Pemberontak Din Minimi Jadi Ngetop, Ini Tuntutannya


direktur-yayasan-advokasi-rakyat-aceh-yara-safaruddin

Direktur YARA, Safaruddin SH (kanan, berdiri/kaos merah), berpose dengan Abu Minimi (jongkok) dan kawan-kawannya di pedalaman Aceh Timur. (Foto Atjehlink.com/tribunnews.com)

Kelompok bersenjata api di Aceh Timur pimpinan Nurdin Ismail alias Din Abu Minimi membantah terlibat menculik dua anggota TNI di Nisam Antara, Aceh Utara. Namun, Din mengakui menculik Panglima Muda KPA wilayah Pasee Mahmud Syah alias Ayah Mud, Minggu 22 Maret, pukul 19.30 waktu setempat.

Dua personel intel Kodim 0103 Aceh Utara bernama Serda Indra Irawan (41) dan Sertu Hendrianto (36) ditemukan tewas dengan kondisi menggenaskan, Selasa (24/3) pagi. Yakni tangan terikat ke belakang, tubuh penuh luka tembak, dan hanya mengenakan celana dalam.

Pihak Din mengaku kelompoknya tidak tahu soal penculikan dua anggota kodim tersebut. Namun Kepala Penerangan Kodam Iskandar Muda Letkol Machfudz, menyebut kedua anggotanya diculik saat sedang melakukan tugas pengumpulan informasi tentang keberadaan kelompok sipil bersenjata Din Minimi di kawasan Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara. (Lihat, Dua Anggota Kodim Diculik)

Pengacara Din Minimi, Safaruddin yang dihubungi reporter statusaceh.com Via Handphone selulernya menyatakan bahwa penculikan Ayah Mud bertujuan untuk menyelesaikan persoalan serta nasib mereka selaku mantan kombatan GAM yang tidak mendapat kesejahteraan seperti tertuang dalam MoU Helsinki.

“Jadi penculikan ayah Mud dimaksudkan agar bisa menyampaikan persoalan mantan kombatan ini ke pemimpin internal KPA,” ungkap Safaruddin yang juga Direktur YARA (Yayasan Advokasi Rakyat Aceh) yang juga pengacara dari Din Minimi.

MoU Helsinki yang lahir melalui perundingan 25 hari GAM di Vantaa, Helsinki, Finlandia mulai 17 Juli 2005. Penandatanganan nota kesepakatan damai dilangsungkan pada 15 Agustus 2005. Sejak MoU tersebut lahir, seluruh senjata Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang mencapai 840 pucuk diserahkan pada 19 Desember 2005. Kemudian pada 27 Desember, GAM melalui juru bicara militernya, Sofyan Dawood, menyatakan bahwa sayap militer mereka telah dibubarkan secara formal.

Namun hingga kini perdamaian tersebut masih menyisakan masalah. Salah satunya kesejahteraan mantan prajurit kombatan GAM seperti Din Minimi dan kawan-kawan. MoU Helsinki cenderung hanya dinikmati oleh segelintir elit GAM?.

INI DIA TUNTUTAN KELOMPOK DIN MINIMI
• Meminta agar proses reintegrasi kombatan dilakukan secara menyeluruh kepada seluruh kombatan bersenjata, maupun sipil GAM sesuai dengan MoU Helsinki.
• Meminta pimpinan GAM dan Pemerintah Aceh agar memberikan perhatian kepada korban konflik, serta merehabilitasi hak-hak korban konflik.
• Meminta agar Pemerintah Aceh dan Pemerintah RI segera merealisasikan butir-butir MoU Helsinki termasuk pembentukan Komisi Bersama Penyelesaian Klaim yang sedang digugat YARA (Yayasan Advokasi Rakyat Aceh). Organisasi itu dipimpin oleh Safaruddin yang juga pengacara kelompok Din Amini.
• Meminta kepada aparat kepolisian dan TNI untuk menghormati perjuangan mereka dalam menuntut keadilan dalam bingkai perdamaian yang telah ditandatangani di Helsinki.
Sumber: Atjehlink.com

One thought on “Pemberontak Din Minimi Jadi Ngetop, Ini Tuntutannya

  1. Pingback: Ini Kronologi Lengkap Munculnya Kelompok Bersenjata Din Minimi | FIKSIKULO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s