Dubes AS untuk Korsel Butuh 80 Jahitan pada Luka di Wajahnya


luka

Luka 11 cm di pipi Mark Lippert (daily mail)

Duta Besar AS untuk Korea Selatan, Mark Lippert (42 tahun), diserang menggunakan pisau oleh seorang aktivis tua yang belakangan diketahui bernama Kim Ki-jong (55 tahun). Serangan itu membuat mantan penasihat Presiden Barack Obama terluka wajahnya.

Tak jelas maksud penyerangan terhadap Lippert. Namun aktivis politik yang pernah dipenjara karena menyerang dubes Jepang beberapa tahun lalu itu membawa pesan hentikan peperangan. Saat ini AS dan Korsel memang tengah menggelar latihan perang, Korea Utara mengaku terganggu dengan mengirimkan rudal sebagai pertanda tak suka dengan latihan perang lebih dari sebulan itu.

Lippert sedang berada di Sejong Hall untuk menyampaikan sebuah pidato saat penyerangan itu dilakukan. Adapun pria tersebut mengenakan pakaian tradisional saat menyerang Lippert seraya meneriakan slogan-slogan tentang reunifikasi Korea dan latihan militer bersama. Setelah penyerangan, Kim langsung ditangkap polisi setempat, wajahnya sempat diinjak saat berhasil dilumpuhkan.

Menurut saksi mata Michael Lammbrau, penyerangan itu diperkirakan tak diduga oleh Lippert. “Tiba-tiba saja orang bergumul di lantai (melumpuhkan Kim). Sedang duta besar hanya terduduk sambil menutupi lukanya. Tak lama kemudian dia (Lippert) berjalan ke mobilnya untuk dibawa ke rumah sakit,” ungkap pria yang bekerja di Thinktank Arirang Institute itu.

Kabar terakhir, luka tusukan di wajah Lippert mencapau 11 cm panjang dan kedalaman 3cm. Butuh 80 jahitan untuk menutup luka wajahnya. “Beruntung luka tidak mempengaruhi saraf atau kelenjar ludah,” kata juru bicara Rumah Sakit Severance Universitas Yonsei, Chung Nam-sik.

Lew Dae-hyun, seorang ahli bedah plastik tersebut menegaskan bahwa Lippert telah lolos memiliki cedera yang lebih serius. “Jika lukanya lebih daro 1-2 sentimeter bisa merusak karotis pada leher bagian atas, yang bisa berubah menjadi situasi darurat yang serius,” katanya. “Itu bisa saja mengancam jiwa.”

Sementara itu Presiden Amerika Serikat Barack Obama dikabarkan langsung menelepon bekas penasihatnya itu. Ia ikut prihatin sekaligus memberi dukungan agar Lippert tetap tabah. Menurut Bernadette Meehan, juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, Presiden mendoakan dia dan istrinya, Robyn agar segera lekas sembuh.

Sementara itu Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye mengatakan dari Uni Emirat Arab bahwa melukai Lippert identik dengan “serangan terhadap aliansi Korea Selatan-AS”.

Korean Council for Reconciliation and Cooperation yang mengundang Lippert saat penyerangan terjadi menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Lippert tergolong duta besar cukup populer di Korsel. Ia sangat mencintai Korea. Saat istrinya melahirkan anaknya Januari lalu dan mereka memberi nama tengah sang anak dengan bahasa Korea. Yakni James William Sejun Lippert, Sejun adalah bahasa Korea.
TENTANG MARK LIPPERT
2005: Penasihat kebijakan luar negeri untuk Senator Barack Obama.
2007: Sebagai intelijen angkatan laut AS di Irak
2008: Kembali menjadi penasihat kebijakan luar negeri senior Obama
2009: Kepala Staf Dewan Keamanan Nasional Presiden Obama.
2011: Asisten Menteri Pertahanan untuk Urusan Keamanan Asia dan Pasifik.
2014: Duta Besar Amerika Serikat untuk Korea Selatan.

TENTANG KIM KI-JONG
2007: Pernah mencoba bunuh diri sebagai upayanya menuntut investigasi pemerkosaan di kantor tempatnya bekerja.
2010: Lempar sebongkah beton ke arah Duta Besar Jepang, selanjutnya ia dipenjara dua tahun.
2010: Hasil penyelidikan polisi setelah penyerangan itu, Kim disimpulkan terobsesi An Jung-guen yang menembak mati Dubes Jepang tahun 1909.
2015: Kim menyerang Dubes AS dengan pisau. Ia tampaknya menentang latihan perang Korsel-AS dan berharap dua Korsel bersatu.

Kontroversi Kantor Staf Presiden Ala Luhut Panjaitan


luhut

Dua tokoh di balik perluasan kewenangan Kantor Staf Presiden

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai penambahan kewenangan kepada Kepala Staf Kepresidenan melalui Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2015 berpotensi menimbulkan koordinasi yang berlebihan. Kastaf Presiden sekarang adalah Luhut Panjaitan.

“Mungkin nanti koordinasi berlebihan kalau terlalu banyak, ada instansi lagi yang bisa mengkoordinasi pemerintahan, berlebihan nanti, kalau berlebihan bisa simpang siur,” kata JK di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Rabu (4/3).

JK menyinggung masalah penambahan kewenangan Kepala Staf Kepresidenan dalam pertemuannya dengan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy, serta Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Dalam pertemuan itu, Kalla membicarakan dampak yang mungkin terjadi dengan diterbitkannya Perpres tersebut. “Tentu kita perhatian juga,” ucap Kalla saat ditanya apakah perpres ini berpotensi menganggu jalannya pemerintahan atau tidak.

Kendati demikian, seperti ditulis Kompas.com, Kalla menduga penambahan kewenangan untuk Luhut Panjaitan sebagai Kepala Staf Kepresidenan sifatnya hanya jangka pendek.

Berdasarkan Perpres No 26/2015, Luhut B Panjaitan selaku Kepala Staf Kepresidenan yang sebelumnya mendukung komunikasi politik dan mengelola isu-isu strategis kepresidenan sesuai Perpres No 190/2014 tentang Unit Kantor Presiden, kini ikut mengendalikan program prioritas.

Seskab Andi Widjajanto mengatakan bahwa kantor kepala kepresidenan sebenarnya memiliki wewenang yang hampir serupa dengan lembaga Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Di masa SBY ada UKP4, di masa Presiden Jokowi UKP4 ditiadakan, lalu bentukan barunya adalah kepala staf kepresidenan ini,” ujar Andi.

Menurutnya, presiden membentuk kantor kepala staf tersebut dengan alasan ingin sinergitas antara semua unit yang berada di lingkungan kepresidenan. Dimulai dari Bappenas, Setneg, Setkab, Kepala Staf Kepresidenan, dan BPKP.

Lembaga-lembaga tersebut, kata dia, bekerjasama dalam perencanaan, pelaksaaan, pengawasan dan evaluasi program-program pembangunan yang lebih efisien.

“Enggak (semua tugas UKP4) dilimpahkan, tapi disebar ke unit-unit yang sekarang ada di kantor kepresidenan itu,” sambung Andi seperti dikutip JPNN.

Yang menjadi persoalan, jika pembentukan UKP4 transparan, pembentukan Kantor Staf Presiden yang dipimpin Luhut terkesan diam-diam. Buktinya Mensesneg Pratikno bahkan Wapres Jusuf Kalla tak mengetahuinya.

TENTANG PERPRESS KANTOR STAF PRESIDEN
* Melaksanakan tugas pengendalian program-program prioritas nasional.
* Kapala Staf Kepresidenan bertanggung jawab langsung pada Presiden,
* Memiliki (maksimal) lima Deputi Kastaf Presiden dan Tenaga Profesional.
* Memiliki (maksimal) tiga staf khusus Kastaf Presiden
* Bisa menggunakan jasa konsultan (boleh Asing) sepanjang diperlukan
* Untuk sementara menggunakan anggaran UKP4.

TUGAS UKP4 (UKP-PPP) – sebagai perbandingan

Tugas UKP-PPP, menurut pasal 3 Perpres 54/2009, adalah “membantu Presiden dalam melaksanakan pengawasan dan pengendalian pembangunan sehingga mencapai sasaran pembangunan nasional dengan penyelesaian penuh”. Penjabarannya adalah:

  1. Pengawasan, yakni mengawal konsistensi-sinkronisasi program/proyek yang termasuk Prioritas Nasional—penjabaran dari Visi-Misi Pemerintahan SBY-Boediono 2010-2014 atau “Visi-Misi Indonesia 2014”—dengan memantau dan memfasilitasi  koordinasi  lintassektoral dan lintaswilayah. Dalam konteks pengawasan ini, UKP-PPP bekerja sama dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kementerian Dalam Negeri.
    Visi Pemerintahan SBY-Boediono 2009-2014 adalah “terwujudnya Indonesia yang sejahtera, demokratis, dan berkeadilan”. Upaya yang diperlukan untuk meraih visi itu dirumuskan dalam Misi: (1) melanjutkan pembangunan menuju Indonesia yang sejahtera, (2) memperkuat pilar-pilar demokrasi, (3) memperkuat dimensi keadilan di semua bidang. Visi-Misi itu lantas dijabarkan menjadi 11 Prioritas Nasional yang kesemuanya merupakan tema-tema pokok dari program Pemerintah 2010-2014, yakni:

    1. reformasi birokrasi dan tata-kelola;
    2. pendidikan;
    3. kesehatan;
    4. penanggulangan kemiskinan;
    5. ketahanan pangan;
    6. infrastruktur;
    7. iklim investasi dan iklim usaha;
    8. energi;
    9. lingkungan hidup dan pengelolaan bencana;
    10. daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan pascakonflik; serta,
    11. kebudayaan, kreativitas, dan inovasi teknologi
  2. Debottlenecking, yakni melakukan analisis, koordinasi, dan fasilitasi untuk mengurai masalah dalam implementasi.
  3. Kajian cepat terhadap hal-hal yang dinilai strategis dan berpotensi menghambat atau berpeluang mempercepat proses tata-kelola pemerintahan, kemudian mengusulkan kepada Presiden atau Wakil Presiden untuk menyikapinya.
  4. Pengoperasian ruang kendali-operasi (situation room) Presiden di Bina Graha untuk mendukung pengambilan keputusan strategis.
  5. Penugasan khusus dari Presiden dan Wakil Presiden untuk menyelesaikan dan/atau memberikan saran atas langkah-langkah yang harus diambil dalam waktu cepat.

Mobil SIM Keliling Tidak Lagi di DTC Depok


sim3

Pelayanan Mobil SIM Keliling di Honda Motocare, Depok, Rabu (4/3).

Menyimpan jadwal pelayanan SIM keliling meski tampak sepele tetap dibutuhkan. Pelayanan perpanjangan SIM melalui mobil keliling bagaimanapun terbukti sangat membantu. Selain dekat dengan tempat tinggal kita, juga tarifnya lebih murah. (Tips Urus SIM Via Mobil Keliling)

Tapi ingat, karena mengurus SIM adalah kegiatan lima tahunan, kita tetap harus update jadwal SIM keliling yang sudah kita simpan misalnya. Ini karena mobil SIM keliling yang sudah lama dikenal biasa nongkrong di Depok Town City (DTC) depan Perumahan Maharaja, Jalan Raya Sawangan, Depok, kini sudah pindah.

Lokasi baru adalah di depan Honda Motor Care Jalan Raya Sawangan No.5 Pancoran Mas, atau sekitar 500 meter dari DTC arah Parung. Lokasi di Honda Motor Care sebenarnya sudah lama masuk Jadwal SIM keliling. Biasanya masuk jadwal hari Senin. Namun jadwal itu kini sudah digeser ke depan super marker Giant, Bojong Sari, tepatnya jalan Raya Parung Ciputat mulai pukul 08.00 hingga 12.00.

Lokasi Motor Care memang tak jauh dari DTC. Namun karena tak ada pengumuman baru, tetap saja membuat ada saja yang kecele dan kecewa. “Saya sudah dari pukul 08.00 di DTC. Saya pikir kok mana mobilnya nggak datang-datang, ternyata pindah ke sini,” kata seorang ibu kepada petugas SIM.

Keinginannya bisa mengurus SIM lebih cepat sirna karena hari itu daftar warga yang akan melakukan perpanjangan SIM cukup banyak. Saya sendiri antre hingga tiga jam mulai pukul 10.00  hingga pukul 13.00.

Petugas beralasan bahwa jadwal baru sudah ada di internet. Tapi hampir tak ada pengumuman baru yang menyebut pelayanan SIM keliling di DTC sudah pindah. Jadwal terbaru mobil SIM Keliling via akun twitter @restadepok disebutkan bahwa layanan di area parkir Motor Care hanya dilakukan setiap Minggu pertama dan minggu ke tiga, selebihnya tetap di DTC.

Kepada si ibu itu petugas berkilah bahwa aliran listrik di DTC naik turun. Tapi jawaban seperti itu tak memberikan solusi memuaskan.

Oya, jika mau mengurus SIM di Motor Care, jangan lupa siapkan fotokopi KTP, sebab lokasi fotokopi di tempat ini cukup jauh.

Jika ada perubahan pada jadwal keliling di lokasi lain. Dipersilakan untuk mengkoreksinya ya.

sim2

Jadwal SIM Keliling di Depok