Penipu Yang Takut Tuhan


sudah ada yang diborgol nggak kapok juga (lensaindonesia)

Beberapa hari lalu kami ditelepon dari seseorang mengaku dari PT Telkom Bogor. Telepon diangkat istri saya lalu diberikan kepada saya sambil berpesan bahwa orang ini sudah beberapa kali telepon.

Orang yang mengaku dari bagian PT Telkom tersebut memberi tahu bahwa nomor telepon rumah atas nama saya keluar sebagai salah satu pemenang undian yang pengumumannya disiarkan langsung di Trans TV.

Ia beberapa kali menyebut nomor telepon rumah saya, nama saya, dan alamat rumah saya untuk meyakinkannya.

Menurut istri saya, orang ini pernah menelepon dua kali. Pertama ia catat keterangannya seolah-olah istri saya senang memperoleh undian. Namun informasi yang sudah ia catat selanjutnya tak diapa-apakan karena ia meragukan informasi pria itu. Modus seperti itu sebenarnya sudah basi karena sering didengar, meski masih banyak orang tak mengetahuinya memang.

Beberapa hari kemudian, pria bersuara lembut tersebut kembali menelepon. Istri saya langsung menebak bahwa pria itu pernah meneleponnya. Karena sudah ketahuan, sang penelepon mengaku atas nama PT Telkom itu langsung menutup sambungan teleponnya.

Dengan informasi itu, saya pun menanggapinya seolah-olah saya tak tahu bahwa ia penipu. Begitu saya disuruh mencatat nomor telepon yang bisa dihubungi untuk mengambil hadiah, saya meminta ia menunggunya dengan alasan mencari pulpen. Padahal pulpen ada disebelah saya.

Setelah lima menit kemudian, saya kembali mengangkat telepon. Ternyata si penipu masih setia menunggu. Mungkin mengira saya beneran mencari pulpen. Lalu saya pun mencatat nomor yang harus saya hubungi untuk mengambil hadiah yang sudah diumumkan di Trans TV seperti disebutkannya.

Nomornya adalah 021-50141200 atas nama Drs Sardjito, penanggung jawab undian dari PT Telkom. “Oke pak. Saya akan hubungi nomor ini. Tapi janji bapak tidak berbohong,” kata saya.

“Tadi malam sudah disiarin di Trans TV,” jawabnya singkat seolah ia yakin siaran itu memang ada dan saya tak menyaksikannya.

“Tapi bapak berani sumpah kan” kata saya lagi.

“Sumpah bagaimana?”

“Begini Pak. Selama ini kan banyak penipuan melalui telepon. Kalau bapak berani sumpah saya yakin bapak tak menipu, dan saya akan langsung menelepon nomor yang bapak berikan tadi. Bagaimana, Pak?”

“Saya kan sudah disumpah oleh kantor saya,” kata si penipu itu nggak mau kalah.

“Menurut saya belum cukup. Sumpah demi Tuhan berani nggak Pak?”

Tiba-tiba klek, sambungan telepon diputus.

Kami sekeluarga pun tertawa. Penipu kok takut sama Tuhan…

Catatan: Penipu via telepon dan mengatasnamakan undian seolah nggak ada matinya. Beberapa kali kelompok penipu seperti ini tertangkap, namun terus bermunculan. Terakhir kelompok Usman yang sudah beraksi 3,5 tahun dan ditangkap Polda Metro Jaya. Terungkap kelompok ini meraup miliaran rupiah dan hidup bersenang-senang seperti membeli mobil seharga Rp 400 juta.

Mungkin penangkapan saja tak cukup. Untuk membuat jera, hukuman berat dan diumumkan ke masyarakat harus dilakukan. Selama ini, setelah penangkapan masyarakat tak pernah tahu berapa tahun hukumannya.

Sumber foto di sini

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s