Sadis, Remaja Venezuela Ikut Demonstrasi Tewas Ditembak Kepalanya


venez

Ketegangan tergambar saat remaja Kliuvert Roa terkapar dengan kepala berdarah karena ditembak kepalanya. (AFP)

Seorang remaja berusia 14 tahun tewas ditembak polisi saat terjadi protes anti pemerintah di San Cristobal, Venezuela. Remaja tersebut bernama Kluivert Roa. Sedang polisi penembak sudah ditangkap dan diketahui bernama Javier Mora (23 tahun).

Hampir setahun, Venezuela dilanda protes. Krisis ekonomi di bawah Presiden Nicolas Maduro menjadi pangkal kekecewaan masyarakat. Meninggalnya Roa mengingatkan publik pada kekerasan di kota yang sama Maret tahun lalu. Ketika itu sekitar 40 demonstran meninggal dunia akibat bentrok dengan petugas keamanan.

Menurut Ketua Komisi Hak Asasi Manusia San Cristobal, José Vicente García. Roa diduga ditembak kepalanya. Karena mengeluarkan darah cukup banyak, ia meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

Kepala Kepolisian San Cristobal Kolonel Ramón Cabezas membantah anak buahnya menembak kepala Roa. Menurutnya, penyebab kematian remaja itu belum jelas. “Saat itu demonstran berkerudung dicegat empat petugas polisi. Salah satu mereka menembak tanah,” ujar Ramon.

Dalam video yang dilansir di youtube, tampak jelas Roa yang masih mengenakan tas ransel dipunggungnya tergeletak di jalan dengan kepala berdarah. Seorang pemuda yang diduga menyaksikan penembakan itu tampak marah dan berlari menendang Javier Mora. Polisi itu selamat setelah berhasil bergabung dengan rekan-rekannya.

Kluivert-Roa-14

Kliuvert Roa

Kasus itu membuat pemimpin oposisi garis keras Maria Corina Machado marah besar. “Tidak ada kata-kata untuk mengirimkan rasa sakit dan kemarahan saya,” kata Corina. “Mereka telah membunuh seorang anak 14 tahun. Seorang anak memprotes dengan teman-teman sekelasnya.”

Anehnya, di televisi nasional, Maduro menyatakan menyesali kematian Roa dan menyerukan diakhirinya kekerasan. “Hapuskan semua kekerasan, pemuda. Dan yakinlah bahwa jika seorang pejabat pemerintah melanggar hukum, saya akan menjadi orang pertama yang mengejarnya”, tegas Maduro.

Masalahnya, protes yang digelar kali ini, terkait kondisi ekonomi yang membuat masyarakat kelas bawa kelimpungan. Di San Cristobal, dalam beberapa pekan terakhir telah kekurangan bahan pokok sehingga harganya melambung. Mulai dari kertas toilet hingga obat-obatan juga sulit ditemui.

Penangkapan Walikota Caracas, Antonio Ledezma yang juga dianggap pemimpin oposisi veteran, pekan lalu, menambah makin seringnya aksi unjuk rasa. Kematian Roa diprediksi akan membuat aksi jalanan di negara itu makin sulit dihentikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s