“Kamu” Yang Benar-Benar Keterlaluan


Kita telah bersama sekian waktu
Kita telah bersama mengarungi dunia kata
Bahkan ikut terlibat dalam dunia wacana
Tak ada waktu terindah selain saat bersamamu

Kamu begitu sabar menungguku
Kamu begitu telaten mendengar ide-ideku
Kamu begitu tenang menerima makianku
Kamu begitu bijak menerima pilihanku
Pilihan antara siang atau malam menjagaiku

Rasanya tak cukup kata menceritakan kesetianmu
Agaknya tak ada alasan untuk berpaling darimu

Aku tahu kamu tak sempurna
Tak ada mahluk ciptaan Tuhan yang sempurna
Apalagi itu hanya buatan manusia

Kamu juga mungkin bisa marah, ngambek.
Toh aku selalu sabar menanti kemarahanmu reda, bukan.

Kemarin-kemarin, kamu juga begitu: ngadat!
Aku hanya kesal karena kau membisu saat aku membutuhkan

Hingga satu jam lebih aku memandangmu tanpa ucap
Aku tahu kamu tidak mati, tapi mengapa kemarahanmu begitu lama.

Ayo senyumlah kawan…
Aku sudah ngantuk nih.

Sumpah, aku akan tega meninggalkanmu
Sumpah, aku mau tidur saja.

“Ya sudah aku tidur saja,” teriakku.
Kamu tak memberikan jawaban

“Huh payah. Aku serius tidur neh”
Zzzzz….aku pura-pura tidur.
Dan ya ampun kamu tetap tak tergoyahkan

Maka aku pun benar-benar mematikan lampu,
Mamatikan komputer, masuk ke kamar tidur.
Good Night

* Kamu adalah speedy yang tak berfungsi malam (31 Mei 2011) dan kami pun terpaksa aku ceraikan berganti first media

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s