Pangkat Andogo Wiradi Mayjen bukan Brigjen


andogo

Deputi V Kastaf Presiden Andogo Wiradi (foto Kompas.com)

Deputi V Bidang Analisis Data dan Informasi Strategis Kantor Staf Presiden Andogo Wiradi disebutkan berpangkat Brigjen. Namun sesungguhnya, mantan Kasdam I Bukit Barisan itu sudah berpangkat mayjen atau bintang dua.

Seperti diketahui, saat pengumuman lima Deputi Kastaf Presiden, nama Andogo Wiradi disebutkan berpangkat Brigjen. “Ini adalah jenderal yang dari kecil bersama saya di Kopassus dan pernah juga di DOM (Daerah Operasi Militer) di Timor Timur, Aceh, Papua,” papar Kepala Kantor Staf Presiden Luhut B Panjiatan seperti dikutip Kompas.com ketika itu.

Andogo menuturkan, awalnya Luhut menyerahkan empat nama kepada Presiden. “Pak Jokowi kemudian bilang Pak Andogo saja. Kebetulan saya pernah menjadi Danrem di Solo saat beliau jadi Wali Kota,” ucap Andogo.

Andogo memang pernah menjadi Danrem 074/Warastratama Surakarta antara tahun 2008-2009. Empat tahun kemudian, Mantan Komandan Rindam IV/Diponegoro itu naik pangkat dan menjadi Brigjen, kemudian Mayjen saat menjadi Tenaga Pengkaji di Lemhanas.

Anggota Komisi I DPR Mayjen purnawirawan Tubagus (TB) Hasannudin mempertanyakan penempatan prajurit aktif sebagai Deputi V bidang analisis data dan informasi strategis Kantor Staf Kepresidenan, Mayen TNI Andogo Wiradi. Menurutnya, penempatan tersebut melanggar Undang-undang TNI.

UU yang dimaksud adalah UU TNI no 34/2004. Dalam pasal 47 ayat 1 disebutkan, prajurit hanya dapat menduduki jabatan sipil setelah pensiun dari dinas aktif. Sementara dalam pasal 47 ayat 2 dijelaskan prajurit aktif dapat menduduki kantor yang membidangi kordinator bidang politik dan keamanan (polhukam), pertahanan negara (kemenhan), sekretaris militer (termasuk ajudan) , intelijen negara (termasuk BIN dan BNPT), sandi negara, lemhanas, wantanas, SAR nasional, BNN dan MA.

“Jadi hanya ada 10 lembaga yang dapat dijabat oleh prajurit aktif, sehingga Keppres penempatan perwira aktif di staf kepresidenan yang dikeluarkan presiden Jokowi telah melanggar undang -undang,” katanya seperti dikutip Tribunnews.

Andogo merupakan lulusan Akmil angkatan 1981. Anggodo seangkatan dengan Panglima TNI Jendral TNI Moeldoko.

baca: KRONOLOGI KARIER (MAYJEN) ANDOGO WIRADI

Lihat juga: teman seangkatan Anggodo (Akmil 81)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s