Hayat Boumeddiene Muncul dan Mengejek Perancis


sky

Hayat Boumeddiene saat tiba di bandara Istanbul Turki dari Perancis. (Sky News)

Hayat Boumeddiene, janda teroris paling dicari dunia muncul dalam sebuah majalah berbahasa Perancis yang dikelola ISIS, Dar al Islam. Istri teroris yang terlibat serangkaian kasus pembunuhan di Paris itu, Amedy Coulibaly, seolah mengejek keamanan Eropa dimana ia begitu mudah berpergian tanpa dicurigai.

“Saya tidak mengalami kesulitan … itu baik untuk tinggal di tanah yang diatur oleh hukum-hukum Allah,” kata Boumeddiene tentang perjalananya kembali ke negara yang di kuasai ISIS antara Irak dan Suriah, dari Perancis.

Bersama suaminya, Boumeddiene diduga menembak mati polisi di Paris. Setelah itu sebanyak 17 orang tewas dalam tiga hari kekerasan yang dilakukan Coulibaly dan kawan-kawannya, termasuk penyerangan kantor koran majalah satir, Charlie Hebdo pada 7 Januari. Petualangan Coulibaly berakhir saat ia melakukan panyenderaan di sebuah supermarket milik orang Yahudi.

Saat itu muncul kebingungan apakah Boumeddiene berada di supermarket itu atau telah melarikan diri. Dalam rekaman CCTV beberapa hari kemudian, terbukti bahwa wanita Perancis keturunan Timur Tengah itu telah melakukan perjalanan ke Suriah melalui bandara Istanbul di Turki pada tanggal 2 Januari atau lima hari sebelum dimulainya serangan oleh suaminya.

Para pejabat Turki mengatakan Boumeddiene tinggal di sebuah hotel di Istanbul dengan orang lain sebelum menyeberang ke Suriah pada 8 Januari atau sehari setelah heboh penyerangan Charlie Hebdo. Sinyal telepon terakhir Boumeddiene itu pada tanggal itu dari kota perbatasan Turki, Akcakale.

Dalam majalah itu ia menggambarkan betapa indahnya hidup berada di bawah hukum Islam.
Dia kemudian mengeluarkan seruan bagi sesama Muslim untuk bergabung dengannya di wilayah yang dikendalikan ISIS. “Saudara-saudaraku, saya mengajak Anda untuk datang ke Negara Ummah. Untuk menyeberangi dunia dan untuk bertindak dipandu oleh Quran,” ungkapnya.

Belum ada konfirmasi independen tentang keaslian wawancara itu. Namun majalah tersebut membuat judul provokatif. “Semoga Allah mengutuk Perancis” dengan gambar yang menunjukkan Menara Eiffel.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s