Duh, Presiden Korsel Diungkit Kehidupan Pribadinya


20140531_parkgeunhye

Presiden Korsel Park Geun-Hye tak bisa menahan sedih manakala kehidupan pribadinya diungkit media

Presiden Korea Selatan Park Geun-Hye sedang marah sekali. Ia berniat menuntut sejumlah pihak, terutama media massa dalam dan luar negeri, yang mengungkit-ungkit kehidupan pribadinya.

Kehidupan pribadi yang dimaksud adalah skandal hubungan asmara dengan mantan kepala sekretaris Presiden, Jeong Yun-Hoe. Meski tak lagi menjabat sebagai “orang istana” Jeong Yun-Hoe masih dianggap punya peranan kuat dalam mempengaruhi keputusan sang presiden.

Mengutip dokumen internal kantor kepresidenan, harian lokal Segye Times milik Unification Church itu melaporkan bahwa Jeong menerima hasil rapat rutin dari para pejabat senior kepresidenan. Ia pula yang mendorong pemecatan Kim Ki-choon, kepala staf kepresidenan saat ini.

“Ada banyak tuduhan tidak berdasar. Sudah saatnya untuk mengungkapkan kebenaran sehingga masyarakat tidak perlu mengalami kebingungan lagi,” kata Presiden Park dalam pernyataan yang disiarkan di televisi di Seoul, Senin (1/12).

Pihak kantor Kepresidenan Korsel “Blue House” menegaskan bahwa dokumen yang dilaporkan koran tersebut tidak akurat. Pihak kejaksaan kini tengah melakukan penyelidikan tentang penyebab kebocoran dukumen itu.

Para pejabat, yang disebut sebagai orang-orang yang memberi laporan rutin kepada Jeong, juga telah mengajukan gugatan pencemaran nama baik terhadap harian Segye Times. “Jika ada fitnah berbahaya, mereka yang bertanggung jawab atas hal ini, akan dimintai pertanggungjawaban,” imbuh Park.

Rumor hubungan Park Geun-Hye yang masih single dan Jeong Yun-Hoe mulai diberitakan kepada publik oleh wartawan Jepang. Kala itu, Korsel tengah dilanda musibah tenggelamnya kapal feri dengan korban tewas ratusan orang.

Rumor yang berkembang di bursa saham dan media lokal menyebutkan bahwa kala itu Park sedang kencan dengan Jeong Yun-Hoe. Ternyata kabar itu terus berlanjut.

Sementara itu dalam wawancara dengan media, seperti dikutipkoreatimes.co.k, Jeong menolak setiap spekulasi bahwa ia punya hubungan khusus dengan sang Presiden Korsel.

Menurutnya, sejak tak lagi menjadi pembantu Presiden ia meninggalkan dunia politik. “Orang-orang yang membuat klaim palsu tentang saya harus bertanggung jawab,” ucapnya.
Hukum pencemaran nama baik Korea Selatan berfokus pada apakah apa yang dikatakan atau ditulis adalah untuk kepentingan umum – bukan apakah itu benar.

Media kebebasan Reporters Without Borders kelompok mengkritik pengadilan wartawan Jepang, dengan alasan bahwa laporannya jelas untuk kepentingan umum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s