Tip Mengurus SIM via Mobil SIM Keliling di Depok


sim

Pelayanan Mobil SIM Keliling di Honda Motorcare, Jalan Raya Sawangan, Depok.

Memperpanjang SIM melalui mobil SIM keliling tampaknya sudah menjadi kebutuhan penting mesti itu setiap orang melakukannya hanya lima tahun sekali. Terbukti, setiap hari, terutama tanggal muda, antrean mengurus SIM via mobil SIM terjadi.

Selain memperhatikan info lokasi dan hari pelayanan mobil SIM keliling, lebih baik Anda juga mempertimbangkan hal-hal seperti di bawah ini.

 TIP PERPANJANG SIM VIA MOBIL SIM KELILING DI DEPOK

  1. Jangan lupa bawa KTP asli dan lihat masa berlakunya
  2. Bawa juga SIM yang hendak diperpanjang, cek masa berlakunya. Jika sudah lewat setahun tak bisa diperpanjang lagi atau mengurus SIM baru di Polrestra Depok.
  3. Persiapkan fotokopi SIM, sebab mobil SIM keliling tak melayani fotokopi. Di beberapa lokasi pelayanan SIM, tempat fotokopi cukup jauh dan itu akan buang-buang waktu karena Anda kehilangan antrean.
  4. Kalau bisa jangan mengurus SIM saat tanggal muda, biasanya ngantre lebih panjang.
  5. Jika terpaksa ingin mengurus tanggal muda atau hari apa saja, pilih mengurus di lokasi yang sepi pengantre
  6. Menurut petugas lokasi pelayanan SIM keliling yang sepi pengantre adalah Senin pagi di Bojongsari dan Sabtu Sore di ITC (lihat tabel)
  7. Waktu pelayanan pagi pukul 08.00–12.00 WIB (bisa lebih jika ada antrean, diselingi waktu istirahat)
  8. Pelayanan sore khusus di ITC Depok dimulai pukul 16.00-20.00 WIB pasti sepi.
  9. Biaya SIM keliling di Depok adalah Rp.155.000 untuk SIM C, dan SIM A Rp.160.000.

LOKASI PELAYANAN MOBIL SIM KELILING DI DEPOK

Senin:

Depan Giant Bojongsari Jl. Raya Parung–Ciputat Sawangan, Depok

Selasa:

Depan Perumahan RRI Cimanggis (Samping RS Sentra Medika) Jl. Raya Bogor, Sukmajaya, Depok

Rabu:

Parkiran Depok Town Center (DTC) (Seberang Perumahan Maharaja), Jl. Raya Sawangan, Pancoran Mas, Depok.

Khusus Minggu ke-1 dan ke-3: Area Motor Care, 500 meter dari DTC arah Parung, Jl. Raya Sawangan, Pancoran Mas, Depok

Kamis:

Depan Cinere Mall (samping Pos Polisi Cinere Mall) Jl. Cinere Raya, Depok

Jumat:

Parkiran Depok Town Square (DETOS) Dekat ATM Center Jl. Margonda Raya, Pondok Cina, Depok

Sabtu (pagi):

Depan Margo City Jl. Margonda Raya, Pondok Cina, Depok

Sabtu (sore):

Depan ITC Depok Jl. Margonda Raya, Pancoran Mas, Depok Pelayanan dimulai pukul 16.00-20.00 WIB

Minggu:

Depan SPBU Pondok Cina Jl. Margonda Raya, Pondok Cina, Depok

Mobil SIM Keliling Tidak Lagi di DTC Depok


sim3

Pelayanan Mobil SIM Keliling di Honda Motocare, Depok, Rabu (4/3).

Menyimpan jadwal pelayanan SIM keliling meski tampak sepele tetap dibutuhkan. Pelayanan perpanjangan SIM melalui mobil keliling bagaimanapun terbukti sangat membantu. Selain dekat dengan tempat tinggal kita, juga tarifnya lebih murah. (Tips Urus SIM Via Mobil Keliling)

Tapi ingat, karena mengurus SIM adalah kegiatan lima tahunan, kita tetap harus update jadwal SIM keliling yang sudah kita simpan misalnya. Ini karena mobil SIM keliling yang sudah lama dikenal biasa nongkrong di Depok Town City (DTC) depan Perumahan Maharaja, Jalan Raya Sawangan, Depok, kini sudah pindah.

Lokasi baru adalah di depan Honda Motor Care Jalan Raya Sawangan No.5 Pancoran Mas, atau sekitar 500 meter dari DTC arah Parung. Lokasi di Honda Motor Care sebenarnya sudah lama masuk Jadwal SIM keliling. Biasanya masuk jadwal hari Senin. Namun jadwal itu kini sudah digeser ke depan super marker Giant, Bojong Sari, tepatnya jalan Raya Parung Ciputat mulai pukul 08.00 hingga 12.00.

Lokasi Motor Care memang tak jauh dari DTC. Namun karena tak ada pengumuman baru, tetap saja membuat ada saja yang kecele dan kecewa. “Saya sudah dari pukul 08.00 di DTC. Saya pikir kok mana mobilnya nggak datang-datang, ternyata pindah ke sini,” kata seorang ibu kepada petugas SIM.

Keinginannya bisa mengurus SIM lebih cepat sirna karena hari itu daftar warga yang akan melakukan perpanjangan SIM cukup banyak. Saya sendiri antre hingga tiga jam mulai pukul 10.00  hingga pukul 13.00.

Petugas beralasan bahwa jadwal baru sudah ada di internet. Tapi hampir tak ada pengumuman baru yang menyebut pelayanan SIM keliling di DTC sudah pindah. Jadwal terbaru mobil SIM Keliling via akun twitter @restadepok disebutkan bahwa layanan di area parkir Motor Care hanya dilakukan setiap Minggu pertama dan minggu ke tiga, selebihnya tetap di DTC.

Kepada si ibu itu petugas berkilah bahwa aliran listrik di DTC naik turun. Tapi jawaban seperti itu tak memberikan solusi memuaskan.

Oya, jika mau mengurus SIM di Motor Care, jangan lupa siapkan fotokopi KTP, sebab lokasi fotokopi di tempat ini cukup jauh.

Jika ada perubahan pada jadwal keliling di lokasi lain. Dipersilakan untuk mengkoreksinya ya.

sim2

Jadwal SIM Keliling di Depok

Tren Kejahatan Mengganas di Depok, Mana Trennya?


rampok1

rampok2

Ini Linknya: Perampokan Toko Material di Bojongsari, Depok

Tren peningkatan kejahatan menjelang Natal dan pergantian Tahun 2014/2015 memang patut diduga akan terjadi. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada masa seperti ini banyak orang membutuhkan uang cukup banyak. Ironinya tak semua orang bisa mendapatkan tambahan uang dengan cara yang benar.

Tentu saya tak bermaksud membenarkan kejahatan untuk mendapatkan uang dalam rangka merayakan hari raya kaum nasrani dan pergantian tahun itu. Namun faktanya memang selalu begitu, masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan setiap memasuki hari-hari dua event tahunan itu.

Masalahnya, tren kejahahan mengganas itu tak ditemui dalam berita yang dilansir metrotvnews. Yang ada hanyalah sebuah perampokan di sebuah yang terletak di Jalan Raya Ciputat, Parung, Minggu (14/12). Perampok melukai dua petugas satpam dan menggasak sejumlah barang, termasuk mobil di toko itu.

Namun dengan penuh percaya diri, editor berita ini membuat lead: tren kejahatan menjelang Natal dan Tahun Baru semakin meningkat. Padahal jika ditelusuri tak ada berita lain kecuali berita perampokan di lokasi itu. Padahal yang namanya tren itu adalah kecenderungan, semacam grafik yang terdiri dari data-data. Apakah grafik tersebut memiliki kecenderungan naik atau turun. Nah, tren yang dimaksud judul berita di atas sama sekali tak ada.

Banyak memang berita online dan bahkan cetak membuat berita semacam ini. Tapi biasanya dimuat sama koran kuning atau situs abal-abal. Apakah metronews masuk kategori itu? mestinya tidak bukan.

Satu lagi tentang pencatuman foto ilustrasu para perampok tertangkap. Rasanya patut dipertanyakan apakah itu benar-benar perampok atau pelaku tawuran. Sebab senjata yang disajikan kebanyakan adalah parang atau pedang. Padahal senjata perampok tradisional biasanya pisau, linggis untuk mencungkil, termasuk clurit.

Tapi apa pun,  saya setuju kita harus bertambah waspada setiap menjelang pergantian tahun. Bukan hanya di jalanan, tapi juga di rumah.

* Selamat Hari Senin, Selamat Beraktivitas

Tinggal di Depok, Gubernurnya Jokowi?


Walikota Depok, Nur Mahmudi Isma’il mengeluh soal anak sekarang yang tak tahu tentang lingkungan sekitarnya. Seperti misalnya, ia tinggal dimana, siapa nama Ketua RT, nama Lurah dan sebagainya. Mereka pasti geleng kepala.

Usai membuka acara Lomba Mewarnai dan Menggambar memperebutkan Tropi Walikota Depok di Depok Town Square (Detos), Minggu (16/6), ia pun melakukan pengetesan. Ia memanggil beberapa anak peserta lomba untuk naik ke atas panggung.

Satu per satu anak-anak tersebut ia tanyai: siapa nama Walikota Depok? Dua anak yang pertama, satunya menggeleng kepala, satu lagi menyebut nama dirinya sendiri dengan suara lantang; Nicolas! Hampir semua orang yang hadir di acara itu tertawa mendengarnya. Selain tidak tahu, mungkin pertanyaan dan jawaban tidak nyambung.

Barulah seorang anak kelas lima SD bisa menjawab pertanyaan nama Walikota Depok dengan benar yakni Nur Mahudi Isma’il. Tapi Nur Mahmudi belum puas, ia melontarkan pertanyaan berikutnya. Siapa Presidennya? Anak itu menjawab Susilo Bambang Yudhoyono. Siapa gubernurnya? Dengan cepat anak itu menjawab lagi: Joko Widodo (Jokowi).

Sebagian peserta, terutama orangtua peserta tersenyum mendengar jawaban itu. Sebab Jokowi adalah Gubernur DKI Jakarta, sedang Depok berada di wilayah Jawa Barat.

Nur Mahmudi juga tersenyum mendengar jawaban itu. Hanya saja ia tersenyum karena hipotesisnya di awal acara terbukti; bahwa anak sekarang tak mengenal wilayahnya sendiri. Kondisi itu, katanya, kontras dengan pengetahuan anak soal media social seperti facebook, twitter, youtube, dan sebagainya.  

Ia pun melanjutkan dengan pertanyaan Depok termasuk wilayah Banten atau Jawa Timur? Dua anak yang ditanya, satu bilang tidak tahu, satu lagi menjawab Jawa Timur. Nur Mahmudi tampak makin geregetan melihat kenyataan itu. Ia seolah salah membayangkan tentang seorang anak yang pasti tahu bahwa jawaban yang benar adalah di luar dari dua nama yang dilontarkannya.

Nur Mahmudi pun hanya bisa menyalahkan para guru di Depok, terutama guru sekolah negeri yang merupakan PNS alias bawahannya. Katanya, guru sekarang kurang memberi pengajaran muatan lokal, tentang pengetahuan di sekitarnya. Ia pun sudah minta agar para guru kreatif memberi pengetahuan kepada siswanya soal ini.

Apa yang disampaikan Walikota Depok memang merupakan dilema buat anak, terutama sistem pengajaran di negeri ini. Suka tidak suka, kehadiran internet, dan tentu saja media sosial seperti disebutkannya di atas adalah fakta tak bisa dihindarkan.

Kenyataannya ada seorang Wali Kelas di sebuah sekolah negeri di Depok yang terang-terangan melarang anaknya bergaul dengan dunia itu. Hal itu ia sampaikan langsung di depan para orangtua siswa saat pembagian rapot.

Katanya, meski punya laptop ia hanya memberi waktu terbatas bagi anak dan dia sendiri untuk menggunakannya.  Alasannya,  70 persen yang dicari siswa melalui internet adalah hal-hal negatif, terutama gambar-gambar porno. Entah guru tersebut ia memperoleh data darimana.

Selain sebagai Walikota Depok, Nur Mahmudi mungkin punya kepentingan politik untuk menyampaikan fakta sosial dalam acara itu. Betapa tidak, Gubernur Jawa Barat adalah koleganya sebagai sesama petinggi di Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Sayang hingga acara Lomba Mewarnai dan Menggambar memperebutkan tropi Walikota Depok berakhir Nur Mahmudi lupa menyebut siapa nama Gubernur Jawa Barat. Para anak peserta lomba pun dibiarkan dengan ketidaktahuannya.

Anda tahu siapa nama Gubernur Jawa Barat?