Serangan di Museum Nasional Tunisia Dilakukan ISIS?


tunis

Aparat keamanan sedang mengepun Museum Bardo yang dikuasai penyerang bersenjata, Rabu (18/3). (New Yok Time)

Penyerangan di Meseum Nasional Bardo, Tunisia pada Rabu (18/3) siang waktu setempat mengejutkan dunia. Betapa tidak, sebanyak 17 turis asing, umumnya dari Eropa yang menjadi pengunjung museum itu tewas, puluhan lainnya luka-luka.

Bebekal senjata kalashnikov dan granat tangan, para penyerang itu masuk museum mengenakan seragam tentara. Kedetangan mereka sempat tak dicurigai. Namun begitu pria-pria itu mengeluarkan senjata otomatis dan menembaki para wisatawan yang baru turun dari bus kapal pesiar, situasi pun menjadi panik.

Seorang pemandu wisata yang selamat mengisahkan bagaimana ia seperti menatap kematian ketika pembantaian itu terjadi. “Mereka menembaki apa pun yang bergerak,” kata pemandu wisata yang menyebut bernama Walid itu.

“Pilihannya adalah melarikan diri atau menghadapi kematian. Saya sendiri kemudian membantu klien saya menemukan tempat berlindung sebaik mungkin, “urainya.

Selama dua jam kemudian sekeliling museum sudah dikepung petugas keamanan. Para penyerang melakukan penyanderaan. Aksi saling tembak pun tak terhindarkan. Secara keseluruhan, sebanyak 27 orang tewas terdiri dari 17 wisatawan asing, enam petugas keamanan, dua karyawan museum dan dua penyerang.

Belum ada yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan yang dikecam hampir seluruh kepala negara di dunia ini. Federica Mogherini, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, sempat mengatakan bahwa serangan itu dilakukan anggota ISIS. namun kemudian ia menarik pernyataan dan mengatakan itu hanya “organisasi teroris”.

Spekulasi di media Tunisia menyebut bahwa penyerangan itu terkait kematian Ahmed al-Rouissi. pemimpin senior teroris ISIS abang Libya. Rujukannya adalap sebuah laptop yang ditemukan pasukan keamanan usai penyerangan itu. Ahmed al-Rouissi merupakan sosok dibalik serangkaian pemboman di Tunisia serta kematian dua politisi sayap kiri, Chokri Belaid dan Mohammed Brahmi tahun 2013.

Adapun target utama serangan tersebut adalah anggota parlemen Tunisia yang sedang melakukan pembahasan UU anti terorisme. Perdana Menteri Tunisia, Habib Essid menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan “pembalasan” dengan “perang melawan terorisme” tanpa ampun. “Kami akan melawan mereka (teroris) sampai napas terakhir.” ucap Habib.

Ini merupakan serangan terburuk dalam sejarah Tunisia sejak tahun 2002. Ketika sebuah bom bunuh diri al-Qaeda di sebuah sinagog dan menewaskan 14 orang warga dari Jerman, Perancis dan Tunisia sendiri.

TENTANG PENYERANGAN DI TUNISIA
* Jenis: Pembunuhan massa dan penyanderaan
* Lokasi: Museum Nasional Bardo, Tunisia
* Waktu: Rabu (18/3) pukul 12.30 waktu setempat
* Target: Diduga Parlemen Rusia, sebelah museum
* Alat: Senapan Kalashnikov dan granat tangan
* Jumlah korban: 27 orang tewas, 44 orang terluka
* Korban tewas: 17 turis asing, 2 pegawai, 6 tentara, 2 pelaku
* Asal turis tewas: Afsel, Perancis, Spanyol, Polandia, Italia,