Skenario ARB Menjadi Ketua Umum Golkar Lagi


ARB

Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie menyampaikan pidato politiknya dalam acara Ulang Tahun ke-50 Partai Golkar di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (28/10/2014)

Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (ARB) dipastikan maju lagi untuk memimpin Golkar lima tahun ke depan. Penunjukkan Nurdin Halid sebagai ketua penyelenggaran Rapimnas Partai Golkar memperkuat upaya kearah itu.

ARB dan kelompoknya seolah tak peduli mereka gagal dalam Pilpres dan Pileg tahun ini. Politikus senior Golkar, Yorrys Raweyai, mencurigai ARB tengah menjadikan Partai Golkar sebagai. Yakni kelompok yang hendak memonopoli kekuasaan. Langkah tersebut patut dicurigai dan harus dihentikan.

Menurutnya, persoalan penunjukan penyelenggara Rapimnas Golkar memang menjadi pertanyaan para senior Golkar. Ia mengaku tidak mempersoalkan siapa yang terpilih sebagai penyelenggara. Namun, lanjutnya, seharusnya proses pemilihannya melalui rapat pleno DPP Partai Golkar.

Yorrys menyinggung soal adanya kelompok kecil di Golkar yang disebutnya sebagai orang yang terus berupaya mendorong ARB untuk melanjutkan kepemimpinannya di Golkar. Mereka itu, menurut Yorrys, di antaranya Sekjen Golkar Idrus Marham, Nurdin Halid, Mahyuddin, dan Fuad. “Kelompok kecil ini yang seolah-olah (melihat) Golkar ini kartel,” ungkap dia.

Bagi Yorrys adalah hak Aburizal untuk maju lagi sebagai calon Ketua Umum Golkar. Namun cara-cara untuk menggolkan Aburizal agar terpilih lagi, lanjut dia, yang dipersoalkan. Lagi pula sejak Era Sudharmono, Ketum Partai Golkar cukup menjabat satu periode.

Apalagi disebutnya tidak ada prestasi ARB, yang membuatnya pantas memimpin Golkar selama dua periode. “Pak Akbar yang prestasinya luar biasa saja tidak dua kali, kenapa Aburizal yang tidak ada prestasi maju lagi,” tanyanya.

Politisi senior Golkar Agun Gunandjar, berpendapat senada. Agun mempertanyakan cara terpilihnya Nurdin sebagai ketua penyelenggara Rapimnas Golkar. “Seharusnya penetapan kepanitiaan Rapimnas, temanya, agendanya, terlebih dahulu diputuskan dalam rapat pleno DPP,” kata Agun lagi.

Ia menduga langkah ini dimaksudkan untuk meloloskan Aburizal untuk terpilih lagi sebagai ketum Golkar secara aklamasi. Kegiatan rapat DPP Golkar, menurut Agun, terkesan dibatasi hanya pada orang-orang yang setuju mempertahankan status quo.

Salah satunya adalah persoalan akan dimunculkannya syarat pencalonan ketum Golkar yang menyimpang dari AD/ART Partai Golkar. Yaitu adanya syarat calon ketum harus didukung 30 persen DPD I Golkar. Padahal AD/ART hanya mengatur 30 persen dari pemegang suara. Ini dianggap sebagai akal-akalan untuk menjegal calon lain.

Sementara itu, Nurdin Halid tidak membantah kabar yang mengatakan dirinya ditunjuk oleh Ketua Umum Partai Golkar, Abu Rizal Bakrie untuk menjadi Ketua Steering Comitee (SC) Rapimnas Partai Beringin. “Iya benar pak Abu Rizal telah menunjuk saya sebagai ketua Steering Comitee di Rapimnas Golkar nanti,” kata Nurdin saat dihubungi Tribunnews.

Menurut Nurdin, penunjukannya sebagai Ketua SC Rapimnas Partai Beringin sudah sesuai dengan aturan dan mekanisme partai. Dia membantah jika penunjukannya itu dilakukan secara diam-diam sebagaimana yang dituduhkan banyak pihak.

“Tidak benar jika penunjukan itu dilakukan secara dia-diam, ini sudah sesuai dengan aturan dan mekanisme partai. Nantinya, akan dirapatkan secara pleno di DPP, tidak benar itu kalau rapat- rapat itu dilakukan tertutup,” ujar Nurdin.

Majunya ARB diduga untuk melanggengkan kekuasaannya di Koalisi Merah Putih (KMP). Koalisi yang diduga hendak merecoki pemerintahan Jokowi ini bahkan sudah dibentuk hampir di setiap daerah. Dengan dukungan dana yang kuat bisa jadi ARB berpeluang terpilih kembali.

Namun bila itu terjadi, banyak yang mengkhawatirkan partai yang baru kali ini menjadi oposisi tersebut tak mampu mencalonkan jagoannya di Pilkada langsung lima tahun ke depan. Seperti halnya ARB yang elektablitasnya rendah, apalagi anggota kelompok dalam lingkarannya.
Dan itu akan menjadi pertaruhan Partai Golkar paling menakutkan. Seperti juga dikhawatirkan salah satu kandidat Partai Golkar, bahwa jika partai itu dipimpin ARB lagi, Golkar dikhawatirkan akan turun kelas dari partai “Gajah” menjadi partai gurem.

SKENARIO MENJADIKAN ARB SEBAGAI KETUM GOLKAR LAGI
* Penunjukan Nurdin Halid (lingkaran ARB) sebagai Ketua Penyelenggara Rapimnas
* Membuat syarat calon ketum didukung 30 persen DPD I Golkar, bukan 30 persen pemilik suara.
* Menekan agar para Ketua DPD mencalonkan kembali ARB sebagai Ketua Umum lagi.
* Memajukan Munas Golkar melalui rapimnas 17 November di Yogyakarta

DAFTAR KETUA UMUM GOLKAR
1964-1969 Djuhartono
1969-1973 Suprapto Sukowati
1973-1983 Amir Mortono
1983-1988 Sudharmono
1993-1998 Harmoko
1999-2004 Akbar Tanjung
2004-2009 Jusuf Kalla
2009-sekarang Aburizal Bakrie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s