Kasus Erwiana Belum Final, Sidang Vonis Mantan Majikan Harus Dikawal


erwiana

Unjuk rasa mendukung persidangan kasus Erwiana Sulistyaningsih. (@aaronhk77)

Law Wan-Tung (44 tahun), majikan mantan PRT Indonesia Erwiana Sulistyaningsih (24 tahun) akhirnya dinyatakan bersalah oleh pengadilan Hong Kong. Wanita yang sebagai Ahli kecantikan itu terancam divonis tujuh tahun penjara.

Tak tanggung-tanggung, Wan-Tung dinyatakan bersalah atas 18 dari 20 dakwaan yang ditujukan kepadanya. Menurut Hakim Amanda Woodcock, Wan-Tung dianggap bersalah telah mengancam Erwiana bahwa mereka akan membunuh korban dan keluarganya. Wan-Tung mengaku punya banyak kenalan yang bisa saja membunuh kerabat Erwiana di kampung halamannya.

Hakim Amanda juga memamparkan bahwa Wan-Tung memukulkan benda keras ke tubuh Erwiana dan memasukkan vacuum cleaner ke mulut korban. Selain mengintimidasi dan menyiksa, ternyata Wan-Tung juga tidak memenuhi kewajibannya untuk membayar sejumlah gaji untuk Erwiana. Untuk itu, ia meminta si mantan majikannya untuk menebusnya sebesar 28.800 dolar Hong Kong atau sekitar Rp 47 juta.

“Saya yakin dia mengatakan yang sebenarnya,” kata Woodcock mengacu pernyataan Erwina Sulistyaningsih di pengadilan.

Menjelang putusan sekitar 20 pengunjuk rasa berkumpul di luar gedung pengadilan. Mereka membentangkan spanduk bertuliskan .”Akhir perbudakan”. “Kami adalah pekerja, bukan budak. Keadilan bagi Erwiana, adili Wan-tung,” teriak mereka.

Erwina sendiri hadir dalam sidang dakwaan atas penganiayaan terhadap dirinya. Setelah sidang selesai, ia langsung diserbu wartawan untuk dimintai tanggapannya. “Saya sangat senang dapat memenangkan kasus ini … karena saya akan mendapatkan keadilan dari Hong Kong,” kata Erwiana tersenyum dikelilingi pendukungnya.

Namun putusan awal pengadilan Hong Kong belum keputusan sesungguhnya, apalagi Hakim Amanda juga menyatakan akan mempertimbangkan kondisi kejiwaan Wan-Tung. Banyaknya kasus hukum yang kurang menguntungkan TKI patut membuat kasus hukum Erwiana terus dikawal dan diwaspadai.

Karena dianggap belum final, Ketua Persatuan Buruh Migran Indonesia di Hong Kong, Sringatin mengungkapkan bahwa tuntutan ganti rugi baru akan diajukan setelah vonis. “Saat ini kita sedang menunggu keputusan final dari hakim yang akan membacakan berapa tahun majikan akan dipenjara. Itu nanti akan terjadi pada tanggal 27 Februari tahun 2015.

Menteri Tenaga Kerja M Hanif Dhakiri juga menyatakan, Pemerintah Indonesia akan terus mengawal proses persidangan kasus penyiksaan tenaga kerja Indonesia di Hongkong sebagai bentuk perlindungan terhadap warga negaranya. Kasus Erwiana akan dikawal hingga putusan final.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s