo.

Dua gol tersebut menjadikan CR7 sebagai pemain pertama yang bisa mencetak 16 gol dalam satu musim Liga Champios. Rekor terbanyak sebelumnya, 14 gol dibukukan Altafini dari AC Milan musim 1962/1963, Ruud van Nistelrooy dari Manchester United musim 2002/2003, dan Lionel Messi dari Barcelona musim 2011 / 1012.

“Mencetak gol merupakan bonus, namun hal yang terpenting adalah kamibisa mencapai final dan berpeluang meraih gelar ke sepuluh (la decimal),’’ ujar Ramos.

Real

Statistik live Bayern vs Real Madrid (bbc co.uk)

 

SERGIO RAMOS GARCIA
* 30 Maret 1986 (28 tahun)
* di Camas, Spanyol
* Posisi bek tengah
* Tinggi badan 183 cm
KARIER PROFESIONAL
2003–2004 Sevilla B 26 (2)
2004–2005 Sevilla 39 (2)
2005–2014 Real Madrid 283 (34)
KARIER DI TIMNAS
2002 Spanyol U17 1 (0)
2004 Spanyol U19 6 (0)
2004 Spanyol U21 6 (0)
2005 Spanyol senior 115 (9)

 

Tradisi Baru Transisi Presiden Indonesia

Mesranya pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Jokowi di Bali (Rumbagpres)

Mesranya pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Jokowi di Bali (Rumbagpres)

Setelah hiruk-pikuk pilpres dilalui, kini Indonesia memasuki babak baru yang agak menyejukan. Yakni proses transisi pemerintahan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Jokowi.
Hiruk pikuk Pilpres hampir tiga bulan berakhir pada penolakan semua gugatan Prabowo Subianto-Hatta Radjasa oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Hasil keputusan MK adalah final dan Jokowi-Jusu Kalla sah menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia ketujuh.
Tak seperti biasanya, proses peralihan kepemimpinan dari SBY ke Jokowi dilalui dengan proses yang menyenangkan. Meski dalam proses itu mungkin akan ada bom waktu beruma rencana kenaikan harga BBM oleh Jokowi, namun peralihan itu tak terjadi pada perioden sebelumnya. Tak pernah ada model pertemuan transisi seperti dilakukan SBY dan Jokowi.
Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Prof Nanat Fatah Natsir pun menilai pertemuan SBY dengan presiden terpilih Joko Widodo sebagai hal positif yang bisa menjadi tradisi dalam demokrasi Indonesia.
“Pertemuan antara presiden dengan presiden terpilih harus diteruskan ke depan. Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya. Indonesia bisa menjadi model bagi negara lain,” kata Nanat Fatah Natsir, seperti dikutip Antara, Kamis ( 28/8).
Mantan rektor UIN Bandung itu berharap pelantikan Jokowi sebagai presiden pada Oktober juga bisa dihadiri oleh seluruh mantan presiden. Hal itu akan semakin mengukuhkan Indonesia sebagai negara yang demokratis.
Apalagi, Indonesia sudah mendapat banyak pujian dari luar negeri atas penyelenggaraan Pemilu 2014 yang berlangsung demokratis dan lancar. Pergantian pimpinan nasional bisa dilaksanakan tanpa ada kejadian yang berarti.
“Berbeda dengan negara lain yang untuk berganti dari presiden satu ke yang lain harus ada korban. Pemilu di Indonesia berjalan lancar tanpa ada korban,” tuturnya.
Menurut Nanat, penyelenggaraan pemilu yang lancar juga tidak lepas dari peran Yudhoyono dalam mengawal jalannya pemilu. Sebagai presiden yang menjabat selama dua periode, kata Nanat, Yudhoyono patut mendapat apresiasi.
Jokowi sendiri mengapresiasi langkah SBY melakukan pertemuan empat mata soal transisi pemerintahan. Jokowi menyebut tradisi itu perlu dibangun di dalam pemerintahan.
“Ini adalah sebuah tradisi baru yang ingin kita bangun dari pemerintahan Presiden SBY kepada pemerintahan baru nantinya. Kami ingin agar ada sebuah kesinambungan dari pemerintahan sekarang ke pemerintahan yang baru,” kata Jokowi dalam konferensi pers bersama Presiden SBY.
Jokowi memaparkan, komunikasi yang pertama kalinya dilakukan pasca-putusan MK pada 21 Agustus silam itu merupakan rangkaian proses yang berkesinambungan.
“Ini adalah sebuah awal agar secepatnya kami bisa mempersiapkan, merencanakan, sehingga kesinambungan pemerintah ini bisa berjalan dengan baik dan menjadi sebuah tradisi baru di Indonesia, dari pemerintahan yang sekarang ke pemerintahan yang baru nantinya,” ujar Jokowi.
Selain itu, Jokowi juga memastikan akan membahas secara detail tentang RAPBN 2015 dengan kementerian terkait setelah SBY membuka pintu pembahasan tim transisi dengan kementerian saat ini.

MASA PERALIHAN PERIODE KEPEMIMPINAN DI INDONESIA
1967: Soekarno ke Soeharto ambil alih kekuasaan menurut Wikipedia
1998: Soeharto ke Habibie ditandai dengan reformasi, Soeharto mundur diganti Habibie
1999: Habibie ke Abdurahman Wahid: Habibie tak maju lagi, Gus Dur dipilih DPR
2001: Abdurahman Wahid ke Megawati: Naik menjadi Presiden setelah Gus Dur dipecat DPR
2004: Megawati ke SBY: Terpilih lewat pemilu langsung namun “tak tegus sapa” dengan Mega
2014: SBY ke Jokowi: Pertama kalinya ada pertemuan dua capres saat masa transisi