Kalau Mama Mati (Humor)


terowongan

Ilustrasi — Terowongan di Stasiun Depok Baru. Kalau hujan lebat kini sering tergenang air rembesan.

Pekan lalu, seorang ibu bersama anak balitanya (sekitar 4 tahunan) berjalan perlahan menuruni tangga untuk menyebrang melalui terowongan bawah tanah di Stasiun Depok Baru.

Lalu terdengarlah perbincangan ibu anak tersebut. “Pelan-pelan dek. Nanti kalau jatuh gimana. Kalau mama jatuh terus mati gimana?,” ucapnya.

Si bocah yang diajak bicara diam saja. Dia rupanya ingin buru-buru sampai bawah meski keinginannya terhambat karena tangan mamanya lebih kuat menahan dia.

“Kalau mama mati dedek sama siapa dong. Mau cari mama baru?” katanya lagi.

Dengan spontan si bocah menjawab pelan “Jablay.”

Sang Mama tertawa, si balita ikut tertawa. Beberapa orang yang melintas dan kebetulan mendengar kata itu, termasuk saya, ikut tersenyum geli. Jawaban si bocah balita itu memang tak terduga.

Lalu terdengar ucapan si mama. “Dedek ini, ada-ada aja!”

Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno Lucu Juga Ya…


tedjo

Meme Menteri Tedjo dan Pakde Tarno dari akun ‏@yudiharahap

Setelah #SaveKPK surut, sepanjang Sabtu (24/1) tiba-tiba Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno menjadi tranding topic dijagat twitter. Kali ini karena pernyataan terakhirnya yang menganggap bahwa para pendukung KPK adalah rakyat tak jelas.

“Pernyataan yang menyudutkan tidak boleh. Jangan membakar massa, itu suatu sikap pernyataan yang kekanak-kanakan. Konstitusi yang akan mendukung, bukan dukungan rakyat yang enggak jelas itu. Konstitusi yang akan mendukung,” kata Tedjo di Istana Negara, Sabtu (24/1).

Tedjo menuding KPK telah melakukan provokasi massa. Sehingga muncul gerakan yang mendukung lembaga antikorupsi tersebut. Ia menyatakan kekecewaannya pada pimpinan KPK yang dianggap memperkeruh suasana. Terutama, pernyataan Ketua KPK Abraham Samad yang sudah menyudutkan Polri.

Saat menyampaikan pernyataan itu, Tedjo tentu saja sadar dan serius. Namun di media sosial, terutama twitter, Logika mantan KSAL yang menjadi menteri karena diusulkan Partai Nasdem itu, dianggap lucu. Terutama tudingan bahwa massa yang datang ke KPK itu adalah rakyat tak jelas. Padahal di sana ada Mantan Wakil Menkumham Denny Indrayana, Dosen UI Imam Prasodjo, pengacara senior Todung Mulya Lubis dan sejumlah organisasi massa yang datang silih berganti.

“Menkopolkam Tedjo ini ada unsur lucunya sik. Enaknya diapain?” tulis wartawati senior, Uni Lubis dalam akun twiternya, @unilubis

Akun twitter @hifdzilalim juga berkicau: Kata istriku yang buta politik sehabis nonton pernyataan pak Tedjo di tivi, “Ayah, ini menteri sedang sakit apa ya?”

Akun @debapirez seolah mengira-ngira pernyataan Menteri Tedjo. “Gimana gak disebut rakyat gak jelas oleh pak Tedjo kalau sampai dinihari masih di gedung KPK, bukannya kelonin istri/anak :))),”

Pernyataan yang dianggap lucu Menteri Tedjo pun kemudian membuat orang ingat pada pelawak Pakde Tarno. Wajah mereka kebetulan hampir mirip. Maka nama Tedjo pun diplesetkan dengan nama Sutarno.

“Pak Tedjo, lain kali sebelum keluar statemen kontroversial ada baiknya dimulai dengan: tolong dibantu ya… Bim salabim jadi apa prok3x Kokok Dirgantoro,” tulis ‏@kokokdirgantoro. Setiap kali tampil Pakde Tarno memang kerap menyebut Bim salabim jadi apa prok3x.

Selain itu, pengguna media sosial pun jadi ingat petualangan lugu “Tedjo dan Surti” (Tedjo Surti) yang dilantunkan band musik Jamrud. “Surti remaja anak bapak kades, Dan si Tejo jejaka baru aja mudik. Berdua saling mencinta sejak lulus SD. Hingga kini beranjak gede” Demikian syair pembuka lagu itu.

Lalu @hariadhi pun mencuit “Surti menjerit.. Auw… Auw.. Hilang sudah Tedjo yang manis dan lugu tapi Surti suka…”

@dhutag sok membela “Kenapa hanya mempersalahkan Tedjo? Bagaimana dengan Surti?”

Dan @DaengJaya27 pun seperti tengah membuat kesimpulan: “Si Tedjo habis diputusin Surti kayaknya jadi rada2 stress”

Begitulah sobat. Sebenarnya bukan kali ini saja Menteri Tedjo membuat pernyataan lucu atau aneh. Pada Selasa 20 Januari 2015. Ia meminta KPK dan PPATK untuk menjaga wibawa kepresidenan. Ke depan, Tedjo berharap akan adanya komunikasi terlebih dulu dengan Presiden apabila calon pejabat yang diajukan pemerintah diduga bermasalah.

“Kalau ada calon, dan KPK dengar ada sesuatu di sana, bertemulah dengan Presiden, jangan sampai Presiden dipermalukan dengan situasi begini. Sampaikan saja secara terbuka ke Presiden, pasti jadi pertimbangan,” kata Tedjo. Tentu yang ditujuk Tedjo adalah kasus BG.

Memaksa KPK bertemu Presiden sebelum menetapkan seseorang menjadi tersangka, justru akan mempengaruhi independensi lembaga antirasuah tersebut. Lebih dari itu, bukankah itu akan mempermalukan Lembaga Kepresidenan yang dianggap melakukan intervensi terhadap KPK? Jika KPK lapor dulu terhadap Presiden, maka akan terjadi adu kuat. KPK tentu yang akan mengalah atau tak enak menetapkan seseorang menjadi tersangka karena yang bersangkutan pilihan Presiden.

Nah, tentang rakyat nggak jelas tadi, Tedjo mengabaikan bahwa hal itu terbentuk tidak berdiri sendiri. Tapi dipicu oleh penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto yang dianggap berkaitan dengan kasus yang ditangani KPK yakni rekening gendut dengan tersangka Komjen Budi Gunawan. Massa kian menguat dukungannya terhadap KPK justru karena sikap Presiden Jokowi mengambang.

“Sebagai menteri yang melayani presiden, dia juga harus lebih arif dalam menjaga wibawa presiden. Jangan membuat pernyataan-pernyataan yang blunder berakibat jelek terhadap presiden,” ucap Putri Gus Dur, Yenny Wahid usai bertemu dengan Koalisi Masyarakat Sipil di Gedung KPK, seperti dikutip Detikcom, Sabtu (24/1).

gak jelas

Bangga dengan cap rakyat tak jelas (@ulinyusron)

DAFTAR PERNYATAAN “LUCU” MENTERI TEDJO SEPEKAN TERAKHIR
Sabtu (24/1/2015): “Jangan membakar massa, itu suatu sikap pernyataan yang kekanak-kanakan. Konstitusi yang akan mendukung, bukan dukungan rakyat yang enggak jelas itu. Konstitusi yang akan mendukung,”

Sabtu (24/1/2015): Katanya, Presiden Joko Widodo akan memikirkan mengenai kekosongan pimpinan KPK pascatersangkanya Bambang Widjojanto. “Kami akan mencarikan jalan terbaik,” ujar Tedjo seolah begitulah yang diinginkan Jokowi dengan penangkapan BW.

Selasa (20/1/2015) dalam acara di Kompas TV Menteri Tedjo ketahuan menggunakan cincin dengan batu akik yang sekarang lagi ngetren. “Bapak penggemar batu juga, itu harganya berapa?”tanya presenter TV. “Iya, ini harganya cuma Rp 100 ribu. Saya beli di Pacitan,”jawab Tedjo. Tentu bukan soal harga, tapi sekelas menteri kok mainannya batu akik?

Selasa (20/1/2015) terkait pergantian Kapolri Jendral Sutarman yang pensiunnya masih sembilan bulan. “Jaman pak SBY, saya masih satu tahun diberhentikan ya enggak apa-apa. Itu hak presiden,”katanya enteng. Padahal, kasusnya berbeda. Lagian tidak ada yang nanya jamannya dia.

Senin (19/1/2015). “Saya menginginkan, kalau KPK katanya sudah punya alat bukti yang kuat ya segera diproses lah apa keputusannya,” Pernyataan itu terkait dengan status tersangka Komjen Budi Gunawan yang dianggapnya menganggu pekerjaan presiden. BW sempat bereaksi dengan pernyataan yang seolah memprovokasi KPK.

Tiga Humor tentang Polisi #SaveIndonesia


polisi

Humor polisi senang berusaha menilang pebalap Valentino Rossi (www.thecrowdvoice.com)

Humor Polisi 1

Udin terkejut tatkala polisi tiba-tiba muncul saat ia menerobos lampu yang sudah berwarna merah karena terburu-buru.
“Apakah bapak tidak lihat tadi itu lampu merah?” tanya polisi itu setelah memeriksa SIM dan STNK Udin.
“Lihat sih pak,” jawab Udin pelan.
“Lantas kenapa masih menerobos juga?” tanyanya dengan suara meninggi.
“Saya sih lihat lampu merah pak, tapi saya tidak lihat bapak!”
“Oh jadi gitu, kamu lebih takut kepada polisi daripada rambu ya?”

Humor Polisi 2

Setelah kena tilang, Udin pun bercerita kepada temannya.
“Selamat siang pak”, kata Udin menirukan polisi menilangnya.
“Selamat siang, tapi kok hormatnya tidak di kepala pak?,” tanya Udin.
“Ini hormat sudah siang, kalo masih pagi masih banyak jenderal yang lewat, hormatnya harus di sini” kata Polisi itu lagi masih seperti ditirukan Udin.
“Kalo sudah siang, hanya rakyat biasa yang lewat seperti kamu. Jadi hormatnya cukup di dada”
”Oh gitu pak. Tapi, kenapa saya disetop,pak?”
“Karena kamu bukan jenderal” ucapnya polisi itu kalem, masih seperti ditirukan Udin.

humor-bbm-polisi

Humor BBM tentang polisi

Humor Polisi 3

Budi, kawan Udin, tertangkap polisi karena menipu Bambang,
temannya. Di kantor polisi ia pun diinterograsi.
Polisi: Apakah Saudara Budi telah menipu Saudara Bambang?
Budi : Sumpah, Pak. Saya tidak menipu Saudara Bambang
Polisi: Sekali lagi saya tanya, apakah Saudara Budi menipu Saudara
Bambang?
Budi: Sekali lagi sumpah mati, Pak, saya tidak menipu. Apalagi
Bambang `kan teman saya sendiri.
Polisi: Baik kalau begitu tunggu di luar. Saya akan memproses yang
lain.
Setelah beberapa waktu lamanya, polisi memanggil Budi, tetapi dengan cara lain.
Polisi: Yang telah menipu Saudara Bambang segera masuk!
Budi : Ya, Pak … Saya ada di sini!

Joke dan Ironi Seputar Budi Gunawan


mememega

“Kapolri Sutarman tolak dipanggil Jokowi, Ya Iyalah orang namanya Sutarman”

“Lagi uji kelayakan mau jadi KAPOLRI, eh malah jadi tersangka. Gimana sih, belum jadian udah selingkuh”

“Jokowi akhirnya lantik Budi Gunawan menjadi Kapolri. SBY harusnya bilang: Enak Zaman Ku To..”

“Tersangka Komjen Budi Gunawan dilantik Jokowi. Belum sebulan sudan ada Joke Of The Year 2015”

“Pelantikan BG kalau bukan karena balas Budi, pasti balas Gunawan”

“Jika Budi Gunawan dilantik Jokowi. Kelak Indonesia punya kapolri yang nggak bisa ke LN (karena dicekal).”

“Jika Jokowi melantik BG, maka Salam Dua Jari tinggal sejarah. Yang ada Salam Gigit jari”

“BG itu bisa Budi Gunawan atau Bambang Gentolet, Yang kedua memang kerjanya melucu”

“Dukung Tersangka KPK Jadi Kapolri, PDIP: Kami Komitmen Berantas Korupsi?”

“MI: Jokowi tak lagi cari popularitas karena melantik BG.” Ini bukan soal popularitas, tapi konsistensi!

“Anggota DPR: Empat anggota KPK tak bisa lakukan penindakan.” Bukankah empat anggota telah disetujui DPR?”

“Anggota DPR: Akan ada interpelasi jika tak lantik BG.” Mendukung tersangka korupsi kon bangga.

“Rekening gendut BG tak masalah menurut Mabes Polri,” Ya iyalah keluarga sendiri.

“Jika BG jadi Kapolri. Ia berjanji akan berantas korupsi.” Bersihkan kotoran bukan dengan sapu kotor?

Melihat Tingkat Korupsi di Indonesia (Humor)


Udin memperoleh kesempatan berkunjung ke sebuah pabrik jam di Swiss, sesampai di lokasi ia diajak berkeliling pabrik oleh salah satu pejabat perusahaan jam tersebut.

Di sebuah ruangan besar di pabrik itu terpasang banyak jam dinding dengan tulisan nama negara di bawahnya. Nah, putaran jarum jamnya tidak sama antara satu jam dan jam yang lain. Udin segera mencari jam dengan nama negara yang dicintainya. Ternyata tidak ada.

“Ini jam apaan ya? kok jarumnya ada yang muternya cepet ada yang lambat!” Udin penuh rasa ingin tahu.

Pejabat itu kemudian menjawab agak panjang. “Oh… ini jam khusus Pak. Jam ini dibuat berdasarkan tingkat korupsi masing-masing negara. Semakin lambat jarumnya bergerak artinya tingkat korupsinya rendah, sebaliknya semakin cepat jarumnya bergerak artinya tingkat korupsinya semakin tinggi.”

“Oh begitu… tapi kok Jam untuk Indonesia gak ada di sini, Kenapa ya?”

Pejabat pabrik tersebut seperti tak enak hati. “Mmm… gini Pak … Jam Indonesia terpaksa kami taruh di belakang, tempat karyawan istirahat.”

“Memangnya kenapa?” Udin bertanya lagi dengan nada tinggi.

“Mmm … anu Pak, maaf Jam Indonesia muternya seperti kipas…”

Humor Musim Hujan: Saat Hujan Deras


Sore itu hujan turun cukup deras. Udin tiba-tiba mendapat telepon dari istrinya. Dari seberang telepon sang istri mengadu sambil sesenggukan.

“Sayang kamu kok nangis, ada apa?,” tanya Udin dengan nada khawatir.

“Aku diperkosa mas,!!!,” jawab sang istri.

“Hah..!! diperkosa siapa? Kapan?” Udin merespon dengan suara meninggi.

“Baru saja, sama pembantu kita yang baru, Katanya mas yang menyuruh…” kata sang istri lagi masih dengan isakannya.

“Kurang ajar. Beraninya dia memfitnah aku. Emang dia bilang apa?”

“Dia bilang dapat SMS dari mas. Isinya: nanti kalau hujan baju sama rok nyonya tolong diangkat ya, trus jangan lupa burungnya dimasukin juga!”

Humor Penerbangan: Pertama Kali Naik Pesawat (2 dan 3)


Pertama Kali Naik Pesawat (2)

Setelah Udin mengalami rasanya naik pesawat ke Jakarta, giliran istrinya menjajal naik pesawat pertama kalinya. Kebetulan ia memperoleh tempat duduk dekat jendela. Istri Udin sepertinya menikmati pengalaman barunya berada di dalam pesawat. Ia takjub dengan pemandangan di luar pesawat.

Ketika pesawat sudah terbang dan memasuki awan gelap terjadilah guncangan. Istri Udin sempat ketakutan. Beruntung keadaan tak berlangsung lama. Istri Udin segera menengok kondisi di luar pesawat, ingin tahu apa yang terjadi. Ia tertegun melihat lampu terus berkedip-kedip di ujung sayap pesawat.

Dengan spontanitas tinggi, ia segera memanggil pramugari pesawat dan berkata; “Maaf mbak mengganggu, tapi saya pikir mbak harus memberi tahu kapten pilot bahwa lampu reting sebelah kiri terus menyala. Saya yakin dia lupa mematikannya.”

Pertama Kali Naik Pesawat (3)

Ibu Udin yang sudah Lansia juga mendapat kesempatan naik pesawat untuk pertama kalinya. Setelah berada di dalam pesawat, perasaannya campur aduk. Meski demikian ia sangat senang melihat pilot pesawat yang masih muda berjalan di lorong pesawat sambil menyapa penumpang dengan ramah.

“Mas,” kata ibu Udin. “Kamu akan membawaku turun dengan selamat, kan?”

“Tentu saja buk,” kata sang kapten. “Aku belum pernah meninggalkan penumpang di atas kok!”