Fuad Amin: Saya Orang Terkaya dan Terpopuler di Bangkalan


fuadamien

Fuad Amin sebagai tersangka di KPK (foto: LensaIndonesia.com)

Ketua nonaktif DPRD dan mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin Imron menyebut dirinya sebagai orang terkaya sekaligus terpopuler di Bangkalan, Jawa Timur. Ia mengatakan, harta yang dimilikinya saat ini merupakan warisan turun-temurun dari nenek moyangnya.

“Mohon maaf kalau saya mengumbar. Saya orang terkaya di Bangkalan, sampai nenek moyang saya, buyut saya,” ujar Fuad di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (23/3).

Hal tersebut diutarakan Fuad saat bersaksi dalam sidang perkara korupsi jual beli gas alam di Bangkalan. Menurut Fuad, lahan yang dimiliki leluhurnya lebih dari 600 hektar. Ia mengatakan, harta sebanyak itu didapatkannya dari kerja keras sejak umur 18 tahun dengan membuka usaha travel haji dan umrah.

“Mohon maaf, saya bukan hanya dari bupati itu saja. Bupati tidak ada artinya buat saya, tidak ada apa-apanya buat saya,” kata Fuad.

Jaksa lantas menanyakan sejumlah uang yang diberikan PT Media Karya Sentosa secara rutin setiap bulan. Berdasarkan surat dakwaan, selama 2014, Fuad disebut menerima uang dari PT MKS sebesar Rp 5 miliar yang disimpan di rekeningnya.

“Saya rasa tidak ada, bahkan lebih Bapak kalau dari angka Rp 5 miliar. Uang saya lebih dari angka Rp 5 miliar itu,” kata Fuad lagi seperti dikutip Kompas.com.

Fuad Amin juga mengatakan bahwa status tersangka yang melabelinya sekarang tidak melunturkan popularitasnya di Bangkalan. Bahkan, kata Fuad, jika ia kembali mencalonkan diri sebagai pejabat daerah, elektabilitasnya masih tinggi.

“Orang Madura tidak ada yang berani sama saya. Kalau pemilihan bupati sekarang, besok bisa saya dapat 95 persen walaupun saya sudah dihancurkan begini,” kata Fuad lagi.

Fuad mengatakan, ia termasuk orang yang paling disegani di daerahnya. Hal tersebut disebabkan leluhurnya dihargai oleh semua orang. “Leluhur saya gurunya Hasyim Ashari, hanya memandang itu. Kalau saya memang tidak ada apa-apanya,” ujar Fuad.

Namun, beberapa harta warisan leluhurnya kini telah disita oleh KPK. Fuad mengaku terpuruk saat mengetahui KPK turut menyita harta peninggalan turun-temurun keluarganya. “Disita semua itu punya moyang saya. Terpuruk saya,” kata Fuad.

Berdasarkan surat dakwaan, Direktur PT MKS Antonius Bambang Djatmiko menyuap Fuad sebesar Rp 18,85 miliar agar Fuad yang saat itu menjabat sebagai Bupati Bangkalan memuluskan perjanjian konsorsium kerja sama antara PT MKS dan PD Sumber Daya. Antonius memberikan uang kepada Fuad setiap bulan seluruhnya Rp 3,2 miliar dengan besaran pemberian Rp 200 juta per bulan dari 29 Juli 2011 sampai 4 Februari 2014.

Pada Januari 2014, Antonius meminta bantuan Fuad agar PT MKS tetap memberikan uang dan dinaikkan menjadi Rp 700 juta setiap bulan. Padahal, saat itu Fuad tidak lagi menjabat sebagai Bupati Bangkalan. Posisi Bupati Bangkalan kini dijabat anaknya, Muh. Makmun Ibnu Fuad (Ra Momon).

Fuad Amin Imron ditangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan, 1 Desember 2014 pukul 11.30 WIB di Bangkalan, Madura. Selain Fuad, terlebih dahulu ditangkap ajudannya bernama Rauf di Jalan Bangka Raya Jakarta Selatan. Saat RF diamankan, petugas KPK menemukan uang senilai Rp700 juta di dalam tas.

Hingga kini KPK menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan suap jual beli gas alam di Bangkalan. Mereka adalah Ketua DPRD Bangkalan Fuad Amin Imron, Direktur PT MKS Antonius Bambang Djatmiko, serta Abdul Rauf selaku ajudan Fuad Amin.

KPK telah menyita sekitar 14 rumah, 19 mobil, dan 70 lokasi lahan kosong di sejumlah tempat yang diduga hasil korupsi dan pencudian uang Fuad Amin. Sedang uang kontan yang disita KPK mencapai Rp 250 miliar.

KPK pun mendakwa Amin dan Rauf dengan pasal 12 huruf a atau b atau pasal 5 ayat 2 atau pasal 11 Undang-undang No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah pada UU No 20 tahun 2001 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Sedang setelah gelar perkara, Fuad Mamun dikenai dua pasal. Yakni Pasal 3 Undang-Undang nomor 8 tahun 2010 tentang pemberantasan tindak pidana pencucian uang, dan Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang nomor 15 tahun 2002 sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 25 tahun 2003 tentang pemberantasan TPPU.

JENIS HARTA FUAD AMIN YANG DISITA KPK

* 14 rumah di Bangkalan, Surabaya, Jakarta, dan Yogyakarta,

* 70 bidang tanah berupa tanah kosong dan beberapa tanah dengan bangunan di atasnya, termasuk kantor Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra Kabupaten Bangkalan, butik, dan toko milik istri Fuad.

* 19 mobil yang disita di Jakarta, Surabaya dan Bangkalan.

* Uang kontan sebesar Rp 250 miliar.

* Sebuah kondomomium di Bali

RUMAH-RUMAH FUAD AMIN YANG DISITA KPK

* Rumah di jalan KH Muhammad Kholil Bangkalan, rumah ini ditinggali istri tua Fuad Amin. Di rumah ini KPK berhasil menyita 17 kardus dokumen, 3 komputer dan 1 buah brankas.

* Rumah di kelurahan Kraton Bangkalan, rumah ini ditinggali istri muda Fuad Amin dan KPK berhasil menyita 1 koper dan kardus yang berisi dokumen.

* Rumah di jalan Cokro Bangkalan, ini merupakan rumah lama Fuad Amin sebelum Fuad Amin menempati rumah di jalan Teuku Umar.

* Rumah di jalan Teuku Umar Bangkalan yang difungsikan sebagai sebuah butik.

* Rumah di jalan Kupang jaya 4-2 Surabaya, dirumah ini KPK menyita 1 buah brankas.

* Rumah di kawasan elit, Perum Kertajaya Indah Blok G110-111, Surabaya

* Rumah di kawasan Cipinang, Jakarta Timur. Sejumlah mobil di sita di rumah ini

* Rumah rnomor 354 di Cluster Barcelona, Perumahan Casa Grande, Maguwo, Sleman.

BEBERAPA MOBIL YANG DIDUGA MILIK FUAD AMIN DI GEDUNG KPK
* Toyota Alphard berwarna perak bernomor
* Toyota Kijang Innova abu-abu
* Suzuki Swift putih
* Honda CR-V coklat
* Toyota Camry hitam
* Sepeda motor Kawasaki Ninja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s