Wartawan Australia dan Kanada Dipulangkan Pemerintah Mesir


greste

Wartawan Australia, Peter Greste bebas duluan setelah di penjara 400 hari (guardian)

Setelah 400 hari mendekam di penjara Mesir, jurnalis Peter Greste akhirnya dibebaskan dari Penjara Tora, Mesir. Hanya saja ia langsung diusir atau dideportasi dari negeri itu untuk kembali ke negaranya. Peter dipulangkan melalui Siprus.

“Kami gembira bahwa Petrus telah dibebaskan dan sekarang kita bertanya apakah dunia bisa menghargai privasinya. Berilah dia kebebasan sebelum ia menghadapi media,” ucap saudara Peter Greste, Andrew, dalam sebuah pernyataan singkat seperti dikutip Sydney Morning Herald.

Saat itu Andrew Greste memang tengah berada di situasi belum pasti soal pembebasan saudara kandungnya itu. Seorang pejabat keamanan mengatakan, selain Greste, kepala biro Kanada-Mesir al-Jazeera, Mohamed Fahmy juga akan dibebaskan dan dideportasi ke Kanada. “Dokumen deportasinya adalam tahap akhir. Kami berharap,” pacar Fahmy itu, Marwa Omara.

Fahmy ditangani seorang pengacara cantik sekaligus istri bintang Hollywood, Goorge Clooney, Ima Clooney. Pada tanggal 15 Januari, Ima sempat frustasi karena pihak berwenang Kanada belum mampu untuk mendapatkan kebebasan Fahmy setelah pertemuan dengan para pejabat Mesir.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kanada untuk upaya membebaskan Fahmy. Namun terus terang, kami kecewa karena tidak ada hasil lebih konkret setelah pertemuan. Kami berharap pemerintah Kanada terus melanjutkan proses diplomatik sampai Fahmy bisa kembali bersama keluarganya di rumah. ”

Greste dan Fahmy, bersama seorang produser al-Jazeera Baher Mohamed (asli Mesir) dipenjara karena dianggap melakukan membuat berita palsu, beroperasi tanpa izin dan membantu Ikhwanul Muslimin, sebuah organisasi terlarang dibawah Presiden Mesir saat ini, Abdel Fattah al-Sisi.

Meskipun bukti sebenarnya tak mencukupi, dalam sidang pengadilan tahun 2014 lalu, Greste dan Fahmy dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara. Sementara Baher Mohamed divonis 10 tahun penjara. Hingga tulisan ini diturunkan, belum ada kabar apakah Baher ikut dibebaskan atau tidak.
Pada bulan November 2014 Presiden Mesir (Al Sisi) mengeluarkan dekrit presiden yang memungkinkan dia mendeportasi orang asing didakwa melakukan pelanggaran pidana. Dekrit itu membuka peluang Greste dan Fahmy bebas tetapi meninggalkan Mesir dan Baher.

Pada 1 Januari, pengadilan kasasi memutuskan untuk menyidang tiga wartawan namun tanpa jaminan. Pada saat itu mereka baru saja melewati satu tahun dari tujuh tahun dan sepuluh tahun waktu yang harus mereka habiskan di penjara. Namun Al-Sisi mengatakan bahwa ia lebih suka melakukan deportasi daripada menghadapi pengadilan. Maka Greste dan Fahmi pun bebas,

Tiga wartawan al-Jazeera tersebut termasuk di antara 16 wartawan yang ditangkap dan dipenjarakan di Mesir saat terjadi kerusuhan penggulingan Presiden Mohammed Morsi oleh militer. Setidaknya ada 16.000 tahanan politik setelah kerusuhan itu, namun kelompok-kelompok hak asasi manusia menyatakan bahwa jumlah tahanan politik lebih dari 40.000 orang.

Meski dipenjara, ketiga wartawan itu terus berkampanye tanpa lelah untuk kebebasan media. Kesadaran tentang kebebasan pers, jurnalisme dan demokrasi. Apalagi mereka bekerja juga atas nama keluarga di rumah.

“Kami semua yang terlibat dalam laga ini untuk keadilan, termasuk keluarga kita, dan Anda, pendukung kami. Kesadaran global besar tidak hanya karena kami, tapi masalah yang jauh lebih luas dan lebih penting dari kebebasan pers, penganiayaan terhadap wartawan, dan keadilan di Mesir, “tulis Greste dari penjara pada bulan Desember.

Al-Jazeera menegaskan bahwa Greste, Fahmy dan Mohamed, bersama dengan wartawan lainnya diadili secara in absentia, harus dibebaskan. “Kami senang untuk Peter dan keluarganya akan bersatu kembali,” kata Mostefa Souag, pejabat direktur jenderal al-Jazeera Media Network.

amal-alamuddin-800

Amal Clooney dan kliennya, Mohamed Fahmy

KRONOLOGI:
29 Desember 2013: 20 wartawan termasuk Peter Greste dan Mohamed Fahmy ditangkap polisi di sekitar Hotel Marriott, Kairo. Baher Mohamed kemudian ditangkap di rumah.
31 Desember: Jaksa memperpanjang masa penahanan dengan tuduhan menyebarkan berita palsu dan bergabung dengan organisasi teroris: Ikhwanul Muslimin.
20 Februari 2014: Ketiganya tetap menyatakan tak bersalah dan protes kondisi penjara.
22 Februari: Penampilan pertama ketiganya di pengadilan
10 April: Protes atas bukti-bukti di pengadilan. Salah satu bukti dituduhkan saat ketiganya tidak berada di Mesir.
23 Juni: Peter dan Fahmi dijatuhi hukuman tujuh tahun, Baher Mohamed menerima tambahan tiga tahun
24 Juni: Presiden Abdel Fattah el-Sisi menolak panggilan internasional yang akan mengkonfirmasi kasus itu.
6 November : Pengacara Fahmy, Amal Clooney, menuntut pembebasan kliennya dengan alasan medis. Saat itu kileinnya membutuhkan perawatan mendesak untuk heptatitis C dan cedera bahu
12 November: Presiden Al Sisi membuat dekrit memungkinkan pemulangan tahanan asing
1 Januari 2015: pengadilan ulangan.
1 Februari: Peter dan Fahmi dibebaskan sekaligus dipulangkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s