Menang Lagi, PM Netanyahu Janjikan Biaya Hidup Murah


“Melawan segala rintangan: kemenangan besar bagi Likud. Sebuah kemenangan besar bagi bangsa Israel!” Begitu kicau Benjamin Netanyahu saat mengklaim kemenangan dalam pemilihan presiden Israel, Selasa (17/3).

Berdasarkan hasil hitung cepat hingga Rabu (18/3), partai Likud pimpinannya memperoleh mayoritas 30 kursi dari 120 kursi di Knesset atau parlemen Israel. Saingannya hanya Zionist Union yang memperoleh 24 kursi.

Dari sekitar empat juta pemilih, sekitar 23,26 persen memilih partai Likud, 18,73 persen untuk Zionis Union, 10,9 persen memilih partai Joint Arab. Sisanya memilih partai lain yang jumlahnya sekitar 22 partai.

Setelah kemenangan itu, Netanyahu mengatakan ia akan membentuk pemerintahan baru. Caranya dengan membentuk koalisi dengan sejumlah partai yang memiliki idiologi hampir sama.

Pemilihan Perdana Menteri Israel 2015 sebenarnya merupakan pemilihan ulang. Keputusan pemilihan ulang terjadi menyusul pecahnya koalisi yang melahirkan kepemimpinan Netanyahu. Sang perdana menteri yang baru berkuasa dua tahun itu pun tak kuasa menolaknya.

Sistem politik Israel memang tak memungkinkan warganya untuk bisa memilih langsung sosok pemimpinnya, namun memilih partai. Artinya siapapun pemenang pemilu, belum tentu menjadi perdana menteri jika ia tak berhasil membentuk pemerintahan koalisi.

Ini pernah terjadi ketika partai Kadima Tzipi Livni memenangkan kursi terbanyak, tapi dia tidak bisa membentuk koalisi. Sebaliknya, Benjamin Netanyahu menjadi Perdana Menteri karena ia memiliki dukungan cukup kuat di Knesset.

“Setiap keluarga, tentara, warga (sipil), Yahudi atau bukan, tidak penting bagi saya! Kami akan membentuk pemerintahan yang kuat yang akan bekerja untuk mereka,” kata Netanyahu lagi dalam kicauan di akun resminya @netanyahu. Ia pun menyatakan akan segera menurunkan harga perumahan & biaya hidup.

Sementara itu, Isaac Herzog, saingan utama Netanyahu dalam pemilu kali, langsung meneleponnya dan memberinya ucapan selamat. “Beberapa menit lalu saya berbicara dengan Perdana Menteri Netanyahu dan memberinya selamat atas pencapaiannya,” kata Herzog.

HASIL QUICK COUNT LIMA BESAR PEMILU ISRAEL
Likud 924,766 suara (23.26 persen) – 30 kursi
Zionist Union 744,673 suara (18.73 persen) – 24 kursi
Joint List 436,532 suara (10.98 persen) – 14 kursi
Yesh Atid 348,802 suara (8.77 persen) – 11 kursi
Kulanu 294,526 suara (7.41 persen) – 10 kursi
The Jewish Home 254,663 suara (6.41 persen) – 8 kursi
Shas 230,735 suara (5.80 persen) – 7 kursi
Yisrael Bteinu 205,619 suara (5.17 persen) – 6 kursi
United Torah 205,551 suara (5.17 persen) – 6 kursi

Waduh, Netanyahu Beda Data dengan Mossad Soal Nuklir Iran


neta

Foto Netanyahu saat memaparkan bahaya program nuklir Iran tahun 2012 (theguardian)

Pernyataan dramatis Perdana Menteri Israel Binyamin Netanyahu bahwa Iran hampir pasti membuat bom nuklir pada tahun 2012 kini dipertanyakan. Pernyataan tersebut ternyata bertolak belakang dengan dokumen dinas rahasia Israel, Mossad.

Dengan penuh keyakinan saat itu Netanyahu menunjukan gambar grafis bom nulkir dan posisi pencapaian Iran. Ia pun memperingatkan PBB di New York bahwa mereka harus menghentikan perkembangan pembuatan senjata nuklir di Iran karena akan sangat membahayakan.

Menurut Netanyahu, Iran sudah mencapai level 70 persen dalam membangun senjata nuklir. “Itu sudah melewati garis merah. Bom nuklir pertama Teheran akan siap pada musim semi berikutnya,” ujar Netanyahu kala itu.

Namun bocoran data rahasia Mossad menyimpulkan lain. “Tidak melakukan kegiatan yang diperlukan untuk memproduksi senjata nukir”. Untuk membangun sebuah bom nuklir dibutuhkan pengayaan uranium sampai level 90 persen. Nah, Iran baru memiliki 100 kilogram uranium yang diperkaya ke level 20 persen. Iran memang selalu mengatakan sedang mengembangkan program nuklir untuk tujuan energi sipil.

Pekan lalu, kantor Netanyahu, mengulangi klaim bahwa Iran lebih dekat dengan senjata nuklir. Seorang pejabat senior pemerintah Israel menegaskan bahwa tidak ada kontradiksi antara pernyataan Netanyahu dengan cerita yang disebut-sebut bocoran Mossad.

“Israel percaya kesepakatan nuklir yang diusulkan dengan Iran adalah transaksi yang buruk. Itu hanya akan memungkinkan negara teror terkemuka di dunia untuk menciptakan kemampuan membuat bom nuklir,” katanya.
netanyahuSetelah beberapa kali membantah, Iran pun terbuka melakukan perundingan nuklir dengan enam negara kekuatan dunia, yakni Amerika Serikat, Inggris, China, Rusia, Perancis dan Jerman. Perundingan itu belum mencapai titik kesepakatan akhir. Namun batas waktunya Juni 2015.

Netanyahu sendiri berencana berkunjung ke AS pada tanggal 3 Maret 2015 ini diduga untuk menggagalkan kesepakatan nuklir Iran dan lainnya. Namun rencana pertemuan tersebut banyak mendapat kritik mengingat Netanyahu sedang mengikuti pemilu ulang 17 Maret 2015 ini.

Israel Bebaskan Tahanan Putri Termuda, Berusia 14 Tahun


malak

Pembebasan Malak Al Khatib disambut orangtua dan kerabat (TheGuardian/Xinhua)

Remaja Putri Palestina yang menjadi tahanan termuda Israel, Malak al-Khatib, akhirnya dibebaskan setelah menjalani 44 hari dari hukuman dua bulan penjara. Pembebasan tak mengurangi kecaman terhadap Israel yang tega memenjarakan bocah di bawah umur tersebut.

Malak al-Khatib dari desa Beitin, dekat Ramallah, Palestina didakwa pengadilan militer Israel dengan tuduhan melemparkan batu kearah tentara Israel dan kepemilikan pisau. Selain dihukum dua bulan penjara, Khatib juga dijatuhi denda sebesar 1.500 dolar AS (Rp 18 juta), tentu saja yang membayar orangtuanya.

Menurut polisi Israel, Malak ditangkap pada tanggal 31 Desember setelah dia kepergok melempar batu  ke arah mobil tentara Israel di Tepi Barat, Palestina. Saat itu wajahnya ditutupi kain sorban. Setelah tertangkap, ternyata seorang remaja putri. Polisi Israel tak peduli. Malak tetap ditahan selama tiga minggu sebelum menjalani sidang pengadilan 22 Januari.

Versi Israel, selain melempari mobil dengan batu, Malak juga berusaha menusuk seorang petugas yang hendak menangkapnya. Namun tuduhan itu dibantah ayah sang gadis. “Seorang gadis usia 14 tahun yang dikelilingi tentara Israel pasti ia akan mengakui apa pun,” kata sang ayah, Khatib Ali “Dia akan mengakui memegang senjata nuklir jika dia dipaksa mengatakannya.”

Hukum militer Israel memang terkesan aneh. Mereka memperlakukan pelemparan batu sebagai kejahatan serius, dihukum sampai 20 tahun penjara.

Berdasarkan data Defense for Children International Palestine, tentara Israel telah menahan sekitar 1.000 anak Palestina setiap tahun dengan alasan yang sama dengan Malak, yakni melempar batu.

Malak adalah salah satu dari sekitar 200 anak di bawah umur Palestina yang menjalani hukuman di penjara-penjara Israel. Dari empat gadis yang ditahan Israel, dia adalah yang termuda. Wajah Malak pun segera menghiasai media massa dan dalam bentuk poster, karena Israel tak juga segera melepaskannya.

Setelah dibebaskan, ia disambut oleh kedua orang tuanya, kerabat, serta walikota wilayah Tepi Barat. “Dia meninggalkan sekolah setelah mengikuti ujian terakhirnya untuk semester pertama ketika semua prajurit yang tiba-tiba melompat ke arahnya, memborgol tangannya, dan membawanya bersama mereka,” tutur Khatib Ali.

Malak mengatakan bahwa dia diperlakukan dengan buruk oleh tentara selama di penjara. Di penjara, selain udaranya dingin, juga dikelilingi anjing-anjing militer.

Netanyahu Bikin Video “Lucu”: Kritik lawan Politiknya Sebagai Anak-Anak TK


netanyahu

Netanyahu sebagai guru TK dan seorang anak TK yang digambarkan sebagai salah satu lawan politiknya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tengah menghadapi dua tekanan sekaligus. Yakni penyelidikan Mahkamah Pidana Interniasonal (ICC) akan kejahatan perang terhadap Palestina, dan penggunaan anak-anak dalam kampanye untuk pemilihan perdana menteri Maret mendatang.

Menurut pemimpin berusia 66 tahun itu, keputusan ICC sebagai keputusan “bodoh”. Bagi dia apa yang dilakukan Israel selama ini hanyalah membela diri terhadap teror yang dilakukan pasukan Hamas dari Palestina. “Kami selalu menegakkan standar tertinggi hukum internasional. Merekalah (Hamas) yang melakukan banyak kejahatan perang secara rutin,” ucapnya.

Stasiun televisi berita Israel, Channel 2, melaporkan bahwa Netanyahu mengadakan percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry. Netanyahu meminta Washington membantu mencegah ICC melakukan penyelidikannya.

Amerika Serikat telah bereaksi terhadap tindakan ICC tersebut, dan mengutuknya sebagai “kontra-produktif bagi upaya perdamaian”. Washington juga menyatakan Palestina bukan negara sehingga “tak memenuhi syarat untuk bergabung dengan ICC”.

Juru Bicara Hamas di Jalur Gaza, Fawazi Barhoum, mengatakan keputusan ICC berada di jalur yang tepat. Pihaknya siap menyerahkan semua kesaksian dan bukti-bukti betapa jahatnya Israel di bawah pemerintahan Netanyahu.

Menurut ICC, hampir 2.200 warga Palestina, kebanyakan warga sipil, tewas dalam agresi militer Israel selama 50 hari di Jalur Gaza. Israel kehilangan 73 orang, hanya enam bukan prajurit militer.

Netanyahu juga dikecam sejumlah pihak karena menggunakan anak-anak untuk mengkritik lawan-lawan politiknya. Anak-anak TK yang digambarkan sebagai Avigdor Lieberman (Menteri Luar Negeri Israel), Yair Lapid (mantan menteri keuangan) dan Naftali Bennett (menteri ekonomi) ditegur Netanyahu karena asyik dengan dirinya sendiri.

Netanyahu yang berperan sebagai guru TK lantas melihat ke arah kamera dan berkata: “Kita tidak bisa melanjutkan TK (Taman kanak-kanak) ini. Untuk menjalankan sebuah negara, Anda memerlukan pemerintahan yang kuat dan stabil,” ucapnya.

Video itu dianggap tak pantas tayang karena anak- anak di bawah 15 tahun dilarang ikut dilibatkan dalam kampanye.

Meski demikian, Ketua Partai Bayit Yehudi, Naftali Bennett,yang digambarkan asyik bermain tank dalam video itu hanya tersenyum menanggapinya. “Setidaknya anak ini tidak akan memungkinkan rudal untuk terbang di atas Tel Aviv,” kata Bennett.

Selama pemerintaha Natanyahu, rudal dari militan Hamas memang sering terbang ke Tel Aviv, dan penerbangan komersial ke Israel sering ditunda karena rudal itu. Ia menjanjikan jika bisa mengalahkan Netanyahu takkan ada rudal seperti itu.

Koalisi Pendukung Netanyahu Pecah, Pemilu Israel Pun Dipercepat


ISRAEL-POLITICS-GOVERNMENT

Benyamin Netanyahu di antara anggota Parlemen Israel

Di tengah kutukan dunia karena melakukan serangan terhadap Suriah, politik dalam negeri Israel yang “panas” terus bergulir. Terbaru adalah bubarnya parlemen atau Knesset demi persiapan pemilihan umum dini 17 Maret mendatang.
Hasil pemungutan suara membuktikan bahwa anggota parlemen memang menginginkan pemilu dilakukan segera. Mereka membuat suara bulat, tanpa satupun yang menentang pemilihan dini tersebut atau 93 banding 0. Mereka tampaknya tak peduli dengan masa jabatan yang baru dua tahun dari empat tahun seharusnya. Sebuah masa pemerintahan DPR Israel yang paling cepat sepanjang sejarah politik Israel.
Keputusan pemilihan dini Israel berawal pecahnya partai Koalisi yang melahirkan Benyamin Netanyahu sebagai Perdana Menteri Israel untuk ketiga kalinya. Puncak perpecahan ditandai dengan pemecatan Menteri Keuangan Yair Lapid dan Menteri Kehakiman Tzipi Livni. Padahal keduanya merupakan pemimpin partai yang menjadi penyokongnya di Pilpres lalu. Livni memimpin Partai Hatnuah sedangkan Yair Lapid pendiri Partai Yesh Atid.
Lapid dan Livni berbeda pendapat dengan Netanyahu dalam sejumlah isu, termasuk RUU kontroversial yang sedianya akan menetapkan Israel sebagai negara bagi orang Yahudi.
Pihak pengecam mengatakan RUU itu, yang akan menghilangkan bahasa Arab sebagai salah satu bahasa resmi, dapat melemahkan karakter demokrasi Israel dan semakin meminggirkan 20 persen warga Israel keturunan Arab. Pihak oposisi di pemerintahan juga mengecam anggaran tahun depan, kebijakan pajak dan tingginya biaya hidup.
Jajak pendapat awal menunjukkan Netanyahu yang memimpin partai yang memimpin Likud kemungkinan kembali ke kekuasaan. Namun koalisi anti-Netanyahu diperdiksi akan bertambah besar. Jika mereka bersatu berpeluang menggulingkan PM hingga terhenti pada masa jabatan keempat kalinya.
Israel sendiri kini tengah dikecam dunia karena serangannya terhadap Suriah. Dunia menuduh Israel berusaha membantu ISIS, yang sedang mencoba merebut pangkalan udara Deir al-Zour, dengan melakukan serangan mendadak terhadap dua bandar dekat Damaskus.

KURSI PARTAI DI PARLEMEN ISRAEL
* Likud (Benjamin Netanyahu) 23.34% (31 kursi)
* Yesh Atid (Yair Lapid) 14.33% (19 kursi)
* Labor Party (Shelly Yachimovich) 11.39% (15 kursi)
* The Jewish Home (Naftali Bennett) 9.12% (12 kursi)
* Shas (Eli Yishai) 8.75% (11 kursi)
* United Torah (Yaakov Litzman) 5.16% (7 kursi)
* Hatnuah (Tzipi Livni) 4.99% (6 kursi)

Ancaman Stroke dan Israel


Joging menjadi salah satu cara hindari ancaman stroke (google.com)

PADA suatu hari yang mendung, Andre merasakan kepalanya tiba-tiba pening. Hanya dalam hitungan detik, ia terjatuh. Oleh kawan-kawannya ia segera dibawa ke RS terdekat. Dokter mengatakan Andre mendapat serangan stroke.

“Untung kamu cepat-cepat di bawa ke sini. Kalau tidak bisa lewat…,” kata Andre menirukan ucapan dokternya. Andre kini paham yang dimaksud “lewat” oleh si dokter tersebut. Gejala penyakit stroke terkadang sulit dikenali.

“Seorang ahli syaraf mengatakan bahwa penderita stroke bisa disembuhkan bila yang bersangkutan bisa didiagnosa pada tiga jam sejak serangan pertama. Melebihi waktu itu hasilnya akan sulit, bahkan sebuah kematian,” ungkap Andre.

Ia kini merasakan penyakit yang merusak saraf otak itu sudah menjauhinya. Hal itu ia ketahui setelah setiap enam bulan sekali ia memeriksakan darahnya ke rumah sakit. Ia merasa badannya lebih ringan dan nyaman.

Untuk bisa bebas seperti itu Andre tidak main-main. Kebiasaan merokok, minum alkohol, makan daging-dagingan, makanan bersantan, dan makanan yang digoreng ia hentikan sama sekali. Ia melakukan diet ketat, diet berdasarkan golongan darah.

Andre juga berusaha mengurangi kegiatan yang membuatnya stres dan marah-marah. Ia misalnya beralih menggunakan kereta api listrik (KRL) dibanding membawa kendaraan sendiri. Pada hari-hari setelah dirawat di RS karena stroke, Andre terlihat lebih santai.

Waktu santainya kini ia isi dengan mendengarkan musik atau membaca buku-buku kegemarannya, yakni buku tentang agen-agen rahasia internasional, dan keunggulan bangsa Yahudi.

Setiap bertemu teman, Andre selalu tersenyum. Jika ada waktu mengobrol lebih panjang, ia akan menceritakan tentang agen-agen rahasia CIA (Amerika Serika) dan Mossad (Israel). Mengapa Amerika tak berani pada Israel jauh hari telah ia ketahui sebelum negara tersebut membobardir Jalur Gaza.

“Amerika itu sudah dikuasai Yahudi. Tak mungkin berani pada Israel. Jadi, wajar juga jika ada seruan untuk memboikot produk Amerika karena identik dengan produk Yahudi,” papar Andre seraya menyebut antara lain Coca Cola, Aqua, Pizza Hut, KFC, Nokia, IBM sebagai produk yang harus diboikot.

“Ternyata tak mudah melakukan itu. Iklan produk-produk tersebut sangat gencar di televisi. Anak kecil pun sampai hafal,” ucap Andre.

Sepekan lalu, Andre baru saja kembali dari kampungnya di Flores. Kepada kawannya yang berjumpa di KRL malam, ia berkata telah berhenti sementara membaca buku-buku tentang zionis Israel. Lho, mengapa?

“Kemarin saya kembali masuk rumah sakit. Padahal kondisi kolesterol, gula darah, dan asam urat saya baik. Saya juga tetap olahraga dan diet ketat,” ucap Andre lagi. “Urat-urat syaraf di kepala saya juga diperiksa. Ternyata tak ada yang aneh.”

Dokter langganannya lalu bertanya kepada pria berumur 40 tahunan itu, sudah berapa lama ia tak pulang kampung. “Begitu saya jawab enam tahun, ia pun menyuruh saya pulang. Ternyata setelah itu saya sembuh,” katanya.

Kesimpulannya, “Saya diserang penyakit syaraf yang tak kelihatan,” kata Andre menduga-duga. Lalu ia mengkait-kaitkan dengan buku-buku yang telah dibacanya dan memang sering membuatnya bertanya-tanya, kadang tak percaya.

“Jadi, stroke dan Israel sama bahayanya dong?” Andre pun hanya tertawa.