16 WNI Gagal Gabung ISIS?


Atturk

Attaturk Airport, Turki

Kementerian Luar Negeri Turki mengumumkan telah menahan 16 warga negara Indonesia (WNI) yang hendak menyeberang ke Suriah secara ilegal, Rabu (11/3). Diduga mereka hendak bergabung dengan ISIS mengingat jalur yang akan dilalui dikenal sebagai jalur jihadis.

Menurut Juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki, Tanju Bilgic, ke-16 WNI tersebut terdiri dari tiga keluarga. Mereka terdiri dari 5 lelaki dewasa, 4 perempuan dewasa, 4 anak-anak, dan 3 bayi. “Kami mendapat informasi bahwa Kedutaan Besar Indonesia di Ankara telah berhubungan dengan mereka,” ujar Bilgic.

Ia mengakui bahwa Turki dianggap sebagai salah satu pintu bagi para pejuang asing yang bergabung dengan barisan ISIS. Pemerintah Inggris dan Perancis bahkan sempat mengecam Turki yang membiarkan lebih dari 700 warga Perancis dan 500 warga Inggris bergabung ke organisasi radikal.

Kini pemerintah Turki sudah menutup dua akses menuju Suriah. Yakni akses penyeberangan di Oncupinar dan Cilvegozu Provinsi Hatay. Di dua lokasi ini Turki menutup akses kendaraan dan perorangan menuju Suriah.

“Turki memiliki beberapa masalah keamanan dan wajar untuk langkah-langkah yang akan diambil berdasarkan penilaian ancaman dilakukan. Inilah yang juga diharapkan masyarakat internasional,” kata seorang pejabat di instansi pemerintah, yang menolak untuk diidentifikasi.

Sementara itu, President and CEO Smiling Tour Anthony Akili merinci bagaimana ke-16 WNI pergi ke Turki sebagai wisatawan. “Tidak ada kesan aneh terhadap mereka. Biasa saja. Sepanjang perjalanan, mereka malah tanya-tanya kalau beli karpet di Turki di mana karena katanya mereka mau bisnis jual beli karpet,” kata Anthony Akili kepada wartawan.

Menurutnya, 16 WNI ini seperti wisawan lainnya memesan paket perjalanan wisata ke Turki pada pertengahan Januari 2015. Perjalanan berlangsung pada 24 Februari-4 Maret 2015. “Mereka pesan tempat untuk 16 orang melalui e-mail. Biaya perjalanan dibayar melalui transfer,” kata Anthony.

Selanjutnya, 16 orang ini langsung bertemu dengan rombongan lain dan tour leader Smiling Tour di Bandara Soekarno-Hatta pada hari keberangkatan.

“Menurut tour leader kami, tidak ada hal yang mencurigakan sepanjang perjalanan di pesawat. Obrolannya juga wajar. Selain bertanya-tanya soal karpet, mereka juga tanya-tanya soal obat herbal karena berniat membuka bisnis soal itu di Indonesia,” ujar Anthony.

Selepas pemeriksaan di Imigrasi Bandara Ataturk, rombongan 16 WNI ini memisahkan diri. Alasannya, mereka ingin bertemu dengan keluarga mereka di Turki selama dua hari. Mereka berjanji akan kembali bergabung dengan rombongan pada 26 Februari.

“Nyatanya pada 26 Februari, mereka tidak bisa dikontak lagi. Tour leader kami lantas menghubungi KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia) di Istanbul untuk membuat laporan,” tutur Anthony.

Seperti ditulis Kompas.com, Anthony menjelaskan bahwa rombongan 16 WNI tersebut harus merogoh kocek sekitar Rp 300 juta untuk membeli paket perjalanan wisata Smailing Tour. Dengan uang sebesar itu, mereka tidak menikmati wisata bersama Smailing Tour karena memisahkan diri selepas pemeriksaan imigrasi di Bandara Internasional Ataturk, Istanbul, Turki.

“Ongkos perjalanannya sebesar Rp 300 juta. Terlalu mahal kalau hanya untuk biaya tiket pesawat. Ini kan paket wisata, tapi mereka tidak menikmati perjalanan wisatanya,” kata  Anthony didampingi Vice President Marketing and Communication Smailing Tour Putu Ayu Aristyadewi dan Group COO Smailing Tour Davy Batubara.

Menurut Anthony, harga paket wisata ke Turki selama 10 hari sebesar 1.500 dollar AS (atau Rp 19,7 juta) untuk satu orang dewasa. Harga untuk anak-anak lebih rendah dari itu. Dengan kurs dollar Rp 13.000, total yang harus dikeluarkan untuk 16 orang sekitar Rp 300 juta. Rombongan berangkat dengan Turkish Airlines.

Menurut situs web Turkish Airlines, harga tiket kelas ekonomi untuk dewasa sekali jalan adalah 1.034 dollar AS. Jika dipukul rata, rombongan ini hanya perlu ongkos 16.000 dollar AS atau sekitar Rp 200 juta untuk sekali jalan.

Rombongan ini kemudian memisahkan diri dari rombongan selepas pemeriksaan di imigrasi Bandara Ataturk. “Waktu mereka hendak memisahkan diri, tour leader kami bilang, ‘Apa tidak sayang karena sudah mengeluarkan uang tapi tidak menikmati perjalanan wisatanya?’ Mereka bersikeras ingin bertemu keluarga selama dua hari,” kata Anthony.

KRONOLOGI 16 WNI GAGAL GABUNG ISIS
24 FEBRUARI: Terbang ke Turki sebagai wisatawan via Smiling Tour. Usai pemeriksaan di Imigrasi Bandara Ataturk, Turki, mereka memisahkan diri.
26 FEBRUARI: Pimpinan rombongan tour tak bisa lagi mengotak 16 WNI yang pisahkan diri tersebut.
04 MARET: Hingga kepulangan rombongan ke Tanah Air pada 4 Maret pukul 00.40, ke-16 WNI ini tidak menampakkan diri.
11 MARET: Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan menahan 16 WNI dalam perjalanan ke Suriah. Adapun rute yang digunakan mereka adalah rute warga asing gabung ISIS.

Kasus “Payment Gateway”, Denny Terus Lakukan Perlawanan


dennyKepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divhumas Polri Kombes Rikwanto menyayangkan mantan Wamenkumham Denny Indrayana yang menolak diperiksa oleh penyidik Bareskrim lantaran pengacaranya tidak diperkenankan mendampingi.

“Dia kan diperiksa sebagai saksi dan sebagai terlapor. Itu harusnya sebagai ajang klarifikasinya dia,” kata Rikwanto, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (12/3).

Menurut dia, berdasarkan standar prosedur operasi di Polri, pemeriksaan saksi dilakukan sendiri tanpa didampingi pengacara. Kendati demikian, pihaknya mengatakan penolakan Denny untuk diperiksa merupakan hak Denny. “Kalau dia tidak mau diperiksa, itu hak dia,” imbuhnya seperti dikutip Antara.

Pemeriksaan mantan wamenkumham Denny Indrayana sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi program pelayanan “payment gateway” Kementerian Hukum dan HAM, tidak berlanjut karena penyidik Bareskrim tidak memperbolehkan Denny didampingi pengacara.

“Hanya dua pertanyaan yang dijawab karena kami (kuasa hukum) nggak bisa masuk, jadi tidak berlanjut,” kata kuasa hukum Denny, Heru Widodo.

Penyidik hanya mengajukan Denny dengan dua pertanyaan terkait pemeriksaan yang berlangsung sekitar empat jam itu. Pertanyaan-pertanyaan itu seputar identitas saksi dan profil program payment gateway. Dalam pemeriksaan tersebut, Heru sebagai kuasa hukum berniat ingin mendampingi kliennya.

Tapi penyidik berkeberatan dengan alasan dalam SOP, pemeriksaan harus dilakukan oleh terperiksa sendiri. “Kami sampaikan keberatan. Dalam pemeriksaan saksi maupun tersangka, penyidik harus membolehkan (didampingi kuasa hukum). Kecuali dengan persetujuan terperiksa,” katanya.

Menurut Heru, kliennya akan bersedia diperiksa dalam panggilan berikutnya jika pengacara diperkenankan mendampingi. Panggilan kali ini merupakan panggilan keduanya untuk diperiksa sebagai saksi, setelah sebelumnya Denny tidak hadir pada panggilan pertama, Jumat (6/2).

Program Terobosan
Denny Indrayana enggan menjawab pertanyaan wartawan soal dugaan tindak pidana korupsi pada program ‘payment gateway’ atau pembayaran pembuatan paspor secara elektronik. Terkait kasus itu, Denny meminta agar menunggu perkembangan selanjutnya. Ia berjanji akan memberikan penjelasan secara utuh.

Dalam kasus ini, polisi menduga ada kelebihan uang bayar yang tidak masuk ke kas negara, melainkan ke bank yang ditunjuk Denny. “Tentang kasusnya nantilah. Supaya pemahamannya tak sepotong-potong, akan saya jelaskan secara utuh nanti,” ujar Denny, seusai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Bareskrim Polri.

Denny tetap menolak ketika ditanya lebih jauh terkait program yang bergulir saat ia menjabat sebagai Wamenkumham tahun 2014. Dia hanya bersedia menjawab perihal pemeriksaannya oleh penyidik Bareskrim. Ia mengatakan, program ‘payment gateway’ di eranya merupakan terobosan yang positif bagi pembayaran pembuatan paspor yang selama ini rentan akan praktik pungutan liar, calo, dan cenderung lama karena program tersebut dirancang secara elektronik.

“Saya berharap, mudah-mudahan pelayanan ini terus dirasakan publik. Saya sendiri juga sudah mendapatkan feedback kok. Itu saja bagi saya cukup menggembirakan,” lanjut dia.

Denny diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam program ‘payment gateway’ atau sistem pembayaran pembuatan paspor secara elektronik. Namun, Denny hanya menjawab pertanyaan penyidik seputar identitas.

Ada pun soal materi perkara, Denny menolak menjawabnya. Denny telah menjelaskan Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2009 Pasal 27 ayat (1) dan (2) yang menyebut bahwa penyidik memperbolehkan tersangka dan saksi sekalipun didampingi kuasa hukum kecuali atas persetujuan terperiksa.

Amir Pojokkan Denny?

Mantan Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin bicara soal kasus payment gateway . Menurutnya, konsep awalnya diprakarsai oleh Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana.

Menurut Amir, sistem payment gateway ini berkaitan dengan desakan Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) yang meminta kementerian untuk meningkatkan pelayanan publik. “Kalau kami tidak meningkatkan itu, kami nanti diberi rapor merah. Itu alasan utama adanya payment gateway,” kata Amir saat berbincang dengan CNN Indonesia.

Amir mengaku tak tahu siapa yang menggagas ide awal paymey gateway, atau sejak kapan itu diberlakukan. Seingat dia, konsep payment gateway itu diberikan kepadanya oleh Wamenkumham Denny Indrayana.

Pada Juni 2014, sebut Amir, Denny menemui dirinya dengan memaparkan payment gateway beserta video pengakuan dari orang-orang dengan track record baik soal kelebihan dan kemudahan payment gateway untuk mengurus paspor.
Saat ditunjukkan konsep payment gateway, Amir mengaku memberikan beberapa catatan, antara lain tidak boleh ada monopoli di dalamnya. Ada alternatif lain dalam pengurusan paspor, termasuk masih memberikan tempat soal pengurusan secara manual. “Termasuk juga pengurusan dengan cara lainnya,” paparnya.

Amir menambahkan, meski dia tidak tahu persis kapan payment gateway itu diterapkan, dia mengaku mendengar kabar bahwa sistem itu sudah mulai diuji cobakan sejak April 2014.

Agar payment gateway itu bisa resmi digunakan, Amir menyebut diperlukan peraturan menteri (permen). Pada 7 Juli 2014, Denny menyodorkan draf Permenkumham soal payment gateway. “Denny bilang, harmonisasi dengan aturan-aturan lain sudah dilakukan,” lanjutnya. Harmonisasi itu, sebut Amir, melibatkan Ombudsman, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Dirjen Anggaran Departemen Keuangan.

Sayangnya, pada 11 Juli 2014, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengirimkan surat ke Kemenkumham bahwa program ini belum mendapatkan izin karena masuk sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak.

Atas dasar surat itu, maka Amir mengaku menghentikan program itu secara resmi pada saat menerima surat dari Kemenkeu. “Tapi secara praktik di lapangan, baru berhenti pada Oktober,” tuturnya.

BPK Audit Kasus Denny

Sementara itu Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akan segera mengumumkan hasil audit pemeriksaan keuangan terkait layanan pembuatan paspor melalui payment gateway di Kementerian Hukum dan HAM.

Permintaan audit dari pihak kepolisian atas sistem jaringan pembayaran online itu saat ini masih dalam pengkajian.  “Kami sudah melakukan pemeriksaan khususnya yang terkait,” ujar Harry di gedung BPK.

Menurut Anggota V BPK Moermahadi Soerja Djanegara, hasil audit menyeluruh di Kemenkumham itu sudah dilakukan. Pengumuman resmi hanya tinggal menunggu waktu.

“Pemeriksaan payment gateway itu sudah dilakukan pada 2014. Nanti tunggu saja laporan resmi kami bulan Maret,” ujar Moermahadi.

Sebelumnya,Wakil Kepala Polri Badrodin Haiti mengatakan bahwa  kasus payment gateway yang melibatkan Denny bukan berasal dari laporan masyarakat, melainkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). “Sehingga tidak bisa dihentikan,” kata Badrodin seperti dikutip tempo.co.

Pada implementasi payment gateway Juli-Oktober 2014, terdapat nilai selisih dari pengurusan paspor yang tak disetorkan ke negara. Ada selisih akumulasi nilai pembuatan paspor yang merupakan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 32 miliar. Kelebihan pungutan tersebut justru masuk ke dua vendor dan tak langsung disetorkan ke bank penampung.

SISTEM PAYMENT GATEWAY
Juni 2014: Denny temui Amir Syamsuddin bersama sejumlah orang, perkenalkan payment gateway.
7 Juli 2014: Denny sodorkan Permenkumham payment gateway. Soft lauching sistem itu dilakukan.
11 Juli 2014: Amir menyebut kemenkeu kirimkan surat program itu belum dapat izin
10 Februari 2015: Bareskrim menerima laporan Andi Syamsul Bahri soal kasus payment gateway
26 Februari 2015: Bareskrim tangani dua kasus korupsi besar, satunya diduga payment gateway
5 Maret 2015: Bareskrim panggil Denny, tapi yang bersangkutan malah ke istana
12 Maret 2015: Denny penuhi panggilan Bareskrim tapi ogah diperiksa

Singkirkan Chelsea, Balas Dendam Sempurna PSG


silva

Kapten Thiago Silva, Pahlawan Kemenangan PSG.

PSG lolos meski hanya dengan 10 pemain dan tampil di kandang lawan. Tak tanggung-tanggung, mereka menyingkirkan raksasa Inggris, Chelsea, dengan skor 2-2. Skor tersebut membuat PSG melaju ke babak delapan besar karena menang gol tandang dengan agregat 3-3.

“Jika Anda menganalisis pertandingan, bersikap adil, PSG layak lolos kualifikasi (perempatfinal),” kata Laurent Blanc, pelatih PSG.

“Kami mencoba untuk bermain lebih baik dari Chelsea dan kami menciptakan banyak peluang berbahaya. Itu adalah performa yang fantastis untuk seluruh skuad, ” imbuh mantan pelatih timnas Perancis itu.

Seperti diketahui, PSG main dengan 10 pemain tatkala bintang mereka, Zlatan Ibrahimovic mendapat kartu merah dari wasit. Hukuman itu diberikan wasit karena Ibrahimovic dinilai melanggar Oscar. Meski unggul jumlah pemain, Chelsea tampak kesulitan karena barisan pertahanan PSG tampil cukup disiplin.

Bahkan klub milik taipan Rusia itu, nyaris kebobolan tatkala Edinson Cavani lolos dari jebakan offside. Cavani sempat mampu mengecoh Courtois. Sayang bola tendangannya masih membentur tiang kiri gawang Chelsea.

Pada menit ke-81, Chelsea akhirnya mampu memecah kebuntuan. Adalah Gary Cahill yang mencatatkan namanya di papan skor untuk membuat timnya unggul setelah memaksimalkan umpan Costa. Empat menit sebelum laga usai, pendukung PSG bersorak setelah David Luiz sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Mantan pemain Chelsea itu menciptakan gol dengan sundulan kepalanya seusai menerima umpan Ezequiel Lavezzi.

Chelsea mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-96 setelah Thiago Silva melakukan handsball di kotak penalti. Hazard pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk membuat Chelsea unggul 2-1.  Namun akhirnya PSGlah yang berhak tampil di babak delapan besar setelah kapten Thiago Silva membayar lunas kesalahannya karena bola sundulannya seusai menerima umpan tendangan pojok Thiago Motta pada menit ke-116.

Hasil itu bagi PSG seperti balas dendam yang terbayar tuntas. Sebab, musim lalu, PSG disingkirkan Chelsea dengan cara yang hampir sama. Pada leg pertama PSG mengalahkan Chelsea 3-1. Namun akhirnya tersingkir setelah Chelsea menang 2-0 di leg kedua sehingga agregat juga 3-3. PSG tersingkir karena kalah gol tandang.

“Kinerja kami tidak cukup baik,” kata pelatih Chelsea, Jose Mourinho kepada Sky Sports. “Lawan (PSG) lebih kuat dari kami. Mereka berhasil mengatasi kekuarangan pemain dengan cukup baik,” ucap Mourinho mengakui. Mimpinya membawa tim Inggris juara Liga Champions pun terkubur sementara waktu.

chelseaa

Foto kegembiraan pelatih dan pemain Chelsea saat Demba Ba menciptakan gol penentu yang singkirkan PSG, 8 April 2014

Sementara itu, pahlawan PSG, Thiago Silva, memuji mental rekan-rekannya. “Pada situasi 11 lawan 11 akan sulit, tetapi bertanding dengan 10 pemain tentunya menjadi lebih sulit lagi,” ucapnya.

“Kami tidak berhenti berjuang hingga akhir dan tidak membuat kesalahan yang sama seperti tahun lalu. Kemenangan ini untuk seluruh pemain, untuk tim ” kata bek asal Brasil itu mengenang.

Susunan pemain:
Chelsea: 13-Thibaut Courtois; 2-Branislav Ivanovic, 24-Gary Cahill, 26-John Terry, 28-Cesar Azpilicueta; 4-Cesc Fabregas, 7-Ramires (11-Didier Drogba 90), 8-Oscar (22-Willian 45), 10-Eden Hazard, 21-Nemanja Matic (5-Kurt Zouma 84); 19-Diego Costa
Pelatih: Jose Mourinho

PSG: 30-Salvatore Sirigu; 2-Thiago Silva, 5-Marquinhos, 17-Maxwell, 32-David Luiz; 8-Thiago Motta, 14-Blaise Matuidi (22-Ezequile Lavezzi 83), 24-Marco Verratti (25-Adrien Rabiot 83); 9-Edinson Cavani, 10-Zlatan Ibrahimovic, 27-Javier Pastore (23-Gregory Van Der Wiel 118)
Pelatih: Laurent Blanc

Wasit: Bjorn Kuipers (Belanda)