Haryanto Taslam dan Misteri Penculikannya


taslam

Haryanto Taslam (kiri) setelah bersama Partai Gerindra dengan Saiful Muzani (metroTV)

Politisi Senior Partai Gerindra Haryanto Taslam telah dimakamkan di Pemakaman Umum Menteng Pulo Jakarta, Minggu (15/3). Ia meninggal dunia Sabtu (14/3) malam di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada para kerabat yang sudah hadir,” kata anak bungsu Haryanto, Ragil Parikesit, ketika memberi sambutan di pemakaman.

Di antara para pelayat yang hadir terlihat Eros Djarot, Sidarto Danusubroto (mantan ketua MPR), Ahmad Muzani (politisi Gerindra), dan Sekjen PKB Abdul Kadir Karding

“Ya saya tahu Pak Taslam sebagai salah satu politisi yang termasuk ikut mendorong perubahan di era orde baru menuju orde reformasi,” kata Abdul Kadir Karding seperti dikutip Antara.

Dia mengakua mengenal Haryanto pernah merasakan diculik karena melawan rezim Orba. Karding mengatakan seluruh aktivis, termasuk dia, merasa kehilangan sosok aktivis seperti Haryanto. “Kita kehilangan seorang aktivis pejuang seperti beliau,” ujarnya.

Sakit Sejak 2008
Sementara itu Sekjen Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, Ahmad Muzani, mengatakan dia rekan-rekan almarhum di partai sempat tidak tahu almarhum tengah mengidap penyakit.

Ahmad Muzani mengaku terakhir bertemu almarhum pada bulan lalu, pada sebuah rapat Dewan Pembina Partai Gerindra. Saat itu dapat dengan jelas terlihat kondisi Haryanto mulai memburuk.

“Beliau tidak ingin merepotkan orang lain, beliau selalu menyembunyikan kata sakit,” katanya kepada wartawan usai pemakaman.

Akhirnya pekan lalu ia pun dikabari bahwa Haryanto menderita penyakit yang serius. Ahmad Muzani mengetahui hal itu dari salah seorang kader Partai Gerindra, dan belum sempat mengkonfirmasi langsung ke Haryanto.

Menurut anak Haryanto Taslam, Barep Taslam, sang ayah telah sakit sejak lama. Ia terkena virus myasthenia gravis. “Bapak sudah sakit sejak 2008, baru terdeteksi Januari kemarin,” kata Barep.

Menurut dia, penyakit yang menyerang Haryanto sejenis autoimun. “Yang bikin kelainan sistem otot dan syaraf Bapak,” jelas dia.

Barep menambahkan, sang ayah sempat tersedak oleh makanan cair. Hal ini menyebabkan kekurangan oksigen dalam otak. “Karena lemahnya otot paru-paru Bapak membuat kondisi hilang kesadaran,” imbuh dia.

Politikus senior PDIP Eva Kusuma Sundari mengatakan Haryanto adalah politikus idealis dari era reformasi yang ikut berjuang pada masa-masa sulit, awal terbentuknya PDI Perjuangan.

Eva menyebut, Haryanto tercatat sebagai orang yang ikut menggerakkan pro-Mega bersama elemen prodemokrasi untuk menjatuhkan rezim Soeharto.

“Dia menjadi salah satu model politikus PDIP yang idealis. Bahkan dia bersama Budiman Sujatmiko ikut terima risiko dengan diculik oleh Tim Mawar. Dia senior yang teguh pendirian, idealis dan konsekuen dengan pilihan sikapnya,” ujar Eva.

Eva mengatakan, PDI Perjuangan mengenang Haryanto sosok tanpa kontroversi. Haryanto dipandang sebagai tipe kader nasionalis yang tidak pernah membuka aib atasan. “Ia tipe kader nasionalis yang ‘mendem njero’ (tidak membuka aib) ke atasan,” imbuh dia.

Namun, Eva masih memiliki tanda tanya terhadap Haryanto. Sebab hingga akhir hayatnya, Haryanto tak mau mengungkap seputar penculikan pada 1998 silam. “Sedikit misteri dari beliau yaitu seputar penculikannya yang dia tidak pernah ungkap tuntas,” terang Eva.

Diculik di Jakarta Dibawa ke Surabaya
Eros Djarot, sahabat Haryanto Taslam menyebut, Haryanto pernah diculik oleh penguasa Orde Baru di Jakarta dan kemudian dibawa ke Surabaya.
“Diculiknya di Jakarta pas menuju rumah saya. Ia dibawa oleh petugas pakai mobil. Ia bawa berkas-berkas rapat. Rapatnya dirumah saya kebetulan saya memimpin rapatnya,” katanya.

Setelah diculik, Djarot mengaku tidak bertemu dengan Haryanto selama 40 hari lebih. Kata Djarot, penculikan terhadap Haryanto itu kemudian dianggap sandiwara oleh politisi PDIP (sekarang PDI-Perjuangan). Djarot sangat terkejut dengan sikap dan reaksi politisi PDI itu karena menurut Djarot, Haryanto merupakan kader dan loyalis Megawati Soekarnoputri yang teguh mempertahankan prinsipnya.

Haryanto adalah salah satu dari beberapa aktivis penentang rezim Soeharto yang diculik kelompok dari kesatuan militer. Ia bersama Desmond Junaidi Mahesa (sekarang politikus Gerindra), Pius Lustrilanang (politikus Gerindra), Nezar Patria (jurnalis), Aan Rusdianto, Mugiyanto (Kontras), Faisol Reza (Wasekjen PKB), Raharjo Waluyo Jati, dan Andi Arief (mantan staf Kepresidenan SBY) adalah mereka yang selamat. Puluhan sisa aktivis lainnya keberadaanya masih misteri.

“Padahal saat pelepasan saya orang pertama yang diberitahu bagaimana kondisi dia dan Desmond. Dia itu kuat kalau diuji. Dia itu hidupnya pernah diancam kalau sampai membocorkan semuanya data-data itu,” katanya.

Keluarga Haryanto juga pernah diancam oleh pemerintah Orde Baru apabila membocorkan data-data negara yang dia pegang. Sebagai sosok yang berprinsip, kata Djarot, Haryanto tidak pernah takut terhadap ancaman, apapun bentuknya. Dia tetap melakukan konsolidasi dengan para aktivis lainnya untuk menggalang kekuatan melawan penguasa Orde Baru

HARYANTO TASLAM
* Umur saat meninggal 61 tahun
* 1993: Wakil Sekjen PDIP versi Munas
* 1994: Pemimpin perusahaan di Tabloid Detik
* 1996-1998: Korban penculikan Orde Baru
* 2009: Gabung Gerindra, Direktur Media Center
* 2012: Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra

Jelang Pilpres AS: Hillary dan Jep Bush Bongkar Email Pribadi


hiljeb

Jep Bush dan Hillary Clinton (AP)

Penggunaan email pribadi bakal Calon Prisiden AS dari Partai Demokrat Hillary Clinton terus dipermasalahkan kubu lawan. Belakangan salah satu calon dari Partai Republik, Jeb Bush juga ternyata menggunakan email pribadi.

Dalam pidatonya, Presiden Barack Obama pun menyindir lawan-lawannya dari kubu Republik. Menurut Obama, reputasinya sebagai presiden melek IT kini dikalahkan mantan musuhnya dalam masa Pilpres lalu, Hillary Clinton.

“Jika Anda berpikir mengenai betapa segala sesuatu telah berubah sejak 2008 yang saat itu saya adalah kandidat muda melek IT untuk masa depan. Kini saya adalah berita masa lalu dan Hillary punya server di rumahnya! Saya sungguh ketinggalan zaman,” ucap Obama.

Seperti diketahui, Hillary Rodham Clinton diserang soal penggunaan e-mail pribadinya saat berkomunikasi sewaktu penjabat Menteri Luar Negeri. Selain itu serangan juga diarahkan pada yayasan keluarganya dan cek dari pemerintah asing.

Istri dari mantan presiden AS Bill Clinton tersebut mengaku ia melakukan kesalahan terkait emal pribadi tersebut. Meski demikian Hillary mengatakan bahwa email pribadi yang digunakan untuk kepentingan resmi itu tapi bukan informasi yang bersifat rahasia. Dia pun menyerahkan semua komunikasi yang terkait pekerjaan sebagai Menteri Luar Negeri bahkan bersedia jika email itu dipublikasi.

Sementara itu The Washington Post menulis bahwa salah satu kandidat capres Partai Republik. Jeb Bush ternyata juga menggunakan akun email pribadi dari server swasta selama menjadi Gubernur Florida.

Namun para pembantu dekat adik dari mantan Presiden Amerika Serikat George W Bush itu berkilah bahwa tidak ada satu pun dari pesan-pesan surel itu yang mengandung informasi sensitif atau rahasia yang kebanyakan menyangkut hal yang sudah diungkapkan media.

Obama sendiri akan habis masa jabatannya tahun 2016. Ia tak bisa mencalonkan diri lagi karena sudah dua kali terpilih menjadi presiden AS. Sejumlah nama kini digadang-gadang menjadi penerus Obama. Dari Partai Demokrat, Hillary Clinton. Sedang dari Republik selain Jep Bush ada juga nama Sarah Palin, Mantan Gubernur Alaska.

BEBERAPA BAKAL CALON PRESIDEN

PARTAI DEMOKRAT
* Joe Biden, Kini jadi Wapres (Delaware)
* Hillary Clinton, Mantan Menlu (New York)
* Martin O’Malley (Mantan Gubernur Maryland)
* Jim Webb (Mantan senator Virginia)
* Bernie Sanders (Senator Independent-Vermont)

PARTAI REPUBLIK
* Jeb Bush (Mantan Gubernur Florida)
* Sarah Palin (Mantan Gubernur Alaska)
* Chris Christie (Gubernur New Jersey)
* Carly Fiorina Pengusaha sukses (Virginia)
* Lindsey Graham (Senator Kalifornia Selatan)