Pasukan “Senang Mati” ISIS Paling Ditakuti Pasukan Kurdi dkk


kobaniancur

Musa, seorang tentara Kurdi, menyaksikan Kota Kobani yang hancur setelah di kuasai ISIS. (AFP)

Kelompok militan yang mengatasnamakan Negara Islam (ISIS) akhirnya mengakui kekalahan mereka di kota perbatasan Suriah, Kobani. Meski demikian mereka berjanji merebut kota itu lagi dalam waktu dekat.

Dalam video terbaru yang dirilis ISIS, seorang militan bertopeng mengatakan serangan udara yang dipimpin AS membuat kelompoknya menarik diri dari wilayah yang disebut sebagai Ayn al-Islam.

“Alasan di balik penarikan kami adalah karena memang kami kehilangan posisi. Kami telah menguasai 70 persen dari Ayn al-Islam, tetapi pesawat jet tempur terus membombardir kami. Seluruh wilayah hancur. Mereka menghancurkan wilayah itu dengan rudal, “kata pejuang ISIS yang tidak disebutkan namanya.

Meski demikian, pria bertopeng itu menyatakan bahwa ISIS tak pernah menyerah. “Insya Allah, kita akan bertahan. Insya Allah kita akan melawan mereka lagi. Kami akan memukul mereka dengan dua kali apa yang telah mereka lakukan kepada kami, ”

Seperti diketahui, setelah dikuasai ISIS sejak September 2014, pasukan Kurdi dibantu serangan udara dari AS dan sekutunya merebut kembali kota ketiga terbesar di Suriah pada 27 Januari 2015.

Masyarakat Kurdi di Kobani pun berpesta merayakan kemenangan itu. Mereka kemudian melakukan komunikasi sesama suku Kurdi yang tersebar di seluruh dunia. Mereka mewacanakan untuk memiliki negara sendiri. “Ini panggilan untuk kebersamaan,” kata Juru Bicara Asosiasi Kurdi, Glenda Lagadi.

Ada sekitar 30 juta orang Kurdi yang tinggal di perbatasan Turki, Irak, Suriah, Iran dan Armenia. Mereka membentuk kelompok etnis terbesar keempat di Timur Tengah, tetapi mereka tidak pernah memiliki negara bangsa secara permanen.

Ribuan Kurdi tewas selama rezim Saddam Hussein, dan sekarang mereka dibunuh oleh orang-orang ISIS. Untuk itu mereka bertekad mempertahankan Kota-kota yang telah direbut kembali dari ISIS. Selain Kobani, mereka juga berhasil menguasai Snuny, sebuah kota hantu di dasar Gunung Sinjar, Irak.

Masalahnya, keraguan bisa mempertahankan wilayah Kurdi dari incaran ISIS kini mulai muncul. Terutama di Irak dimana ISIS menguasai wilayah cukup luas dari Irak utara hingga markas mereka di kota terbesar kedua di Irak, Mosul.

Di Pegunungan Sinjar, ketika kabut turun, pasukan ISIS berhasil menunjukkan keunggulan yang jelas. Minggu lalu mereka merebut kembali sebagian dari Sinjar selama periode kabut tebal. Saat seperti itu, pesawat tempur AS dan sekutunya tak berdaya.

“Mereka tidak akan pernah menyerah,” kata Bahjat Taymes, komandan pasukan Kurdi, tentang militan ISIS. “Mereka siap untuk mati. Mereka senang untuk mati.”

Bagi kelompok ISIS apa yang disebut Bahjat sebagai jihad di jalan Allah. Dalam berbagai operasi mereka memilih mati daripada menjadi tawanan musuh. Istilah bom bunuh diri merupakan hal yang biasa bagi mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s