PRT Indonesia Meninggal Dunia via Agen Penampungan TKI di Hong Kong


elis-support-a

Unjuk Rasa Menuntut kasus meninggalnya Elis di tempat penampungan diselidiki (South China Morning Post)

Elis yang menjadi pembantu rumah tangga di Hongkong meninggal setelah tertimpa lempengan beton seberat 60 kg saat ia tidur di balkon wisma penampungan TKI, Senin (11/3). Akibat musibah Elis yang asal Jawa Barat mengalami patau tulang pinggul dan diamputasi kaki kirinya.

Selama dirawat di rumah sakit Pamela Youde Nethersole, Elis dikabarkan mengalami koma. Dan pada Senin (16/3) sore, ibu dua anak asal Kota Banding itu pun meninggal dunia.

“Ini bukan kecelakaan tapi pembunuhan,” kata Eni Lestari, juru bicara Serikat Pekerja Rumah Tangga Migran seperti dikutip South China Morning Post.

Elis menempati tempat penampungan Sunlight saat menunggu perpanjangan visa kerjanya yang baru turun pada 5 maret 2015 lalu. Padahal Elis sudah bekerja sebagai PRT di negara itu selama tiga tahun.

Rimas (38), salah satu PRT yang pernah tinggal di asrama penampungan Sunlight selama lima tahun, mengatakan bahwa asrama untuk PRT di tempat itu sangat memprihatinkan. Satu ruangan berisi 30-40 orang. Ada yang tidur di kasus, ada pula yang di lantai. Sedang toilet yang bisa digunakan hanya satu, karena satu lainnya untuk staf.

Para PRT di penampungan tersebut juga hanya diberi makan berisi nasi dan sayur seadanya sehingga penghuni masih harus membeli makanan di luar. Padahal selama tinggal di lokasi itu, ia wajib membayar 3.000 dolar Hong Kong,

Eman Villanueva, juru bicara Badan Koordinasi Migrants Asia pun menyerukan agar pemerintah Indonesia menghapuskan sistem keagenan dan membiarkan pengusaha mempekerjakan PRT langsung untuk menghindari penyalahgunaan.

Sementara itu, politisi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka menyatakan bahwa kasus yang menimpa Elis harus menjadi pintu masuk untuk mengevaluasi mekanisme penempatan TKI di Hongkong, khususnya yang berprofesi PRT. Adanya KTKILN pun, imbuh Rieke, terbukti tidak melindungi TKI.

“Pemerintah Jokowi seharusnya memberlakukan mekanisme perpanjangan kontrak kerja, seperti yang sudah dilakukan Perwakilan RI di Singapura, perpanjangan kontrak bagi para TKI difasilitasi langsung oleh pihak Kedutaan RI. Majikan dan PRT langsung melakukan perpanjangan kontrak kerja di kantor perwakilan RI, tidak lagi harus melalui dan membayar agen,” ungkap Rieke.

elis-kurniasih-33

Elis Kurniasih

KRONOLOGI
RABU (11/3) PUKUL 05.00: Elis tertimpa beton saat tidur. Ia dilarikan ke rumah sakit
SENIN (16/3) PUKUL 18.15: Setelah lima hari dirawat di rumah sakit Pamela Youde Nethersole, Elis meninggal dunia
SELASA (17/3): aksi protes puluhan TKI di kantor Sunlights. Mereka meminta kasus tersebut diselidiki, termasuk keberadaan sang agen.

Hong Kong Segera Penjarakan 30 Aktivis Pro-Demokrasi


jos

Joshua Wong (tengah) dan kawan-kawannya saay berunjuk rasa. (reuter)

Setelah membersihkan sejumlah kawasan bisnis yang dikuasai para pengunjuk rasa hingga 15 Desember 2014, polisi Hong Kong kini mentargetkan akan menangkap dan memenjarakan sekitar 30 pentolan aktivis pro demokrasi.

Para aktivis tersebut antara lain Joshua Wong dari kelompok scholarism dan tiga pentolan Federasi Mahasiswa Alex Chow, Eason Chung dan Lester Shum. “Mereka akan dikenakan tuduhan mengorganisir protes secara tidak sah,” demikian pernyataan seorang pejabat polisi yang tak dikutip namanya di surat kabar the Standard.
Para pemimpin organisasi massa seperti Benny Tai, Chan Kin-man dan pendeta Chu Yiu-ming juga disebut-sebut akan diciduk karena dianggap mendukung para mahasiswa pengunjuk rasa. “Polisi masih menyelidiki kasus ini, jadi kami tidak bisa mengomentarinya,” kata Sekretaris Kehakiman Hongkong, Rimsky Yuen.

Sehari sebelumnya, Departemen Kehakiman Hong Kong memang telah mengajukan rencana mengadili sekitar 20 aktivis mahasiswa yang menghalangi aksi pemersihan lokasi unjuk rasa di Mongkok pada bulan November.

Anggota parlemen pro-demokrasi sekaligus anggota Partai Sipil Alan Leong, anggota Partai Buruh Lee Cheuk-yan, dan anggota Liga Sosial Demokrat Leung Kwok-Hung termasuk yang diincar. Bahkan taipan media Jimmy Lai, yang mendukung protes, juga masuk dalam kelompok yang akan dipenjarakan.

Seperti diketahui Hong Kong yang semula merupakan koloni Inggris, bergolak sejak diambil alih pemerintah Tiongkok. Terutama sejak rencana penghapusan Pilkada Langsung yang akan digelar pada tahun 2017. Rencana itu memicu protes besar-besaran, bahkan hingga protes jalanan selama sekitar 79 hari.

Belum lama ini, pemerintah Hong Kong membuat laporan “Keberhasilan” menangani aksi unjuk rasa mahasiswa yang dikenal sebagai demokrasi payung. Laporan setebal 155 halaman itu menganggap rencana Pilkada 2017 tak terganggu aksi protes mahasiswa.

Namun ketua Partai Buruh Hong Kong, Lee Cheuk-yan, menganggap laporan tersebut penuh manipulasi. Laporan itu tak merinci penggunaan gas air mata oleh polisi, penggunaan kekuatan berlebihan, dan penganiayaan seorang aktivis bernama Ken Tsang Kin-chiu oleh tujuh polisi.

“Ini benar-benar sebuah laporan sentimen publik tanpa sentimen sama sekali, karena tidak mencantumkan sama sekali fakta-fakta yang terjadi,” ucap Lee Cheuk-yan.

“Tidak hanya mendukung (Beijing) lapora itu juga memperkosa pendapat warga Hong Kong,” imbuhnya.