Ketiduran Sebelum Stasiun Manggarai


kereta

Malam hari menunggu commuterline di Stasiun Manggarai

Pada suatu malam di Stasiun Tanah Abang, saya terlambat mengejar KRL commuterline arah Bogor. Meski menyesal, saya menghibur diri bahwa jika pun terkejar saya pasti tak dapat tempat duduk hingga stasiun tujuan, yakni Stasiun Depok Baru.

Mengejar KRL commuterline adalah pemandangan sehari-hari di stasiun transit seperti Stasiun Tanah Abang. Saya yang pulang kantor antara pukul 21.00-22.00 wib dari Stasiun Palmerah ke Stasiun Tanah Abang harus bersiap-siap menyisakan nafas tersengal-sengal karena berlari-lari mengejar kereta. Maklum usia sudah tak muda lagi dan jarang berolahraga.

Karena terlambat, saya pun memilih ke toilet untuk buang air kecil. Lalu kemudian turun ke peron tiba. Tak lama kemudian, tanpa pengumuman, Commuterline arah Bogor muncul dengan gerbong yang kosong. Tadinya saya mengira itu commuterline yang hanya sampai Stasiun Manggarai. Namun dugaan saya salah setelah petugas mengumumkan bahwa itu commuterline tujuan Bogor berangkat dari Stasiun Duri. Yakni satu Stasiun sebelum Stasiun Tanah Abang.

Karena sebagian besar penumpang sudah terangkut commuterline sebelumnya, penumpang dari arah Tanah Abang pun hanya segelintir orang. Dan malam itu, untuk pertama kalinya, saya duduk sendiri di sebuah gerbong kosong. Beberapa teman di twitter mengomentari bahwa saya serasa mendapai kereta jemputan, meminjam istilah mobil jemputan.

Nah, di Stasiun Karet, muncul seorang penumpang yang juga tampak terkesan dengan kondisi gerbong yang lain dari biasanya. “Coba setiap hari begini,” kata penumpang tersebut, membuka percakapan. Ia selanjutnya duduk persis di depan saya.

Tanpa ditanya penumpang tersebut menyatakan bahwa sayangnya ia hanya turun di Manggarai untuk tujuan Bekasi. Saya tentu saja mengatakan bahwa tujuan saya ke Bogor.  Dia bilang Bogor lebih jauh dari Bekasi. Saya mengangguk.

Karena tampak lelah, pria tersebut tampak melamun. Ia tampak tak memedulikan puluhan penumpang yang kemudian memenuhi gerbong di Stasiun Sudirman. Saya sendiri aktif dengan HP saya. Membuka akun Instagram atau twitter untuk membunuh kebosanan karena biasanya antre di pintu Perlintasan Manggarai seperti malam itu.

Setelah menunggu akhirnya kereta yang saya tumpangi tiba di Stasiun Manggarai. Penumpang tujuan Bekasi dan Kota biasanya akan turun. Saat itu juga saya memandangi pria di depan saya yang ternyata tidak ikut turun. Masya Allah ternyata ia tertidur pulas. Dengan gerakan spontan saya segera membangunkan perlahan. Pria itu terkejut seraya langsung meloncat turun dari stasiun.

Dari kejauhan ia sempat menengok saya sambil mengacungkan jempolnya. Saya pun hanya tersenyum. Saya pun membayangkan Andai kata ia tak bilang tujuannya ke Bekasi dan harus turun di Manggarai bagaimana jadinya.

Beruntung jika ia kemudian bangun hanya beberapa stasiun setelah Manggarai, mungkin masih bisa kembali karena masih banyak kereta arah sebaliknya. Bagaimana jika sampai Bojonggede, Cilebut, Bahkan Bogor. Biasanya kereta paling malam sudah habis!

Dan saya bersyukur bisa membangunkan dan membuatnya terhindar dari peluang kian menjauhi rumah  dalam perjalanan pulangnya.

Asyiknya Stasiun Palmerah


palmerah3

Melihat kedatangan KRL Commuterline dari lantai dua Stasiun Palmerah, Senin (8/6/2015)

Setelah hampir setahun dikerjakan, akhirnya renovasi Stasiun Palmerah selesai. Dan sejak Sabtu 6 Juni 2015 lalu bisa digunakan oleh pengguna KRL Commuterline.

Dengan biaya sekitar Rp 36 miliar, Stasiun Palmerah pun menjadi salah satu Stasiun termegah di Jakarta setelah Stasiun Gambir. Bedanya Stasiun Gambir memiliki empat peron, sedang Palmerah dua peron.

Namun beda lainnya, bangunan dua lantai Stasiun Palmerah, selain dilengkapi tangga biasa, ekslatator atau tangga berjalan, juga lift. Meski yang terakhir belum bisa dioperasikan pada tanggal 6 Juni 2015 kemarin.

Sebagai pengguna KRL Commuterline yang berkantor di Palmerah, saya pun bisa merasakan perubahannya. Dulu, stasiun itu sangat sempit. Bahkan para penumpang KRD bisa tumpah hingga rel untuk berebut masuk lewat pintu sebelah, bukan seharusnya.

Untuk menuju Stasiun Tersebut pun harus menggunakan penyebrangan manual. Yang berbunyi setiap beberapa menit setelah tombolnya dipijit. Penyebrangan seperti ini sangat riskan terjadi kecelakaan karena banyak kendaraan melaju sangat kencang. Sebaliknya pengguna Commuterlina banyak yang terburu-buru.

Sekarang ada pilihan menggunakan jembatan penyebrangan. Di lantai dua stasiun tersebut, calon penumpang pun bisa mengabadikan pemandangan sekitarnya, termasuk kemegahan stasiun.

Stasiun Palmerah pun kelak mungkin bisa menjadi meeting point atau tempat janjian karena space masih luas untuk tempat restoran atau minimarket. Janjian di Stasiun Palmerah mestinya lebih murah karena kereta commuterline kini bisa nyambung kemana-mana dibanding harus menggunakan kendaraan umum atau pribadi yang selalu macet di Jakarta.

pelmerah4

Begini bangunan baru Stasiun Palmerah dengan jembatan penyeberangannya ke arah Senayan.

palmerah1

Nih salah satu yang membedakan dengan stasiun lain. Stasiun Palmerah kini ada eksalatornya.

palmerah2

Pemandangan malam hari sekitar Stasiun Palmerah

peron

Pemandangan Palmerah sebelum renovasi selesai. Bisa dibayangkan nunggu di rel saat kereta justru mau masuh. Kayaknya masih jaman penjajahan banget ya.

PT KAI “Mbok Ya” Pikirkan Juga Daya Tampung Stasiun


tanahabang4

Penumpang berdiri berjajar padat menunggu kedatangan KRL Commuterline di Stasiun Tanah Abang. Tak ada lagi ruang berlalu lalang.

Datanglah ke stasiun Tanah Abang antara pukul 16.00 hingga 17.00, maka Anda akan mendapat pemandangan padat luar biasa. Bahkan ruang tunggu di peron jalur 5 dan 6 jurusan Tanah Abang-Serpong rasanya seperti tak muat lagi.

Sebab peron stasiun pada jam itu harus berbagi antara penumpang KRL dan KRD jurusan Rangkasbitung. Suasana gaduh pertemuan dua gelombang penumpang sudah terasa di depan loket stasiun di lantai dua. Sebagian diantara mereka menunggu dilantai tersebut menunggu pengumuman kedatangan kereta.

Stasiun Tanah Abang Abang memiliki enam lajur kereta. Namun hanya ada dua peron tempat menunggu. Yakni Peron arah Serpong dan Peron arah Manggarai/Bogor-Duri/Jatinegara. Terlambat sedikit saja kedua peron tersebut langsung padat.

Kedua peron itu saat kian padat karena terjadi lonjakan penumpang commuterline yang diikuti penambahan jumlah operasional commuterline. Memang pada tahun 2013 ada penambahan hall, namun yang dibutuhkan sebenarnya perluasan peron tempat menunggu.

Jika sudah terlambat, antarpenumpang tak bisa lagi melintas. Mereka biasanya meluber hingga turun ke rel, atau melintas melalui rel agar bisa menunggu kereta seperti penumpang lainnya. Pemandangan seperti ini hampir terjadi setiap hari.

PT KA mestinya tak hanya memikirkan target jumlah penumpang terangkut, namun keamanan dan kenyamanan penumpang saat menunggu di setiap stasiun.

tanahabang5

tanahabang3

Melintas perlahan melalui bibir peron yang sempit

tanahabang1

Penumpang turun penumpang datang “berebut” peron. Ada yang mengambil jalan pintas via rel.

Uhuy, Tiga Stasiun Baru Arah Tangerang


duri

Dua kereta arah Tangerang (kiri) dan Arah Manggarai di Stasiun Duri

Rencana pengoperasian tiga stasiun tambahan KRL Commuterline seharusnya pekan ini, namun batak karena ada masalah teknis. Tiga stasiun tersebut adalah Stasiun Grogol, Stasiun Taman Kota, dan Stasiun Tanah Tinggi.

Pembangunan ke tiga stasiun itu merupakan program Kementerian Perhubungan. Sebelumnya, pelayanan jalur KRL ke arah Tangerang atau sebaliknya melewati delapan stasiun, yakni stasiun Duri, Pesing, Bojong Indah, Rawa Buaya, Kalideres, Poris, Batu Ceper dan stasiun Tangerang.

Dengan tambahan tiga stasiun, berarti ada 12 stasiun dari Jakarta ke Tangerang. Jumlah ini tetap paling sedikit di banding rute Stasiun Tanah Abang-Maja dengan 16 stasiun, Tanah Abang-Depok 16 Stasiun, Tanah Abang-Bekasi via Duri 16 Stasiun dan terbanyak Tanah Abang Bogor melewati 20 Stasiun.

Dengan pembangunan tiga stasiun baru Jakarta-Tangerang dipastikan membuat Stasiun Transit seperti Stasiun Duri, Tanah Abang, dan Manggarai semakin ramai.
TIGA STASIUN BARU
* Stasiun Tanah Tinggi antara Stasiun Tangerang dan Batu Ceper.
* Stasiun Taman Kota antara Stasiun Bojong Indah dan Pesing
* Stasiun Grogol antara Stasiun Pesing dan Stasiun Duri.

Ini Jadwal Perjalanan KRL Commuterline Duri-Tangerang

rutetangerang

Begini Perbandingan Tarif Baru dan Lama Commuterline: Umumnya Jadi Lebih Murah


commterlinee

Dua Commuterlina berpapasan di Stasiun Cawang. Kini angkutan massal tersebut kian sibuk..

Mulai hari ini, 1 April 2015. pengaturan tarif kereta rel listrik (KRL) Commuter Line Jabodetabek berubah. Sistem penetapan tarif yang semula berdasarkan jumlah stasiun yang dilewati, kini ditetapkan berdasarkan jarak kilometer (km) yang dilalui kereta.

Perhitungannya 1-25 Km pertama. Kalau dihitungkan 25×200 jadi Rp 5000. Tetapi untuk commuter line ada subsidi Rp 3000 karena merupakan public service obligation (PSO). Sehingga tarifnya untuk 1-25 Km pertama yang dilalui penumpang pembayaran sebesar Rp 2000.

Nah, penentuan tarif berikutnya dihitung 1-10 Km berikutnya yakni Rp 2000, namun ada subsidi dari Kemenhub sebesar Rp 1000, sehingga untuk 1-10 Km berikutnya hanya dikenakan Rp 1000.

Sementara itu tarif lama untuk 1-5 stasiun pertama diberikan PSO sebesar Rp 3.000 per penumpang dan untuk 3 (tiga) stasiun berikut dan kelipatannya diberikan PSO sebesar Rp 500 per penumpang.

Sehingga tarifnya  1-5 stasiun Rp 2.000, 1-8 stasiun 2.500, 1-11 stasiun 3.000 da seterusnya (lihat tabel). Memang untuk jarak dekat, tarif baru itu mengalami penurunan.

Misal dari Stasiun Depok Baru ke Stasiun Cawang yang saat ini tarifnya Rp 2.500, dengan tarif baru nanti tarifnya Rp 2.000 karena hanya berjarak tak sampai 25 km.

Sementara itu untuk penumpang dari Stasiun Bogor ke Stasiun Tebet (15 stasiun) yang biasanya dikenakan tarif Rp 3.500 kini menjadi Rp 4.000 karena berjarak 45 km (yakni 25 km pertama Rp 2.000 plus 20 km berikutnya Rp 2.000).

PERBANDINGAN TARIF COMMUTERLINE LAMA DAN BARU

TARIF LAMA PER STASIUN

1       1 – 5 stasiun        2.000

2       1 – 8 stasiun        2.500

3       1 – 11 stasiun      3.000

4       1 – 14 stasiun      3.500

5       1 – 17 stasiun      4.000

6       1 – 20 stasiun      4.500

7       1 – 23 stasiun      5.000

8       1 – 26 stasiun      5.500

9       1 – 29 stasiun      6.000

10     1 – 32 stasiun      6.500

11     1 – 35 stasiun      7.000

TARIF SEKARANG PER KM (CONTOH)

Bogor – Depok Lama 23 km (5 Stasiun) – Rp 2000

Bogor – Tebet 45 km (15 stasiun) – Rp 4.000

Bogor – Kota 53 km (22 stasiun)  – Rp 5.000

Depok Baru – Cawang 19 km (9 stasiun) – Rp 2.000

Depok Baru – Gambir 26 km (14 stasiun) – Rp 2.000

Depok Baru – Kota 31 km (18 stasiun) – Rp 3.000

Tak Ada Lagi Jadwal Kereta Balik dari Stasiun Manggarai (Koreksi dan Update)


manggarai

Penumpukan penumpang di Stasiun Manggarai jadi pemandangan setiap malam. (dok pribadi)

Jadwal KRL Commuterline per 1 April 2015 memang semakin banyak. Karena makin banyak, Jadwal kereta balik yang biasanya berangkat dari Manggarai sudah tak ada lagi.

Pada artikel sebelumnya saya buat di ruang ini ada sejumlah jadwal kereta balik dari Manggarai. Ternyata saya salah baca (mohon maaf). Jadwal yang saya baca melalui daftar di jalur Red Line Kota-Bogor ternyata merupakan jadwal di jalur Yellow Line (Jatinegara/Tanah Abang – Depok/Bogor).

Sebelumnya kereta balik, yakni kereta api berangkat dari Stasiun Manggarai ke arah Depok Lama atau hingga Stasiun Bogor menjadi salah satu jadwal paling ditunggu. Kereta balik tersebut biasanya ada sekitar pukuk 17.00 hingga 18.00 atau 20,00 hingga 21.00.

JADWAL KERETA SORE DARI TANAH ABANG
132 (1844) Tanah Abang 15:28 Manggarai 15.41 – Bogor 16.41
137 (1864) Tanah Abang 15:48 Manggarai 16.01 – Bogor 17.07
141 (1848) Tanah Abang 16:09 Manggarai 16.23 – Bogor 17.29
147 (1850) Tanah Abang 16:39 Manggarai 16.50 – Bogor 17.56
151 (1852) Tanah Abang 16:56 Manggarai 17.09 – Bogor 18.15
156 (1854) Tanah Abang 17:22 Manggarai 17.35 – Bogor 18.41
161 (1856) Tanah Abang 17.49 Manggarai 18.03 – Depok Lama 18.40
166 (1858) Tanah Abang 18.16 Manggarai 18.29 – Bogor 19.35
172 (1860) Tanah Abang 18.39 Manggarai 18.52 – Bogor 19.58
174 (1862) Tanah ABang 18.52 Manggarai 19.06 – Bogor 21.12
180 (1864) Tanah Abang 19:24 Manggarai 19.37 – Bogor 20.42
185 (1866) Tanah Abang 19.41 Manggarai 19.55 – Bogor 21.02

Jadwal Lengkap di Sini ya Jakartabytrain

JADWAL COMMUTERLINE YANG DITEMPEL DI STASIUN TANAH ABANG (UPDATE)

krl11

krl12

COMMUTERLINE MALAM DARI STASIUN TANAH ABANG/KOTA
197 Tanah Abang  20.44  – Depok Lama 21.35 – Bogor 22.03
198 Stasiun Kota 20.44  – Depok Lama 21.45 – Bogir 22.13
199 Tanah Abang 20.59   – Depok Lama 21.50 – Bogor 21.18
200 Stasion Kota 10.54  – Depok Lama 21,55 – Bogor 21.23
201 Stasiun Kota 21.20  – Depok Lama 22.20
202 Tanah Abang 21.34   – Depok Lama 22.26 – Bogor 22.54
203 Tanah Abang 21.44   – Depok Lama 22.34
204 Tanah Abang 20.50  – Manggarai 21.01
205 Stasiun Kota 21.40 – Depok Lama 22.40
206 Tanah Abang 21.56 – Depok Lama 22.47 – Bogor 23.15
207 Stasiun Kota 21.55 – Depok Lama 22.55
208 Tanah Abang 22.17   –  Depok Lama 23.15 – Bogor 23.36
209 Stasiun Kota 22.15 – Depok Lama 23.20
211 Stasiun Kota 22.32- Depok Lama 23.24 –  Bogor 23.52
212 Tanah Abang 22.42  –  Depok Lama 23.32
213 Stasiun Kota 22.45 – Depok Lama 23.46
214 Tanah Abang 23.09 –  Depok Lama 23.59  – Bogor 00.27
215 Stasiun Kota 23.22  – Depok Lama 00.23 – Bogor 00.51

Jadwal Baru Commuterline Berangkat Stasiun Depok


depokbaru

Stasiun Depok Baru pagi hari (dok pribadi)

PT KAI Commuter Jabodetabek menambah perjalanan kereta rel listrik (KRL) commuter line mulai 1 April mendatang. Hal ini menyusul meningkatnya pengguna KRL.

Penambahan perjalanan misalnya untuk lintas Bogor (tentu saja termasuk Depok) yang sebelumnya terdapat 357 perjalanan setiap hari, menjadi 391 perjalanan atau mengalami penambahan 34 perjalanan.

Rentang jam perjalanan masih sama, yakni dimulai pukul 04.00 pagi dan terakhir 22.40 dari Bogor. Otomastis akan terjadi pemadatan jadwal.

Sebagai warga Depok, saya berkepentingan dengan jadwal kereta yang berangkat dari Depok. Mengapa? Karena kereta Depok, begitu biasanya disebut, kondisi kereta lebih longgar, bahkan bisa dapat tempat duduk.

Karena itu saya pun mencatat jam demi jam kereta yang berangkat dari Depok baik jurusan Jakarta Kota atau pun Stasiun Sudirman/Tanah Abang. Tepatnya dari Stasiun Depok Lama.

Yang terbaru (Update) saya sertakan jadwal kereta api dari Stasiun Depok Baru hingga pukul sekitar 09.00

JADWAL KRL COMMUTERLINE DARI STASIUN DEPOK BARU (UPDATE)

Tujuan Duri/Jatinegara

04.28 – Jatinegara

04.38 – Duri

04.48 – Jatinegara

04.58 – Duri

05.08 – Jatinegara

05.18 –Duri

05.28 – Jatinegara

05.43 – Jatinegara

05.53 – Duri

06.03 – Jatinegara

06-13 – Duri

06.23 – Jatinegara

06.53 – Jatinegara

07.08 – Jatinegara

07.23 – Jatinegara

07.38 – Jatinegara

07.54 – Duri

08.06 – Jatinegara

08.19 – Duri

08.24 – Jatinegara

08.33 – Duri

08.50 – Jatinegara

09.16 – Jatinegara

09-26 – Duri

09.38 – Jatinegara

09.48 – Duri

Tujuan Stasiun Kota

04.33 – Kota

04.43 – Kota

04.53 – Kota

05.03 – Kota

05.13 – Kota

05.23 – Kota

05.38 – Kota

05.58 – Kota

06.08 – Kota

06.18 – Kota

06.33 – Kota

06.43 – Kota

07.03 – Kota

07.13 – Kota

07.18 – Kota

07.28 – Kota

07.33 – Kota

07.44 – Kota

07.39 – Kota

07.49 – Kota

07.59 – Kota

08.10 – Kota

08.15 – Kota

08.29 – Kota

08.39 – Kota

08.45 – Kota

08.54 – Kota

09.11 – Kota

04.21 – Kota

04.33 – Kota

JADWAL COMMUTERLINE JURUSAN KOTA 
BERANGKAT STASIUN DEPOK (LAMA)
1. Pukul 05.48 (KA 1059)
2. Pukul 06.27 (KA 1067)
3. Pukul 06.43 (KA 0643)
4. Pukul 07.49 (KA 1089)
5. Pukul 08.10 (KA 1039)
6. Pukul 08,39 (KA 1000)
7. Pukul 09.11 (KA 1107)
8. Pukul 09.42 (KA 1113)
9. Pukul 11.13 (KA 1131)
10.Pukul 11.37 (KA 1137)

JURUSAN TANAH ABANG/JATINEGARA
BERANGKAT STASIUN DEPOK (LAMA)
1 Depok 04.24 – Cawang 04.55 – Tn Abang 05.15
2 Depok 04.34 – Cawang 05.05 – Tn Abang 05.25
3 Depok 04.54 – Cawang 05.25 – Tn Abang 05.45
4 Depok 05.14 – Cawang 05.55 – Tn Abang 06.15
5 Depok 05.49 – Cawang 06.24 – Tn Abang 06.44
6 Depok 06.09 – Cawang 06.44 – Tn Abang 07.04
7 Depok 07.04 – Cawang 07.39 – Tn Abang 07.55
8 Depok 08.15 – Cawang 08.54 – Tn Abang 09.24
9 Depok 08.55 – Cawang 09.34 – Tn Abang 09.54
10 Depok 09.22 – Cawang 09.59 – Tn Abang 10.24
11 Depok 10.43 – Cawang 11.26 – Tn Abang 11.46
12 Depok 11.33 – Cawang 12.04 – Tn Abang 12.24

Sebagai catatan, perubahan tidak hanya pada jadwal perjalanan, skema tarif CommuterLine juga akan berubah. Skema tarif tidak lagi berdasarkan stasiun namun berdasarkan kilometer. Untuk 25 km pertama, tarifnya adalah Rp. 2000 dan penambahan setiap 10 km adalah Rp. 1000

Saldo minimum untuk KMT adalah Rp. 11.000 sementara jaminan untuk THB adalah Rp. 10.000.

Jadwal lengkap per jurusan bisa di download di Jakartabytrain