Musibah Germanwings: Benarkah Satu Pilot Tinggalkan Kokpit?


perancis

Sejumlah tim penyelamat Perancis sedang menuju lokasi jatuhnya pesawat Germanwings di Pegunungan Alpen. (nytimes.com)

Memasuki hari ketiga musibah pesawat Germanwings yang jatuh di Pegunungan Alpens, Perancis, masih menyimpan banyak tanda tanya. Salah satu pertanyaan besar yang ditunggu jawabannya adalah apa penyebab kecelakaan pesawat Airbus 320 itu.

Informasi terbaru yang dilansir New York Times adalah adanya salah satu pilot yang keluar dari kokpit beberapa saat sebelum terjadi penurunan ketinggian. Tak terdeteksi apakah yang keluar itu kapten pilot atau asistennya, yang pasti ia tak bisa kembali lagi ke ruang kemudi.

Hal itu disampaikan seorang pejabat senior militer yang terlibat dalam penyelidikan. Menurutnya, percakapan dalam pesawat selama awal dari penerbangan dari Barcelona ke Düsseldorf sangat halus alias pelan. Namun dari hasil rekaman audio menunjukkan bahwa salah satu pilot meninggalkan kokpit dan tidak bisa masuk kembali.

“Ada suara mengetuk ringan di pintu dan tidak ada jawaban,” kata penyidik tersebut. “Dan kemudian dia memukul pintu lebih kuat, tetap tidak ada jawaban. Tidak pernah ada jawaban, ” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bawa ada suara seperti sedang mencoba untuk menghancurkan pintu bawah. “Kami belum tahu alasan mengapa salah satu dari orang-orang pergi keluar,” kata pejabat yang minta namanya dirahasiakan itu. “Tapi apa yang pasti adalah bahwa di akhir penerbangan, pilot lain sendirian dan tidak membuka pintu.”

Data dari perekam suara tampaknya hanya untuk memperdalam misteri seputar kecelakaan dan tidak memberikan indikasi aktivitas sesungguhnya pilot di kokpit pesawat. Turun dari 38.000 kaki selama sekitar 8-10 menit tetap menjadi pertanyaan utama. Apa yang sesungguhnya terjadi?

Saat terjadi penurunan bertahap menunjukkan bahwa pesawat Airbus A320 bermesin ganda itu belum rusak serempak. Masalahnya, kenapa selama waktu cukup lama itu, tak ada komunikasi dari kokpit dengan pengendali lalu lintas udara, juga tak adanya sinyal keadaan darurat dari pesawat itu.

Juru Bicara Biro Investigasi dan Analisis Prancis Martine del Bono mengakui ada suara manusia di kokpit Germanwings beberapa saat sebelum musibah terjadi, namun ia menolak menjawab dugaan adanya pilot yang keluar dari kokpit. “Tim kami terus bekerja untuk menganalisis rekaman suara,” ucapnya. Ia berjanji akan mengadakan jumpa pers, setelah memiliki informasi yang akurat.

Di lokasi kecelakaan, seorang pejabat senior mengatakan bahwa mereka menemukan casing dari kotak hitam lainnya di dalam pesawat dan perekam data penerbangan. Akan tetapi kartu memori yang berisi data di pesawat saat ketinggian, kecepatan, lokasi dan kondisi sudah hilang. Diduga ikut hancur saat pesawat itu jatuh menimpa pegunungan Alpen.

Melihat medan sulit dan luasnya lokasi jatuhnya pesawat, diperkirakan membutuhkan waktu yang lama untuk bisa menguak penyebab kecelakaan pesawat Germanwings.

Salah satu pertanyaan utama yang beredar adalah mengapa pilot tidak berkomunikasi dengan pengendali lalu lintas udara saat pesawat mulai turun tidak biasa? Dugaan baik pilot atau sistem otomatis pesawat sedang mencoba untuk mempertahankan kontrol pesawat yang kehilangan ketinggian.

“Bagi saya, tampaknya sangat aneh. Meski terjadi tiba-tiba, waktu terjadi penurunan waktu cukup lama, kecepatan tergolong normal, dan cuaca cerah,” ujar pejabat senior yang enggan dikutip namanya itu. “Jadi kita harus mempertimbangkan kemungkinan kasalahan manusia yang disengaja.”

Menteri Dalam Negeri Perancis Bernard Cazeneuve membantah kemungkinan adanya terorisme dalam musibah itu. Dia mengatakan bahwa berdasarkan ukuran area di mana puing-puing berserakan, ia memastikan pesawat Germanwings tidak meledak di udara melainkan telah hancur karena menabrak.

Lufthansa, sebagai perusahaan induk dari Germanwings, telah menandai bahwa kecelakaan itu sebagai murni kecelakaan. Maskapai ini belum mengungkapkan identitas para pilot, kecuali untuk mengatakan bahwa kapten adalah seorang veteran yang berpengalaman dengan 6.000 jam terbang mengemudikan A320.

Pesawat tersebut mengangkut 150 penumpang, enam diantaranya kru pesawat, Adapun penumpang berasal dari 18 negara, terbanyak adalah warga Jerman.

KRONOLOGI GERMANWINGS A320
SELASA (24/3):
Pukul 10.00 waktu setempat lepas landas dari Barcelona
Pukul 10.30: pesan terakhir pilot pesawat kepada pengendali lalu lintas.
Pukul 10.40: pesawat mengalami penurunan misterius. Laporan radar terakhir pada ketinggian 6.175 kaki.
PERTANYAAN-PERTANYAAN
• Benarkan ada salah satu pilot keluar dari Cockpit dan tak bisa masuk lagi saat pesawat mengalami penurunan dari ketinggian aman 38.000 kaki?
• Mengapa tak ada komunikasi dengan pengawas udara pada delapan menit terakhir saat pesawat tak terkendali?
• Mengapa nama pilot masih dirahasiakan oleh pihak penerbangan, dengan hanya menyebut sangat berpengalaman (veteran?)
• Benarkah kemungkinan kerusakan sensor pesawat sebagaimana beberapa kali terjadi pada pesawat sejenis yang mengalami musibah?