Anak “Penguasa” Lolos ke Senayan (2): Karolin, Sang Juara Pileg 2014-2019


Srikandi

Srikandi Senayan dari Kalbar, Karolin Margret Natasa raih suara tertinggi se Indonesia.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Barat telah mengumumkan hasil rekapitulasi Pemilu Legislatif (Pileg), Sabtu (3/5). Hasilnya, anggota DPR petahana, Karolin Margret Natasa (32 tahun) membuat kejutan dengan memperoleh 397.481 suara.

Raihan suara putri sulung Gubernur Kalbar dua periode, Cornelis itu hampir 50 persen perolehan suara PDIP Kalbar yang mencapai 817.770 suara.

Untuk sementara sarjana kedokteran lulusan Unika Atmajaya itu pun menjadi peraih suara tertinggi seluruh Indonesia. Suara Karoline menyalip perolehan Putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri, Puan Maharani yang diketahui lebih dulu, yakni sebanyak 369.927 suara.

Raihan suara mantan anggota Komisi IX DPR RI itu pun memecahkan rekor suara tertinggi milik Edhi “Ibas” Baskoro Yudhoyono yang diraih pada Pileg 2009-2014 lalu sebesar 327.097 suara. Pada masa itu, Karolin sudah berada di peringkat tiga besar dengan perolehan 222.021 suara.

Mengapa perolehan suara Karolin bisa begitu tinggi. Padahal selama menjadi anggota DPR ia tersandung kasus tersebarnya foto hot. Kasus itu bahkan telah melibatkan Badan Kehormatan (BK) DPR dan Polri, namun kemudian ditutup karena bukti yang ada dianggap tak cukup kuat.

“Ah, tidak ada trik atau kiat khusus, sama saja dengan yang lain. Tapi memang dari ketua umum (Megawati Soekarno Putri), meminta agar rajin turun ke masyarakat,” kata Karolin seperti dikutip dari Antara, Selasa (29/4) lalu.

Mungkin benar, Karolin tak banyak melakukan trik khusus. Apalagi saat ini ia sedang dalam kondisi hamil tua anak keduanya. Namun jaringan pemilih yang sudah terbentuk sejak 2009 diprediksi masih tetap setia.

Nah, kesuksesaan sang ayah dalam Pilgub 2012 lalu dipastikan menjadi andil paling kuat meningkatnya perolehan suara Karolin.

Berpasangan dengan Christaindy Sanjaya, Cornelis yang maju menjadi Gubernur periode kedua menang satu putaran. Ia mengalahkan tiga pasang cagub dengan raihan suara 1.225.185 juta suara atau 52,13 persen.

Partisipasi pemilih yang mengikuti kemenangan Cornelis-Christiandy pun cukup tinggi yakni 70,70 persen.

Kemenangan dalam Pilgub tersebut sekaligus menjadi kemenangan Karoline menghadapi kasus foto-foto syurnya. Sebab munculnya kasus tersebut konon sebagai kampanye hitam untuk sang ayah yang akan maju menjadi Gubenur kedua kalinya. Kampanye hitam tersebut terbukti mental begitu Cornelis menang,  sebaliknya nama Karolin kian bersinar.

Cornelis sendiri hingga kini masih menjabat Ketua DPD PDIP Kalbar dan Karolin kebetulan menjadi Ketua Pemenangan Pemilu PDIP di provinsi tersebut. Bapak-anak itu sukses mengangkat perolehan suara PDIP hampir 33 persen suara dari 2.478.622 suara sah. Jumlah kursi PDIP pun bertambah satu dari dua menjadi tiga kursi termasuk Karolin.

Karolin

Wikipedia mencatumkan umur Karolin 35 tahun (lebih tua?), namun tidak lengkap jenjang pendidikan dan organisasi.

Meski anak Gubernur, Karolin yang dilahirkan 12 Maret 1982 dipastikan bukan politisi karbitan. Ia aktif berorganisasi sejak kecil. Saat ayahnya maju dalam pemilihan Bupati Landak tahun 2006 atau pada usia 24 tahun, ia pun telah menjadi juru kampanye.

Ia pernah menyebut darahnya memang darah politik sehingga tak canggung memutuskan kembali mencalonkan diri lagi menjadi anggota DPR RI.

Jika motivasi ia menjadi anggota DPR perioden pertama (2009-2014) adalah karena merasa sebagai orang daerah, motivasi kedua (2014-2019) adalah melanjutkan perjuangan yang belum selesai.

Salah satunya adalah mengawal pelaksanaan Badan Penyelanggara Jaminan Sosial (BPJS) dimana ia menginginkan program tersebut bisa setara dengan program serupa di negara-negara ASEAN.

Karolin juga ingin mendesak pemerintah pusat ikut membangun rumah sakit di perbatasan Kalbar.

Dan kini harapan istri dr Adhy Nugroho dipastikan bisa kembali dilaksanakan. Gelar sebagai Srikandi Senayan dari Kalbar seperti ditulis Kapuas.co, tampaknya cocok untuk Karolin.

KAROLIN MARGARET NATASA
Tanggal Lahir 12 Maret 1982
Nama Suami Dr Adhy Nugroho
Nama Anak Jorrel Sandhyka

JENJANG PENDIDIKAN
SD Amkur Sambas (1994)
SMP Gembala Baik Pontianak (1997)
SMA N 1 Pontianak (2000)
S1 FK Universitas Atmajaya (2007)

ORGANISASI
Presidium Pengembangan Organisasi PKMRI Jakpus (2005-2007)
Ketua DPD Taruna Merah Putih Kalbar (2008-2013)
Ketua Pengprov ISSI Kalbar (2009-2013)
Wakil Ketua Bidang Politik dan Hubungan Antar Lembaga DPD PDI Kalbar
Presidium Ousat ISKA Bidang Ilmu dan Tehnologo (2010-2013)

KARIER PEKERJAAN
Dokter PTT Kab Landak, Kalbar
CPNS Kabupaten Landak, Kalbar
Anggota DPR RI (periode pertama)
Perolehan Suara 2009-2014: 222.021 (151,8 persen) – BPP 146.273
Anggota DRP RI (periode kedua)
Perolehan Suara 2014 -109: 397.481 ( 169,3 persen) – BPP 247.863

PEROLEHAN SUARA DAPIL KALBAR
1 PDIP 817.770 suara
2 Golkar 348.986
3 Gerindra 236.281
4 Demokrat 196.890
5 PAN 196.212
6. Partai NasDem 168.741
7 PKPI 139.181.
8. PPP 136.564
9 PKB 117. 937
10. PKS 102.146
11. Hanura 86.741
12. PBB 30.813

Sumber: KPU Kalbar

PERBANDINGAN EMPAT BESAR 2014-2019 (2009-2014)
1 (3).Karolin M Natasa/PDIP/Kalbar 397.481 suara (222.021 suara)
2 (2) Puan Maharani/PDIP/Jateng 369.927 suara (242.054 suara)
3 (1) Edhi ‘Ibas” Baskoro/Demokrat/Jatim 241.622 Suara (327.097 suara)
4 (3) Dodi Reza/Golkar/Sumsel 204.000 suara (218.991 suara)
Keterangan: Perolehan suara 2014-2019 belum resmi KPU Pusat

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s