Menanti Calon “Ibu Negara” untuk Prabowo Subianto


Capres

Capres Gerindra Prabowo saat aktif bertugas di TNI dan masih berpasangan dengan Titiek Suharto. (foto: Merdeka.com).

Ada yang beda dengan tiga capres Indonesia periode 2014-2019. Jika Aburizal Bakrie (ARB) mengajak istri, Tatty Murnitriati, ikut berkampanye sejak awal, Jokowi mengajak Iriana saat melakukan pencoblosan, Prabowo Subianto tetap sendirian karena statusnya memang tak punya pendamping atau jomblo.

Kehadiran pendamping tiga Capres toh tak mempengaruhi raihan suara partai pada pemilihan anggota pemilu legislatif. PDIP yang mencalonkan Jokowi sebagai capres menang berdasarkan hitungan cepat, disusul Partai Golkar dengan capres ARB-nya dan Partai Gerindra dengan sosok Prabowonya. Justru Prabowo yang masih jomblo berhasil menaikan suara partainya paling besar dibanding perolehan Jokowi dan ARB.

Dengan fakta itu rasanya sia-sia mengharapkan Prabowo mengikuti jejak Jokowi dan ARB, yakni berdampingan dengan pasangan hidupnya di depan publik. Bagi Prabowo, mendapatkan “koalisi” pasangan seumur hidup mungkin lebih sulit dibanding koalisi politik. Jika Jokowi berkoalisi dengan Partai Nasdem, dan mencoba dengan PKB, Prabowo kemungkinan dengan PPP, Partai Demokrat, dan mungkin juga PKS.

Prabowo yang kini berusia 62 tahun tampaknya lebih nyaman muncul sendirian, lebih nyaman menunggangi kuda bak seorang sosok pahlawan legendaris Pangeran Dipenogoro. Putri kedua almarhum Abdurahman Wahid, Yenny Wahid, pernah mengatakan bahwa Prabowo itu sebagai pria single yang bahagia atau ia singkat dengan Jojoba (jomblo-jomblo bahagia).

Seperti diketahui, Prabowo Subianto menikahi Siti Hediyati Hariyadi alias Titik Soeharto, puteri mendiang Jenderal Soeharto, pada 1983. Pernikahan mereka menghasilkan seorang putra bernama Didiet Prabowo. Perceraian Prabowo dan Titiek, tidak pernah menarik perhatian media, sampai akhirnya terungkap, pasangan itu sudah memilih jalan sendiri-sediri.

Dalam kultwitnya, Caleg Gerindra Bondan Winarno (@pakbondan) berusaha meluruskan anggapan miring tentang penyebab Prabowo bercerai dengan Titiek Soeharto. “ Tuduhan pertama: @Prabowo08 cerai karena tidak becus mengurus keluarga. Sebenarnya: Beliau diusir keluarga Cendana.”

Menurut penikmat kuliner tersebut, Prabowo bercerai dengan Titiek cenderung karena urusan politik. “@Prabowo08 dianggap mengkhianati keluarga Cendana karena dua hal: Berani menganjurkan Presiden Suharto untuk mundur. “ imbuhnya.

Sebenarnya publik kini tak terlalu peduli kenapa Prabowo bercerai. Di negeri ini  perceraian bisa menimpa siapapun dan dalam hukum Islam maupun hukum Negara diperbolehkan. Yang diharapkan publik adalah ya itu tadi Prabowo segera mengakhiri masa jomblonya. Prabowo adalah seorang kandidat Capres. Rakyat Indonesia belum terbiasa seorang Cawapres tanpa Calon Ibu Negara.

Saking kebeletnya melihat Prabowo didampingi seorang calon First Lady, beberapa nama wanita cantik sempat menghiasai jagat gosip soal itu. Mereka adalah janda almarhum Sophan Sophian, Widyawati; janda musisi Ahmad Dhani, Maia Estianty dan seorang dokter yang juga pengurus di Partai Gerindra bernama Irene. Prabowo juga sempat digosipkan rujuk dengan Titiek Soeharto. Namun karena tak sesuai dengan fakta, gosip itu hilang dengan sendirinya.

Dalam berbagai kesempatan Prabowo berusaha menjawab pertanyaan itu. Dan jawaban soal calon pasangan hidup tak setegas sikap berpolitik sebagai seorang capres. “Tunggu saja tanggal mainnya,” kata letnan jenderal purnawirawan itu suatu saat.

Lalu ketika didesak lagi dengan pertanyaan kapan akan menikah, ia pun menambahkan jawaban pertama. “May.. maybe yes, maybe not (Mungkin ya, mungkin tidak)”

Jawaban terbaru Prabowo melalui akun twitternya @prabowo08 juga tak ada kemajuan. “Ini jawaban terakhir untuk malam ini. @Rikafagil, mengenai siapa yang akan jadi Ibu Negara jika saya dipercaya… Adalah rahasia Allah SWT,” tulis Prabowo .

Dengan jawaban itu menunggu kejutan Prabowo mengumumkan calon pasangan hidupnya sebelum Pilpres rasanya sebagai mimpi di siang bolong.

Rahasia Alloh yang kini paling ditunggu publik Indonesia adalah siapa yang memimpin Indonesia lima tahun ke depan. Jika Jokowi atau ARB yang menang, publik akan segera melupakan apakah Prabowo masih mencari pasangan hidup atau menjadi jomblo forever.

Sebaliknya jika Prabowo terpilih menduduki RI 1, publik pasti tetap berharap bangsa ini memiliki seorang Ibu Negara. Sebab bukankan tugas Negara bukan hanya melulu harus dilakoni kaum pria?

12 thoughts on “Menanti Calon “Ibu Negara” untuk Prabowo Subianto

  1. ngga perlu pakai ibu negara ngga masalah koq.yang ada ibu negara nanti bukan malah benar malah ngga karu2xan.ndak usah dengar apa kata orang dari hati nurani. apa lagi kalau dilihat paling-paling orang yang dekati prabowo cuma mau harta dan jabatan saja. tapi apa bisa melihat dan menerima apa adanya pak prabowo. kenapa sekarang saat bapak muncul kepermukaan baru semua pada sibuk.

  2. Pingback: Wacana Rujuk Prabowo dan Titiek Soeharto | FIKSIKULO

  3. Ɉǎπƍǎπ” sudah jadi presiden malah sibuk sendiri cari Pacar , bukan sibuk ngurusi rakyatnya …Hëë•⌣•hëë•⌣•hëë•⌣•hëë

  4. BISA jadi pada saatnya nanti ada berita besar yang menggemparkan dunia yaitu ketika seorang jomblo terpilih dan resmi jadi Presiden, maka mengawali kegiatannya dengan mengirim undangan Resepsi Pernikahan atau rujuk kembali. Jadi ada baiknya jika rakyat memilihnya agar berita besar itu mendunia sehingga membawa nama negeri ini menjadi terkenal di awal pemerintahannya. Jika hal itu terjadi, mungkin ini suatu hal yang langka ketika ada seseorang menikah/rujuk pada saat sedang menjadi pemimpin negara. Bisa pecahkan rekor dunia.

  5. Maju terus Pak Prabowo!! kami rindu pemimpin yang tegas!! dan semoga bangsa dan negara ini semaik maju kedepannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s