Jejak Karier Dirut BTN Pahala N Mansury


Pahala N Mansury saat jabat Dirut Garuda

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir tengah merombak jajaran pimpinan BUMN.

Selain Basuki Tjahaja Utama atau Ahok ditetapkan menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Erick menunjuk Pahala N Mansury sebagai Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN).

Pahala menggantikan Suprajarto yang sebelumnya mengundurkan diri setelah ditunjuk di RUPSLB.

Sebagai informasi, Pahala sebelumnya menduduki posisi Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero).

Kini posisi tersebut diisi oleh Direktur Utama PT Telkomsel Emma Sri Martini.

Sebagai informasi, perjalanan karier Pahala dimulai sebagai konsultan manajemen di Andersen Consulting hingga tahun 1997.

Pada tahun 1998, Pahala bekerja paruh waktu di salah satu sekuritas di New York.

Pahala bergabung dengan Booz Allen & Hamilton sebagai konsultan senior selama satu tahun di 1999.

Pada tahun yang sama ia juga sempat bergabung dengan Boston Consulting Group sebagai pemimpin dalam beberapa proyek perbankan.

Kemudian di tahun 2003, Pahala memulai kariernya di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Bank Mandiri menjadi salah satu pijakan penting karier Pahala sebab dari sini kariernya terus meningkat.

Di tahun 2010, Pahala dipercaya sebagai salah satu direktur Bank Mandiri.

Jabatan itu dia dapat setelah menjabat sebagai EVP Coordinator Finance & Strategy and Chief Financial Officer. Selanjutnya, pada April 2017, Pahala dipercaya menjadi Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Dia menjabat sebagai orang nomor satu maskapai pelat merah selama 17 bulan sebelum akhirnya digeser menjadi Direktur Keuangan Pertamina.

Adapun pria kelahiran tahun 1971 mendapatkan gelar sarjananya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI). Kemudian, dia memperoleh gelar pendidikan lebih tinggi yakni MBA Finance dari Stern School of Business, New York University, Amerika Serikat (AS).

Pahala N Mansury kini menjadi direktur keuangan PT Pertamina (Persero). Pahala menjadi direktur keuangan setelah mendapat restu dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar hari ini, Kamis (13/9/2018).

Lantas, bagaimana perjalanan karier Pahala N Mansury?

Jejak Karier Pahala N Mansury

  • Kelahiran tahun 1971
  • Gelar sarjananya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI).
  • MBA Finance dari Stern School of Business, New York University, Amerika Serikat (AS).
  • 1997: Konsultan manajemen di Andersen Consulting.
  • 1998: bekerja paruh waktu di salah satu sekuritas di New York.
  • 1999: bergabung dengan Booz Allen & Hamilton sebagai konsultan senior.
  • 1999: sempat bergabung dengan Boston Consulting Group sebagai pemimpin dalam beberapa proyek perbankan.
  • 2003: memulai kariernya di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
  • 2003-2010: EVP Coordinator Finance & Strategy and Chief Financial Officer.
  • 2010: dipercaya sebagai salah satu direktur Bank Mandiri.
  • 2017: Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
  • 2018: Direktur Keuangan Pertamina
  • 2019: Direktur Utama BTN

Asyiknya Stasiun Palmerah


palmerah3

Melihat kedatangan KRL Commuterline dari lantai dua Stasiun Palmerah, Senin (8/6/2015)

Setelah hampir setahun dikerjakan, akhirnya renovasi Stasiun Palmerah selesai. Dan sejak Sabtu 6 Juni 2015 lalu bisa digunakan oleh pengguna KRL Commuterline.

Dengan biaya sekitar Rp 36 miliar, Stasiun Palmerah pun menjadi salah satu Stasiun termegah di Jakarta setelah Stasiun Gambir. Bedanya Stasiun Gambir memiliki empat peron, sedang Palmerah dua peron.

Namun beda lainnya, bangunan dua lantai Stasiun Palmerah, selain dilengkapi tangga biasa, ekslatator atau tangga berjalan, juga lift. Meski yang terakhir belum bisa dioperasikan pada tanggal 6 Juni 2015 kemarin.

Sebagai pengguna KRL Commuterline yang berkantor di Palmerah, saya pun bisa merasakan perubahannya. Dulu, stasiun itu sangat sempit. Bahkan para penumpang KRD bisa tumpah hingga rel untuk berebut masuk lewat pintu sebelah, bukan seharusnya.

Untuk menuju Stasiun Tersebut pun harus menggunakan penyebrangan manual. Yang berbunyi setiap beberapa menit setelah tombolnya dipijit. Penyebrangan seperti ini sangat riskan terjadi kecelakaan karena banyak kendaraan melaju sangat kencang. Sebaliknya pengguna Commuterlina banyak yang terburu-buru.

Sekarang ada pilihan menggunakan jembatan penyebrangan. Di lantai dua stasiun tersebut, calon penumpang pun bisa mengabadikan pemandangan sekitarnya, termasuk kemegahan stasiun.

Stasiun Palmerah pun kelak mungkin bisa menjadi meeting point atau tempat janjian karena space masih luas untuk tempat restoran atau minimarket. Janjian di Stasiun Palmerah mestinya lebih murah karena kereta commuterline kini bisa nyambung kemana-mana dibanding harus menggunakan kendaraan umum atau pribadi yang selalu macet di Jakarta.

pelmerah4

Begini bangunan baru Stasiun Palmerah dengan jembatan penyeberangannya ke arah Senayan.

palmerah1

Nih salah satu yang membedakan dengan stasiun lain. Stasiun Palmerah kini ada eksalatornya.

palmerah2

Pemandangan malam hari sekitar Stasiun Palmerah

peron

Pemandangan Palmerah sebelum renovasi selesai. Bisa dibayangkan nunggu di rel saat kereta justru mau masuh. Kayaknya masih jaman penjajahan banget ya.

PT KAI “Mbok Ya” Pikirkan Juga Daya Tampung Stasiun


tanahabang4

Penumpang berdiri berjajar padat menunggu kedatangan KRL Commuterline di Stasiun Tanah Abang. Tak ada lagi ruang berlalu lalang.

Datanglah ke stasiun Tanah Abang antara pukul 16.00 hingga 17.00, maka Anda akan mendapat pemandangan padat luar biasa. Bahkan ruang tunggu di peron jalur 5 dan 6 jurusan Tanah Abang-Serpong rasanya seperti tak muat lagi.

Sebab peron stasiun pada jam itu harus berbagi antara penumpang KRL dan KRD jurusan Rangkasbitung. Suasana gaduh pertemuan dua gelombang penumpang sudah terasa di depan loket stasiun di lantai dua. Sebagian diantara mereka menunggu dilantai tersebut menunggu pengumuman kedatangan kereta.

Stasiun Tanah Abang Abang memiliki enam lajur kereta. Namun hanya ada dua peron tempat menunggu. Yakni Peron arah Serpong dan Peron arah Manggarai/Bogor-Duri/Jatinegara. Terlambat sedikit saja kedua peron tersebut langsung padat.

Kedua peron itu saat kian padat karena terjadi lonjakan penumpang commuterline yang diikuti penambahan jumlah operasional commuterline. Memang pada tahun 2013 ada penambahan hall, namun yang dibutuhkan sebenarnya perluasan peron tempat menunggu.

Jika sudah terlambat, antarpenumpang tak bisa lagi melintas. Mereka biasanya meluber hingga turun ke rel, atau melintas melalui rel agar bisa menunggu kereta seperti penumpang lainnya. Pemandangan seperti ini hampir terjadi setiap hari.

PT KA mestinya tak hanya memikirkan target jumlah penumpang terangkut, namun keamanan dan kenyamanan penumpang saat menunggu di setiap stasiun.

tanahabang5

tanahabang3

Melintas perlahan melalui bibir peron yang sempit

tanahabang1

Penumpang turun penumpang datang “berebut” peron. Ada yang mengambil jalan pintas via rel.

Rame-Rame Serahkan Kakaktua Jambul Kuning


Warta Kota/soewidia henaldi Burung Kakatua Jambul Kuning yang diamankan petugas BKSDA wilayah II Jawa Barat.

Burung Kakatua Jambul Kuning yang diamankan petugas BKSDA wilayah II Jawa Barat (foto Warta Kota/wid)

Istri Presiden Indonesia keempat Abdurrahman Wahid, Shinta Nuriyah menyerahkan burung kakatua peliharaannya kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, di Gedung Manggala Wanabakti, Senin (18/5). Penyerahan burung kakatua jambul kuning ini diterima langsung oleh Menteri KLHK, Siti Nurbaya.

Aksi Sinta membuat panjang daftar warga yang menyerahkan burung langka tersebut untuk dipelihara pemerintah. Sinta mengaku tergerak dengan tayangan televisi. Burung yang telah dipelihara 10 tahun pun ia iklaskan untuk dirawat pemerintah hingga mungkin dilepas ke habitatnya. “Saya ingin juga memelihara itu sebagai kenang-kenangan kepada bapak (Gus Dur). Tapi beberapa waktu lalu ketika melihat di televisi banyak sekali terjadi penyelundupan burung yang sangat begitu kejam caranya. Saya sangat kaget sekali kenapa seperti itu,” kata Sinta seperti dikutip CNN.

Di tempat terpisah, pada hari yang sama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah II, Jawa Barat menerima Kakatua Jambul Kuning. Kepala BKSDA Wilayah II Bogor, Arif Wibawanto menjelaskan, dua burung tersebut diserahkan secara sukarela pemiliknya di Cilodong, Depok dan Cileungi, Kabupaten Bogor.

“Kakatua yang diambil dari Depok berukuran 30 centimeter dengan usia sekitar delapan tahun. Sedangkan yang diambil dari Bogor, ukurannya 25 centimter dengan usia sekitar lima tahun,” ujarnya kepada wartawan di Kantor BKSDA wilayah II Bogor, Jalan Keradenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Menurut Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Awen Supranata menjelaskan tata cara penyerahan satwa burung kakaktua jambul kuning terjamin dan legal. “Caranya mudah tinggal telepon kami, telepon BKSDA DKI Jakarta atau BKSDA lainnya. Hampir seluruh provinsi ada BKSDA. Jadi tinggal telepon ke kami terserah, yang bersangkutan apa ingin datang langsung ke sini bisa secara langsung,” tutur Awen seperti dikutip detik.com.

DAFTAR WARGA SERAHKAN KAKAK TUA JAMBUL KUNING
* Sinta Nuriyah Wahid menyerahkan burung kakatua jambul kuning yang sudah dipelihara 10 tahun kepada Menteri LH dan Kehutanan Siti Nurbaya, Senin (18/5).
* M Nuh Nasution, warga Gunung Putri, Bogor menyerahkan burung kakaktua jambul kuning, Senin (18/5). Ia sudah dua tahun memelihara hewan yang diperoleh dari seorang seorang teman.
* Pasangan Muhammad Rizal-Ratu Venny (Perumnas III No. 227, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan) serahkan burung kakak tua jambul kuning, Minggu (10/5). Burung hadiah dari teman.
* Dedi, warga kompleks Griya Serdang, Kecamatan Kramat Watu, Kabupaten Serang, Banten – dua kakaktua jambul kuning, Senin (11/5). Burung dibeli dari hasil menjual barang bekas.
* Warga di wilayah Cakung, Jakarta Utara kepada BKSDA DKI Jakarta. Penyerahan dilakukan setelah terjadi pengungkapan kasus penyelundupan sejumlah burung kakatua dalam botol plastik bekas air minum mineral di Surabaya, Senin (4/5) lalu.

BERIKUT POSKO DAN HOTLINE BKSDA YANG BISA DIHUBUNGI
1. Gedung Manggala Wana Bhakti Kementerian Kehutanan RI, Jl Gatot Soebroto, Jakarta Selatan
2. Kantor BKSDA DKI Jakarta, Jln. Salemba Raya No. 9. Telp. 021-3908771
3. Pusat Penyelamatan Satwa (PPS), Jln. Benda Raya No. 1, Tegal Alur, Jakarta Barat. Telp. 021-55957065
4. Hotline Satgas BKSDA 021 3158142.

Pembunuh Sri Wahyuni Divonis 17 Tahun Penjara


Jean-Alter-Huliselan_reference

JAH saat rekonstruksi (foto tabloidnova.com)

Setelah beberapa kali penundaan, Jean Alter Huliselan alias JAH (31) pelaku tunggal pembunuh wanita cantik Sri Wahyuni divonis 17 tahun penjara, di Pengadilan Negeri Tangerang, Senin (4/5). Vonis tersebut lebih ringan dibanding tuntutan penjara selama 20 tahun.

Ketua majelis hakim, Abner Situmorang mengatakan bahwa Jean terbukti melanggar Pasal 338, 339, 351, dan 365 KUHP tentang pembunuhan, penganiayaan, dan pencurian dengan kekerasan.
Pemotongan masa hukuman Jean, lanjut Abner, adalah karena Jean berlaku kooperatif selama persidangan. “Terdakwa mengakui perbuatannya membunuh korban, dan bisa diajak bekerja sama dalam persidangan. Mengadili dan memutuskan dengan hukuman 17 tahun penjara,” kata Abner.
Usai mendengar vonis hakim, JAH tampak kecewa. Ia langsung melengos menuju ruang tahanan tanpa bersalaman dengan majelis hakim maupun jaksa.

KRONOLOGI KASUS PEMBUNUHAN SRI WAHYUNI OLEH JAH
19 Nopember 2014:
• Sri Wahyuni (42) ditemukan tewas di dalam mobil Honda Freed abu-abu bernomor parkir B 136 SRI di Terminal 2D Bandara Soekarno Hatta.
21 Nopember 2014.
• Setelah jadi buruan polisi, sosok misterius di balik tewasnya Sri Wahyuni, Jean Alter Huliselan (JAH) ditangkap di rumahnya di Nabire, Papua, Kamis malam.
22 Nopember 2014
• Kepada polisi, JAH (31) mengaku telah mencekik korban (Sri Wahyuni). Sebelumnya mereka terlibat pertengkaran di dalam mobil Honda Freed B 136 SRI milik korban. Jean mengaku cemburu karena Sri sempat dicolek-colek oleh kawan wanitanya saat berada di tempat hiburan malam kawasan Glodok, Jakarta Barat.
11 Februari 2015:
• Jean Alter Huliselan alias Mus Huliselan baru disidang di PN Tangerang. Jaksa menjerat terdakwa Jean Alter Huliselan dengan pasal berlapis yang ancaman hukumannya 20 tahun hingga penjara seumur hidup.
8 April 2015:
• JAH dituntut hukuman penjara selama 20 tahun. Jean dianggap melanggar pasal berlapis, yakni Pasal 339 dan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, Pasal 351 tentang penganiayaan, dan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.
4 Mei 2015:
• Setelah beberapa kali penundaan, persidangan kasus pembunuhan Sri Wahyuni dengan terdakwa JAH akhirnya diketok. Majelis hakim Pengadilan Negeri Tangerang menjatuhi hukuman penjara selama 17 tahun.

Pilkada Tangsel Mulai Ramai: Airin, Ikhsan Mojo, Yadi Sembako dan Asda I Kabupaten Tangerang


Pilkada Kota Tangerang Selatan diperkirakan akan mulai dilakukan Mei-Juni 2015 mendatang. Nama-nama bakal calon walikota pun bermunculan; Nama populer seperti Airin Rachmi Diany (Walikota Tangsel) saat ini, dan Ikhsan Mojo, Ketua DPP Partai Demokrat pekan lalu menyatakan siapnya bertarung di arena Pilkada Tangsel.

Selasa (14/4), Asisten Daerah 1 Kabupaten Tangerang, Arsyid dan Komedian Yadi Sembako juga menyatakan siap maju ke Pilkada Kota Tangerang Selatan. Ia bahkan menyatakan siap dicopot dari jabatannya. “Saya tahu, langkah saya ini bisa membuat saya kehilangan jabatan. Tapi ini  adalah pilihan saya. Saya sudah siap terima semua risikonya,” ujar Arsyid seperti dikutip Warta Kota.

Arsyid menjelaskan, berdasarkan Undang-undang Kepegawaian, seseorang yang memiliki jabatan harus mengundurkan diri jika mau ikut dalam Pilkada. “Saya juga sudah siap untuk mundur. Saya sudah mantap. Masa pensiun saya pun sudah akan tiba sebentar lagi, 10 tahun lagi,” imbuhnya tenang.

Bupati Ahmed Zaki membenarkan bahwa Arsyid sudah mengutarakan keinginannya tersebut. “Pencalonan diri adalah hak. Saya tidak berhak melarang,” ucapnya. Hanya saja, kata Zaki, dirinya sudah meminta Arsyid untuk kembali mempertimbangkan keputusannya tersebut. “Karena risikonya kan bisa kehilangan jabatan. Kalau melarang sih jelas saya tidak berhak,” kata Zaki.

Demi melancarkan ambisinya, Arsyid mengaku sudah mulai bergerak bersilaturahmi ke beberapa partai politik untuk memperoleh dukungan. “Karena saya ini orang birokrasi dan bukan orang partai, maka saya harus cari partai pengusung terlebih dahulu. Saya sudah silaturahmi ke beberapa partai yang sudah membuka pendaftaran untuk ‘memasarkan’ diri saya,” kata Arsyid.

Adapun partai yang sudah dikunjunginya adalah Partai Nasional Demokrat dan Partai Demokrat. Ia berharap, akan ada banyak partai yang mendukungnya menjadi wali kota Tangsel berikutnya.

Sementara itu, Komedian Yadi Sembako mendatangi kantor DPD Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Tangsel, Selasa (14/4). Bersama tim suksesnya ia berniat mendaftarkan diri menjadi Walikota Tangsel periode 2016-2021.

Pria bernama asli Suryadi Ishak datang ke kantor DPD mengendarai mobil Mitsubushi Pajero putih. Foto-foto kehadiran Yadi di kantor PPP Tangsel pun bermunculan di media sosial, antara lain twitter.

Sebagai putra daerah, Yadi mengaku terpanggil untuk membenahi Tangsel “Sudah puluhan tahun saya tinggal di Pamulang. Jadi merasa punya tanggung jawab juga untuk meramaikan pesta demokrasi ini,” kata Yadi seperti dikutip Liputan6.

Tak hanya melamar ke PPP, Yadi berebcana melamar ke PAN sebagai partai koalisi Tangsel Bersatu untuk Pilkada tahun ini. Ia sempat terkejut saat mendaftarkan namanya. Ternyata dia merupakan nama ke-8 yang sudah mendaftar di PPP Tangsel saja.

TAHAPAN PILKADA DI TANGSEL
* Tahapan dimulai Mei-Juni 2015
* Pencoblosan 16 Desember 2015
* Penetapan rekapitulasi 28 Desember 2015
* Jumlah penduduk Tangsel 1,4 juta jiwa
* Calon independen harus kantongi 40.000 dukungan

BAKAL CALON WALIKOTA TANGERANG 2016-2021
* Airin Rachmi Diany (Petahana)
* Ikhsan Mojo (Ketua DPP Partai Demokrat)
* Arsyid (Asisten Daerah 1 Kabupaten Tangerang)
* Yadi Sembako (Komedian)
* Ivan Ajie Purwanto (Anggota DPRD Banten)
* Gacho Sunarso (Anggota DPRD Tangsel)
* Gusri Effendi (Ketua DPD Kota Tangerang)

EMPAT PILKADA DI PROVINSI BANTEN
1. Kota Tangerang Selatan,
2. Kota Cilegon
3. Kabupaten Serang
4. Kabupaten Pandeglang

Ini Rute Trans Anggrek Circle Line Terminal Pondok Cabe – Stasiun Rawa Buntu


Trans Anggrek 23JPG

Walikota Tangsel Airin Rahcmi Diany (berjilbab hijau) saat menjajal bus Trans Anggrek Circle Line, Minggu (12/4) – Foto tangerangselatankota.go.id.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akhirnya meresmikan lima unit bus yang diberi nama Trans Anggrek Circle Line. Kelima bus tersebut akan melayani perjalanan dengan rute dari Terminal Pondok Cabe hingga Stasiun KRL Commuter Line Rawa Buntu.

“Ini untuk seluruh warga Tangerang Selatan. Selama tahun 2015 sifatnya masih free, tidak dipungut biaya, dan operatornya masih pihak kami dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan,” kata Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany dalam keterangannya kepada Kompas.com, Senin (13/4).

Sebenarnya Airin sudah meresmikan bus koridor 2 dari delapan koridor yang direncanakan Minggu (13/4). Seperti dilansir situs resmi Pemkot Tangsel, tangerangselatankota.go.id, lima bus merek Hino itu akan melayani perjalanan dari Stasiun KRL Commuter Line Rawa Buntu hingga Terminal Pondok Cabe.

Adapun pemilihan Koridor 2 didasarkan atas pertimbangan lebar jalan yang sudah cukup ideal, banyak melewati unit-unit usaha kecil dan rumahan, serta banyaknya masyarakat yang melintas di jalur tersebut.

Menurut Kepala Dishubkominfo Kota Tangsel, Sukanta tujuh koridor lagi sedang dalam tahap pembenahan dalam hal pembangunan halte dan infrastruktur. Sukanta jelaskan, pihaknya terus melakukan evaluasi maupun monitoring di lapangan secara berkala setiap tiga bulan sekali.

“Jika memang memungkinkan, jumlah bus akan terus ditambah. Saat ini sudah 20 bus yang sudah disiapkan,” katanya. Tujuan dari pengoperasian bus Circle Line diutamakan mengurai kemacetan yang terus terjadi di Kota Tangsel.

Berdasarkan hasil kajian, kemacetan di Kota Tangsel saat ini disumbang oleh masih maraknya penggunaan kendaraan pribadi. Ditambah lagi kualitas angkutan umum masih dibawah standar dan keinginan masyarakat.
“Angkot masih dinilai tidak memberi kepastian, kendaraan tidak nyaman, serta rute trayek tidak efisien. Makanya masyarakat tetap menggunakan kendaraan pribadi meskipun hanya ke stasiun dan tempat pemberhentian bus feeder,” papar Sukanta.

Pengoperasian bus tersebut sudah dipersiapkan sejak tahun 2014. Dishubkominfo Kota Tangsel sudah melakukan sosialisasi sejak Desember tahun itu.

Namun pengoperasian secara gratis selama tahun 2015 tetap saja terkesan berbau kampanye karena kebetulan Airin maju lagi sebagai Walikota Tangsel periode kedua kalinya. Ia resmi sudah mendaftarkan diri via DPC Partai Demokrat pada Jumat (10/4) atau dua hari sebelum meresmikan operasioanal bus tersebut.

Strategi seperti itu saya kira sah-sah saja. Yang penting rencana membuat banyak angkutan nyaman di wilayah Tangsel bukan sekadar janji politik, tapi benar-benar menjawab kebutuhan real masyarakat.

Bus Trans Anggrek Circle Line koridor dua, misalnya, sangat membantu mobilitas masyarakat yang ingin menggunakan commuterline. Sedang akses mereka menuju angkutan massal sangat sulit. Selain Rawa Buntu, dua stasiun lain seperti Stasiun Sudimara, Jurang Mangu, dan Serpong.

Asal sesuai dengan kebutuhan masyarakat, mungkin tak perlu gratis, angkutan seperti itu pasti akan memperoleh sambutan positif.

TRANS ANGGREK CIRCLE LINE
RUTE KORIDOR 2:
* Teminal Pondok Cabe
* Jalan Agus Salim
* Jalan RE Martadinata
* Jalan Pajajaran
* Jalan Siliwangi
* Kampus ITI
* Jalan Raya Puspitek
* Jalan Taman Tekno
* Jalan Buaran Rawa Buntu
* Stasiun Rawa Buntu.

JAM OPERASI:
* 06.00 WIB
* 09.00 WIB
* 11.00 WIB
* 14.00 WIB
* 16.00 WIB
* 18.00 WIB.

FASILITAS ANGKUTAN
* 29 tempat duduk
* kamera pengawas (CCTV)
* jaringan internet atau WiFi
* Global Positioning System (GPS).