Pelajaran dari Musibah Putra Bungsu Ahmad Dhani


Di negeri ini, hati-hati saja terkadang tak cukup. Musibah tetap mengacam justru dari pengendara lain yang tak berhati-hati.
Ketidakhati-hatian berkendaraan bisa terjadi karena karakter pribadi masing-masing, bisa juga karena organisasi. Membiarkan angkutan umum tak laik jalan tetap beroperasi adalah contohmya.
Seorang kawan, misalnya, sudah mentaati aturan berhenti di perempatan jalan saat lampu menyala merah, lalu melaju kembali saat lampu berwarna hijau. Namun sepeda motor yang dikemudikannya tetap saja dihajar kopaja yang melaju kencang. Kopaja tersebut nekat melanggar lampu merah demi mengejar setoran.
Setelah dirawat dirumah sakit, beruntung teman saya tadi sembuh meski semula sempat dikhawatirkan bakal terkena gegar otak ringan. Hingga sekarang ia sudah kembali bekerja sedia kala.
Saat mengendarai mobil di jalan tol, hal seperti itu juga selalu mengancam. Kita mungkin sudah ekstra hati-hati di jalan bebas hambatan itu. Namun tak menjamin kita aman sampai tujuan. Ancaman musibah selalu mengancam karena banyak pengendara lain tak sehati-hati seperti apa yang kita lakukan.
Bahkan kadang terlintas di pikiran saya ada mobil melayang dari arah berlawanan karena ban meletus atau sopirnya mengantuk. Mobil melayang melewati pembatas jalan bukan hal yang aneh di jalan tol karena hampir semua kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi. Sementara sebagian besar jalan tol, kondisi pagar pembatasnya rendah
Mobil melayang dengan penyebab masih diselidiki itu kini dialami Abdul Qodir Jaelani alias Dul, putra bungsu musisi terkenal Ahmad Dhani.  Mobil Mitsubishi Lancer bernomor polisi B 80 SAL yang dikemudikan Dul, menghantam besi pembatas tol di Km 8+200 Tol Jagorawi. Setelah menabrak pembatas tol, mobil seharga ratusan juta itu juga menghantam Daihatsu Gran Max dan menewaskan enam orang. Beberapa penumpang lainnya kini masih dirawat di rumah sakit.
Dul jelas bersalah karena ia tak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Namun mengingat usianya masih 13 tahun, Ahmad Dhani sebagai ayahnya, juga bisa dianggap ikut bertanggung jawab. Ia dianggap lalai mengawasi anaknya mengendarai kendaraan di jalan umum dan menyebabkan nyawa orang lain menghilang.
Kepada wartawan, Ahmad Dhani sendiri sudah menyatakan sanggup menanggung biaya semua korban musibah mobil melayang yang dikemudikan anak bungsunya. Tentu saja kesanggupan pentolan band Dewa tersebut tak membuat kasusnya otomatis dihentikan.
Proses hukum demi keadilan harus tetap berjalan. Terutama untuk mencegah kasus serupa sehingga tidak terulang lagi. Anak seusia Dul jelas emosinya masih labil. Ia belum tahu makna safety riding. Banyak diantara mereka mungkin menggemari balap mobil dalam permainan atau game bukan jalanan sesungguhnya.
Pelajaran lain, agar kasus serupa tak terulang adalah soal pembatas jalan tol.  Apakah sudah cukup aman pembatas jalan tol hanya menggunakan palang besi dengan ketinggian tak sampai dua meter.
Dulu, kata mantan pembalap nasional, Alex Asmasoebrata, di jalan tol Jagorawi, selain pagar pembatas, masih ada ruang sekitar 20 meter antara dua jalan tol arah berlawanan. Ruang tersebut berbentuk cekungan tujuannya yang itu tadi untuk menghindari peluang mobil terbang ke arah  jalan berlawanan.
“Tapi sekarang malah dihabiskan buat penambahan lajur,” kata Alex seperti dikutip merdeka.com, Senin (9/9) lalu. Karena itu ia menganggap  pengelola ruas jalan tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) harus ikut bertanggungjawab dalam kecelakaan maut terkait kasus Dul.
Menurut Pasal 5 ayat 1 Peraturan Pemerintah nomor 15 tahun 2005 tentang Jalan Tol disebutkan bahwa Jalan Tol wajib mempunyai tingkat pelayanan keamanan dan kenyamanan yang lebih tinggi dari jalan umum yang ada. Pada pasal 5 juga disebutkan bahwa pada tempat-tempat yang dapat membahayakan pengguna jalan tol, harus diberi bangunan pengaman yang mempunyai kekuatan dan struktur yang dapat menyerap energi benturan kendaraan. Apakah palang besi pembatas tol seperti di Jalan Tol Jagorawi termasuk kriteria tersebut? Tentu tidak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s