Atut Dipenjara, Dua Anaknya Tetap Berjaya


Atut

Keluarga Atut saat bersama almarhum suaminya (Hikmat Tomet). Andhika (paling kanan) dan Aprilia (paling kiri)

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan adiknya Tubagus Chaeri Wadhana alias Wawan boleh saja di penjara. Namun itu tak membuat dinasti politik keluarga menjadi surut.

Buktinya, dua anak Atut yakni Andhika Hazrumy (28 tahun) dan Andiara Aprilia Hikmat (26 tahun) diperkirakan lolos menjadi wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) masing-masing.

Andhika Hazrumy merupakan caleg DPR RI dari Partai Golkar, sedangkan adiknya, Andara Aprilia Hikmat, adalah caleg DPD Banten. Kedua anak kandung dari Ratu Atut Chosiyah hasil perkawinan dengan almarhum Hikmat Tomet memperoleh suara signifikan

Total raihan suara untuk Andhika di dapil Banten 1 sebanyak 70.846 suara. Sedangkan Andiara yang maju sebagai anggota DPD, memperoleh suara sebanyak 904.221 di seluruh Banten.

Andhika yang sebelumnya anggota DPD Banten, merupakan caleg nomor urut satu dari Partai Golkar untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Banten I yang meliputi Kabupaten Pandeglang dan Lebak.

Memang kepastian bahwa keduanya lolos ke Senayan belum resmi. Namun dari catatan KPU Banten, jumlah suara sah di Dapil Banten I mencapai 1.173.116. Jumlah suara tersebut kemudian dibagi enam sesuai jatah kursi DPR RI untuk Dapil Banten I sehingga didapat 195.519 sebagai angka bilangan pembagi pemilih (BPP).

Kendati semua partai di Dapil Banten I tidak memenuhi angka BPP, partai yang mencapai suara di atas 100.000 diprediksi akan mengirimkan satu orang wakilnya di DPR RI.

Dengan perolehan suara yang signifikan, kedua kakak beradik ini diprediksi akan lolos ke Senayan sebagai wakil rakyat Banten.

Sementara itu pada Sabtu (27/4) malam, Komisi Pemilihan Umum batal mengesahkan rekapitulasi hasil penghitungan suara di Provinsi Banten. Ini karena ada selisih antara jumlah pemilih di data pemilih khusus tambahan (DPKTb) dan pengguna hak pilih khusus tambahan. Padahal, DPKTb dibuka hanya satu jam sebelum pemungutan suara usai.

“Karena masih ada masalah, kami minta KPU Banten mencermati kembali di tingkat provinsi. Lalu, bawa lagi ke sini,” kata Ketua KPU Husni Kamil Manik saat membacakan putusan dalam rapat pleno terbuka.

Adapun Provinsi Banten memiliki tiga wilayah daerah pemilihan. Selisih suara tersebut ditemukan di dapil Banten 1 dan 2. Sedangkan di dapil Banten 3 jumlah suaranya seimbang.

Dilaporkan ke Bawaslu
Dalam masa kampanye, Andhika dan Aprilia sempat dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banten. Laporan yang dibuat Rabu, 2 April 2014. itu menyebut keduanya melakukan politik uang.

Yang melaporkan adalah Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) Banten. Menurut Aziz Marha, Ketua IMM, mereka melakukan pembagian mie instan dan kertas suara bergambar foto Andhika Hazrumy caleg nomor 1 Banten 1, dan Andiara Aprilia Hikmat caleg DPD-RI nomer urut 7. Satu lagi, Fitron Nur Ikhsan caleg DPRD Banten dapil Kabupaten Pandeglang nomer urut 2. Yang terakhir dikenal sebagai juru bicara keluarga atut.

Ketua Bawaslu Banten, Pramono Thantowi, mengatakan, pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu laporan tersebut. Namun hingga muncul berita Andhika dan Aprilia lolos ke Senayan belum ada kabar lanjutannya.
Kuasai 26 Mobil Mewah

Kuasai Mobil Mewah

Baik Andhika maupun Aprilia juga sebelumnya diduga menguasai 26 mobol mewah hasil pencucian uang ibu dan pamannya. Menurut Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas, penelusuran 26 mobil mewah ini masuk dalam proses pengusutan terhadap kemungkinan Atut melakukan pencucian uang.

Adapun rincian penguasaan mobil mewah, Andika menguasai 15 mobil mewah dan Andiara yang memiliki 11 mobil mewah itu diduga ikut menyamarkan aliran dana hasil tindak pidana korupsi yang dilakukan ibu mereka melalui pembelian sejumlah mobil mewah dan properti. Mobil-mobil tersebut antara lain merek Maserati, Toyota Vellfire, dan Mitsubishi Pajero. Total nilai ke-26 mobil ini mencapai Rp 24 miliar.

Hal itu ditemukan KPK setelah menelusuri data transaksi keuangan keluarga Atut yang diendus Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. KPK juga mengetahui bahwa sebagian dari mobil-mobil ini telah dipindahtangankan sejak kasus korupsi pengadaan alat kesehatan di Banten mencuat. Ada seorang pria berinisial L yang diketahui menjadi perantara kedua anak Atut menyamarkan uang yang diduga hasil korupsi ibunya.

Banyak yang memprediksi, pemberitaan buruk yang menimpa Atut dan Wawan, bakal mempengaruhi suara Partai Golkar termasuk karier politik Dinasti Chasan Sochib, ayah Atut Chosiyah.

Ternyata tak terbukti sepenuhnya. Kondisi ekonomi masyakarat Banten yang umumnya menengah ke bawah diduga menjadi salah satu kegagalan prediksi itu. Tentu saja kekuatan sumber daya ekonomi dan politik keluarga Atut yang tetap menjadi penentu masih berkibarnya dinasti politik Chasan Sochib di wilayah Banten.

Saat dimintai komentarnya soal sukses Andhika dan Aprilia, tentu saja Atut bersyukur. “Alhamdulilah,” jawab Atut singkat sebelum bersaksi dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Senin (28/4)

PROFIL DUA ANAK ATUT CHOSIYAH
ANDHIKA HAZRUMY
* Bandung, 16 Desember 1985 (28 tahun)
* Anak Pertama Atut Chosiyah-Hikmat Tomet
* Istri Ade Rosi Khairunissa (tiga anak)
* 2009-2014: Anggota DDP Banten
* 2014-2019: Calon Anggota DPR (Partai Golkar)
* Raihan 70.846 suara (Pandeglang-Lebak)

ANDIARA APRILIA HIKMAT
* Bandung 22 April 1987 (26 tahun)
* Anak kedua Atut Chosiyah Hikmat Tomet
* Suami Tanto Wibisono (anak dua)
* Calon Anggota DPD Banten
* Raihan 904.221 seluruh Banten

 

SILSILAH DINASTI ATUT CHOSIYAH
CHASAN SOCHIB – WASIAH SAMSUDIN (ISTRI PERTAMA)
1. Ratu Atut Chosiyah (anak pertama)
* Gubernur Provinsi Banten periode 2007-2012 dan 2012-2017.
* Suami Hikmat Tomet (almarhum) – anggota Komisi V Fraksi Golkar 2009-2014.
* Anak pertama Andika Hazrumy: anggota DPD Banten 2009-2014, Kordinator TAGANA (Taruna Siaga Bencana) Banten, Direktur Utama PT. Andika Pradana Utama, Direktur Utama PT Pelayaran Sinar Ciomas Pratama, Direktur Utama PT Ratu Hotel. Istri : Ade Rossi Khoerunisa menjabat sebagai anggota DPRD Kota Serang 2009-2014.
* Anak kedua Andiara Aprilia Hikmat mulai terjuh ke politik menjadi anggota DPD Banten dan sepertinya berhasil.
2. Ratu Tatu Chasanah (anak kedua):
* Wakil Bupati Kabupaten Serang 2010-2015
* Ketua DPD Golkar Pandeglang
3. Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan (anak bungsu):
* Pengusaha dan Ketua AMPG Banten Istri : Airin Rachmi Diany menjabat sebagai Walikota Tangerang Selatan 2011-2016.

 

DINASTI ATUT DI BIROKRASI

Jabatan Eksekutif
1. Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah
2. Walikota Serang Tubagus Haerul Jaman (adik Atut)
3. Wakil Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah (adik Atut)
4. Wakil Bupati Pandeglang Heryani (ibu tiri Atut)
5. Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany (adik ipar Atut)

Jabatan Legislatif
1. Anggota DPD RI Andika Hazrumy (anak Atut)
2. Anggota DPRD Banten Aden Absul Khaliq (adik ipar Atut)
3. Anggota DPRD Kota Serang Ratna Komalasari (ibu tiri Atut)
4. Wakil Ketua DPRD Kota Serang Ade Rossi Chairunnisa (menantu Atut)

Partai Golkar
1. Ketua DPD II Kota Serang Ratu Lilis Kadarwati (adik tiri Atut)
2. Ketua DPD Kabupaten Pandeglang Ratu Tatu (adik Atut)
3. Angkatan Muda Partai Golkar Tubagus Chaeri Wardhana (adik Atut)

Daftar Caleg 2014
1. Andika Hazrumy (anak Atut), caleg nomor urut , Dapil Banten 1 (Pandeglang dan Lebak)
2. Ade Rossi Chairunnisa (menantu Atut, caleg DPRD Banten, Dapil Serang
3. Andiara Aprilia Hikmat (anak perempuan Atut), caleg DPD asal Banten
4. Tanto Warsini Arban (menantu Atut), caleg DPRD nomor urut 1, Dapil Banten 7
5. Aden Abdul Khaliq (adik Airin Rachmi Diani, adik ipar Atut), caleg DPRD Banten, Dapil Banten

Sumber: Viva.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s