Gerardo Martino Terancam Bikin Cacat Sejarah Barcelona

Pecat Pelatih

Pelatih Barcelona Gerrardo Martino dan pelatih Atletico Madrid Diego Simeone dalam laga derby.

Laga El Clasico di babak Final Copa Del Rey bukan hanya pertarungan antara Barcelona dan Real Madrid, tapi pertarungan batin pelatih Barcelona Gerrardo “Tata” Martino.

Betapa tidak, musim kompetisi belum berakhir. Namun kepercayaan klub akan masa depan pelatih asal Argentina kelahiran 20 Nopember 1962 itu sudah luntur. Menang atau kalah di ajang Copa Del Rey tak lagi menjamin posisinya.

Sejumlah pelatih bahkan disebut-sebut siap menggantikannya. Mereka adalah pelatih Borussia Dormund Juergen Klopp, pelatih Atletico Madrid Diego Simeone, dan pelatih Athletico Bilbao Ernesto Valverde.

Terkikis habisnya kepercayaan klub terhadap Martino dimulai saat langkah Barcelona terhenti di babak perempatfinal Liga Champions karena dikalahkan Atletico Madrid 0-1 dan 1-1. Itu merupakan kegagalan menyakitkan dalam tujuh tahun terakhir, dimana Barcelona selalu mencapai babak empat besar.

Eh, tak lama kemudian setelah kegagalan itu, Barcelona dipermalukan Granada 0-1 dan membuat posisinya terlempar ke peringkat tiga klasemen sementara La Liga. Meski di atas kertas El Barca masih berpeluang juara, namun peluang itu dianggap tipis. Selain harus menang dalam lima laga sisa, peluang Barcelona meraih gelar La Liga sangat tergantung hasil pertandingan Real Madrid dan Atletico Madrid.

Walhasil, para bandar taruhan pun meragukan itu bisa teralisasi. Atletico diprediksi menjadi juara La Liga, Real Madrid menjadi saingan utamanya, baru Barcelona di tempat ketiga. Itupun dengan perkalian besar. Padahal sebelum dua kekalahan itu, Barcelona selalu diprediksi paling berpeluang juara meski berada di peringkat kedua klasemen La Liga.

Kembali ke final Copa Del Rey, Martino menyadari kemenangan takkan mengobati kekecewaan fans atas hasil sebelumnya. “Kompetisi ini memiliki manfaat sendiri tetapi takkan mengobati kekecewaan pada kompetisi yang lain,” kata Martino seperti dikutip situs Marca.com.

Martino, ditunjuk sebagai pelatih baru Barcelona dengan kontrak dua tahun, menggantikan Tito Vilanova yang mengundurkan diri karena sakit. Ia membawa catatan keberhasilan dalam tugasnya di Old Boys Newell, kampung halamannya. Tapi, dia hanya memiliki waktu tiga pekan untuk membiasakan diri dengan lingkungan barunya sebelum awal musim La Liga Spanyol mulai digelar pada 17 Agustus.

Toh, Martino yang belum punya pengalaman melatih tim Eropa itu pun dianggap cepat beradaptasi. Dalam 100 hari pertamanya di Nou Camp, Barcelona belum terkalahkan.

Pada tanggal 27 September 2013, Barcelona di bawah kendali Martino mengalami kekalahan pertama oleh Ajax Amsterdam 1-2 di Liga Champions. Kekalahan itu sangat mengejutkan karena tuan rumah bermain dengan sepuluh orang. Dan empat hari kemudian, Martino pun mengalami kekalahan pertama di La Liga oleh Athletic Bilbao 0-1.

Sepintas tak ada kritik terhadap Martino atas dua kekalahan awal itu. Antara lain karena Barcelona tampil tanpa Lionel Messi yang cedera. El Barca juga tak bisa menurunkan Victor Valdes melainkan kiper gaek Jose Manuel Pinto yang sudah berusia 38 tahun. Dua kekalahan Barca terbaru oleh Atletico Madrid dan Granada salah satunya juga karena krisis penjaga gawang dimana Pinto terlihat lebih lamban dibanding Valdes.

Namun beberapa hari setelah itu ketidakpuasan terhadap pelatih Barcelona mulai muncul. Martino mulai dianggap memaksakan strategi baru yang tak cocok dengan gaya Barcelona. Martino dianggap mulai meninggalkan gaya permainan tiki-taka, yakni menguasai bola sebanyak-banyaknya. Ia dianggap terlalu berorientasi pada hasil dibanding sepakbola menghibur.

Martino pun akibatnya merasa tertekan. Ia curhat kepada seorang kawannya, wartawan Argentina bernama Fabio Godoy bahwa ia mungkin akan meninggalkan klub musim depan karena tak tahan menghadapi tekanan itu.

“Ia (Martino) merasa tidak senang. Ia memang memiliki skuad yang fantastis berisikan pemain-pemain bintang, namun ia tidak punya kuasa sepenuhnya dalam sesi latihan, dan juga metodologi permainan. Ia adalah tipe pelatih yang suka melatih dengan cara yang berbeda dan yang ia tidak suka dengan apa yang ia lakukan saat ini di Barca” ungkap Godoy.

Namun dalam temuan terbaru versi Marca, Martino memang dianggap gagal memaksimalkan skuad terbaik Barcelona. Kegagalan itu bahkan sudah terlihat sejak latihan dan di ruang ganti. Misalnya usul perubahan metode kepelatihan kepar diabaikan Martino. Ibaratnya mantan pelatih Paraguay itu sudah meninggalkan pena dan kertas dan menggantikannya dengan tablet (gadget).

Pertentangan metode kepelatihan juga terjadi pada pelatih kebugaran. Jika musim sebelumnya latihan kebugaran telah disesuaikan dengan masing-masing individu , sekarang setiap pemain harus melakukan latihan kebugaran yang sama . Hasilnya intesitas berlatih pemain di era Martino dianggap kurang dari sebelumnya, dan itu dituding sebagai penyebab kekalahan Barcelona selama ini.

Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti bisa memahami posisi Martino di Barcelona. Ancelotti mengatakan, tugasnya menggantikan Jose Mourinho tidak seberat pekerjaan Martino yang harus melatih sebuah tim dengan gaya permainan yang sangat khas.

Melawan Real Madrid di Copa Del Rey, Martino diuntungkan karena klub asal Ibu Kota Spanyol itu tak diperkuat mega bintangnya, Cristiano Ronaldo. Plus kemenangan dalam dua el clasico di La Liga, membuat Barcelona sedikit lebih diunggulkan bisa memenangkan laga tersebut.

Kemenangan tentu akan menjadi hadiah hiburan bagi Martino. Tapi jika kalah lagi, Barcelona terancam tanpa gelar dan itu akan menjadi cacat sejarah tak terlupakan. Barcelona terakhir mengalami situasi pahit itu musim kompetisi 2007-2008. Ketika itu langkah Barca terhenti di babak final Liga Champions dikalahkan Manchester United, sedang di La Liga berada diperingkat tiga di bawah Villareal dan Real Madrid.

Musim itu pun berakhir dengan pemecatan pelatih Frank Rijkaard. Martino dipastikan akan mengalami nasib serupa seperti Rijkaard, namun ia tak mau meninggalkannya tanpa gelar. Mampukah ia melakukannya?

Live RCTI
Final Copa Del Rey
Barcelona vs Real Madrid
Kamis (17/4) pukul 02.30
Stadion Mestalla
Wasit Antonio M Lahoz
Asian Handicap 0:0

PRAKIRAAN PEMAIN:
Real Madrid (4-3-3): Casillas; Carvajal, Ramos, Pepe, Coentrao; Modric, Alonso, Illarra; Di Maria, Benzema, Bale
Barcelona (4-3-3): Pinto; Alves, Mascherano, Bartra, Alba; Busquets, Xavi, Iniesta; Neymar, Messi, Sanchez

PROSENTASE PELUANG (Betbrain)
Barcelona menang 40 persen
Real Madrid menang 34 persen
Hasil imbang 26 persen.

LIMA KEKALAHAN BARCELONA DI LA LIGA
12-04-14 Granada 1 – 0 Barcelona 0
08-03-14 Real Valladolid 1 – 0 Barcelona 0
22-02-14 Real Sociedad 3 – 1 Barcelona 0
01-02-14 Barcelona 2 – 3 Valencia 0
01-12-13 Athletic Club 1 – 0 Barcelona 0

DAFTAR TROFI BARCELONA

UEFA Champions League[156]
Winners (4): 1991–92, 2005–06, 2008–09, 2010–11
Runners-up (3): 1960–61, 1985–86, 1993–94
La Liga[151]
Winners (22): 1928–1929, 1944–45, 1947–48, 1948–49, 1951–52, 1952–53, 1958–59, 1959–60, 1973–74, 1984–85, 1990–91, 1991–92, 1992–93, 1993–94, 1997–98, 1998–99, 2004–05, 2005–06, 2008–09, 2009–10, 2010–11, 2012–13
Runners-up (23): 1929–30, 1945–46, 1953–54, 1954–55, 1955–56, 1961–62, 1963–64, 1966–67, 1967–68, 1970–71, 1972–73, 1975–76, 1976–77, 1977–78, 1981–82, 1985–86, 1986–87, 1988–89, 1996–97, 1999–00, 2003–04, 2006–07, 2011–12
Copa del Rey[152]
Winners (26) (record): 1909–10, 1911–12, 1912–13, 1919–20, 1921–22, 1924–25, 1925–26, 1927–28, 1941–42, 1950–51, 1951–52, 1952–53, 1956–57, 1958–59, 1962–63, 1967–68, 1970–71, 1977–78, 1980–81, 1982–83, 1987–88, 1989–90, 1996–97, 1997–98, 2008–09, 2011–12
Runners-up (10): 1901–02, 1918–19, 1931–32, 1935–36, 1953–54, 1973–74, 1983–84, 1985–86, 1995–96, 2010–11
BIO DATA Gerardo Daniel Martino
Tanggal Lahir 20 November 1962 (age 51)
Tempat Lahir Rosario, Argentina
Tinggi badan 1.75 m (5 ft 9 in)
Posisi bermain Gelandang serang
Klub saat ini Barcelona (manager)
KARIR SEBAGAI PEMAIN
Youth career
1972–1980 Newell’s Old Boys
Senior career*
1980–1990 Newell’s Old Boys 392 (35)
1991 Tenerife 15 (1)
1991–1994 Newell’s Old Boys 81 (2)
1994–1995 Lanús 30 (3)
1996 Newell’s Old Boys 15 (0)
1996 Barcelona SC 5 (0)
1997 O’Higgins 0 (0)
TIM NASIONAL
1981 Argentina U20 2 (0)
1991 Argentina 1 (0)

KARIR KEPELATIHAN
1998 Brown de Arrecifes
1999 Platense
2000 Instituto
2002–2003 Libertad
2003–2004 Cerro Porteño
2005 Colón
2005–2006 Libertad
2006–2011 Paraguay
2012–2013 Newell’s Old Boys
2013– Barcelona

Aher Cawapres 2014; Optimis dan Realistis

Gubernur Jabar

Gubernur Jabar dalam sebuah acara. Tampak merakuat (foto kaskus.co.id)

Membaca Aher, panggilan akrab Ahmad Heryawan, adalah membaca kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang optimis sekaligus realistis. Gubernur Jabar itu seolah melangkah lebih maju dari langkah PKS yang cenderung berhati-hati dalam soal pencapresan.

Sejak Februari 2014, PKS telah menetapkan ketiga petingginya untuk dijadikan sebagaai capres. Yakni Presiden PKS Anis Matta, mantan Presiden PKS Hidayat Nur Wahid, dan Aher yang saat ini juga menjabat Anggota Dewan Syuro PKS. Mereka terpilih dari 22 nama bakal calon presiden RI yang disaring PKS.

Meski belum mengerucut kepada satu nama, Aher langsung bergerak cepat. Ia pun boleh jadi lebih mendominasi pemberitaan sebagai capres PKS dibanding Anis Matta, dan Nur Wahid. Aher bahkan telah mendeklarasikan sebagai Capres sejak 14 Maret 2014.

Ketua DPW PKS Jawa Barat Tate Qomarudin mengklaim bahwa sudah ada delapan provinsi yang menyatakan dukungannya kepada Aher sebagai capres. Dukungan itu tersebar di wilayah Sumatera Barat, Maluku, Lampung dan lainnya. Aher sendiri mengaku mendapat dukungan 80 persen suara.

Namun klaim-klaim tersebut dianggap tak cukup mengangkat nama Aher untuk posisi Capres. Popularitasnya kurang. Pernah dalam satu acara, warga yang tinggal di Depok tak tahu nama Gubernur Jabar. Bahkan ada yang menyebut Gubernur Jabar adalah Jokowi.

Jangankan dengan Jokowi berdasarkan hasil survei Lembaga Studi Informasi dan Demokrasi (eLSiD) yang dilakukan 14-16 Maret 2014 lalu, sosok Aher masih kalah dengan tokoh muda Jabar lainnya yakni Jumhur Hidayat. Jumhur baru saja dipecat sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) karena menyebrang ke PDIP dari Partai Demokrat.

Namun hasil survei dan fakta di lapangan itu tak menyurutkan Aher untuk tetap maju sebagai Capres. Hanya saja ia kemudian realistis dengan perolehan suara PKS di pemilu legislatif, sehingga ia pun menurunkan tawarannya dari capres menjadi cawapres. Aher yang semula menolak menjadi pendamping Jokowi sebagai capres mengklaim ditawari kubu Jokowi mejadi cawapres.

“Memang banyak yang bilang kepada saya bahwa Jokowi-Aher merupakan pasangan ideal untuk memimpin bangsa ini karena memiliki kriteria sesuai keinginan rakyat,” katanya di sela-sela deklarasi pencalonan dirinya sebagai Presiden RI di Warung Sate Mamat, Sukabumi, 31 Maret lalu.

Karena koalisi dengan PDIP dianggap tak sesuai dengan kecenderungan sikap partai, ia kemudian menawarkan diri jabatan cawapres kepada Prabowo Subianto dari Partai Gerindra, tentu saja melalui mekanisme partai.

Namun langkah itu tak mudah, karena Gerindra juga akan melakukan koalisi dengan PAN, Demokrat, dan kemungkinan PKB. Perolehan suara, ketiga partai itu lebih besar dari PKS menurut hitungan cepat, sehingga tak mungkin rela memberikan kursi cawapres untuk PKS.

Karena itu jika akhirnya PKS gagal memperoleh posisi cawapres, mereka akan bersikap lebih realistis lagi, yakni menerima tawaran koalisi tanpa cawapres atau memilih opisisi alias tak berkoalisi dengan partai manapun.
Tampaknya dua opsi terakhir yang paling realitis bagi PKS.

“Dan sebagai prajurit saya siap” kata Aher. Toh, tak jadi cawapres, Aher takkan kehilangan apa pun. Sebab ia masih tetap menjadi Gubernur Jawa Barat hingga 2018 mendatang.

 

 

 

 

 

Rhoma Ngotot Capres? Kasihan Deh Kamu…

Twitter

Twitter Rhoma jadi capres

Tadinya saya mengasihani raja dangdut Rhoma Irama yang kepedean (terlalu percaya diri) menjadi capres PKB. Janji ketua umum PKB Muhaimin Iskandar selalu menjadi pegangannya: bahwa PKB tetap menjadikannya sebagai capres.

Saking pedenya jadi capres PKB, pedangdut berusia 67 tahun itu menyatakan akan menolak tegas posisi cawapres dari kubu Joko Widodo. Ia tak peduli posisi Jokowi dan PDIP yang mengusungnya, sedang berada di atas angin. “Saya setia dengan PKB, sampai detik ini harus tetap setia,” kata Rhoma kepada wartawan di kediamannya, Senin (14/4).

Maka ketika ia diminta menjajaki koalisi untuk mencapai posisi itu oleh PKB, Rhoma pun nurut saja. Rhoma mengaku sudah bertemu kedua petinggi partai Islam yakni Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa dan anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Suswono. Dua petinggi partai Islam yang akan ditemui Rhoma adalah Ketua Fraksi PKS di DPR RI, Hidayat Nur Wahid dan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma Ali.

Menurut Rhoma, koalisi partai-partai itu penting untuk membuktikan kekuatan Islam di Indonesia. Sebelumnya, banyak pengamat dan pakar politik memprediksi partai-partai Islam susah lolos ambang batas parlemen. Buktinya partai-partai Islam itu bisa mencapai raihan suara hingga 30 persen lebih. Nah, jika mereka bersatu bisa mengajukan capres sendiri. Rhoma menjadi salah satu diantara pilihan itu.

Jika ketagori orang paling malang di dunia adalah orang yang tak tahu kalau ia tak tahu. Saya pun merasa Rhoma sudah mulai masuk kategori ini. Kategori yang dengan demikian perlu dikasihani.

Ngotot menjadi capres PKB, misalnya, benar-benar seperti sebuah fiksi. Sebab ia harus bersaing dengan Mahfud MD dan Jusuf Kalla yang juga menjadi maskot PKB untuk posisi capres. Lebih dari itu, dengan raihan suara PKB yang hanya sekitar 9 persen dan berada di possi kelima, jatah untuk PKB pun paling tinggi hanya cawapres. Dan posisi cawapres ternyata bukan untuk Rhoma Irama.

Memang peluang PKB mengajukan seorang capres masih terbuka dengan asumsi partai Islam bersatu dan mau melakukan koalisi. Tapi partai Islam mana yang mau berkoalisi dengan syarat Rhoma Irama menjadi capres atau cawapres? Bahkan di PKB sendiri Rhoma diragukan karena kalangan NU, misalnya, lebih cenderung memilih Mahfud MD yang menjadi simbol capres bersih, lurus, dan berani.

Di dunia musik dangdut, semua orang percaya bahwa Rhoma memang raja. Tapi capres bukanlah kompetisi dangdut, melainkan kompetisi banyak hal, terutama kepintaran, jam terbang, dan visi kenegarawanan jika kelak memimpin.

Banyak orang pintar tapi belum tentu layak jadi capres. Banyak politisi dan yang punya jam terbang tinggi, tapi juga belum layak jadi capres, juga banyak orang yang mengaku punya visi paling bagus, tapi publiklah yang menentukan layak tidaknya menjadi capres. Dan publik tahu Rhoma tak layak untuk posisi ini.

Lihat saja wawancara Rhoma di Mata Najzwa edisi Januari yang sudah diunggap di youtube, ia tampak kewalahan menjawab sebagian besar pertanyaan Najwa. Ditanya soal kebijakan harga BBM, Rhoma menjawab tidak punya kapasitas untuk menjawab pertanyaan itu. Ketika dikejar bahwa pertanyaan itu memang tak menyangkut kepakaran dibidang BBM, Rhoma bilang yang penting untuk kesejahteraan rakyat banyak. Padahal harga BBM selalu dibenturkan dengan penyelamatan APBN. Membela rakyat saja dinilai tak cukup.

Tatkala menanyakan APBN sehat seperti apa? Najwa merinci pertanyaan yang dimaksud demi memudahkan Rhoma menjawabnya. Yakni posisi APBN sekarang yang 80 persen digunakan untuk belanja rutin, sedang 20 persen untuk belanja modal? Rhoma malah menjelaskan posisinya sebagai wacapres atau wacana capres alias ngeles. Pokoknya nggak nyambung.

Sering nggak nyambungnya kemampuan Rhoma dengan pekerjaan capres yang akan ia tekuni menjadi sasaran humor di dunia maya. Misal soal keuntungan jika Rhoma menjadi presiden. Maka disebutlah beberapa diantaranya,  yakni tunjangan PNS akan bertambah karena ada tunjangan isteri ke 1,2,3,4 (jumlah istri Rhoma). Rakyat Indonesia juga tak akan lagi suka begedang, karena “Begadang” tiada artinya. Negara akan aman karena sudah tidak ada lagi “adu domba”. Penduduk Indonesia akan sehat karena diwajikan untuk “Lari Pagi”

Tapi ada pula bahayanya jika Rhoma menjadi presiden, masih terkait humor itu. Sebab jika Rhoma jadi Presiden, setiap upacara bendera akan diiringi lagu Ani. ABRI menjadi kepanjangan Anak Buah Rhoma Irama. NKRI menjadi Negara Kesatuan Rhoma Irama, dan yang paling bahaya bentuk pemerintahan akan ia ganti menjadi kerajaan karena ia merasa lebih nyaman dengan sebutan Raja Rhoma Irama.

Rhoma Irama sendiri tampaknya bukan tak tahu soal humor-humor tersebut. Mungkin ia tak semuanya tahu, tapi ia sadar bahwa banyak masyarakat yang meragukannya ia bisa menjadi capres.

Kesadaran itu mestinya ia jawab dengan memperbaiki kekurangannya sebagai capres. Apalagi saat ini menjadi momentum tentang adanya Rhoma Irama Effect atas keberhasilan PKB menaikan perolehan suaranya hingga 100 persen dari sekitar 5 persen kurang menjadi 9 persen lebih. Meski sebutan itu masih diperdebatkan terkait NU Effect, atau Mahfud MD Effect.

Sayangnya kesempatan itu tampaknya tak dimanfaatkan Rhoma. Jawaban bahwa ia “lebih suka dilecehkan daripada melecehkan,” masih terus dipertahankan.

Padahal sebagai figur publik, karisma penampilan Rhoma sebetulnya tak kalah dari capres lainnya. Terutama penampilan fisik, Rhoma berhasil menunjukkan penampilan yang lebih muda dari usianya. Polesan rambutnya masih tampak hitam dan tebal, tubuhnya kekar dan berisi, Rhoma yang sudah berumur 67 tahun masih tampak berusia 50 tahunan.

Rhoma bilang, ia tak pernah mencalonkan diri, melainkan dicalonkan. Ia  juga mengaku tak pernah merasa diperalat PKB. Ia benar-benar tampil tanpa beban, termasuk tak terbebani dengan posisi sebagai capres diremehkan.

Singkat kata, sang raja dangdut pun sepertinya menikmati peran antagonisnya sebagai capres yang diremehkan.

Dengan demikian sebenarnya siapa yang perlu dikasihani? Mungkin justru orang yang mengasihani yang perlu dikasihani? Kasihan deh kamu…

 

Cak Imin Cawapres? Siapa Senang Siapa Cemas

Cak Imin

Muhaimin Iskandar dicalonkan sebagai cawapres PKB karena masih muda dan berpengalaman. Menurut Anda? (foto Rimanews)

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ‎Muhaimin Iskandar diusulkan menjadi calon wakil presiden (cawapres). Apakah kita mesti bersedih atau bergembira.

Yang sedih, bahkan mengelus dada, pasti mencap pimpinan partai berusia 47 tahun itu sebagai pengkhianat. Sebab, PKB sebelumnya telah mencalonkan tiga nama untuk posisi Capres yakni Rhoma Irama, Mahfud MD, terakhir Jusuf Kalla (JK). Ketiga nama tersebut dianggap punya peran menaikan suara PKB di Pemilu Legislatif (Pileg).

Jika pada Pileg 2009 PKB berada diurutan ketujuh dengan perolehan suara 4,94 persen, Pileg 2014 ini menurut sejumlah lembaga hitung cepat, PKB berada di posisi lima besar dengan raihan lebih dari 9 persen suara. Atas hasil itu, hingga kini Rhoma masih optimis akan diusung PKB sebagai Capres. Mahfud MD mengaku sudah mendapat restu para kiyai. JK bahkan sudah dideklarasikan oleh 25 DPD PKB.

Namun pendukung PKB punya alasan tersendiri. Mereka bilang bahwa Rhoma, Mahfud, dan JK memang dipersiapkan sebagai Capres dan PKB tetap konsisten dengan itu. Sedang Muhaimin diplot hanya sebagai Cawapres. Baik Cawapres untuk Jokowi, Prabowo Subianto, atau Aburizal Bakrie.

Sepintas memang tidak salah mengajukan Muhaimin sebagai Cawapres, namun juga terlalu disederhanakan masalahnya jika Rhoma, Mahfud MD, dan JK tak bisa diajukan sebagai Cawapres karena terlanjur masuk jalur Capres. Dikotomi jalur Capres dan Cawapres akan dianggap sebagai akal-akalan kelompok Muhaimin.

PKB harus tetap dengan platform awalnya mengusung tiga nama itu menjadi cawapres. Jika akhir mengerucut kepada satu nama, mungkin lebih bisa diterima daripada mengabaikan keduanya dan ujug-ujug mengusung ketua Umum mereka menjadi cawapres. Memang siapa Muhaimin Iskandar?

Ahmad Muhaimin Iskandar atau akrab dipanggil Cak Imim aktif berorganisasi sejak menjadi mahasiswa di UGM.Selain di dalam kampus ia juga aktif di organisasi ekstra kampung, yakni PMII.

Karir politiknya dimulai ketika dia bersama para senior NU ikut mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Setelah menjadi Sekjen PKB, kemudian dia menjadi anggota DPR sebagai ketua fraksi. Lalu dia menjabat sebagai Ketua Dewan Tanfidziah PKB periode 2002-2007.

Proses ayah tiga anak itu menjadi Ketua Umum PKB tidak mulus. Muktamar Luar Biasa (MLB) PKB yang dipimpinnya tak diakui kelompok Gus Dur, sebagai pendiri NU. Kelompok Gus Dur yang dikomandani Yenny Wahid, Ali Masykur Musa, dan Effendi Choiri pun terus melakukan perlawanan dengan mendirikan MLB sendiri. Perpecahan di PKB membuat perolehan suara di Pileg 2009 hancur lebur. Padahal pada Pemilu 2004, PKB meroket di tiga besar dengan perolehan suara 10,57 persen.

Namun hancurnya perolehan suara PKB tak mampu melengserkan Cak Imin di kursi pimpinan PKB. Setelah Gus Dur meninggal dunia, 30 September 2009, pelawanan kelompok Gus Dur terhadap Muhaimin pun surut. Muhaimin segera berkoalisi dengan partai pemenang Pemilu 2009, Partai Demokrat. Ia pun memperoleh jatah Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) sejak 22 Oktober 2009.

Dua tahun setelah menjabat sebagai Menakertrans, Muhaimin tersandung kasus korupsi, Tepatnya korupsi Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (DPPID) di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans). Saat itu KPK menyatakan sudah menyiapkan 10 keping Compact Disc (CD) berisi rekaman dugaan keterlibatan Cak Imin.

Banyak yang menduga korupsi tersebut akan membuat karier politiknya habis seperti yang dialami Presiden PKS ketika itu, Lutfi Hasan Ishak (LHI). Nyatanya, dugaan itu meleset. Cak Imin tetap berkibar bahkan terus berkibar dengan sukses kembali membawa PKB memimpin perolehan suara Partai Islam yang musim sebelumnya dipegang PKS.

Rasanya tak percuma Muhaimin menyukai bidang jurnalistik dan mengambil program manajemen komunikasi untuk S2-nya. Menghadapi Pileg 2009 ia membuat sejumlah langkah kontroversial agar partainya tetap diberitakan media massa. Langkah paling kontroversial adalah menjadikan Rhoma Irama sebagai cawapresnya. Banyak yang meremehkan ketika itu, sehingga kepanjangan PKB pun diplesetkan menjadi Partai Kstaria Bergitar.

Untuk mengimbanginya, Muhaimin juga memasukan Mahfud MD dan Jusuf Kalla sebagai cawapres lainnya. Langkah kontroversial lainnya adalah Penunjukan Bos Lion Air Rusdi Kirana sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum) PKB. Langkah itu sempat ditentang aktivis Gusdurian Jatim. Muhaimin kembali dicap sebagai pengkhianat oleh kelompok Gus Dur. Dan PKB kembali menjadi bahan berita.

Pengamat politik dari LIPI Ikrar Nusa Bakti membuat sebutan yang lumayan pas untuk seorang Muhaimin Iskandar. Yakni sebagai sosok yang pintar dan licik. Karena berhasil menggunakan nama Rhoma Irama, Jusuf Kalla, dan Mahfud MD untuk menjaring suara dari tingkat akar rumput hingga kalangan beredukasi. “Kalau dalam Bahasa Inggris saya menyebutnya clever (pintar). Tapi kalau dalam Bahasa Indonesia saya menyebutnya licik,” katanya.

Jadi yang bergembira Muhaimin menjadi cawapres tentu saja kelompoknya. Antara lain para pengurus PKB dan kelompok yang menamakan diri sebagai Masyarakat Desa untuk Muhaimin Iskandar (MASA MI). Muhaimin dianggap sebagai sosok cawapres muda yang penuh pengalaman. Pernah menjabat Wakil Ketua DPR 2004-2009 dan kini Menakertrans.

Tentu jika akhirnya PKB memilih Muhaimin sebagai Cawapres dan ada partai lain yang mau menampungnya, itu akan menjadi langkah politik ngeri-ngeri sedap. Publik mungkin tak percaya, tapi politik adalah seni untuk meraih kekuasaan secara konstitusional, bukan secara etis.

Masalahnya dalam pilpres, publiklah yang menentukan. Cap pengkhianat akan kembali muncul dan kian melekat pada Cak Imin jika nekat menjadi cawapres. Istilah Gus Dur yang pamannya saja dikhianati oleh Muhaimin, apalagi Mahfud MD, JK, dan Rhoma menjadi sebuah fakta yang mencemaskan.

 

MUHAIMIN ISKANDAR
Lahir di Jombang, Jawa Timur, 24 September 1966
PENDIDIKAN
* Madrasah Tsanawiyah ( Negri Jombang )
* Madrasah Aliyah Negeri I ( Yogyakarta )
* FISIP UGM tahun 1992
* Master Bidang komunikasi UI
KARIR
* Staf Pengajar Pondok Pesantren Denanyar Jombang (1980-1983)
* Sekretaris Lembaga Kajian Islam dan Sosial Yogyakarta (1989)
* Kepala Litbang Tabloid Detik (1993)
* Anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa DPR RI (1999-2004)
* Pimpinan Badan Musyarawarah DPR RI (1999)
* Anggota BURT DPR RI (1999)
* Anggota DPR RI 2004-2009
* Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (2009-2014)

 

Menanti Calon “Ibu Negara” untuk Prabowo Subianto

Capres

Capres Gerindra Prabowo saat aktif bertugas di TNI dan masih berpasangan dengan Titiek Suharto. (foto: Merdeka.com).

Ada yang beda dengan tiga capres Indonesia periode 2014-2019. Jika Aburizal Bakrie (ARB) mengajak istri, Tatty Murnitriati, ikut berkampanye sejak awal, Jokowi mengajak Iriana saat melakukan pencoblosan, Prabowo Subianto tetap sendirian karena statusnya memang tak punya pendamping atau jomblo.

Kehadiran pendamping tiga Capres toh tak mempengaruhi raihan suara partai pada pemilihan anggota pemilu legislatif. PDIP yang mencalonkan Jokowi sebagai capres menang berdasarkan hitungan cepat, disusul Partai Golkar dengan capres ARB-nya dan Partai Gerindra dengan sosok Prabowonya. Justru Prabowo yang masih jomblo berhasil menaikan suara partainya paling besar dibanding perolehan Jokowi dan ARB.

Dengan fakta itu rasanya sia-sia mengharapkan Prabowo mengikuti jejak Jokowi dan ARB, yakni berdampingan dengan pasangan hidupnya di depan publik. Bagi Prabowo, mendapatkan “koalisi” pasangan seumur hidup mungkin lebih sulit dibanding koalisi politik. Jika Jokowi berkoalisi dengan Partai Nasdem, dan mencoba dengan PKB, Prabowo kemungkinan dengan PPP, Partai Demokrat, dan mungkin juga PKS.

Prabowo yang kini berusia 62 tahun tampaknya lebih nyaman muncul sendirian, lebih nyaman menunggangi kuda bak seorang sosok pahlawan legendaris Pangeran Dipenogoro. Putri kedua almarhum Abdurahman Wahid, Yenny Wahid, pernah mengatakan bahwa Prabowo itu sebagai pria single yang bahagia atau ia singkat dengan Jojoba (jomblo-jomblo bahagia).

Seperti diketahui, Prabowo Subianto menikahi Siti Hediyati Hariyadi alias Titik Soeharto, puteri mendiang Jenderal Soeharto, pada 1983. Pernikahan mereka menghasilkan seorang putra bernama Didiet Prabowo. Perceraian Prabowo dan Titiek, tidak pernah menarik perhatian media, sampai akhirnya terungkap, pasangan itu sudah memilih jalan sendiri-sediri.

Dalam kultwitnya, Caleg Gerindra Bondan Winarno (@pakbondan) berusaha meluruskan anggapan miring tentang penyebab Prabowo bercerai dengan Titiek Soeharto. “ Tuduhan pertama: @Prabowo08 cerai karena tidak becus mengurus keluarga. Sebenarnya: Beliau diusir keluarga Cendana.”

Menurut penikmat kuliner tersebut, Prabowo bercerai dengan Titiek cenderung karena urusan politik. “@Prabowo08 dianggap mengkhianati keluarga Cendana karena dua hal: Berani menganjurkan Presiden Suharto untuk mundur. “ imbuhnya.

Sebenarnya publik kini tak terlalu peduli kenapa Prabowo bercerai. Di negeri ini  perceraian bisa menimpa siapapun dan dalam hukum Islam maupun hukum Negara diperbolehkan. Yang diharapkan publik adalah ya itu tadi Prabowo segera mengakhiri masa jomblonya. Prabowo adalah seorang kandidat Capres. Rakyat Indonesia belum terbiasa seorang Cawapres tanpa Calon Ibu Negara.

Saking kebeletnya melihat Prabowo didampingi seorang calon First Lady, beberapa nama wanita cantik sempat menghiasai jagat gosip soal itu. Mereka adalah janda almarhum Sophan Sophian, Widyawati; janda musisi Ahmad Dhani, Maia Estianty dan seorang dokter yang juga pengurus di Partai Gerindra bernama Irene. Prabowo juga sempat digosipkan rujuk dengan Titiek Soeharto. Namun karena tak sesuai dengan fakta, gosip itu hilang dengan sendirinya.

Dalam berbagai kesempatan Prabowo berusaha menjawab pertanyaan itu. Dan jawaban soal calon pasangan hidup tak tegas sikap berpolitik sebagai seorang capres. “Tunggu saja tanggal mainnya,” kata letnan jenderal purnawirawan itu suatu saat.

Lalu ketika didesak lagi dengan pertanyaan kapan akan menikah, ia pun menambahkan jawaban pertama. “May.. maybe yes, maybe not (Mungkin ya, mungkin tidak,”

Jawaban terbaru Prabowo melalui akun twitternya @prabowo08 juga tak ada kemajuan. “Ini jawaban terakhir untuk malam ini. @Rikafagil, mengenai siapa yang akan jadi Ibu Negara jika saya dipercaya… Adalah rahasia Allah SWT,” tulis Prabowo .

Dengan jawaban itu menunggu kejutan Prabowo mengumumkan calon pasangan hidupnya sebelum Pilpres rasanya sebagai mimpi di siang bolong.

Rahasia Alloh yang kini paling ditunggu publik Indonesia adalah siapa yang memimpin Indonesia lima tahun ke depan. Jika Jokowi atau ARB yang menang, publik akan segera melupakan apakah Prabowo masih mencari pasangan hidup atau menjadi jomblo forever.

Sebaliknya jika Prabowo terpilih menduduki RI 1, publik pasti tetap berharap bangsa ini memiliki seorang Ibu Negara. Sebab bukankan tugas Negara bukan hanya melulu harus dilakoni kaum pria?

SBY Maju Cawapres, Boleh tapi Menggelikan

SBY

Satu wacana: Sby Maju Sebagai Cawapres Prabowo atau ARB

Partai Demokrat diperkirakan hanya berada di urutan nomor empat, setelah PDIP, Partai Golkar, dan Partai Gerindra. Dengan posisi tersebut, Partai Demokrat dipastikan tak bisa mengajukan Capres sendiri.

Partai yang didirikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu praktis harus berkoalisi dengan partai lain dan hanya bisa mengajukan Cawapres. Bisa saja sih tetap mengajukan capres sendiri asal koalisi dengan partai-partai kecil. Tapi apakah mereka yakin akan mampu melawan tiga partai besar yang sudah memiliki capres sendiri seperti Jokowi (PDIP), Aburizal Bakrie/ARB (Golkar)? Pasti itu dianggap nekat.

Dengan fakta itu, konvensi Capres untuk Partai Demokrat yang diikuti 11 tokoh otomatis dianggap tak relevan lagi. Wong jatahnya Cawapres kok masih ngotot debat siapa capresnya. Lalu apakah konvensi itu diubah saja menjadi konvensi cawapres? Itu malah ide lebih koplak.

Sebelumnya, SBY sudah mengucapkan selamat untuk ketiga partai tersebut. Ia juga menyatakan siap mengajukan cawapres dalam koalisi. Tapi siapakah Cawapres yang akan diajukan Partai Demokrat? Apakah Menteri BUMN Dahlan Iskan yang dianggap pemenang konvensi Partai Demokrat versi sejumah survei? Apakah Gita Wirjawan yang dianggap mewakili Cawapres muda dan berani meninggalkan kursi empuk Menteri Perdagangan untuk ikut Konvensi Cawapres?

Setelah Jokowi resmi berkoalisi dengan Partai Nasdem dan berkunjung ke Partai Golkar dan PKB, Partai Gerindra menyatakan siap berkoalisi dengan Partai Demokrat. “Dalam waktu dekat, pak Prabowo akan bertemu dengan beliau (SBY),” ujar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, Sabtu (12/4).

Hubungan Prabowo dengan SBY selama ini sangat baik. Selama pelaksanaan pemilihan legislatif (pileg) dan juga sebulan sebelum pileg, kedua tokoh ini sudah kerap bertemu. “Bahkan pak SBY, bertemu pak Prabowo juga ada pak Hatta Rajasa. Biasanya di Cikeas,” imbuh Fadli seperti dikutip Kompas.com.

Masalahnya, kesimpangsiuran capres/cawapres yang akan diajukan partai berlambang bintang mercy itu plus masih dominan sosok SBY memunculkan isu jangan-jangan SBY sendiri akan tetap maju menjadi cawapres.

“SBY harus bersedia dicalonkan sebagai cawapres untuk menyelamatkan partai Demokrat,” ujar mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Cilacap, Tri Dianto kepada VIVAnews, Jumat (11/4).

Wacana SBY Cawapres pertama kali dilontarkan mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum pertengahan Desember 2013. Anas bahkan menyebut SBY cocok menjadi Cawapresnya ARB. Menurutnya, hal itu diperbolehkan dan sama sekali tidak melanggar aturan. Sebaliknya kata Anas, malah bisa kembali meningkatkan elektabilitas Partai Demokrat.

Namun karena yang memunculkan ide itu Anas, yang dianggap dendam dengan SBY, maka ARB pun menanggapi itu sebagai joke. “Itu hanya joke Pak Anas saja,” kata ARB ketika itu.

Ical menyatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah menjabat dua kali sebagai kepala negara. Oleh karena itu dirasanya tak mungkin jika mencalonkan diri sebagai wapres di Pemilu 2014.

Ketua Umum Partai Nasional Demokrat Surya Paloh, juga mengatakan usulan agar SBY maju kembali pada Pemilu 2014 sebagai cawapres hanyalah lelucon saja. “Kalian pasti tahu, itu hanya main-main, itu ngapain ditanggapi. Masih banyak joke lain yang perlu ditanggapi,” ujar Surya tertawa.

Wacana menjadikan SBY Cawapres kini muncul lagi. SBY tetap menjadi figur sentral dan penentu bagi Partai Demokrat. Ia tetap memiliki massa pendukung. SBY Effect belum benar-benar habis. Dan apapun yang diputuskan SBY, semua anggota Partai Demokrat tersebut pasti takkan menolak.

Tapi jika wacana itu benar-benar terwujud, pasti akan menjadi joke paling lucu dunia dan akhirat.

 

Thibaut Courtois, Status Pinjaman tak Kurangi Kehebatan

kiper

Status pinjaman tak mengurangi bakatnya sebagai pemain hebat

Pemain yang paling dibicarakan menjelang dan usai drawing semifinal Liga Champions adalah kiper Atletico Madrid, Thibaut Courtois.

Beruntung pembicaraan tentang kontroversi pemain asal Belgia berusia 21 tahun itu berakhir melegakan banyak pihak.
Courtois adalah pemain Chelsea yang dipinjamkan ke Atletico Madrid hingga memasuki musim ketiga. Dalam klausul peminjaman, Altetico harus menbayar 8 juta poundsterling jika tetap menurunkan sang kiper tatkala bertemu Chelsea. Presiden Atletico Enrique Cerezo telah mengisyaratkan ia takkan bisa membayar uang sebesar itu dan memilih takkan memainkan Courtois.

Seperti yang dikhawatirkan sebelumnya, hasil undian Liga Champions mempertemukan Atletico lawan Chelsea. Semifinal lainnya juara bertahan Bayern Muenchen melawan juara Liga Champions sembilan kali, Real Madrid. Beruntung UEFA sudah mengantisipasi soal Courtois yang saat itu juga menjamin Atletico akan tetap bisa memainkan sang kiper tanpa harus membayar sepeser pun.

Tanpa Courtois, rasanya kekuatan Atletico terasa pincang. Courtois adalah sosok inti yang mengantar sukses Atletico musim ini selain striker Diego Costa dan pelatih Diego Simeone. Chelsea pun tak bisa melupakan kenangan buruk saat Atletico mengalahkan Chelsea dengan skor telak 1-4 dimana Courtois ikut menjadi bagian dari keperkasaan Atletico Madrid.

Tanpa Courtois, Chelsea jelas akan sangat diuntungkan. Namun publik dikecewakan karena kekuatan akan terasa kurang seimbang. Keputusan tentang kepastian Courtois bermain membuat Atletico sedikit diunggulkan atas Chelsea.

Siapa Thibaut Courtois.
Siapa sebenarnya Thibaut Courtois. Courtois kecil ternyata memulai karier sepak bola bukan sebagai kiper tapi bek kiri pada sebuah klub lokal Bilzen VV . Ia kemudian bergabung dengan akademi sepak bola Racing Genk pada tahun 1999 saat berusia 7 tahun dan memulai sebagai penjaga gawang. Kiper idolanya adalah Edwin Van Der Sar (Mantan penjaga gawang MU) dan Peter Cech (kiper Chelsea).

Setelah tampil pada tim junior Racing Genk, Courtois membuat debut untuk tim utama saat berusia 16 tahun 341 hari pada pertandingan menghadapi Gent, 17 April 2009. Larangan tampil kiper utama dan cederanya penjaga gawang cadangan Genk lainnya , membuat Courtois terpaksa dimainkan.

Berikutnya, pada awal musim 2010–11, Courtois juga seperti memperoleh durian runtuh. Ia naik menjadi kiper utama saat usia 18 tahun menyusul masalah izin kerja pada kiper utama Genk. Ia tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Courtois tampil baik dengan tetap menunjukkan ketenangan meski di bawah tekanan. Sejak saat itu Courtois menjadi pilihan utama pada posisi penjaga gawang.

Musim itu juga Courtois langsung membantu Genk memenangi liga Belgia, diantaranya dengan 14 clean sheet dalam 40, Musim itu ia pun dinobatkan sebagai kiper terbaik Liga Belgia dan pemain Genk of the year .

Penampilan Courtois rupanya diikuti Chelsea yang musim itu langsung merekrutnya dengan harga 7,9 juta poundsterling. Masalahnya, di Chelsea, Courtois belum bisa dimainkan karena di sana ada Peter Chech, kiper tangguh The Blues. Daripada menjadi cadangan, Courtois memilih dipinjamkan ke Atletico dan langsung membuat 52 penampilan di musim pertamanya.

Bahkan musim itu, Atletico menjuarai Liga Europa dengan mengalahkan Athletic Bilbao di babak semifinal , termasuk mengalahkan Chelsea di Piala Super Eropa. Namun, klub London itu tetap tak bisa menjamin posisi Courtois sebagai kiper utama sehingga tetap rela meminjamkannya.

Kiper Terbaik Dunia
Courtois adalah sosok kiper yang memiliki refleks sangat baik. Ia telah terbukti membuat para pemain Barcelona frustasi di babak perempatfinal Liga Champions. Di La Liga, musim ini, ia pun menjadi kiper paling sedikit kebobolan yakni 22 gol. Bandingkan dengan Barcelona (26 gol) dan Real Madrid (32 gol).

Jika Atletico masuk final, bahkan menjadi juara Liga Champions, bukan tak mungkin Courtois akan menjadi kiper terbaik Eropa. Saingan berat Courtois adalah kiper Bayern Muenchen yang baru kebobolan 17 gol di Bundesliga

Kecemerlangan Courtois telah membuat dua raksasa Spanyol Barcelona dan Real Madrid berminat merekrutnya musim depan. Harga Courtois yang mencapai 22 juta poundsterling di pasar transfer pemain bukan jadi masalah bagi dua klub tersebut. Yang jadi masalah Chelsea yang memiliki hak kontrak sang kiper hingga 2016 menyatakan takkan menjualnya. Bahkan akan memperpanjang kontrak pemain tersebut tentu dengan harga yang lebih tinggi, termasuk klausul pelepasannya.

Courtois mengisyaratkan hanya akan memperkuat dua klub pada musim mendatang. Chelsea atau tetap bertahan di Atletico Madrid. Pelatih Chelsea Jose Mourinho telah menyatakan akan tertarik menggunakan jasa Courtois, hanya saja jika ia belum bisa menjamin posisi di tim reguler, Courtois menyatakan akan memilih tetap sebagai pemain pinjaman.

Tapi suksesnya di lapangan tak membuatnya juga gemilang dalam percintaan. Kiper pinjaman Chelsea ini jarang diberitakan tentang kisah asmaranya. Bahkan hampir tidak pernah ada nama perempuan yang disebut-sebut sebagai pacarnya.

Satu-satunya berita yang pernah menghebohkan adalah ketika ia dikabarkan merebut Caroline Lijnen, pacar rekan satu timnya di Chelsea, Kevin De Bruyne.

Lijnen dikabarkan tidak nyaman dengan kehidupan di Jerman bersama Bruyne. Gelandang 21 tahun itu musim ini dipinjamkan ke klub Jerman, Werder Bremen. Lijnen tertarik tinggal di kota eksotis, Madrid bersama Courtois.

Tapi itu hanya sesaat. Lijnen sudah terlihat lagi bersama Bruyne. Perempuan cantik penyuka tenis ini sudah terlihat berduaan lagi dengan bintang muda yang juga bermain di Timnas Belgia bersama Courtois. Courtois pun sementara kembali jomblo dan belum terdengar siapa perempuan yang membuatnya terpikat.

Kendati cemerlang di klub, Courtois juga menghadapi masalah serius di timnas Belgia. Piala Dunia 2014 ia harus bersaing dengan seniornya, Simon Mignolet, yang juga cemerlang bersama Liverpool. Beruntung selama babak kualifikasi, pelatih Timnas Belgia Marc Wilmots lebih memilih Courtois sebagai kiper utama dibanding Wilmots.

Timnas Belgia tahun ini tengah memasuki generasi emas. Mereka memiliki Eden Hazards. Romelu Lukaku, Christian Benteke, Jan Vertonghen, Kevin Mirallas, dan masih banyak lagi. Radja Nainggolan juga termasuk pemain timnas Belgia, namun peluangnya masuk timnas masih tanda tanya. Courtois pun berpeluang menjadi kiper terbaik dunia.

Thibaut Nicolas Marc Courtois
Lahir di Bree, Belgia, 11 Mei 1992
Tinggi badan 1,92 meter
Nama Orangtua: Thierry Courtois
Saudara kandung: Gaetan Courtois

 

Calon Juara Liga Champions 2014: Bayern, Real Madrid, Atletico, Chelsea

Prediksi

Hasil Drawing Semifinal, Jumat (11/4)

Final dini Liga Champions akan terjadi di babak semifinal antara juara bertahan Bayern Munchen dengan pemegang tropi terbanyak Liga Champions, Real Madrid.
Semifinal lainnya mempertemukan tim kuda hitam Atletico Madrid melawan juara Liga Champions 2012 Chelsea. Laga ini memicu kontroversi tentang kiper pinjaman Chelsea di Atletico Madrid, Thibaut Courtois. Ada klausul jika mereka bertemu, Atletico harus membayar sejumlah uang untuk bisa memainkan kiper berusia 21 tahun itu.
Kabar terakhir, UEFA menjamin Courtois bisa membela Atletico. UEFA menegaskan Atletico tidak perlu membayar kompensasi apapun kepada Chelsea. Ini musim pinjaman ketiga Courtois di klub berjuluk Los Rojiblancos.
Sementara itu Kapten Bayern Muenchen Philipp Lahm mengatakan bahwa pertemuan melawan Madrid adalah pertemuan final. Kemenangan di laga semifinal itu berpeluang besar menjadi juara.
“Untuk mencapai final memang membutuhkan biaya. Biaya besar itu akan kami lalui di babak semifinal,” ucap Lahm.
Pelatih Real Carlo Ancelotti membenarkan hal itu. Menurutnya, kekuatan kedua tim adalah sama-sama kuat. Bahkan siapapun akan sulit meramalkan siapa pemenangnya. “Saya pikir Bayern adalah tim besar. Mereka memiliki kualitas individu dan permainan kolektif serta memiliki musim yang hebat,” ungkapnya.
Tak lupa Ancelotti pun memuji kepemimpinan pelatih Bayern Muenchen yang berpotensi meraih hatrik juara di musim pertamanya. “Pep Guardiola adalah salah satu pelatih terbaik di dunia dan memiliki banyak pengalaman,” ucapnya.
Mantan pelatih AC Milan, Chelsea, dan PSG itu mengakui bahwa Madrid underdog di hadapan Muenchen. “Tapi tujuan kami adalah untuk memenangkan Liga Champions dan jika kita ingin menang kita harus mengalahkan Bayern,” ucapnya.
Di pasar taruhan, Bayern Muenchen tetap diunggulkan menjadi juara dibanding Real Madrid. Konsistensi penampilan dan kehadiran Guardiola menjadi penyebabnya. Chelsea juga underdog dihadapan Atletico Madrid. Dengan demikian, peluang Bayern Muenchen bertemu Atletico Madrid lebih besar dibanding partai lainnya.
Sementara dari undian semifinal Liga Eropa, Sevilla vs Valencia dan Benfica vs Juventus. Juventus diunggulkan juara disusul Benfiva, Sevilla, dan Valencia.

JADWAL SEMIFINAL LIGA CHAMPIONS
22 April 2014 Real Madrid v Bayern Muenchen
30 April 2014 Bayern Muenchen v Real Madrid
22 April 2014 Atletico Madrid v Chelsea
30 April 2014 Chelsea v Atletico Madrid

PREDIKSI JUARA LIGA CHAMPIONS
skybet bwin
1. Bayern Muenchen 2,5 2,4
2. Real Madrid 3,75 3,8
3. Atletico Madrid 4,5 4,75
4. Chelsea 5,5 5.75

JADWAL SEMIFINAL LIGA EROPA
24 April 2014
Sevilla (ESP) v Valencia (ESP)
Benfica (POR) v Juventus (ITA)
1 Mei 2014
Valencia (ESP) v Sevilla (ESP)
Juventus (ITA) v Benfica (POR)
Final
14 MEI di Turin

 

Jokowi Kartu As atau Kartu Mati Sih?

Jokowi Capres

Setelah Pileg ada yang nyebut sebagai kartu mati.

Setelah Pileg selesai dan perhitungan cepat atau quick count menujukkan hasilnya komentar pun bermunculan. Ternyata Jokowi Effect tak seperti diperkirakan sebelumnya, PDIP tetap menang jumlah suaranya biasa-biasa saja.

Pengaruh pencapresan Jokowi pun dipersoalkan. Bahkan Jokowi Effect dianggap kalah oleh Rhoma Irama Effect yang menaikan suara hingga PKB hingga 100 persen. Jika pemilu 2009 PKB hanya memperoleh 4,94 persen suara, berdasar perhitungan cepat partai yang ketua umumnya Muhaimin Iskandar itu lebih dari 9 persen

Sejumlah survei sebelumnya memang memprediksi Jokowi Effect bakal berpengaruh signifikan untuk suara PDIP. Survei Charta Politica Maret 2014 memprediksi PDIP akan meraup 21,2 persen, Survei Media Survei Nasional (Median) bahkan 21,4 persen. Faktanya , dalam hitungan cepat Cyrus-CSIS dan Kompas PDIP tak mencapai angka 20 persen.

Atas hasil itu Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Agung Suprio, seperti dikutip Kompas.com dengan mudah menyarankan agar pencapresan PDIP ditinjau ulang. “Di sini Jokowi telah menjadi ‘kartu mati’ dan bukan ‘kartu as’ lagi buat PDI-P,” ucapnya.

Benarkah Jokowi Effect kartu mati? Tampaknya kutipan itu terlalu gegabah. Pileg sangat berbeda dengan Pilpres. Pileg adalah pemilu yang lebih realistis dibanding Pilpres. Jika Pilpres, masyarakat terpengaruh oleh sosok dan harapan, namun pileg terpengaruh oleh dampak langsung dari caleg yang akan dipilihnya. Istilah nyoblos dan yang dicoblos harus sama-sama enak adalah fakta yang terjadi saat Pileg.

Jika hitungannya Jokowi Effect yang jadi soal, kenapa Golkar tak terpengaruh oleh Aburizal Bakrie yang elektablitasnya menurun. Sejak pemilihan langsung digelar, Golkar terbukti tak terpengaruh oleh sosok, namun efektivitas para calegnya yang lebih berpengalaman. Karena itu Golkar tak pernah keluar dari dua besar sejak pemilu 2014.

Lalu bagaimana dengan PKB? Apakah karena Rhoma Irama Effect, juga terlalu sederhana mengkaitkannya. Kecerdikan Muhaimin menjadikan Rhoma sebagai bakal calon (Balon) Capres bersama mantan Ketua MK Mahfud MD dan mantan Wapres Jusuf Kalla memang cukup menarik perhatian, namun kembalinya para nadliyin pada pileg tahun 2014 menjadi faktor utama kenaikan kursi PKB.

Ingat PKB dengan basis NU-nya pernah menjadi tiga besar dan mengantarkan pendirinya, Abdurahman Wahid sebagai Presiden RI tahun 2004. Setelah hasil perolehan suara PKB turun pada Pemilu 2009, diduga mereka berbondong kembali menjadikan PKB sebagai partai pilihannya. Untuk PKB faktor NU Effect mungkin lebih relavan dibanding Rhoma Effect.

Jokowi sendiri mengaku kecewa karena PDIP tak mencapai target 27 persen. Namun ia mengingatkan Pileg bukan pertarungan dirinya sebagai capres, melainkan pertarungan para caleg. “Ini realitas di lapangan. Dalam pileg, yang bertarung sebenarnya adalah caleg, yang jumlahnya enam ribuan itu. Mereka punya ruang-ruang kecil yang dikuasai, TPS, RW, RT, kampung atau desa. Itu lingkup pertarungan mereka,” ujarnya.

Dari hasil perhitungan cepat pula, terbukti angka golongan putih cukup besar. Angka golput inilah yang sebenarnya menjadi pemenang Pileg 2014 karena mencapai angka sekitar 34 persen. Saat Pilpres, para golput yang kecewa dengan partai akan menentukan pilihannya. Sebagian besar dari golput ini saya prediksi masih akan memilih Jokowi.

Dan saya kira faktor Jokowi tetap menjadi kartu As  bukan kartu mati PDIP. “Sebab, kalau bukan Jokowi siapa lagi,” ujar teman saya, seorang golput.

Salah seorang komentar pada tulisan saya tentang Jokowi harus berhati-hati  klaim soal Papua juga menulis. “Pileg – Jokowi YES, PDIP NO!. Pilpres – Jokowi YES.”

QUICK COUNT CYRUS-CSIS SAMPEL 97,70%
PDI Perjuangan 19,00%.
Partai Golkar 14,30%.
Partai Gerindra (11,80%)
Demokrat (PD) (9,60%)
PKB (9,20%).
PAN (7,50%)
PKS (6,90%)
Nasdem) (6,90%)
PPP (6,70%)
Partai Hanura (5,50%)
PBB (1,60%)
PKPI (1,10%).

HITUNG CEPAT KOMPAS (SAMPEL 93%)
PDI-P (19,24%).
Golkar (15,03%).
Partai Gerindra (11,75%).
Partai Demokrat (9,42%).
PKB (9,13%).
PAN (7,49%)
PKS (6,99%)
Nasdem (6,7%)
PPP (6,7%)
Partai Hanura (5,1%)
PBB (1,5%)
PKPI (0,94%).

HASIL PILEG 2009

Partai              prosentase     jumlah suara
Demokrat       20,85%         148 150
Golkar              14,45%          108 107
PDIP                14,03%            93 95
PKS                   7,88%               59 57
PAN                  6,01%              42 43
PPP                    5,32%               39 37
PKB                    4,94%              26 27
Gerindra            4,46%              30 26
Hanura                3,77%           15 18
Jumlah            100%                 560 560
Sumber : Pengumuman Hasil Rekapitulasi Perhitungan Suara Pemilu KPU

HASIL PILEG 2004
NAMA PARTAI POLITIK                   JUMLAH                    SUARA %
1 Partai Golongan Karya                24.480.757                      21,58
2 PDIP                                                    21.026.629                      18,53
3 Partai Kebangkitan Bangsa         11.989.564                      10,57
4 Partai Persatuan Pembangunan 9.248.764                      8,15
5 Partai Demokrat                                 8.455.225                    7,45
6 Partai Keadilan Sejahtera               8.325.020                   7,34
7 Partai Amanat Nasional                  7.303.324                  6,44
8 Partai Bulan Bintang                           2.970.487                2,62
9 Partai Bintang Reformasi                 2.764.998                 2,44
10 Partai Damai Sejahtera                   2.414.254                 2,13

Sumber: Pengumuman Hasil Rekapitulasi Perhitungan Suara Pemilu KPU. Ini hanya 10 dari 24 parpol
Total 113.462.414 100 550
Sumber : Pengumuman Hasil Rekapitulasi Perhitungan Suara Pemilu KPU

Inilah Peluang Terakhir Capres Orde Baru

capres

Aburizal, Prabowo, dan Wiranto merupakan satu keluarga. Sama-sama produk Orde Baru alias orba

Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengatakan, Pemilu 2014 merupakan kesempatan terakhir bagi calon presiden yang merupakan produk Orde Baru. Menurutnya, pemilu berikutnya akan diisi oleh wajah-wajah baru produk era reformasi.
“Di masa yang akan datang adalah capres yang tumbuh di era reformasi. Setelah itu punah mereka,” kata Denny, di Kantor LSI, Jakarta Timur, Rabu (9/4).
Sejumlah partai mengusung bakal calon presiden yang dianggap “wajah lama”. Mereka adalah Wiranto (Partai Hanura), Aburizal Bakrie (Golkar), dan Prabowo Subianto (Gerindra).
Sedang yang termasuk produk Orde Reformasi selain Gubernur DKI Jokowi, ada, Gubernur Jawa Tengah yang juga politisi PDI Perjuangan Ganjar Pranowo, serta Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. “Jadi 2019 itu nantinya pertarungan politisi era demokrasi,” ujarnya.
Meski menjadi pertarungan terakhir, Denny memprediksi, situasi politik pada pemilu kali ini tidak terlalu panas. Hal itu sesuai dengan harapan publik yang menginginkan agar pemilu berlangsung damai. Eskalasi situasi politik, kata Denny, justru terjadi di media sosial.
“65 persen akan damai. Yang panas itu hanya di Facebook, Twitter, jadi berubah itu ya tidak lagi di jalanan tapi di social media. Di lingkup nasional juga akan tenang,” papar Denny.
Sebelumnya Anies Baswedan, salah satu peserta konvensi calon Presiden Partai Demokrat memberikan sebuah pandangan dan pendapatnya dalam sebuah diskusi dengan redaksi Kompas.com.
Anies yang juga Rektor Universitas Paramadina menyoroti tentang tokoh-tokoh lama yang masih getol mencalonkan diri menjadi Presiden. Diantara mereka bahkan sudah berkali-kali gagal masih tetap mencalonkan diri menjadi Presiden.
Tokoh-tokoh lama yang masih ingin menjadi Presiden ini di mata Anies Baswedan disebutnya dengan istilah “Recycled Leaders ” atau Pemimpin daur ulang. Mereka yang masuk kategori ini, juga termasuk Wiranto (Partai Hanura), Aburizal Bakrie (Golkar), dan Prabowo Subianto (Gerindra).
Presiden ketiga Indonesia BJ Habibie juga mengungkapkan kriteria calon presiden menjelang pemilu 2014. Yakni yang berusia 40 sampai 60 tahun. Ia menyampaikan itu saat tampil di acara Mata Najwa 5 Februari 2014.
Artinya, Wiranto (66), Prabowo (62), Ical (67) dan Rhoma Irama (67) tak termasuk kategori Habibie. Sedang Jokowi yang masih 52 tahun masuk dalam kategorinya.
Dengan demikian tampaknya ramalan tiga tokoh itu akan menjadi kenyataan. Wiranto (sudah kalah), ARB juga elektabilitasnya hancur. Dan kini tinggal Prabowo yang masih akan menjadi saingan Capres non Orba Jokowi.
Maka slogan Prabowo pun tampaknya pas: Kalau bukan sekarang kapan lagi. Ia adalah produk terakhir Orba yang tak bakal muncul lagi.
CAPRES PRODUK ORBA
Prabowo Subianto (Gerindra)
Aburizal Bakrie (Golkar)
Wiranto (Partai Hanura)
Versi Denny JA

CAPRES DAUR ULANG
Prabowo Subianto (Gerindra)
Aburizal Bakrie (Golkar)
Wiranto (Partai Hanura)
Versi Anies Baswedan

CAPRES NGGAK MASUK KRITERIA USIA
Prabowo Subianto (Gerindra/62 tahun)
Aburizal Bakrie (Golkar/67 tahun)
Wiranto (Partai Hanura/66 tahun)
Versi BJ Habibie

Jokow-JK Paling Populer di Mbah Google

Jusuf Kalla

Pasangan Paling Diinginkan di Google. Begitu dicari langsung urutan atas.

Setelah pemilihan anggota legislatif (pileg) maka coblosan berikutnya yang bisa jadi lebih seru adalah pemilihan presiden (Pilpres) 8 Juli mendatang. Karena tampaknya tak ada partai yang bisa mencalonkan capres-cawapres sendiri, maka koalisi partai untuk mendapatkan pasangan Capres dan Cawapres pun akan menjadi kesibukan tersendiri.

Elektabilitas Jokowi sebagai Capres PDIP tampaknya tak terbendung. Hanya saja, elektablitas Jokowi akan sangat berpengaruh dengan penentuan siapa cawapres yang akan mendampingi. Pasangan Jokowi-Jusuf Kalla dianggap paling besar elektabilitasnya dari pasangan manapun. Faktor ketokohan JK di Indonesia bagian tengah dan timur, dan pengalamannya sebagai cawapres sebagai alasannya. Urutan berikutnya adalah Jokowi-Hatta

Iseng-iseng saya mencoba mencari pasangan Jokowi yang paling diinginkan situs pencarian paling popular di Indonia, google.com. Hasilnya pasangan Jokowi-JK diurutan teratas. Anda tinggal mengetik Jokowi-J maka akan muncul empat konfigurasi dimana dua urutan teratas langsung menunjuk nama JK dan Jusuf Kalla.

Jokowi-J
Jokowi JK
Jokowi Jusuf Kalla
Jokowi Jakarta
Jokowi Jadi Presiden

Lalu bagaimana dengan Jokowi-Hatta. Maka dengan mengetik nama Jokowi-H sudah langsung menunjuk nama Menko Perekonomian dan Ketua Umum PAN tersebut. Sayangnya hanya baris pertama karena berikutya adalah kata yang tak ada hubungannya dengan calon wakil Jokowi.

Jokowi-H
Jokowi Hatta
Jokowi Hari Ini
Jokowi hari ini youtube
Jokowi hari ini detik

Bagaimana dengan Jokowi-Prabowo. Tampaknya Google lebih akrab dengan nama Puan dan Prananda dibanding Prabowo. Saat mengetik nama Jokowi-P, nama Prabowo setelah Puan dan Prananda, kakak tiri Puan. Sayang kedua nama tersebut tak mungkin menjadi wakil Jokowi karena keharusan koalisi di atas.

Jokowi-P
Jokowi Puan
Jokowi Prananda
Jokowi Prabowo
Jokowi-Puan Maharani
Lalu dengan menambah satu huruf pun, yakni Jokowi-Pr yang lebih dulu muncul adalah Jokowi-Prananda disbanding Jokowi-Prabowo. Pada kenyataannya, Prabowo memang ingin menjadi capres bukan cawapres,

Jokowi-Pr
Jokowi Prananda
Jokowi Prabowo
Jokowi Presiden

Aburizal Bakrie (ARB) Ketua Umum Golkar, Presiden PKS Anies Matta, dan mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan sama-sama butuh dua huruf untuk menjadi pasangan Jokowi. Itupun hasilnya bukan pada urutan pertama.

Jokowi-Ar
Jokowi Arkarna
Jokowi Artis
Jokowi Arb

Jokowi Arb
Jokowi Arb
Jokowi Arbi Sanit
Jokowi vs Arb
Jokowi dan Arb

Jokowi-An
Jokowi Anies
Jokowi Angkat Gong
Jokowi Antek Yahudi
Jokowi-and Basuki

Jokowi-Gi
Jokowi Gitar
Jokowi Gita
Jokowi Gila
Jokowi Gitar Metallica
Yang paling tidak popular adalah pasangan Jokowi-Mahfud MD (mantan Ketua MK), Jokowi-Dahlan Iskan (Menteri BUMN), Jokowi-Ahmad Heryawan (Gubernur Jabar) dan Jokowi-Rhoma Irama (Raja dangdut). Keempat nama tersebut butuh tiga huruf agar namanya dimunculkan di google. Yakni Jokowi-Mah, Jokowi-Dah, Jokowi-Ahe, dan Jokowi-Rhoma. Itupun dengan konfigurasi aneh-aneh.

Misal duet Jokowi-Rhoma menurut Google bukan sebagai Capres-Cawapres, namun untuk duet dipanggung menyanyikan lagi bersama.

Jokowi-Mah
Jokowi Mahfud
Jokowi Mahasiswa
Jokowi Mahfud MD
Jokowi Mahasiswa Demo

Jokowi-Dah
Jokowi Dahlan Iskan
Jokowi Dahlan Iskan Zionis
Jokowi Dahlan Iskan Freemason

Jokowi-Ahe
Jokowi Aher
Aher vs Jokowi
Aher dan Jokowi
Jokowi Dicerca Jokowi Dipuja

Jokowi-Rho
Jokowi Rhoma Irama
Jokowi Rhoma Duet
Jokowi Rhoma Youtube

Tentu pasangan Jokowi via Google ini tak jadi patokan, namun tampaknya takkan terlalu meleset juga. Anda bisa menemukan kombinasi lain, dan temukan keunikannya.

Nyoblos dan Yang Dicoblos Harus Sama-Sama Enak

kartu suara

Ini merupakan kartu suara yang disebar caleg untuk memilih dirinya

Ini Pileg (pemilihan anggota legislatif) bukan Pilres (pemilihan presiden) bung. Kalau pilpres bolehlah membeli harapan, tapi kalau Pileg tak ada yang bisa diharapkan.
Kalau Pilpres peran sosok sangat penting. Calon pemilih tak harus kenal atau tak harus berharap memperoleh dampak langsung berupa uang atau barang. Tapi Pileg peran sosok tak terlalu penting. Sosok anggota legislatif belakangan sudah terdistorsi. Mereka bukan lagi sosok pejuang rakyat tapi sosok pencari pekerjaan atau penghasilan lebih besar.
Karena itu pileg lebih realistis, harus lebih “jelas” . Jelas siapa sosoknya, jelas jam terbangnya, juga jelas dampak langsungnya kepada masyarakat. Dampak langsung itu bukan semata dalam artian money politics atau politik uang, tapi kehadirannya di sekitar daerah pemilihannya (dapil).
Singkat kata, Nyoblos Sama Yang dicoblos Harus Sama-Sama Enak adalah kenyataan yang berlaku untuk Pileg (lihat Satu Suara Caleg Seharga Rp 200.000)
Berikut adalah tipe/perilaku pemilih sebelum masuk ke bilik suara.
1: Sudah jelas gambaran caleg yang akan dipilih. Caleg tersebut adalah sosok yang telah memberi uang/barang paling besar
2: Sudah jelas gambaran caleg yang akan dipilih. Caleg tersebut adalah sosok yang sudah dikenal dan memberi uang/barang meski tidak besar.
3: Sudah jelas gambaran caleg yang akan dipilih. Namun pemilih tersebut akan berbagi suara dengan istri/suami/saudara antara caleg yang sudah dikenal dan caleg yang memberikan uang/barang paling besar nilainya.
4: Sudah jelas gambaran caleg yang akan dipilih. Caleg tersebut adalah sosok yang sering dikenal melalui media massa/elektronik (biasanya artis/olahragawan).
5: Belum jelas gambaran caleg yang akan dipilih. Datang karena sudah menerima undangan. Biasanya akan cenderung memilih partai dibanding caleg karena tak ada yang dikenal.
6: Belum jelas gambaran caleg yang akan dipilih. Biasanya akan mencoblos gambar seenaknya. Bahkan membuat kartu pemilih tak berlaku.

Apakah Anda menemukan perilaku khusus selain yang saya paparkan di atas. Selamat hari libur. Vote for a better Indonesia.

Satu Suara Caleg Seharga Rp 200.000

Politik uang

Jelang Pileg, politik uang tak bisa diabaikan. Rp 200.000 satu suara kini jadi patokan.

Dua orang warga, Idun dan Sabit (bukan nama sebenarnya), mematok angka 200.000 kepada para caleg yang ingin dicoblos namanya. Alasannya, kata warga Jatipulo tersebut, karena tarif untuk ikut kampanye saja Rp 50.000
Lagi pula, mereka sudah dua kali ikut pemilu legislatif (pileg) dan menerima bayaran untuk mencoblos calon anggota DRR tertentu dengan imbalan Rp 25.000-Rp 50.000. “Iya lah, kita diajak kampanye saja dibayar Rp 50.000, masa untuk mencoblos calon tertentu tarifnya lebih rendah atau sama dengan ikut kampanye parpol,” kata Sabit seperti ditulis Warta Kota.
Keduanya mengaku sudah didatangi tim sukses beberapa caleg. Selain memberikan beras atau sembako, warga juga diminta menyerahkan fotocopy kartu keluarga (KK) dan fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai syarat mengambil sembako. “Mereka pas ngasih sembako bilang, nanti pas pencoblosan disuruh milih salah satu caleg. Saya sih manggut-manggut saja,” kata Idun sambil ngakak.
Bagi kedua warga pekerja serabutan itu esensi pileg dan pilpres adalah dapat rezeki tambahan. Mereka mengaku tidak peduli siapa yang terpilih nanti, yang penting mereka dapat uang atau sembako. “Ada satu caleg yang suka memberi beras. Lumayan, 5 liter dengan kualitas beras bagus. Katanya kalau kita milih dia nanti, akan ada jatah beras selama setahun buat kita. Yang seperti itu yang kita pertimbangkan, daripada dia ngasih uang Rp 50.000 untuk nyoblos nomor dia,” kata Sabit.
Temuan Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) mendukung pernyataan Idun dan Sabit. Abdullah Dahlan, peneliti ICW, meyakini politik uang akan semakin marak selama masa tenang hingga hari pencoblosan 9 April 2014. Hingga masa kampanye terakhir Jumat (5/4) saja, ICW mencatat 135 kasus politik uang di berbagai daerah.
Adapun kategori pelanggaran politik uang tak melulu dalam bentuk uang, paling dominan adalah
pemberian barang (66 kasus), disusul pemberian uang (33 kasus) dan pemberian jasa (14). Nominal beragam mulai Rp 5.000 hingga Rp 200.000 seperti dipatok Idun dan Sabit.
Secara rinci, pemberian barang yang dimaksud di atas umumnya berupa pemberian pakaian (27 temuan) dan sembako (15) di samping barang lain berupa alat rumah tangga, bahan bakar, bahan bangunan, barang elektronik, kitab suci, buku, door prize, fasilitas umum, kalender, makanan, motor, dan obat-obatan. “Dalam bentuk jasa, politik uang yang ditemukan berupa pemberian hiburan, layanan kesehatan, layanan pendidikan dan janji uang,” ucap Abdullah.
Mengapa politik yang begitu dominan? Calon pemilih pileg tampaknya kini realistis. Tak adanya caleg idola atau bisa dipercaya dan terlalu banyaknya nama caleg yang mereka pilih membuat perhitungan untung-rugilah yang mereka dahulukan.
Angka Rp 200.000 merupakan angka yang cukup besar baik dimata calon pemilih maupun setiap caleg. Bayangkan untuk mendapat 100 suara saja dengan uang sebesar itu seorang caleg harus menyiapkan uang 20 juta. Apalagi jika seorang caleg harus mencapai angka aman 100.000 suara, maka keluar angka Rp 20 miliar.
Padahal pemberian uang sebesar itu juga masih spekulatif. Karena calon pemilih bisa saja tak memberikan suaranya dengan alasan tertentu meski sudah menerima uang dua lembar pecahan tertinggi rupiah.
Umumnya selain uang, kedekatan caleg dengan calon pemilihnya juga sangat menentukan. Meski dengan pemberian uang/bingkisan yang lebih sedikit, seorang calon pemilih bisa cenderung menyalurkan suaranya kepada caleg yang sudah dikenal.
“Iya, nih saya lagi bingung. Si caleg dari partai itu sudah ngasih uang cepek (maksudnya Rp 100.000) dan akan jadi nopek (Rp 200.000) jika terpilih. Tapi caleg dari partai lainnya juga udah ngasih panjer Rp 50.000 dan saya kenal baik. Karena itu saya bagi suara deh sama istri untuk dua caleg itu,” kata Pangkur, seorang tukang ojek di daerah Sawangan, Depok.
Bagaimana dengan calon pemilih yang tak memperoleh saweran politik uang–biasanya kalangan menengah–mereka juga akan cenderung memilih yang sudah dikenal. Bisa kenal karena kedekatan, juga karena kenal melalui televise (caleg artis). Pemilih seperti ini bisa juga golput dalam arti tak datang ke TPS atau datang ke TPS dengan mencoblos seenaknya sehingga kertas suara tak bisa dihitung.
Singkat kata, caleg dengan modal besar, apalagi ditambah terkenal, lebih berpeluang terpilih menjadi wakil rakyat dibanding caleg biasa saja dan bermodal pas-pasan. Meski demikian caleg bermodal kecil tetap berpeluang memperoleh kursi jika ia rajin turun ke masyarakat. Caleg seperti ini lazimnya sudah mempersiapkan diri sejak lama.
Karena itu dengan kondisi masyarakat seperti itu, agak mengherankan dengan strategi seorang caleg yang hanya membagikan brosur ke rumah-rumah, untuk mencoblos namanya yang tak dikenal masyarakat itu. Apalagi caleg tersebut berasal dari parpol baru yang elektablitasnya rendah. Strategi membagi brosur seperti itu sudah pasti mubazir, buang-buang uang dan tenaga saja.

Jokowi Harus Hati-hati Bikin Klaim Tentang Papua

Papua

Peta Papua, Wilayah Paling Timur Indonesia

Kepala Biro Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan bahwa kasus baku tembak di Papua tak terkait dengan persiapan Pemilu. Penembakan tersebut juga tak ada hubungannya dengan kedatangan Jokowi ke Papua.

Menurut Boy, hingga kini pihak Polres Jayapura masih menyelidiki kasus tersebut. “Memang Sabtu (5/4) pagi ada gangguan dari orang tidak dikenal di perbatasan. Ada kontak senjata. Kami terus lakukan pengejaran. Kapolres Jayapura dan Pimpinan TNI di sana melakukan penjagaan di perbatasan,” ungkap Boy, Minggu (6/3).

Seperti diketahui beberapa orang bersenjata laras panjang berusaha melakukan kerusuhan. Baku tembak tak terhindarkan saat mereka memaksa melakukan pengibaran bendera Bintang Kejora dan Bendera PBB.
Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Pol Tito Karnavian menegaskan bahwa aksi penembakan tersebut tak ada kaitannya dengan kedatangan Jokowi di Jayapura. “Tidak ada kaitannya dengan kedatangan Jokowi. Kami tetap melakukan pengamanan seperti biasanya,”ucapnya.

Orasi Jokowi
Jokowi pada Sabtu itu memang mengunjungi Pasar Youtefa, Abepura, Jayapura dalam rangka kampanye jelang pemilu legislatif. Sebelumnya, pria yang masih menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta tersebut juga sudah mengunjungi pasar di Kota Sorong, Papua Barat.

Bakal calon presiden PDIP itu menjadi orator dalam kampanye pemilihan kursi legislatif PDI-P di Lapangan Papua Trade Center, Entrop, Jayapura, Papua, Sabtu (5/4) siang. Dalam orasinya, dia menyindir mengapa tak ada calon presiden parpol lain yang berkunjung ke Papua.

“Kenapa calon-calon lain tidak ada yang datang ke Papua? Saya datang karena apa, karena matahari terbit itu dari timur,” ujar Jokowi di depan ribuan simpatisan partai, Sabtu siang. “Saya juga yakin bahwa persoalan-persoalan di Papua, juga akan bisa diselesaikan hanya dengan hati,” lanjutnya.

Jokowi mengatakan bahwa rakyat Papua harus berhati-hati dengan janji politik yang disampaikan para calon presiden lainnya. Ia khawatir tidak ada janji politik yang ditepati para capres itu. “Karena potensi di sini sangat besar sekali. Potensi itu harusnya dipakai sebesar-besarnya untuk kemakmuran warga di Papua, bukan untuk yang lain-lain,” lanjut Jokowi seperti ditulis kompas.com.

Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Papua Khomarudin Watubun memang mengklaim, tak ada calon presiden lain yang mengunjungi Papua seperti Jokowi. Dia menilai, hal itu merupakan bukti kecintaan partainya pada bumi Papua.

Klaim Gegabah
Memang benar Jokowi menjadi satu-satunya Capres yang berkunjung ke Papua selama masa kampanye melalui rapat umum selama 16 Maret – 5 April 2014. Tapi mengklaim hanya Jokowi dan PDIP yang cinta Papua terlalu bombasitis, bahkan mungkin gegabah.

Jauh hari, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh pernah berkunjung ke Papua dengan pesawat jet pribadinya. Bahkan dalam kunjungan terakhir, 29 Oktober 2013 lalu, nama Surya Paloh sudah diabadikan menjadi nama sebuah desa di Raja Ampat, Papua Barat.

Wakil Ketua 1 DPW Nasdem Papua Barat, Saul Rantelembang mengklaim walaupun masih berusia muda kepopuleran Partai NasDem telah menyamai partai-partai besar lain di Papua Partai Golkar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Demokrat. “Kader dan simpatisan kami telah banyak jumlahnya,” kata Saul ketika itu.

Capres dari Partai Hanura Wiranto juga sudah berkunjung ke Papua 22 Januari 2014 lalu. Ia bersama Hary Tanoesudibyo (Cawapres) dalam rangka pembekalan para Calon Legislatif (Caleg) DPR dan DPRD di Papua.

Dalam jumpa pers dengan wartawan di Hotel Aston Jayapura, Wiranto mengklaim bahwa saat dirinya menjabat sebagai Panglima ABRI tahun 1998-1999 tak ada pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua.

Papua juga bukan tempat yang asing bagi Capres dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Saat menjadi Danjen Kopassus, Prabowo dianggap ikut berperan aktif dalam pembebasan dua Sandra berwarga negaraan Belanda, Martha Klein dan Mark van der Wal di Mapenduma, Papua. Keduanya disandra Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada 1996 silam. Kisah pembebasan sandra di Mapenduma telah menjadi film dokumenter dengan judul Gegijzeld in Indonesie.

Bagaimana dengan Capres Golkar Aburizal Bakrie (ARB)? Selama masa kampanye ia memang belum sempat berkunjung ke Papua. Namun pada 4 Maret lalu, ARB menerima rombongan sebelas anggota Dewan Perwakilan Daerah, termasuk asal Papua. Para senator yang dipimpin Bambang Soeroso, senator asal Bengkulu itu menemui ARB untuk membahas usulan DPD tentang Amandemen Kelima Undang-Undang Dasar 1945.

Salah satu di antara mereka adalah Herlina Murib, senator asal Papua. Kepada ARB, Herlina menjelaskan salah satu butir usulan amandemen, yakni memperkuat otonomi daerah, yang tentu berkaitan dengan nasib Papua. Ia pun meminta dukungan ARB dan Partai Golkar agar usulan perubahan UUD 1945 dapat diwujudkan dan Papua menjadi lebih maju.

“Ibu (Herlina Murib), hati saya Papua. Bahkan, nama kontak BBM (Blackberry Messenger) saya adalah `Yahukimo’.” Kata Yahukimo yang ia maksud ialah nama Kabupaten Yahukimo, sebuah kabupaten di Provinsi Papua. Kabupaten itu merupakan kabupaten hasil pemekaran Kabupaten Jayawijaya.

Jadi, Jokowi harap berhati-hati dengan klaim seolah-olah hanya dia yang peduli dengan Papua.

KRONOLOGI BAKU TEMBAK DI PERBATASAN PAPUA, SABTU (5/4) *
* 05.30: Kelompok kriminal bersenjata merusak tempat cuci mobil dan membakarnya di perbatasan Papua dan Papua Nugini. Mereka juga berusaha kibarkan bendera.
* 09.30: Kapolres AKBP Alfred Papare beserta 6 anggotanya datang, namun malah ditembaki hingga terjadi baku tembak. Kapolres dan seorang anggotanya terkena serpihan kaca.
* Kelompok kriminal bersenjata kabur melarikan diri. Saat ini, petugas Polri dan TNI sudah mengendalikan perbatasan.
Keterangan: Kronologi versi Mabes Polri

Ada Tommy Soeharto di Giribangun

tommy soeharto

Seorang petugas (kiri) tampak tergopoh hendak mendampingi Tommy Soeharto usai berdoa di makam kedua orangtuanya di dalam pendopo Astana Giribangun

Diajak mampir ke makam almarhum Presiden Soeharto, di Astana Giribangun, tentu saya tak menolak. Itu merupakan momentum yang mungkin tak diketemukan lagi hingga beberapa tahun ke depan.

Saat itu, usai dinas luar kota di Yogyakarta 6-9 Maret, saya memutuskan minta cuti untuk pulang ke kampung halaman di Magetan, Jawa Timur. Kebetulan kakak perempuan saya sedang berada di rumah mertuanya di Klaten. Maka sebelum ke Magetan, saya mampir ke Klaten yang letaknya tak jauh dari Yogyakarta.

Sejak bekerja di Jakarta, saya sudah jarang pulang ke kampung halaman. Telah tiadanya kedua orangtua menjadi salah satu penyebab sehingga setiap mudik Lebaran saya memilih pulang ke rumah mertua yang masih utuh di Cilacap. Sesekali baru mampir ke Magetan.

Nah, setelah dari Klaten, saya diajak ke Magetan via Tawangmangu-Sarangan. Jalan alternatif ini jauh lebih singkat dibanding jalan regular Solo-Madiun. Hanya saja medannya berat, naik turun, dan sangat berisiko untuk mobil yang kurang prima.

Jalan menuju Giribangun juga naik-turun, karena melewati perbukitan. Adapun lokasi tepatnya di Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, sekitar 35 km dari Surakarta. Makam ini dibangun di atas sebuah bukit, tepat di bawah Astana Mangadeg, komplek pemakaman para penguasa Mangkunegaran, salah satu pecahan Kesultanan Mataram.

Astana Mangadeg berada di ketinggian 750 meter di bawah permukaan laut (dpl), sedangkan Giribangun pada 666 meter dpl. Di Astana Mangadeg dimakamkan Mangkunegara (MN) I alias Pangeran Sambernyawa, MN II, dan MN III.

Nah, sebelum memasuki komplek pemakaman Presiden Soeharto, spanduk kampanye Titiek Soeharto, yang mencalonkan diri menjadi anggota legislatif dapil Yogyakarta seolah sebagai ucapan selamat datang. Ia mamasang foto ayahnya dengan kutipan Putri Ngayogyakarta, Putrine Pak Harto.

Adapun gambar Soeharto yang dipasang adalah gambar yang akrab di media sosial. Yakni Soeharto yang sedang melambaikan tangan dan tersenyum. Biasanya disertai tulisan: Piye mas bro, Zamanku Luwih enak to…

Titiek Soeharto

Spanduk kampanye Caleg Golkar Titiek Soeharto di Giribangun

Memasuki kompleks Astana Giribangun, sejumlah mobil sudah terparkir. Kakak menyuruh saya mendaftarkan diri. Tak ada tiket masuk memang alias gratis, tapi setiap pengunjung harus melaporkan diri dengan menyerahkan identitas berupa KTP/SIM mungkin juga paspor untuk dicatat oleh petugas.

Setelah mencatat detail mulai dari nama, tanggal lahir, nomor KTP hingga profesi, petugas Astana Giribangun yang sudah tua itu berbisik saat menyerahkan kertas persetujuan bahwa saya boleh menengok makam Soeharto dan istrinya: “Tapi tunggu ya, ada mas Tommy,” katanya.

Cukup dengan menyebut satu kata, saya langsung membayangkan nama Tommy Soeharto yang dulu dikenal sebagai Pangeran Cendana. Mata saya pun langsung menyelidik, sedang dimana gerangan sosok putra presiden Soeharto yang dikenal playboy itu? “Tentu saya tak mungkin menemukan di kantin,” batin saya saat melirik kantin kecil di depan gerbang Astana Giribangun.

Begitu memasuki area makam, seorang tugas langsung menghadang seraya mempersilahkan saya menunggu di ruang tunggu. Di sana ada sekitar lima orang yang juga menunggu. “Emang ada apa pak?” tanya saya, pura-pura tidak tahu. “Sedang ada mas Tommy di makam,” ujarnya.

Saya pun menunggu, bersama kakak dan suaminya. Kakak saya cerita siapa saja saudara saya yang pernah berkunjung ke makam itu. Biasanya memang sekalian mampir saat perjalanan dari Klaten ke Magetan. Namun ada juga rombongan wisata. Artinya makan Pak Harto memang telah menjadi salah satu tujuan wisata.

Saya melirik ke ruang tunggu sebelah kanan yang berisi satpam, petugas makam, polisi dan anggota TNI. Saya menduga mereka mengawal perjalanan Tommy Soeharto sebagai anak mantan bekas penguasa terlama di Indonesia.

Pertanyaan besar di benak saya: Apakah Tommy Soeharto rutin mengunjungi makam almarhum mantan ayah-ibunya. Jika itu terjadi, maka beruntunglah kedua orangtua itu karena selalu didoakan anaknya. Masalahnya hari itu bukan hari libur, saya pun menduga, Tommy tak hanya bertujuan menjenguk makam ayah-ibunya.

Saat pertanyaan itu belum terjawab, petugas tampak sibuk. Rupanya Tommy sudah selesai berdoa di depan makam Pak Harto dan Ibu Tien. Dari kejauah sosok akrabnya mudah dikenal. Mengenakan baju biru muda dan selana hitam ia muncul dari pendopo megah tempat almarhum Pak Harto dan Ibu Tien di makamkan. Seorang petugas tampak tergopoh-gopoh hendak mendampinginya.

Dengan berjalan agak cepat, Tommy menghampiri tempat duduk kami dan rombongan pengunjung lainnya. Semua sempat terkejut dengan langkah Tommy tersebut. Ternyata ia mendekat rombongan pengunjung hanya untuk menyapa dan mempersilahkan memasuki pendopo. “Mari, silahkan gentian” sapanya sambil tersenyum.

Setelah itu ia berjalan ke sebuah tempat, mungkin ke sebuah masjid untuk terus melanjutkan doanya. Kami pun bersiap memasuki pendopo makam presiden dan istrinya yang pernah mengendalikan Indonesia selama 32  tahun itu. “Masih ganteng ya mas tommy,” kata kakak perempuan saya.

(Belakangan ketika saya mencari tahu Tommy Soeharto via Google, ternyata setelah itu pada Selasa, 11 Maret 2014, ia meresmikan peletakan batu pertama Syariah Hotel Solo. Hotel ini diklaim sebagai hotel syariah paling besar di Indonesia. Mungkin setelah dari Hotel. Jadi, selain ke Giribangun bersama Titik Soeharto, kakaknya, ia juga punya acara bisnis di Solo)

 

Perjalanan Sepi Nenek Onah

Onah terdiam di sudut Stasiun Tanah Abang. Pandangannya kosong. Ia batal berpergian menggunakan kereta ke arah Bogor karena KRL ekonomi *  jurusan itu sudah habis.

“Tinggal commuterline nek. KRL ekonomi terakhir baru saja berangkat,” kata petugas loket stasiun.

Petugas itu kemudian menyarankan nenek Onah menggunakan commuterline. Ia menyebut kereta itu lebih nyaman karena ada AC-nya. Tarifnya juga sekarang tidak mahal– karena tarif progresif.

“Nenek nggak biasa naik kereta AC. Nenek lagi nggak enak badan.” Onah menyampaikan alasannya.

“Tapi kereta ekonominya sudah habis. Tinggal kereta AC.”

“Ada lagi kapan? Nenek mau nunggu…”

“Sudah habis nek. Besok pagi baru ada lagi.”

Karena antre, petugas loket menyuruh Onah minggir untuk memberi kesempatan penumpang di belakangnya yang sudah gregetan. Sang nenek pun terdesak karena petugas loket tak mau melayaninya lagi. Nenek Onah lalu pergi ke sudut stasiun.

Lalu lalang calon penumpang commuterline melintas di depannya.  Mereka tak ada yang peduli. Merela mungkin menganggap, nenek Onah yang penampilannya kumuh seharusnya tak berada di keramaian lobi stasiun malam-malam.

***

Onah sudah lama tak naik KRL karena sakit. Sehari-hari, ia adalah pemulung di kawasan Stasiun Tanah Abang. Sesekali ia merima jasa membuatkan minuman kopi dan teh  untuk para pekerja seks di kawasan Bongkaran yang lokasinya dekat stasiun.

Untuk mengisi kebosanan, karena sudah lama menjanda, biasanya Onah naik KRL ke arah Bogor, lalu kembali ke rumahnya di Tanah Abang menjelang malam.

Suatu hari ia berkenalan dengan seorang pengemis tua bernama Jampar. Entah mengapa Onah jadi akrab dengan pria renta itu. Di matanya, kakek tua tersebut lucu karena sering ngebodor. Sudah lama Onah tak tertawa terpingkal-pingkal. Kenalan barunya itulah yang berhasil membuatnya kembali bisa tertawa lebar.

Karena sering bertemu, Onah jadi rela membantu Jampar mengemis. Berdua mengemis ternyata memperoleh uang cukup banyak. Mungkin orang kasihan melihat pasangan tua masih mengemis. Padahal mereka seharusnya berada di rumah, menimang cucu, menikmati masa tua.

Mengenal Jampar, juga membuat Onah merasa lebih beruntung. Betapa tidak, ia masih punya anak dan cucu yang tinggal bersama meski kondisi ekonomi tak lebih baik. Sedang Jampar hidup sebatang kara.

Jampar mengaku masa mudanya kebanyakan dihabiskan untuk bersenang-senang. Ia berkali-kali menikah dan pernah punya anak. Namun ia tak pernah tahu dimanakah para anak kandungnya sekarang. Mantan istri-istrinya sudah tak ada yang peduli dengan kondisinya.

Di masa tua, dimana fisik tak lagi bisa diandalkan untuk bersenang-senang, Jampar pun hanya bisa mengemis demi mempertahankan hidupnya. Ia mengaku menyesal tak memikirkan masa tua. Ia kini sudah insyaf meski sudah terlambat. Bersama Jampar, Onah jadi membawa mukena kemana-mana. Jampar sering mengajaknya shalat berjamaah.

“Biar tua begini, aki masih sanggup gituan loh. Onah mau dites?” kata Jampar tertawa seraya tangannya menunjuk sekor kucing yang sedang menggigit tengkuk pasangan yang hendak dibuahinya.

Onah ikut tertawa. Ia tahu Jampar cuma bercanda. Dan bercandalah yang hanya bisa mereka lakukan di masa tua.

***

Beberapa hari kemudian, Onah akhirnya naik KRL ekonomi ke arah Bogor untuk menemui Jampar. Kakek itu biasanya mangkal di Stasiun Depok Baru.

Onah sempat bingung karena karcis yang biasanya ia pegang kini berganti  dengan kartu elektronik. Seumur-umur ia baru memegang kartu seperti itu. Sempat terlintas dibayangannya, apakah kartu tersebut bisa digunakan untuk mengambil uang seperti yang digunakan orang-orang dengan ATM- nya?

Tentu saja Onah tak tahu cara menggunakannya. Ia berdiri sebentar menyaksikan orang-orang menggunakan kartu elektroniknya. Namun saat gilirannya tiba, tetap saja Onah tak tahu cara menggunakan kartu single trip itu sehingga harus dibantu petugas keamanan setempat.

Setelah sukses menggunakan kartu elektronik, Onah baru tersadarkan dengan suasana baru Stasiun Tanah Abang yang lebih bersih dari biasanya. Tak ada lagi toko-toko yang biasa menjual makanan dan minuman, juga tak ada lagi gembel yang biasanya seliweran atau ikut duduk di deretan bangku penumpang.

Kereta ekonomi yang ia tumpangi juga lebih padat dari biasanya. Jumlah pengemis dan pengamen lebih banyak. Satu gerbong bisa sampai tiga orang pengemis. Pengamen pun harus tahu diri karena tak mungkin mereka beraksi dengan profesi serupa dalam satu gerbong.

“Loh, nenek nggak tahu ya. KRL ekonomi kan mau dihapus,” kata seorang penumpang yang duduk di sebelahnya.

KRL ekonomi sudah dianggap tak layak digunakan. Semua kereta api sekarang adalah kereta api yang ada AC-nya. Sebelum dihapus, jumlah kereta api ekonomi dikurangi jumlahnya.

“Jadinya ya begini, pengamen dan pengemis jadi numpuk,” imbuh penumpang tersebut.

Sampai di Stasiun Depok Baru, Onah kembali terkejut karena stasiun itu juga sudah bersih. Tak ada kios pedagang kaki lima yang biasa ramai memenuhi peron stasiun. Tak ada gelandangan, pengemis, juga preman yang kerjanya memalak sesama orang miskin. Onah jadi kehilangan tempat bertanya.

Di sudut stasiun itu, nenek Onah hanya bisa termangu. Duduk seorang diri. Biasanya di tempat itu ia bersama Jampar. Ngobrol kecil dan tertawa bersama.

“Jadi pengen muda lagi,” kata Jampar suatu hari.

“Emang kenapa?”

“Biar bisa macarin Onah.”

“Katanya sudah insyaf.”

“Hahaha …Iya. Mungkin kalau bertemu Onah sejak muda, insyafnya juga lebih muda.”

Onah diam. Ia juga sempat membayangkan berjumpa Jampar saat sama-sama masih muda. Oh, alangkah indahnya berumah tangga dengan lelaki itu. Pasti hidupnya penuh canda-tawa.

“Nenek Onah ya?”

Suara teguran itu mengejutkan Onah. Teguran itu berasal dari seorang pria yang berhenti di hadapannya setelah menyusuri rel.

“Nenek pasti cari kakek Jampar ya? Ia sudah meninggal dunia nek, seminggu lalu,” kata pria itu seraya kembali menyusuri rel. Petugas stasiun tampak hanya memandanginya tanpa mau menegur apa lagi melarang. Pria itu diduga tinggal di sekitar stasiun.

Raut muka Onah langsung murung tatkala mendengar kata Jampar sudah meninggal. Ia sudah mengira sejak awal. Ia yakin kakek tersebut kehilangan tempat mengemis sehingga penyakitnya kambuh dan tak ada yang menolong hingga akhir hayatnya. Bulir air mata perlahan jatuh membasahi pipi Onah.

***

Meski sudah tahu KRL ekonomi sudah habis, Onah tetap nekat pergi ke Bogor menggunakan commuterline. Baru pertama kali ia menggunakan kereta AC tersebut. Petugas satpam kembali membantu menggunakan kartu commuterline yang selamanya tetap asing buat Onah.

Di dalam Commuterline, Onah mengabaikan hawa dingin yang menyergapnya. Ia menyusuri setiap stasiun menggunakan commuterline demi mengenang perjalanan malam bersama Jampar.

Namun meski berulang kali ia paksakan, bayangan perjalanan mengesankan saat mengemis bersama Jampar tak bisa ia munculkan di kepalanya. Suasana kereta yang sungguh berbeda adalah penyebabnya. Mengemis dilarang di Commuterline. Onah merasa berada di dunia asing yang jauh berbeda.

Perjalanan nenek Onah dari Stasiun Tanah Abang ke Depok Baru pun menjadi perjalanan paling sepi dalam hidupnya.

*) Terinspirasi dengan rencana akan dihapusnya KRL ekonomi.

Gareth Bale, Bayar Tuntas Harga Termahal Dunia

Bale 2

Statistik Gareth Bale saat bikin gol brilian ke gawang Barcelona (grafis DailyMail.Co.Uk)

Lupakan Barcelona yang mengalami tiga kekalahan beruntun di tiga kompetisi dan terancam tak meraih tropi (baca Cacat Martino). Justru pada kekalahan Barcelona terakhir 2-1 di final Copa Del Rey, semua orang membicarakan Gareth Bale.

Pemain asal Wales berusia 24 tahun itu pun seolah telah membayar tuntas rekor harga termahal dunia yang disandangnya saat di datangkan Real Madrid dari Tottenham Hotspurs dengan harga 91 juta poundsterling.

Bale bukan hanya menjadi penentu kemenangan dalam laga itu. Tapi mencetak gol brilian. Dengan kecepatan larinya, dari setengah lapangan, Bale yang menerima umpan dari Fabio Contrao langsung mengajak sprint pemain Barcelona Marc Bartra dan memenangkannya. Lalu memperdaya kiper gaek Barca, Jose Manuel Pinto ketika pertandingan menyisakan waktu lima menit.

Saat itu pula stadion meledak. Serak sorai penonton Real Madrid tak terhindarkan. Para pemain Barcelona yang mungkin membayangkan bakal memasuki perpanjangan waktu akhirnya tertunduk lesu. Melawan klub sekuat Real Madrid, waktu lima menit adalah waktu terlalu singkat untuk membalasnya.

Dan benar saja, dalam lima menit itu, tercatat Barca hanya menciptakan satu peluang melalui pemain anyarnya Neymar. Tembakan pemain asal Brasil itu hanya membentur gawang Real Madrid yang dikawal Iker Casillas.
Real Madrid sendiri mengawali kemenangan melalui Angel di Maria menit 11. Barcelona mampu menyamakan kedudukan melalui Bartra menit 68. Pada 15 menit terakhir, Barcelona mengendalikan permainan. Namun gol brilian Bale menghentikan keperkasaannya.

Misteri Gareth Bale
Bermain tanpa Cristiano Ronaldo , Real Madrid sempat kurang diunggulkan melawan Barcelona. Dua kemenangan klub yang terkenal dengan sepakbola tiki-takanya itu di La Liga menjadi alasan lain untuk tak mengunggulkan Real Madrid di bursa taruhan sepakbola.

Prediksi versi taruhan berbeda dengan prediksi kubu Real Madrid. Tanpa Real Ronaldo, sebagian fans Madrid percaya mereka bisa mengatasi Barcelona. Faktor kehadiran Bale menjadi salah satu pertimbangan mereka. Bukan saja karena pemain tersebut dibeli dengan harga mahal, namun karena penampilan hebatnya sepanjang musim.

Secara keseluruhan ia telah tampil 39 kali di semua musim dan menciptakan 20 gol, 14 gol diantaranya di ajang La Liga, lima gol di ajang Liga Champions dan satu gol penentu di ajang Coppa Del Rey. Bale juga tampil sebagai raja assist Real Madrid dengan 12 assist di bawah Koke dari Atletico Madrid dengan 14 assist.

Sejumlah pemain Madrid yang tak mau diungkapkan namanya menyebut bagaimana bahwa Bale ingin memanfaatkan pertandingan besar itu sebaik mungkin. Di ruang ganti, Bale tampak selalu berkonsentrasi. Ia cenderung menyendiri dan selalu menempelkan kepalanya kepada tembok pembatas di ruang ganti sepekan terakhir.

Hasilnya kemudian menjadi bukti. Bale hanya sedikit pemain yang mampu meraih trofi di tahun pertamanya dengan status man of the match. Bahkan mungkin Real Madrid dengan kehadiran Bale berpeluang menambah tropi di ajang La Liga dan Liga Champions.

Puja-puji untuk Bale
Segera setelah gol pengantar El Real juara Copa Del Rey ke-19 kalinya, Bale dielu-elukan tidak hanya oleh penggemar namun juga pemain dan rekan-rekan sebangsanya di Inggris. “Gareth Bale telah menjadi seorang superstar,” kata mantan penyerang Inggris Gary Lineker dalam tweet-nya.
Cristiano Ronaldo pun memeluk Gareth Bale yang untuk pertama kalinya meraih sebuah trofi kejuaraan besar.

“Para pemain pengganti dan staf luar lapangan Real Madrid menghambur dari bangku pemain dan memburu Gareth Bale,” kata penulis sepakbola Spanyol Mike Holden di Mestalla.

“Wow Bale. Akselerasi dan ketenangan dalam keagungan,” kata gelandang Queens Park Rangers Joey Barton. Sedangkan gelandang Hull City Tom Huddlestone mentwit: “GB11 gol yang luar biasa!!! Berlari melintasi batas lapangan untuk kemudian kembali hahaha. Cepat sekali!! @GarethBale11″

Bale

Statistik seorang Garetn Bale (wikipedia)

Barca

Statistik Barcelona vs Real Madrid (soccerway)

Anggota DPR dan Pulsa

Juga Bintang

Cara isi pulsa tekan pagar

Udin terpilih menjadi wakil rakyat tanpa harus kerja keras. Ia ikut kena dampak positif Capres Effect yang begitu populer. Dan ternyata bukan hanya dia yang punya pengalaman serupa, Nardun juga mengalaminya.

Udin dan Nardun bahkan satu komplek di perumahan mewah anggota dewan. Penampilan keduanya berubah drastis. “Otak boleh pas-pasan, tapi penampilan harus jos pisan,” ujar Udin disambut tawan oleh Nardun.

Suatu siang Udin kaget melihat Nardun sedang memegang pagar di depan rumah. Ia pun keluar dan menghampirinya. “Ada apa, Bro? Mengapa memegang pagar rumah seperti itu?” tanya Udin.

“Ada masalah sedikit nih, kawan. Kemarin aku beli HP baru dan sekarang mau isi pulsa.”

“Loh, apa hubungannya mengisi pulsa dengan memegang pagar?” Udin tak mengerti.

“Telepon saja operatornya. Beres itu bro,” sambung Udin.

“Justru itu kawan. Aku sudah menelepon dan operator meminta aku menekan pagar sebelum mengisi pulsa. Eh sudan ditekan dari tadi pulsa belum masuk juga,”

“Ohh sama dong. Saya kemarin juga begitu. Operator meminta saya menekan bintang. Memangnya saya Superman apa,” jawab Udin seraya membantu Nardun menekan pagar.