Minyak Rambut Hilang dari Bagasi Pesawat


tas

Tas dan posisi minyak rambut yang hilang itu.

Ini hanya pengalaman sederhana, bahkan menggelikan, namun tetap tak boleh terulang. Untuk itu, saya pun ingin menceritakan semoga pengalaman sederhana itu bermanfaat, minimal untuk saya sendiri.

Begini, saat melakukan perjalanan dari Jakarta ke Surabaya, 21 Desember lalu, menggunakan Batik Air, ternyata barang bawaan yang kami bawa sangat banyak. Lima koper besar, tas laptop, tas kamera, tas perempuan (istri), gitar, plus tas berisi baju saya.

Bawaan banyak itu terpaksa diboyong karena anak-anak akan menghabiskan masa liburan selama dua pekan di rumah neneknya di Cilacap. Artinya setelah mengunjung Bromo, berlanjut ke Jember, (semua di Jawa Timur) kami akan meneruskan perjalanan melalui kereta jurusan Jakarta dan berhenti di Purwokerto. Saya sendiri berlanjut ke Jakarta karena harus kerja.

Masalahnya kami hanya berlima. Si bungsu masih berusia delapan tahun, hanya sanggup bawa tasnya sendiri. Maka saya pun langsung memutuskan untuk manaruh tas baju saya bersama koper-koper yang sudah terkunci untuk dimasukan ke bagasi pesawat.

Saya segera memeriksa kira-kira barang berharga apa yang harus saya ambil mengingat tas saya tak terkunci. Hanya baju-baju ganti, saya pikir aman. Satu-satunya barang yang saya biarkan di kantung luar tas hanyalah minyak rambut pria L’Oreal Studio Minetal FX yang masih baru. Minyak rambut kerap saya gunakan untuk keperluan tertentu, misal, ke kantor.

Sampai di Surabaya, seperti yang lainnya, kami pun mengantre di ruang penurunan barang bagasi pesawat. Uhuy, semuanya lengkap, karena masih terkunci. Satu-satunya yang saya periksa agak teliti adalah tas baju saya. Saya langsung meraba ke kantung berisi minyak rambut tersebut di luar tas. Ternyata sudah tak ada alias hilang.

Saya pun tertawan spontan : “Hahahaha….”

Istri bertanya kenapa tertawa? Saya bilang bahwa ada petugas bagasi pesawat yang rupanya punya selera minyak rambut yang sama dengan saya.

Ya, minyak rambut itu memang benar-benar hilang. Artinya, hati-hati menaruh barang di bagasi. Jangan anggap remeh seperti saya. Mungkin harganya tak seberapa minyak rambut tersebut, namun itu memberi peluang bagi petugas bagasi bandara untuk melakukan perbuatan tak terpuji.

tas3

Tas-tas yang tak masuk bagasi saat menunggu di bandara soekarno-hatta

Cerita Naik Pesawat di Musim Hujan


pesawat0

Tiga gambar pesawat yang hendak medarat di Bandara Juanda (Surabaya) yang diolah googlephoto. Keren

Musibah pesawat AirAsia QZ 8501 dari Surabaya ke Singapura, Minggu (28/12) mengingatkan saya pada penerbangan menggunakan pesawat Batik Air rute Jakarta ke Surabaya, Minggu (21/12).

Ini karena penerbangan tersebut merupakan penerbangan pertama bersama keluarga. Sebelumnya, saya lebih sering menggunakan pasawat karena tugas kantor. Sedang pergi bersama keluarga, lebih sering menggunakan kereta api atau mobil pribadi. Apalagi rumah mertua dekat sekali dengan stasiun kereta api.

Jauh hari, kami telah memesan tiket pesawat Batik Air yang jam penerbangannya bisa dijangkau dengan cara yang tak terburu-buru. Yakni pukul 12.55 wib. Dengan jam penerbangan seperti itu, kami bisa berangkat sekitar pukul 09.00 wib atau tak terlalu kepagian. Pada jam-jam seperti itu, anak-anak biasanya memang sudah siap berpergian, misalnya ke mal atau toko buku di akhir pekan.

Begitulah. Saya sempat membayangkan pesawat yang akan kami tumpangi terbang saat musim hujan. Saya kerap menengok ke atas langit, di mana awan dan mendung tebal, kerap bermunculan secara cepat. Ada perasaan waswas bagaimana bila awan yang harus ditembus itu awan tebal. Tapi ketika telah bersama anak-anak dan istri, perasaan tersebut segera saya tepis. Bayangkan bagaimana pengaruhnya buat anak-anak jika bapaknya menunjukkan perasaan takut terbang?

Setelah menunggu sekitar dua jam di Bandara Soekarno-Hatta, akhirnya kami sudah berada di dalam pesawat. Langit dari jendela tampak berawan. Setelah menggunakan sabuk pengaman kami semua berkonsentrasi merasakan take off pesawat. Saya lirik dua tangan si bungsu yang berusia 8 tahun, berpegangan erat pada kursi.

Syukurlah take off pesawat Batik Air yang kami tumpangi berjalan mulus. Pesawat kami pun segera berada di atas awan. Kami pun segera menikmati hiburan di layar kecil di depan kursi. Beruntung kami semua membawa earphone yang biasanya kami gunakan untuk HP. Sambil mencicipi hidangan roti dari pesawat, waktu sekitar satu jam pun tak terasa.

Terdengar pramugari pengumumkan bahwa pesawat akan segera landing dan harus menembus awan. Penumpang diminta kembali menggunakan sabuk pengaman karena kemungkinan pasawat akan mengalami guncangan. Ternyata guncangan itu tak terjadi karena awan yang ditembus pesawat hanyalah awal tipis.

Ini beda sekali dengan pesawat AirAsia QZ 8501 yang diperkirakan mengalami musibah karena mencoba menghindari awan. Namun awan yang diduga sebagai awan colunimbus itu tak bisa dihindari.

Awan cumulonimbus terbentuk sebagai hasil dari ketidakstabilan atmosfer. Awan-awan ini dapat terbentuk sendiri, secara berkelompok, atau di sepanjang front dingin di garis squall. Awan ini menciptakan petir melalui jantung awan. Biasanya saat pesawat memasuki awan cumulonimbus akan terjadi guncangan pada pesawat.

Pesawat Batik Air yang kami tumpangi ternyata mendarat mulus. Mungkin merupakan salah satu penerbangan paling mulus yang saya alami. Kakak ipar yang tempat tinggalnya tak jauh dari Bandara Juanda sudah siap menjemput kami.

Apakah musibah AirAsia QZ 8501, setelah penerbangan Batik Air, akan membuat kami takut. Tentu tidak. Bagaimanapun menggunakan penerbangan udara tetap menjadi pilihan paling nyaman, tidak macet, lebih cepat, dan tentu saja tidak bikin capek. Soal musibah, kita serahkan kepada Alloh Subhanawata Alla. Sebab, jangankan di udara, sudah duduk santai pun jika saatnya ajal tiba ya tibalah.

Selanjutnya, dari rumah kakak Ipar, kami menikmati pemandangan pesawat mendarat yang paling cepat berlangsung setiap 20 menit sekali. Sebuah pemandangan biasa bagi kakak ipar saya, namun menjadi pengalaman langka bagi saya yang tempatnya jauh dari bandara.

pesawat4

pesawat3

pesawat2

pesawat1

Empat foto pesawat hendak mendarat di Bandara Juanda, Surabaya. Saya persis berada di bawahnya…

Polisi-Polisi Itu Malah Berselfie Ria di Suramadu


sura2

Polisi itu malah berselfie ria di jembatan Suramadu, kirain sedang menilang.

Ke Surabaya tak lengkap rasanya tanpa ke Suramadu. Dengan panjang 5.438 meter, jembatan yang melintasi Kota Surabaya dan Pulau Madura itu kini menjadi jembatan terpanjang di Indonesia.

Meski tujuan utama kami sesungguhnya ke Gunung Bromo, kami pun mencoba melintas Suramadu di hari Senin (22/12) lalu dengan dua rombongan mobil Innova. Mulanya, memasuki jembatan yang pembangunannya diresmikan Presiden Megawati Soekarnoputri pada 20 Agustus 2003 dan diresmikan pembukaannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009 itu, seperti memasuki jalan tol biasa.

Namun begitu masuk lebih dalam, ke tengah jembatan, semilir angin laut pun menerpa. Semakin nyata kemegahannya begitu memasuki dua pancang jembatan yang berdiri gagah. Inilah jembatan Suramadu itu. Pantas saja dibangun cukup lama karena jelas membutuhkan biaya dan perhitungan seksama.

Ingin rasanya berfoto ria di atas jembatan hebat itu. Namun kakak ipar mengisyaratkan tak akan berhenti karena memang dilarang. Sepanjang perjalanan menyebrang dari Surabaya, memang tak ada mobil yang berhenti. Semuanya melaju, baik yang melaju kencang, maupun yang perlahan. Saya sendiri tetap mengabadikan suasana jembatan itu dari dalam mobil.

Sesampai di ujung jembatan, kami pun berhenti sejenak di tempat berjualan souvenir. Dari tempat itu, jembatan Suramadu tampak terlihat jauh. Sekali lagi, kami agak kecewa tak bisa berfoto ria di atas jembatan tersebut, namun bisa memaklumi karena jika hal itu diizinkan akan menganggu arus lalu lintas. “Jika nekad dan ketahuan polisi, pasti ditilang,” ucap sang kakak ipar, yang tinggal di sekitar Surabaya.

Setelah membeli beberapa souvenir kami pun kembali berputar menuju Surabaya. Sebuah mobil dengan sejumlah polisi di depannya menarik perhatian. Mata kami pun semua memandang ke arah mobil yang berhenti dan dikira tengah distop polisi patroli. Ada perasaan bersyukur tak melakukan perbuatan nekat seperti sang sopir tadi.

Namun begitu dekat, ya ampun, ternyata polisi itu bukan sedang menilang pelanggar, sebaliknya para polisi tersebut sedang berselfie ria. “Aduuh pak, pengendara lain tak berani berhenti karena takut sampeyan tilang, malah bapak sendiri yang melanggar peraturan,” ucap saya dalam hati.

Ingin rasanya mengadikan foto ironi Pak Polisi itu, namun kejadian begitu cepat. Saya hanya bisa memotretnya dari kejauhan.

Lalu, bagaimana peraturan bisa ditegakkan bila para penegak keadilan malah melanggar peraturan?

sura3

Megahnya jembatan terpanjang di Indonesia, Suramadu (sudah diedit)

sura4

Jembatan Suamadu dari ujung pula Madura. Terlalu jauh memang

Merasakan “Keajaiban” Kabut Gunung Bromo


kabut5

Menembus dan merasakan kabut Gunung Bromo dengan kuda.

Kabut sebuah pemandangan yang kian langka. Bayangkan pemandangan langka itu bisa disaksikan dari atas, dari bawah, dan bahkan menyentuh kelembutannya.

Kelengkapan itu antara lain bisa sekaligus disaksikan di kawasan wisata Gunung Bromo, Jawa Timur. Saat cuaca cerah seperti kami alami Selasa (23/12) lalu, dari Gunung Penanjakan, pemandangan kabut bak sebuah lautan lepas yang memenuhi padang Pasir Gunung Bromo.

Pemandangan seperti itu mulai membentuk sebelum matahari terbit dan makin jelas setelah matahari muncul dengan keindahan sinarnya. Sejak itu, kami bersama pengunjung lainnya, mulai turun ke bawah menuju padang pasir Gunung Bromo.

Ternyata di bawah kabut yang perlahan menurun itu sudah ada ribuan wisatawan karena saat itu musim liburan. Sebagian menuju kawah Gunung Bromo, sebagian lainnya cukup berada di padang pasir dengan pemandangan mobil jip-jip berjajar dan jip berjalan berurutan membawa penumpang. Juga mulai berdatangan kuda-kuda yang siap mengantar pengunjung ke kawah Gunung Bromo.

Namun sejauh mata memandang hanya berisi kabut. Ibarat sebuah lautan kabut, pengunjung, kuda, dan jip adalah “ikan-ikan”nya yang bergerak ke sana ke mari. Meski berkabut, sudah banyak penjual makanan/minuman bahkan jualan pakaian. Adapula fasilitas toilet, tapi antrinya luar biasa karena kedatangan pengunjung saat bersamaan.

Beberapa puluh menit kemudian, samar-samar sebuah gunung raksasa terlihat. Lalu tertutup kabut lagi. Tadinya kami mengira itu, Gunung Semeru. Ternyata Gunung Batok. Karena berada di bawah kakinya Gunung itu tampak besar dan tinggi. Wujudnya kian nyata takkala kabut menghilang perlahawan.

Aha, seperti menikmati magic atau sulap. Yang tadinya tidak ada, tiba-tiba berdiri gagah di depan mata. Begitulah kawasan wisata Gunung Bromo. Dengan sapuan kabut terasa misterinya, begitu kabut hilang keindahan karya Sang Maha Pencipta itu kian nyata di depan mata.

kabut1

Hamparan kabut di lembah Gunung Bromo dari Penanjakan

kabut4

Mobil jip berjajar usai mengantar penumpang. Sejauh mata memandang hanyalah bayangan kabut

kuda3

Ketika kabut mulai menghilang perlahan. Gunung Batok pun kelihatan

kabut6

Tuh kan, saat kabut benar-benar menghilang, keindahan kawasan Bromo dengan Gunung Batoknya tampak kian menawan.

Bersyukur Bisa Menikmari “Famous Sunrise” di Penanjakan


tongsis8

Matahari terbit Gunung Bromo dari Penanjakan…

Banyak orang telah berkunjung ke Gunung Bromo, tak sedikit yang kecewa karena tak bisa menikmati momen matahari terbit atau sunrise. Meski berada di sama-sama pegunungan, kabut dan mendung sering menghalangi pemandangan matahari terbiit di kawasan itu.

Demikianlah yang kami tahu setelah berkunjung ke salah satu kawasan wisata terindah di dunia, kawasan Gunung Bromo. Beberapa kawan telah mengingatkan, sebaiknya jangan pergi di musim hujan karena keindahan Gunung Bromo akan bisa dinikmati saat musim tanpa hujan.

Tentu kami memperhatikan saran itu, namun tak bisa membatalkannya. Liburan sekolah tak bisa digeser dan anak-anak sudah setuju ke Gunung Bromo sehingga pemesanan tiket pesawat dan kereta api, plus penginapan, tentunya harus dilakukan jauh hari.

Kami pun berdoa agar bisa menikmati pemandangan mata hari terbit dan pemandangan lainnya seperti padang pasir, kawah Gunung Bromo, pasir berbisik, hingga lembah teletabies.

Setelah melalui perjalanan cukup panjang, akhirnya kami tiba di penginapan. Kami beristirahat lebih awal karena jadwal pertama melihat matahari terbit di Gunung Penanjakan dimulai pukul 03.00 pagi.

Tak semua bisa tidur nyenyak memang. Selain hawa dingin, juga ingin segera menyaksikan keindahan Gunung Bromo. Malam itu ternyata hujan cukup deras, namun hanya beberapa jam. Hujan pada malam itu membuat cuaca pagi cukup cerah.

Kami pun menggunakan mobil jeep beriringan sepanjang jalan berkelok-kelok dengan mobil-mobil lainnya. Karena sulitnya perjalanan di kawasan Gunung Bromo, hanya mobil jenis Jeep yang diizinkan berkeliaran. Mobil pribadi di parkir di tempat penginapan.

Mobil jeep itu kemudian di parkir sepanjang jalan puncak Penanjakan. Beberapa ojek berkeliaran menawarkan tumpangan. Ojek tentu sangat berguna bagi pengunjung yang fisiknya kurang prima.

Di lokasi yang dituju, pengunjung begitu padat. Hari libur Natal dan Tahun Baru merupakan peak season alias waktu paling padat kunjungan.

Pemandangan di bawah Gunung Penajakan tampak terlihat luas. Nun jauh langit di depannya membentuk awan indah bak pohon jamur.

Setelah menunggu sekitar satu jam, pancaran sinar matahari mulai mengawali tanda-tanda munculnya matahari. Benar saja, perlahan tapi pasti sang mentari itu muncul begitu indahnya. Bulat jingga bak bola api yang sangat terang ciptaan sang maha kuasa.

Banyak orang berdecak kagum. Semua pun mengabadiannya. Baik secara langsung maupun menggunakan tongsis (tongkat narsis). Tongsis iniah yang membedakan perilaku pengunjung dalam beberapa tahun terakhir.

Memoto sendiri alias selfie bukan lagi hal yang norak. Narsis menggunakan tongkat pun memberikan hasil tersendiri. Setelah selesai, dan melihat hasil-hasilnya, kami pun puas.

Seorang saudara yang kami tunjukkan foto-foto tersebut langsung iri. Ia bilang sudah tiga kali ke Gunung Bromo dan tak pernah menyaksikan pemandangan sunrise yang begitu indahnya. Tak salah ada yang menyebut pemandangan matahari terbit di Gunung Bromo sebagai Famous Sunrise.

Kami pun bersyukur bisa menikmati keindahan karya Sang Maha Pencipta.

tongsis41

Tongkat narsis di antara pancaran sinar menjelang matahari terbit..

tongsis11

Aha, Selfie juga tampak mengasyikan

tongsis3

Di antara beberapa gunung sekitar Bromo. Ada Gunung Batok, Ada Gunung Semeru

tongsis2

Mahari mulai meninggi

Situs Gunung Padang Lebih Hebat dari Candi Borobudur?


Situs Gunung Padang dengan batu-batu berserakan

Situs Gunung Padang dengan batu-batu berserakan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh mengklaim situs Gunung Padang nantinya akan menjadi obyek wisata yang lebih hebat daripada Candi Borobudur. Situs Gunung Padang dinilainya sebagai temuan yang sangat mengagumkan.
“Nanti ini akan jadi obyek wisata yang jauh lebih hebat dibanding Borobudur,” ujar M Nuh di kantor Kemendikbud, seperti dikutip Antara, Minggu (17/8).
Menurut mantan Rektor ITS itu, situs Gunung Padang sudah ditemukan sejak 2.500 tahun sebelum Masehi. Pada saat itu sudah ada tanda-tanda sebuah peradaban manusia di Gunung Padang. Padahal, saat itu masih jauh sebelum peradaban manusia setelah Masehi muncul.
Nuh mengatakan, tim nasional untuk mengelola Gunung Padang ini sudah dibentuk. Tim tersebut terdiri dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian ESDM, Gubernur Jawa Barat, Bupati Cianjur, dan TNI Angkatan Darat.
Nantinya, situs Gunung Padang akan dimanfaatkan untuk kepentingan edukasi dan juga obyek wisata. Targetnya, penyelesaian tahap kedua riset situs Gunung Padang akan selesai tahun ini. Sedangkan secara keseluruhan ditargetkan selesai 4 hingga 5 tahun ke depan.
Gunung Padang merupakan situs prasejarah peninggalan kebudayaan Megalitikum. Lokasi di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Lokasi dapat dicapai 20 kilometer dari persimpangan kota kecamatan WarungKondang, di jalan antara Kota Kabupaten Cianjur dan Sukabumi.
Luas kompleks “bangunan” kurang lebih 900 m², terletak pada ketinggian 885 m dpl, dan areal situs ini sekitar 3 ha, menjadikannya sebagai kompleks punden berundak terbesar
Situs yang sebenarnya sudah lama ditemukan. Laporan pertama mengenai keberadaan situs ini dimuat pada Rapporten van de Oudheidkundige Dienst (ROD, “Buletin Dinas Kepurbakalaan”) tahun 1914. Sejarawan Belanda, N. J. Krom juga telah menyinggungnya pada tahun 1949.
Setelah sempat “terlupakan”, pada tahun 1979 tiga penduduk setempat, Endi, Soma, dan Abidin, melaporkan kepada Edi, Penilik Kebudayaan Kecamatan Campaka, mengenai keberadaan tumpukan batu-batu persegi besar dengan berbagai ukuran yang tersusun dalam suatu tempat berundak yang mengarah ke Gunung Gede.
Selanjutnya, bersama-sama dengan Kepala Seksi Kebudayaan Departemen Pendidikan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, R. Adang Suwanda, ia mengadakan pengecekan. Tindak lanjutnya adalah kajian arkeologi, sejarah, dan geologi yang dilakukan Puslit Arkenas pada tahun 1979 terhadap situs ini.
Bikin Heboh
Staf Khusus Presiden SBY, Andi Arief kemudian membuat situs itu menjadi heboh tahun 2012-an. Menurut aktivis mahasiswa 1998 yang pernah diculik tentara ini, ada banyak peninggalan berharga di situs Gunung Padang.
Ia merujuk pada cadangan emas di Gunung Grasberg, Papua. Saat gunung itu diteliti dan ditemukan geolog Belanda, Jean-Jacques Dozy, pada 1936, tak ada yang percaya di sana tersimpan logam mulia. Laporannya di jurnal ilmiah bahkan dicampakkan. Mata dunia terbuka setelah geolog PT Freeport McMoran membuktikannya 30 tahun kemudian. Papua kini jadi tambang emas yang tak impas-impas.
Kalau pun bukan emas, kata Andi Arief, logam di perut Gunung Padang itu telah menunjukkan pada tahun 8000 sebelum Masehi peradaban di Cianjur sudah sangat maju. Pada masa itu, belum ada peradaban lain di dunia yang menghargai dan menggunakan logam untuk kehidupan sehari-hari.
Temuan sementara tim yang dipimpin Danny Hilman Natawidjaja, geolog di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, itu menunjukkan bahwa Gunung Padang adalah selimut yang menutupi sebuah bangunan tempat pemujaan purba berupa punden berundak. Punden itu terkubur akibat suatu bencana besar yang melumat penduduknya.
Jika semua asumsi itu terbukti, Andi yakin temuan Gunung Padang tak hanya akan mengguncang dunia arkeologi, tapi juga sejarah umat manusia. “Ganjarannya hadiah Nobel,” ujar Arief seperti ditulis Tempo.
M Nuh tampaknya satu pikiran dengan Andi Arief, namun untuk mengalahkan nama besar Candi Borobudur, tampaknya masih perlu banyak dana untuk meneliti, merekontruksi, sekaligus membuktikan bahwa situs Gunung Padang itu benar-benar hebat. Ingat Gunung Padang tinggalah batu-batu berserakan, sedang Borobudur kini sebuah peninggalan yang utuh. Dan biaya untuk membuat Borobudur utuh tidaklah sedikit. Biaya mengembalikan Borobudur dari abu letusan Gunung Merapi saja cukup banyak.  Sedang dana Situs Gunung Padang belum ada apa-apanya.

 

SITUS GUNUNG PADANG
* Laporan pertama keberadaan situs Gunung Padang tahun 1949
* Maret 2011 kantor Staf Khusus Presiden membentuk tim peneliti
* Hasilnya banyak hal menganggumkan, situs itu termasuk peradaban piramid
* Saat ini riset masuk tahapan ekskavasi, yaitu pembuangan lapisan tanah
* Mendikbud M Nuh menyebut riset Gunung Padang ikut dibiayai Dana Abadi Pendidikan
* Tahun depan memasuki riset tahap kedua dengan dana Rp 3 miliar dari Dana Abadi Pendidikan

Oleh~oleh Khas Mudik 2014


Setiap mudik selalu membawa oleh-oleh. Selain makanan, biasanya, cerita tentang dahsyatnya kemacetan selama perjalanan. Pertanyaan pertama yang dilontarkan untuk pemudik adalah berapa lama menempuh perjalanan sampai ke kota tujuan.

Saya sendiri telah menceritakan rekor perjalanan mudik selama 26 jam dari Jakarta ke Cilacap pada Kamis 24 Juli hingga Jumat 25 Juli. Sedang kembalinya ke Jakarta pada Kamis 31 Juli 2014 relatif lancar, sekitar 16 jam. Beruntung saya punya mertua yang peduli terhadap anaknya yang jadi pemudik.

Sang mertua selalu telah menyiapkan oleh-oleh untuk dibawa ke Jakarta, terutama beras dan makanan khas seperti lanting dan sebagainya.

Tapi oleh-oleh khas kami selama mudik 2014 adalah foto-foto yang kami susun dalam bentuk Picflow via android dan Flipagram via Ipad atau Iphone. Jadi foto-foto selama mudik dan arus mudik tahun itu tak perlu kami buang karena penuhnya tempat penyimpanan, foto tersebut telah kami abadikan via album foto dengan iringan lagunya.

Salah satunya bisa dilihat via youtube. Adapun inspirasi pembuatan album kenangan yang jadi oleh-oleh khas itu adalah anak bungsu kami, Rara.

Ini adalah salah satu album mudik kami yang sudah diunggah di Youtube. –> Musik dan tempat yg bikin damai: desperado: http://youtu.be/ZInyeKPI9Pc