Vietnam Umumkan Nama Dua ABK Hilang, Indonesia Baru Dapat Perusahaan Perekrut 21 ABK?


vietnam

Wakil juru bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam, Pham Thu Hang, saat umumkan nama dua ABK.

Pemerintah Vietnam mengumumkan dua nama anak buah kapal (ABK) yang hilang bersama kapal pencari cumi asal Taiwan Hsiang Fu Chuen di Samudera Atlantik. Pada waktu yang sama, pemerintah Indonesia baru memperoleh lima perusahaan yang merekrut 21 ABK Indonesia di kapal itu.

“Jadi, kami dari kemarin sudah ada perkembangan. Nama-nama perusahaan itu sudah kami peroleh, kemudian kami sudah langsung mengontak agensi-agensi yang mempekerjakan ABK kita yang berjumlah 21 orang,” kata Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi Selasa (10/3).

Seperti diketahui, kapal pencari ikan, khususnya cumi, asal Taiwan, Hsiang Fu Chuen dilaporkan kehilangan kontak 26 Fabruari 2015 pukul 03.00 (waktu setempat). Terakhir kontak dengan kapten kapal adalah memberitahukan ada kebocoran di kapal itu.

Selain kapten dan kepala tehnik asal Taiwan, kapal tersebut berisi 21 ABK asal China, 13 ABK asal Filipina, 11 ABK asal Indonesia dan dua ABK Vietnam. Hingga kini hilangnya kapal tersebut masih dianggap misterius. Klaim pemerintah Taiwan, seharusnya kapal tersebut memberikan sinyal otomatis jika tenggelam. tapi ternyata sinyal itu tidak ada.

Menurut Retno, selain melakukan pertemuan dengan lima perusahaan perekrut ABK Indonesia, Kemlu juga terus berkoordinasi dengan perwakilan dari Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei. Pihak Kemlu juga sudah menghubungi Kedutaan Besar RI di London, Inggris dan Buenos Aires, Argentina untuk mendapatkan informasi lebih jauh mengenai keberadaan terakhir kapal Taiwan di sekitar Kepulauan Falkland atau Malvinas.

“Jadi secara sekaligus kami mencoba mendapatkan informasi sebanyak mungkin meliputi berbagai macam lini untuk bisa memperoleh kabar yang lebih jelas soal kapal itu dan nasib ABK kita seperti apa,” lanjut Retno.

Sementara itu, pihak berwenang Vietnam telah mengidentifikasi dua ABK yang hilang bersama 47 ABK di kapal Hsiang Fu Chun. Mereka adalah Tran Van Cuong (28 tahun) dan Nguyen Van Thuan (40 tahun. Cuong berasal dari provinsi utara-tengah Ha Tinh sementara Thuan berasal dari Provinsi Nghe An.

Kedua pelaut meninggalkan Vietnam pada 16 Januari sebagai ABK tamu. Cuong dan Thuan dikirim perusahaan swasta untuk mengadakan pelatihan di kapal itu. “Bagian yang paling sulit adalah bahwa tidak ada yang tahu di mana kapal ikan itu kini berada,” kata juru bicara Badan Perikanan Taiwan, Huang Hong-yen seperti dikutip oleh United Daily News kemarin.

Wakil juru bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam, Pham Thu Hang,mengatakan bahwa pihaknya sekuat tenaga mencari keberadaan ABKnya. Antara lain mengerahkan duta besar mereka di Taiwan dan Argentina.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s