Jokowi Lebih Cocok Memimpin PDIP


poltrackkkPresiden RI Joko Widodo mengalahkan Puan Maharani bahkan Megawati Soekarno Putri dalam survei tentang calon Ketum PDIP mendatang. Survei tersebut dibuat Poltracking Indonesia.

Dalam survei itu, Poltracking menilai sembilan kader PDI-P, yakni Joko Widodo, Pramono Anung, Ganjar Pranowo, Tjahjo Kumolo, Maruarar Sirait, Hasto Kristianto, Megawati Soekarnoputri, Prananda Prabowo, dan Puan Maharani.

Ada 10 aspek yang dinilai dari masing-masing tokoh, yakni kompentensi dan kapabilitas, visi dan gagasan, kemampuan memimpin partai, pengalaman dan prestasi memimpin, komunikasi di tingkat elite, kemampuan memimpin pemerintahan, penerimaan oleh publik, komunikasi publik, serta kemampuan memimpin koalisi.

Sembilan kader tersebut diuji kelayakannya melalui 3 tingkatan penyaringan yaitu meta analisis (analisis pemberitaan media, hasil survei, dan dokumentasi studi yang relevan), focus group discussion, serta penilaian kapabilitas dan akseptabilitas oleh pakar dan opinion leaders. Jumlah juri penilai sebanyak 200 pakar dan diselenggarakan pada Desember 2014-Januari 2015.

“Hasilnya Jokowi paling unggul. Tiga elite trah Soekarno berada di urutan paling bawah,” kata Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yudha di Hotel Sofyan, Jakarta, Minggu (22/3). Tiga trah Soekarno yang dimaksud adalah Megawati Soekarno Putri, Puan Maharani, dan Prananda Prabowo.

Pakar Psikologi Politik Universitas Indonesia Hamdi Muluk, yang hadir dalam acara konferensi pers tersebut, menilai sudah saatnya parpol di Indonesia tidak lagi melangsungkan dinasti politik. “Partai sendiri harus kasih contoh bagaimana pilar demokrasi dalam partainya berjalan. Harus ada regenerasi supaya masyarakat percaya pada parpol,” kata Hamdi.

Adapun pakar yang ikut menilai dalam survei tersebut antara lain pakar Politik LIPI Ikrar Nusa Bhakti, Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI Syamsuddin Haris, Pakar Komunikasi Politik UI Effendi Gazali, dan Pakar Komunikasi Media Ade Armando.

Semoga Bukan Pesanan
Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, mengatakan partainya tak akan terlalu mempertimbangkan hasil survei Pol-Tracking, yang menyebut trah Soekarno tidak tepat untuk memimpin PDIP.

Menurut Hasto, kepemimpinan di PDIP diukur dari komitmen ideologi, kesejarahan, kerja kepartaian, serta bagaimana menjadikan PDIP sebagai alat untuk mengorganisasikan rakyat, bukan dari survei.

“Survei itu bagian dari framing dengan muatan politik. Memilih ketua umum partai atas dasar elektabilitas dan bukan pada kerja organisasi merupakan praktek demokrasi liberal,” kata Hasto Kristiyanto.

Hasto mengatakan, PDIP hanya menjadikan survei yang obyektif sebagai tolok ukur nominasi calon kepala daerah, bukan pada praktek kepemimpinan internal partai. PDIP, kata Hasto, tetap berkeyakinan pada jalan ideologi partai dimana kepemimpinan partai diputuskan dengan cara musyawarah mufakat. “Adanya survei-survei seperti itu sudah kami perkirakan sejak awal sebagai agenda setting untuk campur tangan politik dalam agenda internal PDIP,” ujar Hasto.

Di tengah situasi politik Indonesia seperti saat ini dan sebagai partai pemenang pemilu, Hasto mengatakan, PDIP perlu dipimpin sosok yang tangguh, kuat, berprinsip, berpendirian, dan memiliki track record positif dalam memimpin partai. Atas dasar tersebut, Rakernas IV memutuskan Megawati Soekarnoputri kembali menjabat sebagai ketua umum.

“Dari perspektif sejarah perjuangan, ideologi partai, soliditas partai, dan keberhasilan memenangkan pemilu, serta melihat tantangan partai ke depan menjadikan Ibu Megawati Soekarnoputri menjadi pemimpin yang memenangkan hati seluruh anggota PDIP,” lanjut Hasto.

“Kajian-kajian, metanalisis, focus group discussion yang sudah dilakukan oleh pihak-pihak di luar PDIP semoga saja bukan sebagai pesanan pihak lain,” tambahnya.
CALON POTENSIAL KETUM PDIP
1 Joko Widodo 7,68 persen
2 Pramono Anung 7,41 persen
3 Ganjar Pranowo 7,35 persen
4 Maruarar Sirait 7,03 persen,
5 Tjahjo Kumolo 6,6 persen
6 Hasto Kristiyanto 6,52 persen
7 Megawati Soekarno Putri 6,44 persen
8 Prananda Prabowo 5,93 persen
9 Puan Maharani 5,74 persen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s