Jangan Pilih Caleg Urutan 1 dan 2, Mereka Muka Lama


Buruknya kinerja DPR RI periode 2009-2014 kian terbukti berdasarkan hasil
penelitian yang dilakukan Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) yang dirilis di Gedung Djoang Jakarta, Kamis (3/4).
Dari 519 anggotanya, 83,3 persen dinilai buruk, sedangkan yang dinilai berkinerja baik hanya 6,4 persen, dan 9,8 persen anggota DPR memiliki kinerja cukup.
Ironinya sekitar 90,8 persen calon wakil rakyat tersebut kembali mencalonkan diri menjadi penghuni elit di Senayan. “Dari seluruh anggota DPR, 90,8 persennya adalah caleg incumbent yang maju kembali ke Pemilu 2014, dan 80 persen diantaranya berada dinomor urut 1 dan 2,” ujar Koordinator Formappi, Sebastian Salang
Peneliti Pusat Penelitian Politik LIPI Kurniawati Hastuti Dewi mengatakan, kinerja buruk mayoritas anggota DPR periode 2009-2014 yang kembali menjadi caleg incumbent sebagaimana temuan Formappi perlu diawasi aktif oleh lembaga society. Namun hal ini cukup sulit untuk mengawasi kinerja para wakil rakyat karena selama ini DPR tidak terbuka kepada publik.
Salang menjelaskan, penelitian terhadap kinerja 519 anggota DPR dilakukan selama 1,5 tahun. Penelitian dilakukan dengan menganalisis berbagai sumber data, seperti dokumen resmi DPR, daftar hadir komisi, risalah rapat komisi, dokumen fraksi, dokumen partai, dokumen anggota, dan situs milik anggota DPR selama tahun 2012.
Formappi menggunakan enam indikator untuk mengukur kinerja DPR, yakni melakukan kunjungan ke daerah pemilihan (dapil), memiliki rumah aspirasi di dapil, menghadiri rapat-rapat komisi, melaporkan harta kekayaan, dan melaporkan kegiatan selama masa sidang dan reses.
Dari hasil analisis itu, Formappi menyimpulkan, mayoritas anggota DPR berkinerja buruk. “Jadi ada 318 atau 61,3 persen anggota DPR mendapat nilai sangat buruk dan 22,5 persen (117 anggota) mendapat nilai buruk. Jika diakumulasi bisa dikatakan rapot 83,8 persen anggota DPR itu buruk,” kata Sebastian.
Dari 519 anggota DPR, hanya 29 anggota yang berkinerja baik atau sekitar 5,6 persen saja. Sementara anggota DPR yang berkinerja sangat baik hanya sebanyak 4 orang atau 0,8 persen.
Sebastian menjelaskan, anggota DPR disebut berkinerja sangat buruk karena jumlah skor dari seluruh aktivitas yang dilakukannya kurang dari 4. Adapun anggota disebut berkinerja buruk karena skor yang didapat berkisar antara 4-5,54.
Sementara anggota yang dianggap berkinerja cukup sebanyak 51 orang atau sekitar 9,8 persen. Mereka itulah yang mendapatkan nilai antara 5,5 hingga 6,99.
Dari 519 anggota DPR, hanya 29 anggota yang berkinerja baik atau sekitar 5,6 persen saja. Sementara anggota DPR yang berkinerja sangat baik hanya sebanyak 4 orang atau 0,8 persen.
Rapor yang dibuat Formappi, menurut Salang, diharapkan menjadi bahan evaluasi diri bagi para anggota DPR. Selain itu, diharapkan pula rapor dari Formappi digunakan untuk mendorong perbaikan kinerja anggota DPR ke depan.
Bagaimana menghindari agar anggota DPR berkinerja buruk itu tak terpilih. “Ya kalau terpaksa harus memilih, jangan pilih nomor urutan atas. Pilih nomor urutan tengah atau bawah. Mereka pasti caleg baru bukan caleg lama yang menyebalkan,” kata pengamat Politik Fadjroel Rahman di tempat terpisah.

SURVEI KINERJA ANGGOTA DPR
318 Anggota (61,3 persen) – sangat buruk
117 Anggota (22,5 persen) – buruk
51 Anggota (9,8 persen) – cukup
29 Anggota (5,6 persen) – baik
4 Anggota (0,8 persen) – sangat baik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s