Taktik Propaganda ISIS: Tukar Tawanan Jepang dengan Tahanan Wanita


JAPAN-SYRIA-IRAQ-CONFLICT-HOSTAGE

Jurnalis lepas Jepang Kenji Goto Jogo tampak dalam layar tv screen di Tokyo. Ia kini ditawan ISIS dan bisa dibebaskan asal ditukar tahanan wanita bernama Sajida al-Rishawi (AFP)

Setelah membunuh satu dari dua sandera asal Jepang yakni Haruna Yukawa, kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengancam akan menghabisi satu tawanan lainnya, Kenji Goto Jogo.

Jurnalis lepas asal Jepang yang sedang meliput di Suriah itu bisa dibebaskan ISIS asal pemerintah Jepang mau membantu membebaskan seorang tawanan wanita bernama Sajida al-Rishawi, yang kini dipenjara pemerintah Yordania.

Tawaran ISIS tersebut disampaikan melalui radio Al Bayan yang disiarkan di wilayah yang dikuasai ISIS di Irak dan Suriah. Mereka menyatakan membunuh Haruna Yukawa karena telah melewati batas waktu.

Batas waktu yang dimaksud adalah batas waktu pembayaran uang tebusan yang diminta ISIS sebesar 200 juta dolar AS atau sekitar Rp 2,5 triliun. Batas waktu itu habis pada Jumat (23/1) pekan lalu.

“Tawanan kedua (Kenji Goto) telah menghubungi keluarganya untuk menekan pemerintah (Jepang) agar membantu melepaskan saudari kami, Sajida al-Rishawi di Jordania. Kami akan menukarkannya,” demikian tawaran yang disampaika ISIS.

Rishawi adalah pelaku bom bunuh diri yang terancam hukuman mati di Jordania. Ia ditangkap atas tuduhan tiga serangan bom yang menargetkan hotel di Amman, Jordania 9 November 2005. Saat itu sebanyak 60 orang tewas. Rishawi selamat karena kebetulan bom yang dipasang ditubuhnya tak meledak.

Rishawi adalah istri Ali Hussein Ali al-Shamari, anggota teroris yang membunuh 38 orang saat pesta pernikahan di Hotel Amman Radisson. Perempuan berusia 45 tahun itu, juga kakak mantan ajudan pemimpin Irak, Abu Musab al-Zarqawi.

Sajida-al-Rishawi

Sajida al-Rishawi di penjara Yordania

Rishawi yang ditangkap di Yordania mengakui perbuatannya. Dia adalah anggota Al Qaida dan dijatuhi hukuman mati pada persidangan tanggal 21 September 2006. Tanggal 4 Oktober 2010 dia minta peninjauan kembali atas hukuman matinya.

Yang menjadi pertanyaan mengapa ISIS meminta pembebasan Rishawi? Karima Bennoune, profesor hukum internasional di Universitas California Davis School of Law, menduga itu merupakan taktik propaganda yang tengah ditampilkan ISIS.

“Yah begitulah, mereka mengganti tuntutan dari uang tebusan menjadi pembebasan tawanan wanita hanya bertujuan propaganda. Yakni untuk menunjukkan bahwa ISIS juga bersimpati pada wanita, sebagai pembela wanita Muslim,” kata Bennoune.

Media Jepang sendiri menyalahkan Perdana Menteri Shinzo Abe yang berjanji memberikan bantau kepada korban-korban kekerasan ISIS. Hal iru membuat organisasi militan tersebut marah. Abe dikabarkan telah mengirim seorang menteri ke Yordania, namun menolak untuk mengomentari apakah menteri itu dalam rangka tukar menukar tawanan dengan sandera.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s