Setahun Lebih Pecapresan ARB, Elektabilitasnya Malah Terjun Bebas


Fakta bahwa elektabilitas Aburizal Bakrie (ARB) justru mendekati Pileg dan Pilpres tak terhindarkan. Paling tidak berdasarkan hasil survey belakangan ini.
Namun kubu Ketua Umum Partai Golkar itu tetap keukeh.”Daripada memikirkan satu hasil penelitian lembaga survei, lebih baik Partai Golkar fokus dan konsentrasi pada pemilu legislatif 9 April,” kata Ketua DPP Partai Golkar Hajriyanto Y Thohari, seperti dikutip Tribunnews, Selasa (1/4).
Beredarnya video dan foto yang menampilkan Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie, dengan artis Marcella Zalianty dan Olivia Zalianty di dunia maya beberapa waktu dinilai cukup berdampak negatif atas elektabilitas ARB sebagai calon presiden (capres).
Survei terbaru yang dilakukan Pusat Kajian Pancasila, Hukum dan Demokrasi Universitas Negeri Semarang (PUSKAPHDEM) menyebutkan elektabilitas ARB hanya mencapai 16,42 persen. Kalah oleh elektabilitas Priyo Budi Santoso (18,44 persen) dan Jusuf Kalla (17,33 persen).
“Video dan foto yang beredar menghasilkan multi effect. Yang paling jelas, citra ARB menjadi negatif terhadap elektabilitas, tapi di sisi lain kader lain mendapat berkah,” kata Direktur eksekutif Pusat Kajian Pancasila, Hukum dan Demokrasi Universitas Negeri Semarang (PUSKAPHDEM), Arif Hidayat.
Dengan fakta berita seperti itu, Vivanews.com yang sahamnya dimiliki ARB matian-matian menutupinya. Caranya mencari sudut pandang (angle) berita berbeda. Misalnya dengan menulis judul Survei Universitas Negeri Semarang: ARB Masih Tetap Populer. Meski kalah dalam elektabilitas, nama ARB masih tetap paling populer di partai berlambang pohon beringin itu. Tingkat popularitas ARB mencapai 91,28 persen, disusul oleh Jusuf Kalla (90,64 persen) dan Priyo Budi Santoso (87,43 persen).
Sebelumnya, tatkala Hasil survei Soegeng Sarjadi School of Goverment (SSSG) menunjukan posisi ARB bukannya malah naik tapi terjun bebas menjadi tinggal 1,12 persen kalah oleh JK dan Wiranto, Vivanews mengangkat hasil elektabilitas capres Demokrat yang tengah menggelar konvensi yakni Dahlan Iskan menempati posisi pertama dengan 83,76 persen, Gita Wirjawan (68,15 persen) dan Marzuki Alie (65,22 persen).
Dengan kondisi itu di internal Golkar tampaknya juga mulai resah. Politisi Golkar, Ais Anantama Said misalnya mendesak Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie mundur dari pencapresan 2014, karena elektabilitasnya rendah dan tidak memungkinkan menang pilpres.
“ARB mundur saja, tak usah maju jadi capres karena 95% Ical kalah alias tak jadi presiden. Agar tidak kehilangan muka, lebih baik Golkar siapkan kadernya untuk jadi cawapresnya Jokowi,’’ kata Ais Said di Jakarta.
Wakil Sekjen DPP Golkar Musfihin Dahlan seperti dikutip Antara mengatakan bahwa pemangku kepentingan Partai Golkar harus bersikap realistis. Jika hasil pemilu legislative tak capai target, Golkar tak boleh memaksa ARB jadi Cawapres. Golkar harus mengajukan posisi Cawapres dan bukan ARB yang diajukan, tapi JK, Priyo Budi Santoso, Akbar Tandjung atau Agung Laksono.
Jadi kita tunggu saja hingga hasil Pileg, masihkan ARB keukeuh jadi Capres.

KRONOLOGI  BERITA TURUNNYA ELEKTABILITAS ARB
26 Juni 2012: Dalam blognyam Icalbakrie.com, ARB menjelaskan mengapa ia akhirnya mau jadi Capres Golkar? Jawabanya survei ketika itu Golkar bereada di urutan atas. Selain itu desakan kader agar ia maju jadi calon RI 1 tak bisa ditolak.
29 April 2014:  Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Syarif Cicip Sutardjo, mengaku saat ini jajarannya tengah bekerja keras untuk mendongkrak elektabilitas ARB. Salah satunya dengan cara blusukan. Model pendekatan ala Jokowi itu sudah dilakukan ARB tiga atau empat hari dalam seminggu turun ke daerah.
7 Mei 2013: Meski sudah menjadi capres Partai Golkar, kenaikan elektabilitas ARB lambat.  “Awalnya (elektabilitas) hanya dibawah 5 persen, sekarang sudah di atas 7 persen, ada peningkatan,” ujar Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono ARB kurang popular di kalangan kaum muda dan kaum pekerja.
5 Agustus 2013: Mantan Ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla berharap agar partainya lebih bekerja keras untuk mengangkat elektabilitas calon presiden yang diusungnya, ARB. Sebab, dalam beberapa survei, elektabilitas Aburizal justru lebih rendah daripada Partai Golkar. Tak disebutkan angkanya.
8 Agustus 2013: Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung mengakui elektabilitas calon presiden yang diusung partainya, Aburizal Bakrie masih di bawah dalam berbagai survei lembaga jajak pendapat. Golkar pun punya PR untuk menaikkan elektabilitas capres yang kerap disebut dengan ARB itu hingga di atas 15 persen.
7 Februari 2014:  Ketua DPP Partai Golkar, Priyo Budi Santoso, mengungkapkan bahwa partainya telah melakukan langkah-langkah hebat untuk meningkatkan elektabilitas partai dan ARB sebagai calon presiden. “Masih ada waktu meningkatkan elektabiltas Ketua Umum Aburizal Bakrie, dan saya masih yakin mudah-mudah ada keajaiban,” ucapnya, terdengar menyindir.
4 Maret 2014: Hasil survei Median Survei Nasional (MSN) yang dirilis Selasa, 4 Maret 2014 hanya menempatkan ARB di bawah Jokowi dan Prabowo Subianto. Jokowi meraup 30,1 %m Prabowo Subianto 18,0%, Aburizal Bakrie hanya 10,0%.
13 Maret 2014: Hasil survei Soegeng Sarjadi School of Goverment (SSSG) menunjukan posisi ARB bukannya malah naik tapi terjun bebas. Jokowi masih merajai dengan 40,32 persen, Prabowo Subianto 10,64 persen, Jusuf Kalla 6,08 persen, Wiranto 4,96 persen, dan Aburizal Bakrie hanya 1,12 persen. Diduga terjun bebasnya posisi ARB terkait beredarnya video jalan-jalan bersama dua artis muda Marcela dan Olivia Zalianty.
31 Maret 2014: Pusat Kajian Pancasila, Hukum, dan Demokrasi Universitas Negeri Semarang (PUSKAPHDEM–UNNES) terang-terangan membuat kajian dampak Elektabilitas ARB. Hasilnya benar-benar terjun bebas. Bahkan diinternal partai pun ARB (16,42 persen) dikalahkan Priyo Budi Santoso (18,44 persen) dan Jusuf Kalla (17,33 persen). Survei ini pun menyarankan agar mengkaji ulang pencapresan ARB.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s