Ridwan Kamil Jadi “Bos” Walikota Asia dan Afrika


angklung

Ridwan Kamil di atas panggung acara pemecahan rekor pertunjukkan angklung (foto dari @ridwankamil)

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil membuat bangga Indonesia. Ia terpilih menjadi Chairman Asia Africa Smart City Summit (AASCS) di arena Konferensi Asia Afrika di Bandung, 22-23 April 2015.

“Saya diamanatkan menjadi chairman aliansi ini yang pertama dan saya berharap organisasi wali kota smart city pertama di dunia ini memberikan spirit baru bagi pemerintahan kota lainnya di dunia,” kata Ridwan, Kamis (23/4).

AASCS merupakan bagian dari rangkaian acara Konferensi Asia Afrika (KAA). Pesan dari Bandung ini kemudian akan disampaikan kepada dunia pada acara World Smart City Summit 2015 yang akan dihelat di New York, 8 Juni 2015 mendatang.

Menurut General Chairman AASCS 2015, Prof Suhono Harso Supangkat, deklarasi Bandung bertujuan untuk memperkuat pembangunan kota cerdas di kota-kota negara Asia-Afrika.

“Perkuatan itu dilakukan dengan melibatkan berbagai sektor dan stakeholder, mulai dari pemerintah kota, swasta, akademisi, dan komunitas dalam pengembangan infrastruktur, mobilisasi dan distribusi sumber daya alam yang membutuhkan strategi efektif demi peningkatan kualitas hidup warga kota,” tutur Suhono.

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, didaulat sebagai Chairman Asia Africa Smart City 2015. Sebuah posisi yang sangat pas jika diukur posisinya sebagai tuan rumah sekaligus prestasi sebagai Wali Kota Bandung. AACS di tanda tangani 25 walikota Asia dan Afrika, termasuk beberapa wakilota Indonesia. (Ini tujuh Walikota peserta KAA)

“Kami akan bicarakan langsung dalam pertemuan dengan para wali kota, yang rencananya di Amerika Serikat pada Juli mendatang,” kata pria yang akrab disapa Emil itu.

Dalam acara itu Emil berhasil menampilan acara pemecahan rekor jumlah penampilan bermain angklung. Namun bagi Emil bukan soal pemecahan rekornya dalam acara itu, tapi kebersamaan warga Bandung. “Bukan soal pecahkan rekornya, tapi kebersamaan & kebahagiaannya. priceless. tulis Emil dalam akun twitternya @ridwankamil

LIMA DEKLARASI ASIA AFRICA SMART CITY SUMMIT 2015
1. Berkomitmen untuk pengembangan dan pembangunan berkelanjutan model kota cerdas melalui transfer pengetahuan dan teknologi, terutama antara pemerintah kota, akademisi, sektor swasta, industri, dan komunitas Asia Afrika.

2. Membentuk kerjasama dalam menciptakan kota ramah lingkungan, utilitas dan layanan publik cerdas, terutama di bidang transportasi berkelanjutan, sumber daya energi terbarukan, pencegahan dan penanganan bencana di kawasan Asia Afrika.

3. Membentuk komunitas cerdas melalui pendidikan dan kesehatan cerdas dalam kaitannya meningkatkan kualitas hidup warga kota Asia Afrika.

4. Mempromosikan sistem ekonomi cerdas dan mendukung generasi muda kreatif yang berjiwa entreupreuneur demi meneruskan pertumbuhan kota cerdas berkelanjutan.

5. Membentuk kerjasama dalam pembangunan kota cerdas melalui pendirian Asia Africa Smart City Forum/Network/Alliance yang dapat memperbaiki kehidupan warga kota Asia-Afrika.

Budi Gunawan Wakapolri ke-13 Indonesia


budiGagal menjadi Kapolri, Komjen Budi Gunawan tak menolak menjadi Wakapolri. Pelantikan Wakapolri Komjen BG oleh Kapolri Baru Komjen Badrodin Haiti pun dilakukan secara tertutup, Rabu (22/4) sekitar pukul 14.00.

Seperti saat diusulkan menjadi Kapolri, “penolakan” publik atas BG tetap besar. Bedanya posisi BG saat diusulkan menjadi Kapolri adalah tersangka kasus dugaan korupsi oleh KPK, sedang saat menjadi wakapolri ia telah memenangkan gugatan praperadilan atas KPK yang membuatnya jadi tersangka.

Selain itu, jika penunjukkan kapolri menjadi wewenang Presiden setelah memperoleh persetujuan DPR, wakapolri hanya wewenang Kapolri yang diusulkan Dewan Kebijakan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti) Polri. Walhasil pelantikan BG pun relatif tak mendapat ganjalan.

Idealnya memang BG tak menjadi kapolri atau wakapolri. Jika pun ingin meniti karier, mestinya bukan di kepolisian. Faktanya BG tetap memilih aktif di kepolisian. Mengingat masa pensiunnya tergolong masih lama yakni tiga tahun, ia pun butuh naik jenjang setelah memegang jabatan Kalemdikpol sejak 2012.

Begitulah realita politik pun tak terhindarkan. Wanjakti pun memutuskan memilik BG sebagai calon tunggal. Pelantikan secara tertutup, juga sebagai bagian dari realita politik di kepolsian saat ini. Sebelumnya pelantikan wakapolri selalu terbuka, salah komando dua perwira setingkat komjen selalu menjadi warna menggembirakan usai pelantikan.

BG selanjutnya resmi menjadi Wakapolri ke-13, sejak lembaga itu dibentuk pertama kali tahun 1997. Kala itu panglima ABRI Jenderal TNI Feisal Tanjung mengadakan validasi organisasi besar-besaran. Sebanyak 298 perwira tinggi dimutasikan termasuk di antaranya penambahan jabatan untuk wakapolri. Wakapolri pertama selanjutnya dijabat Mayjen (Pol) Lutfi Dahlan yang saat ini Asisten Perencanaan Kapolri.

Wakapolri ke-13? Begitulah data yang bisa dicatat sejak tahun 1997. Angka 13 dibilang sebagai angka sial itu juga fakta tak terhindarkan. Apakah kita mempercayainya tergantung pada BG sendiri. Apabila setelah dilantik BG membuat kebijakan terobosan yang menyegarkan maka bisa jadi angka 13 itu dianggap mitos semata.

Kini, tatkala masyarakat tak bisa menolak kehadirannya sebagai wakapolri, tugas BG sendiri membuat masyarakat nyaman atas kehadirannya.
DAFTAR WAKAPOLRI

1. 1997-1999: Wakapolri Letjen Luthfi Dahlan

(Masa Kapolri Jendral Dibyo Widodo)

2. 1999-2000: Wakapolri Letjen Nana S Permana

(Masa Kapolri Letjen (Pol) Roesmanhadi)

3. 2000-an Wakapolri Suroyo Bimantoro

(Masa Kapolri Letjen (Pol) Roesdiharjo)

4. 2000-Mei 2001: Wakapolri Letjen Pandji Atmasudirdja

(masa Kapolri Jendral Surojo Bimantoro)

5. Juni-Juli 2001-: Wakapolri Letjen Chaeruddin Ismail

Juni-Agustus 2001: Kapolri ad interim Chaerudin Ismail

6. 2002-2004: Wakalpori Komjen Kadarjanto

(Masa Kapolri Jendral Dai Bactiar)

7. 2004-2006: Wakapolri Komjen Adang Daradjatun

(Masa Kapolri Dai Bactiar dan Sutanto)

8. 2006-2010: Wakapolri Komjen Makbul Padmanagara

Kapolri Jendral Sutanto/Bambang Hendarso Danuri

9. 2010-2011: Wakapolri Komjen Yusuf Manggabarani

(masa Kapolri Jendral Hendarso Danuri/Timur Pradopo)

10. 2011-2013: Wakapolri Komjen Nanan Soekarna

(masa Kapolri Jendral Timur Pradopo)

11. 2013-2014: Wakapolri Komisaris Jenderal Oegroseno.

(masa Kapolri Bambang Timur Pradopo/Sutarman)

12. 2014-2015 Wakapolri Komjen Badrodin Haiti

(Masa Kapolri Jendral Sutarman)

13. 2015-Wakapolri Komjen Budi Gunawan

(Masa Kapolri Jendral Badrodin Haiti)

Sumber: Pejabatpublik.com: Daftar Wakapolri Sejak 1997

Badrodin Kembalikan Kepercayaan Peraih Bintang Adhi Makayasa


badro

Badrodin Haiti

Hanya dalam waktu 45 menit, rapat paripurna DPR yang dihadiri 283 anggota langsung mengesahkan Badrodin Haiti sebagai cakapolri terpilih. Ketua Komisi III Aziz Syamsudin mengatakan, usai uji kelayakan dan kepatutan, secara terbuka 10 fraksi menyatakan dukungannya kepada Badrodin untuk menjadi kapolri.

Sementara itu, Ketua DPR, Setya Novanto mengatakan, DPR berharap Presiden Joko Widodo bisa melantik Badrodin secepatnya. “Karena ini situasinya sangat tepat dengan Konferensi Asia Afrika yang akan berlangsung 23-24 April. Kami berharap mudah-mudahan, dengan rekam jejak yang baik, Badrodin bisa menjalankan tugas dan fungsinya, sehingga Polri bisa kondusif dan solid,” ujar Setya seperti dikutip Beritasatu.com.

Dukungan penuh DPR terhadap Badrodin hampir mirip dengan dukungan terhadap Komjen Budi Gunawan. Hanya saja, dukungan terhadap BG kala itu terjadi dalam atmosfir tidak kondusif. Yakni saat Kepala Lamdikpol Polri tersebut ditetapkan menjadi tersangka kasus rekening gendut.

BG akhirnya menang di praperadilan atas penetapan tersangka oleh KPK. Meski demikian, Presiden Jokowi memilih tak jadi melantik BG dan memilih Badrodin sebagai pelaksana tugas Kapolri dan sebentar lagi menjadi Kapolri definitif. Dengan demikian, hampir tiga bulan sejak 16 Januari lalu, Badrodin menjadi plt Kapolri. Sebagai Kapolri, ia akan menjadi Kapolri ke-22 sejak Komjen Said Soekanto Tjokrodiatmodjo: 29 September 1945-14 Desember 1959.

Nah, yang menarik, Badrodin adalah lulusan akpol terbaik penerima bintang Adhimakayasa yang sukses menjadi Kapolri. Yang pertama adalah Jendral Sutanto yang menjadi Kapolri hampir selama tiga tahun, yakni 8 Juli 2005 – 30 September 2008. Ia menjadi Kapolri ke-18 menggantikan Jendral Dai Bachtiar. Jika Sutanto terbaik akpol 1973, Badrodin terbaik akpol 1982,

Lulusan Akpol terbaik setelah Sutanto, yakni Sri Soegiarto (terbaik Akpol 1974) terakhir Kalemdiklat Polri dengan pangkat Irjen, lalu Nanan Soekarna Akpol 1978 menjadi Wakapolri dengan pangkat Komjen, Anton Bahrul Alam menjadi Irwasum Polri (Komjen), dan Mathius Salempang menjadi Wakabareskrim. Badrodin pun mengembalikan kebanggaan sukses peraih Bintang Adhi Makayasa menjadi Kapolri.

DAFTAR LULUSAN AKPOL TERBAIK PERAIH ADHI MAKAYASA
1970 Bibit Samad Rianto – Inspektur Jenderal Polisi (Purn)
1971 Taufiequrachman Ruki – Inspektur Jenderal Polisi (Purn)
1973 Sutanto – Jenderal Polisi (Purn) – Kapolri
1974 Sri Soegiarto – Inspektur Jenderal Polisi (Purn) – Kalemdiklat
1978 Nanan Soekarna – Komisaris Jenderal Polisi (Purn) – Wakapolri
1980 Anton Bachrul Alam – Komisaris Jenderal Polisi (Purn) – Irwasum Polri
1981 Mathius Salempang – Inspektur Jenderal Polisi (Purn) – Wakabareskrim
1982 Badrodin Haiti – Komisaris Jenderal Polisi – Kapolri

Baca Daftar Peraih Adhi Makayasa 1970-1996

Pilkada Tangsel Mulai Ramai: Airin, Ikhsan Mojo, Yadi Sembako dan Asda I Kabupaten Tangerang


Pilkada Kota Tangerang Selatan diperkirakan akan mulai dilakukan Mei-Juni 2015 mendatang. Nama-nama bakal calon walikota pun bermunculan; Nama populer seperti Airin Rachmi Diany (Walikota Tangsel) saat ini, dan Ikhsan Mojo, Ketua DPP Partai Demokrat pekan lalu menyatakan siapnya bertarung di arena Pilkada Tangsel.

Selasa (14/4), Asisten Daerah 1 Kabupaten Tangerang, Arsyid dan Komedian Yadi Sembako juga menyatakan siap maju ke Pilkada Kota Tangerang Selatan. Ia bahkan menyatakan siap dicopot dari jabatannya. “Saya tahu, langkah saya ini bisa membuat saya kehilangan jabatan. Tapi ini  adalah pilihan saya. Saya sudah siap terima semua risikonya,” ujar Arsyid seperti dikutip Warta Kota.

Arsyid menjelaskan, berdasarkan Undang-undang Kepegawaian, seseorang yang memiliki jabatan harus mengundurkan diri jika mau ikut dalam Pilkada. “Saya juga sudah siap untuk mundur. Saya sudah mantap. Masa pensiun saya pun sudah akan tiba sebentar lagi, 10 tahun lagi,” imbuhnya tenang.

Bupati Ahmed Zaki membenarkan bahwa Arsyid sudah mengutarakan keinginannya tersebut. “Pencalonan diri adalah hak. Saya tidak berhak melarang,” ucapnya. Hanya saja, kata Zaki, dirinya sudah meminta Arsyid untuk kembali mempertimbangkan keputusannya tersebut. “Karena risikonya kan bisa kehilangan jabatan. Kalau melarang sih jelas saya tidak berhak,” kata Zaki.

Demi melancarkan ambisinya, Arsyid mengaku sudah mulai bergerak bersilaturahmi ke beberapa partai politik untuk memperoleh dukungan. “Karena saya ini orang birokrasi dan bukan orang partai, maka saya harus cari partai pengusung terlebih dahulu. Saya sudah silaturahmi ke beberapa partai yang sudah membuka pendaftaran untuk ‘memasarkan’ diri saya,” kata Arsyid.

Adapun partai yang sudah dikunjunginya adalah Partai Nasional Demokrat dan Partai Demokrat. Ia berharap, akan ada banyak partai yang mendukungnya menjadi wali kota Tangsel berikutnya.

Sementara itu, Komedian Yadi Sembako mendatangi kantor DPD Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Tangsel, Selasa (14/4). Bersama tim suksesnya ia berniat mendaftarkan diri menjadi Walikota Tangsel periode 2016-2021.

Pria bernama asli Suryadi Ishak datang ke kantor DPD mengendarai mobil Mitsubushi Pajero putih. Foto-foto kehadiran Yadi di kantor PPP Tangsel pun bermunculan di media sosial, antara lain twitter.

Sebagai putra daerah, Yadi mengaku terpanggil untuk membenahi Tangsel “Sudah puluhan tahun saya tinggal di Pamulang. Jadi merasa punya tanggung jawab juga untuk meramaikan pesta demokrasi ini,” kata Yadi seperti dikutip Liputan6.

Tak hanya melamar ke PPP, Yadi berebcana melamar ke PAN sebagai partai koalisi Tangsel Bersatu untuk Pilkada tahun ini. Ia sempat terkejut saat mendaftarkan namanya. Ternyata dia merupakan nama ke-8 yang sudah mendaftar di PPP Tangsel saja.

TAHAPAN PILKADA DI TANGSEL
* Tahapan dimulai Mei-Juni 2015
* Pencoblosan 16 Desember 2015
* Penetapan rekapitulasi 28 Desember 2015
* Jumlah penduduk Tangsel 1,4 juta jiwa
* Calon independen harus kantongi 40.000 dukungan

BAKAL CALON WALIKOTA TANGERANG 2016-2021
* Airin Rachmi Diany (Petahana)
* Ikhsan Mojo (Ketua DPP Partai Demokrat)
* Arsyid (Asisten Daerah 1 Kabupaten Tangerang)
* Yadi Sembako (Komedian)
* Ivan Ajie Purwanto (Anggota DPRD Banten)
* Gacho Sunarso (Anggota DPRD Tangsel)
* Gusri Effendi (Ketua DPD Kota Tangerang)

EMPAT PILKADA DI PROVINSI BANTEN
1. Kota Tangerang Selatan,
2. Kota Cilegon
3. Kabupaten Serang
4. Kabupaten Pandeglang

Pangkat Andogo Wiradi Mayjen bukan Brigjen


andogo

Deputi V Kastaf Presiden Andogo Wiradi (foto Kompas.com)

Deputi V Bidang Analisis Data dan Informasi Strategis Kantor Staf Presiden Andogo Wiradi disebutkan berpangkat Brigjen. Namun sesungguhnya, mantan Kasdam I Bukit Barisan itu sudah berpangkat mayjen atau bintang dua.

Seperti diketahui, saat pengumuman lima Deputi Kastaf Presiden, nama Andogo Wiradi disebutkan berpangkat Brigjen. “Ini adalah jenderal yang dari kecil bersama saya di Kopassus dan pernah juga di DOM (Daerah Operasi Militer) di Timor Timur, Aceh, Papua,” papar Kepala Kantor Staf Presiden Luhut B Panjiatan seperti dikutip Kompas.com ketika itu.

Andogo menuturkan, awalnya Luhut menyerahkan empat nama kepada Presiden. “Pak Jokowi kemudian bilang Pak Andogo saja. Kebetulan saya pernah menjadi Danrem di Solo saat beliau jadi Wali Kota,” ucap Andogo.

Andogo memang pernah menjadi Danrem 074/Warastratama Surakarta antara tahun 2008-2009. Empat tahun kemudian, Mantan Komandan Rindam IV/Diponegoro itu naik pangkat dan menjadi Brigjen, kemudian Mayjen saat menjadi Tenaga Pengkaji di Lemhanas.

Anggota Komisi I DPR Mayjen purnawirawan Tubagus (TB) Hasannudin mempertanyakan penempatan prajurit aktif sebagai Deputi V bidang analisis data dan informasi strategis Kantor Staf Kepresidenan, Mayen TNI Andogo Wiradi. Menurutnya, penempatan tersebut melanggar Undang-undang TNI.

UU yang dimaksud adalah UU TNI no 34/2004. Dalam pasal 47 ayat 1 disebutkan, prajurit hanya dapat menduduki jabatan sipil setelah pensiun dari dinas aktif. Sementara dalam pasal 47 ayat 2 dijelaskan prajurit aktif dapat menduduki kantor yang membidangi kordinator bidang politik dan keamanan (polhukam), pertahanan negara (kemenhan), sekretaris militer (termasuk ajudan) , intelijen negara (termasuk BIN dan BNPT), sandi negara, lemhanas, wantanas, SAR nasional, BNN dan MA.

“Jadi hanya ada 10 lembaga yang dapat dijabat oleh prajurit aktif, sehingga Keppres penempatan perwira aktif di staf kepresidenan yang dikeluarkan presiden Jokowi telah melanggar undang -undang,” katanya seperti dikutip Tribunnews.

Andogo merupakan lulusan Akmil angkatan 1981. Anggodo seangkatan dengan Panglima TNI Jendral TNI Moeldoko.

baca: KRONOLOGI KARIER (MAYJEN) ANDOGO WIRADI

Lihat juga: teman seangkatan Anggodo (Akmil 81)

Beli HP Hadiah TV dalam Imajinasi Anak


hadiahtv

Promisi HP ala Rara

Setiap generasi ada dunianya. Dunia permainan anak generasi tahun 1970-an, misalnya, jauh berbeda dengan dunia anak tahun 2000-an ke atas saat komunikasi via handphone telah menjadi kebutuhan sehari-hari.

Begitulah yang ada di kepala Rara, yang kini duduk di kelas tiga SD. Saat diminta untuk membuat gambar promosi maka ia pun menggambar handphone miliknya. Ia menggambar handphone dengan berbagai fasilitas yang dimiliki.

Misalnya dilayar handphone tersebut ia tunjukkan gambar ikon media sosial seperti facebook, twitter, instagram, BBM, Whatsapp. Juga tombol kamera, mail, SMS, tombol kembali ke menu sebelumnya dan sebagainya.

Nah, dalam promosinya ia menawarkan harga HP yang dimilikinya sebesar Rp 2 juta. Harga itu persis yang ia beli setahun lalu. Rara menyebut harga tersebut sebagai harga terjangkau karena memiliki keunggulan seperti touch screen atau layar sentuh, tahan air, dual camera dan garansi 1 tahun.

Dan yang aga unik, ia pun menjanjikan beli 1 hp dapat hadian TV. Tak disebutkan berapa inci ukuran TV sebagai hadiah beli hp tersebut.

Namun saya yakin ia tak tahu berapa harga sebuah TV. Yang ia bayangkan TV yang dimaksud adalah layar datar yang sehari-hari ia saksikan di rumah.

Tatkala ditanya, Rara tahu nggak berapa harga TV itu? Ia bilang enggak. Nah, harga TV tersebut lebih dari 2 juta. Artinya, tidak lazim sebuah hadiah lebih mahal dari harga barang yang dibelinya.

Rara berpikir sejenak, lalu bilang.

“Kalau hadiahnya TV, orang akan beli hp karena tertarik dapat TV. Kalau hadiahnya habis, orang tak mau lagi beli yang ditawarkan,” kata saya lagi memberi contoh.

Oooh, jadi promosinya terbalik ya pa? Saya mengangguk, dia juga….

Ini Rute Trans Anggrek Circle Line Terminal Pondok Cabe – Stasiun Rawa Buntu


Trans Anggrek 23JPG

Walikota Tangsel Airin Rahcmi Diany (berjilbab hijau) saat menjajal bus Trans Anggrek Circle Line, Minggu (12/4) – Foto tangerangselatankota.go.id.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akhirnya meresmikan lima unit bus yang diberi nama Trans Anggrek Circle Line. Kelima bus tersebut akan melayani perjalanan dengan rute dari Terminal Pondok Cabe hingga Stasiun KRL Commuter Line Rawa Buntu.

“Ini untuk seluruh warga Tangerang Selatan. Selama tahun 2015 sifatnya masih free, tidak dipungut biaya, dan operatornya masih pihak kami dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan,” kata Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany dalam keterangannya kepada Kompas.com, Senin (13/4).

Sebenarnya Airin sudah meresmikan bus koridor 2 dari delapan koridor yang direncanakan Minggu (13/4). Seperti dilansir situs resmi Pemkot Tangsel, tangerangselatankota.go.id, lima bus merek Hino itu akan melayani perjalanan dari Stasiun KRL Commuter Line Rawa Buntu hingga Terminal Pondok Cabe.

Adapun pemilihan Koridor 2 didasarkan atas pertimbangan lebar jalan yang sudah cukup ideal, banyak melewati unit-unit usaha kecil dan rumahan, serta banyaknya masyarakat yang melintas di jalur tersebut.

Menurut Kepala Dishubkominfo Kota Tangsel, Sukanta tujuh koridor lagi sedang dalam tahap pembenahan dalam hal pembangunan halte dan infrastruktur. Sukanta jelaskan, pihaknya terus melakukan evaluasi maupun monitoring di lapangan secara berkala setiap tiga bulan sekali.

“Jika memang memungkinkan, jumlah bus akan terus ditambah. Saat ini sudah 20 bus yang sudah disiapkan,” katanya. Tujuan dari pengoperasian bus Circle Line diutamakan mengurai kemacetan yang terus terjadi di Kota Tangsel.

Berdasarkan hasil kajian, kemacetan di Kota Tangsel saat ini disumbang oleh masih maraknya penggunaan kendaraan pribadi. Ditambah lagi kualitas angkutan umum masih dibawah standar dan keinginan masyarakat.
“Angkot masih dinilai tidak memberi kepastian, kendaraan tidak nyaman, serta rute trayek tidak efisien. Makanya masyarakat tetap menggunakan kendaraan pribadi meskipun hanya ke stasiun dan tempat pemberhentian bus feeder,” papar Sukanta.

Pengoperasian bus tersebut sudah dipersiapkan sejak tahun 2014. Dishubkominfo Kota Tangsel sudah melakukan sosialisasi sejak Desember tahun itu.

Namun pengoperasian secara gratis selama tahun 2015 tetap saja terkesan berbau kampanye karena kebetulan Airin maju lagi sebagai Walikota Tangsel periode kedua kalinya. Ia resmi sudah mendaftarkan diri via DPC Partai Demokrat pada Jumat (10/4) atau dua hari sebelum meresmikan operasioanal bus tersebut.

Strategi seperti itu saya kira sah-sah saja. Yang penting rencana membuat banyak angkutan nyaman di wilayah Tangsel bukan sekadar janji politik, tapi benar-benar menjawab kebutuhan real masyarakat.

Bus Trans Anggrek Circle Line koridor dua, misalnya, sangat membantu mobilitas masyarakat yang ingin menggunakan commuterline. Sedang akses mereka menuju angkutan massal sangat sulit. Selain Rawa Buntu, dua stasiun lain seperti Stasiun Sudimara, Jurang Mangu, dan Serpong.

Asal sesuai dengan kebutuhan masyarakat, mungkin tak perlu gratis, angkutan seperti itu pasti akan memperoleh sambutan positif.

TRANS ANGGREK CIRCLE LINE
RUTE KORIDOR 2:
* Teminal Pondok Cabe
* Jalan Agus Salim
* Jalan RE Martadinata
* Jalan Pajajaran
* Jalan Siliwangi
* Kampus ITI
* Jalan Raya Puspitek
* Jalan Taman Tekno
* Jalan Buaran Rawa Buntu
* Stasiun Rawa Buntu.

JAM OPERASI:
* 06.00 WIB
* 09.00 WIB
* 11.00 WIB
* 14.00 WIB
* 16.00 WIB
* 18.00 WIB.

FASILITAS ANGKUTAN
* 29 tempat duduk
* kamera pengawas (CCTV)
* jaringan internet atau WiFi
* Global Positioning System (GPS).