Ya Ampun, Aksi Menyontek Massa di India


Bihar_2346525f

Nekad memanjang gedung untuk memberikan contekan (thehindu.com)

Provinsi Bihar, India Timur, tiba-tiba menjadi heboh di media sosial. Penyebabnya karena terjadinya aksi menyontek massal dalam ujian matrikulasi kelas 10 (SMA) di provinsi itu.

Aksi menyontek tersebut bahkan melibatkan saudara dan rekan-rekan mereka dari luar gedung sekolah. Akibatnya polisi dikabarkan harus melakukan tembakan ke udara untuk membubarkan aksi nyontek berjamaah dan melibatkan banyak pihak tersebut.

Adapun aksi menyontek dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu yang menonjol adalah dengan cara menyalin contekan yang diberikan saudara atau teman mereka dari luar gedung ujian. Foto-foto pria naik ke atas gedung tempat ujian beredar di media sosial. Foto itu dianggap memalukan pemerintah Provinsi Bihar dan India pada umumnya.

Tak ada yang terluka saat terjadi penembakan ke udara di Hajipur, Bihar. Di Ara, markas distrik Bhojpur, polisi terpaksa menggunakan tongkat untuk membubarkan orang-orang yang membantu siswa memberikan contekan. Sebanyak 100 orang ditangkap karena dianggap telah membuat kesalahan dalam kasus itu.

Menteri Negara Pengembangan Sumber Daya Manusia India, Upendra Kushwaha menegaskan bahwa pemerintah pusat akan melakukan investigasi serius akibat kasus yang mencoreng negeri itu. “Ini tampaknya menjadi kegagalan pemerintah negara bagian untuk mengantisipasi adanya kecurangan,” katanya.

Secara historis, Bihar telah menjadi pusat utama belajar. Di provinsi ini Universitas kuno seperti sekolah Nalanda (didirikan pada tahun 450 M), Odantapura (didirikan pada 550M) dan Vikramshila (didirikan pada tahun 783M) berdiri.

Selanjutnya, di Provinsi ini pula berdiri universitas tertua yakni Patna University (didirikan tahun 1917). Beberapa Universitas didirikan dengan peraturan pemerintah Inggris, yang menjajah India.

Namun setelah kemerdekaan Bihar kehilangan kecepatan dalam hal membangun pusat pendidikan. Migrasi besar-besaran komunitas mahasiswa pun terjadi dari provinsi tersebut.

Oleh masyakakat Bihar, ujian yang diselenggarakan Dewan Pemeriksaan Bihar, dianggap sebagai patokan yang bisa mengubah kehidupan mereka dari kemiskinan.

Secara keseluruhan, kecurangan dalam ujian tersebut, telah menyebabkan 213 siswa dan 712 orangtua, saudara, dan teman peserta ujian ditangkap. Enam anggota polisi, empat dari Vaishali dan dua dari Jamui, juga dibekuk karena dianggap membantu kecurangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s