Andreas Lubitz Ingin Namanya Dikenang Dunia dan Kini Terbukti


lubitz_3249075b

Andreas Lubitz selfie (foto: socialchannel.it)

Pengakuan mantan kekasih Andreas Lubitz, sebut saja Maria (bukan nama sebenarnya) kian menegaskan bahwa kopilot Germanwings itu tak layak menerbangkan pesawat karena sedang mengalami depresi. Lajang berusia 28 tahun itu terbukti telah sengaja menjatuhkan pesawat hingga menewaskan 150 orang termasuk dirinya.

Perempuan berusia 26 tahun itu mengatakan kepada surat kabar Bild bahwa ketika ia mendengar tentang kecelakaan, hal yang pertama ia ingat adalah pernyataan Lubitz bahwa ia berangan-angan membuat sesuatu yang membuat semua orang di dunia selalu mengingatnya.

“Aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan itu, tapi sekarang sudah jelas.” ucap Maria seperti dikutip Koran Jerman Bild dan kembali ditulis laman Telegraph.co.uk

Mereka berpacaran selama lima bulan, tahun lalu. Mereka bertemu saat bekerja di maskapai penerbangan yang sama. Saat itu mereka sudah merencanakan akan terbang bersama-sama seluruh Eropa, menghabiskan waktu di hotel bersama-sama.

“Kita mulai mengenal satu sama lain tahun lalu dalam penerbangan. Setelah kenal satu sama lain, kami bertukar nomor kontak. Kami bertemu di hotel, tapi itu sulit bersama karena pekerjaan kita..”

Ia menggambarkan sosok sang mantan pacar itu adalah pria yang “tersiksa” namun mampu menyembunyikan rahasia. “Dia adalah orang yang baik yang bisa sangat manis. Dia membawa saya bunga,” ucap Maria.

Hanya saja Maria mengaku Lubitz menderita tekanan pekerjaannya. “Saat kami berbicara banyak tentang pekerjaan, ia seperti menjadi orang lain Ia menjadi gelisah tentang keadaan di mana ia harus bekerja, terlalu sedikit uang, kecemasan tentang kontraknya, dan terlalu banyak tekanan. ”

Maria mengatakan, mereka akhirnya berpisah ketika ia merasa tidak mampu mengikuti emosinya yang tidak stabil.

Sebelumnya terungkap bahwa Lubitz merobek-robek catatan sakit dan menyimpan rahasia tentang kondiainya dari maskapai Germanwings. Dua minggu sebelumnya, dia masih menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Dusseldorf. “Dia tahu bagaimana menyembunyikan apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana menyembunyikannya dari orang lain,” imbuh Maria.

Kopilot Germanwings Ternyata Pernah Depresi Berat


germangwings5

Puing pesawat Germanwings (foto: telegraph.co.uk)

Para pejabat Perancis dan Jerman telah sepakat bahwa jatuhnya pesawat Germanwings Airbus A320 di Pegunungan Alpen karena disengaja kopilot Andrea Lubitz. Penyebabnya kini mengarah kepada kemungkinan ia bunuh diri

Seperti dikatakan Jaksa Marseille. Brice Robin, hasil rekaman kotak hitam menunjukkan Lubitz menerbangkan pesawat sendirian dan sengaja menabrakan pesawat yang dikemudikannya. Lubitz juga diduga sengaja mengunci kokpit dari dalam agar pilot pesawat yang habis dari toiltet tak bisa masuk kembali.

Ketika ditanya apakah ia percaya kecelakaan yang menewaskan 150 orang merupakan hasil bunuh diri, Robin hanya menggeleng kepala. “Orang-orang yang bunuh diri biasanya melakukannya sendirian..Saya tidak menyebutnya bunuh diri.”

Menjadi pilot bagi pemuda berusia 28 tahun itu adalah realisasi mimpinya semasa kanak-kanak. Sejak umur 14 tahun orangtuanya yang cukup berada sudah memasukannya ke kursus penerbangan. Pada usia 20 tahun, Lubitz meninggalkan kota kelahirannya untuk melakukan pelatihan pesawat komersial di Bremen. Nah, saat itu pilot yang gemar ikut lari marathon itu dikabarkan mengambil cuti.

Salah seorang teman sekolahnya mengatakan kepada media Jerman, Frankfurter Allgemeine Zeitung bahwa ia pernah mengambil istirahat dari latihan terbang karena masalah kesehatan mental atau depresi. Di halaman faceboooknya, Lubitz telah menghapus beberapa percakapan terakhirnya yang menguatkan adanya masalah mental dalam dirinya.

CEO Lufthansa, induk Germanwings, Carsten Spohr mengakui bahwa Lubitz sempat mengambil rehat selama enam tahun dalam pelatihan, “Enam tahun lalu ada jeda dalam latihannya. Setelah dia diklarifikasi lagi, dia melanjutkan pelatihan. Dia lolos,”

Sementara itu Jaksa negara Jerman telah menemukan bukti bahwa Andreas Lubitz menyembunyikan kondisi medis dari atasan dan rekan-rekannya. Dokumen dengan isi medis disita dari rumahnya. Isinya tentang enyakit yang ada dan pengobatan yang sesuai oleh dokter.

“Faktanya ada catatan sakit yang mengindikasikan ia tidak dapat bekerja. Catatan medis ditemukan telah robek.Catatan itu mendukung asumsi berdasarkan pemeriksaan awal bahwa almarhum menyembunyikan penyakitnya dari majikannya dan rekan profesi, “kata jaksa tersebut.

Setelah musibah tersebut sejumlah maskapai langsung memberlakukan penerbangan dengan tiga pilot, yakni satu kapten pilot dan dua kopilot. Rumus tiga pilot tersebut sudah diterapkankan maspakai penerbangan Amerikat Serikat setelah peristiwa Black September dimana pesawai dikendalikan teroris dan menabrakannya ke manara kembar WTC tahun 2011.

Maskapai yang langsung mengubah aturannya antara lain maskapai penerbangan asal Kanada, Easy Jet, Norwegian Air Shuttle, dan Air Berlin.

Andreas-Lubitz-DEE_3247465bTENTANG ANDREAS LUBITZ
* Dibesarkan di kota kecil Montabaur, 40 km dari Bonn, Jerman.
* Usianya kini antara 27 tahun – 28 tahun
* Ayahnya eksekutif bisnis sukses, ibunya seorang guru piano
* Ia dikursuskan sejak usia 14 tahun, mimpinya memang jadi penerbang
* Tahun 2007 (usia 20 tahun), ia meninggalkan Montabaur menuju Bremen
* Di Kota itu ia mulai latihan jadi pilot pesawat komersial
* Setahun tahun kemudian (2008) ia cuti pelatihan karena kelelahan (depresi)
* Setelah pelatihan kembali ia bergabung dengan Germanwings tahun 2013
* Sebelum musibah terjadi jam terbang Lubitz baru 600 jam menggunakan pesawat komersial.