Tarik Menarik Calon Kapolri. Kenapa Suhardi Alius Masuk Lagi


suhardi

Sekjen Utama Lemhanas Komjen Suhardi Alius (tribunnews)

Jokowi telah menjanjikan akan segera menyelesaikan kasus KPK dan Polri dalam pekan ini. Pernyataan Jokowi pun tergambar dari dinamika Kompolnas dalam menyaring calon kapolri. Dari dinamika di Kompolnas saja sudah terlihat, betapa telah terjadi tarik menarik yang kuat tentang siapa yang pantas menduduki orang nomor satu di kepolisian.

Kubu PDIP masih terlihat jelas mempertahankan nama Budi Gunawan sebagai calon kapolri. Sinyal Jokowi enggan melantik mantan ajudan Presiden Mehagawati tak mereka pedulikan. Menurut Ketua Tim Sembilan, Syafii Maarif, Jokowi tak mau melantik BG karena terkait moral publik. Yakni karena BG seorang tersangka kasus korupsi yang telah ditetapkan KPK.

Kubu PDIP pun menggunakan momentum pra peradilan untuk menghambat Jokowi melantik Kapolri baru. Padahal kalaupun gugatan Praperadilan dikabulkan, status BG tak bisa dengan sendirinya dibatalkan.

Lucunya Kompolnas pun manjadi ajang tarik menarik. Buktinya, mereka yang tadinya percaya diri mencoret Sekretaris Utama Lemhanas Komjen Suhardi Alius dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Anang Iskandar, tiga hari kemudian kembali memasukannya.

Adapun sinyal kembali memasukan Suhardi dan Anas disampaikan Menko Polhukam Tedjo Edhy dan Syafii Maarif. Masuknya dua nama tersebut diduga atas desakan kubu Jokowi sendiri. Meskipun peluang keduanya akan terpilih sebagai Kapolri kecil, namun Suhardi dan Anang memang tak pantas dicoret lebih awal hanya karena syarat umur.

Hanya saja, Syafii mungkin hanya salah Info. Nama Saud Usman yang ia sebut mungkin adalah Anang Iskandar. Sebab dari awal nama Usman memang tak masuk bursa karena dianggap sebentar lagi pensiun. Saud seangkatan dengan Jendral Sutarman, akpol angkatan 81. Jadi siapa menurut ANda yang pantas menjadi Kapolri.

Kompolnas sudah menyebut Suhardi tak mungkin jadi Kapolri karena terlalu muda, sementara Budi Waseso juga dianggap tak pantas jadi Kapolri karena prestasinya biasa-biasa saja.
TARIK MENARIK CALON KAPOLRI JILID DUA

JUMAT (6/2): Kompolnas mengungkapkan hanya mewawancarai empat calon Kapolri itu yang akan diusulkan ke Presiden Jokowi Widodo jika Komjen Budi Gunawan batal dilantik. Yakni Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti, Irwasum Komjen Pol Dwi Priyatno, Kabaharkam Komjen Pol Putut Bayuseno dan Kabareskrim Komjen Pol Budi Waseso. Menurut Anggota Kompolnas, Adrianus Meliala, Komjen Suhardi Alius tak lagi diwawancarai karena dianggap terlalu muda. Alius yang angkatan 1985 baru akan pensiun Juni 2020. Sedang Kapala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Anang Iskandar juga tak dimasukkan karena dinilai tidak lama lagi memasuki masa pensiun yakni Mei 2016.

SABTU (7/2): Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Tedjo Edhy, yang menegaskan bahwa Kompolnas tidak mencoret nama Komisaris Jenderal Polisi Suhardi Alius dari bursa calon Kepala Polri. Tedjo bahkan menyebut ada dua tambahan, namun satu lagi tak disebutkan.

MINGGU (8/2): Ketua Tim 9 Ahmad Syafii Maarif menyatakan bahwa Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Komisaris Jenderal Polisi Saud Usman pantas menjadi calon Kapolri alternatif bersama Alius Suhardi.

SENIN (9/2): Sekretaris Utama Lemhanas Komjen Suhardi Alius dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Anang Iskandar kembali masuk bursa calon Kapolri. Berarti Kompolnas mengantongi enam nama calon Kapolri untuk dipilih Jokowi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s