JK Tak Jenih Lagi Soal Budi Gunawan


Wapres Jusuf Kalla (foto antara)

Wapres Jusuf Kalla (foto antara)

Mangikuti sepak terjang Wapres Jusuf Kalla (JK) terhadap kasus Komjen Polisi Gunawan (BG) membuat kita kecewa. Mantan Wakil Presiden era Susilo Bambang Yudhoyono itu seperti sudah tak jernih lagi dalam berpikir. Ia bahkan menunjukkan “selalu” ingin berbeda pendapat dengan atasannya, Presiden Jokowi, soal kasus itu.

JK tak peduli dengan arus publik yang justru merespon negatif komjen BG. Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu seolah mencerminkan sebagai ‘perwakilan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri di ring satu dibanding Jokowi sendiri yang notabene dari PDIP.

Memang faktor Megawati menjadi salah satu penentu posisi JK kembali menjadi wakil Presiden. Namun ia mestinya juga sadar bahwa publik memilihnya sebagai Wakil Presiden agar mendukung Presiden bukan malah terkesan merecokinya.

Kasus terbaru adalah dukungan JK terhadap wacana BG menjadi Wakapolri. Setelah gagal menjadi Kapolri karena penolakan publik, seharusnya wacana mengajukan BG menjadi wakapolri tak perlu ada lagi karena akan mengulang kegaduhan serupa. JK tak menunjukkan sikap yang diharapkan publik dengan menolak wacana itu.

Ia malah dengan enteng menyebut BG sebagai orang baik karena pernah diusulkan menjadi Kapolri dan diputus tak bersalah oleh hakim Sarpin Rinaldi di sidang praperadilan. Padahal faktanya tak demikian. Hakim hanya memutuskan KPK tak berhak menyidangkan BG bukan menganggap mantan ajudan Megawati itu tak bersalah, apalagi orang baik.

Lagi pula kasus BG belum selesai. Masih berada di Kejaksaan Agung setelah dilimpahkan oleh KPK. Pada titik ini saja secara logika, wacana mencalonkan BG sebagai wakapolri seharusnya tak perlu terjadi. Kejaksaan Agung memang bukan KPK, namun juga harus dihormati pekerjaannya yang belum menuntaskan kasus BG.

Menjadi orang baik itu, Pak JK, adalah salah satunya menjadi teladan? BG bisa menjadi orang baik jika dia tampil ke publik dan menyatakan tak berminat menjadi wakapolri. Pernyataan ini akan membuat semuanya clear, dan JK tak perlu berkorban yang menunjukkan ia tak berseberangan dengan Jokowi.

KRONOLOGI JK TERKAIT KASUS BUDI GUNAWAN

* SELASA 7 APRIL 2015 : Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai Komisaris Jenderal Budi Gunawan layak menjadi wakil kepala Kepolisian RI (Wakapolri). Buktinya, kata Kalla, Budi pernah diusulkan sebagai calon kepala Kepolisian RI sebelum Presiden Joko Widodo menggantinya dengan Komjen Badrodin Haiti. “Budi Gunawan orangnya kan baik. Buktinya, dia pernah diusulkan jadi kepala Polri,” kata Kalla di Kantor Wakil Presiden Jakarta. – Kompas.com

* SELASA 17 PEBRUARI 2015: meminta publik sabar menunggu keputusan Presiden Jokowi, apakah akan melantik atau tidak Komjen Pol Budi Gunawan sebagai kapolri. “Tunggulah (keputusan dari Presiden Jokowi). Kalau saya yang (berwenang untuk) lantik, saya lantik. Tapi bukan saya kan,” tutur JK usai membuka Munas PHRI 2015, di Hotel Grand Sahid Jaya. – Liputan6.com 

 SENIN 3 PEBRUARI 2015: KPK melimpahkan kasus Komjen BG ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai langkah tersebut sebagai hal yang wajar. “Otomatis. Karena praperadilannya mengatakan bahwa tidak sesuai prosedur masuk KPK. Otomatis kasusnya harus keluar dari KPK kan,” kata JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (3/2). – rimanews

RABU 21 JANUARI 2015: Komjen Pol Budi Gunawan melaporkan dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Kejaksaan Agung. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyambut baik atas tindakan yang dilakukan oleh Budi Gunawan. Sebab, setiap warga negara memiliki persamaan di mata hukum. – Okezone.com

KAMIS 15 JANUARI 2015: KPK akan menahan tersangka kasus dugaan korupsi Komjen BG, Wakil Presiden Jusuf Kalla pun meragukan jika Budi akan segera ditahan. Ia membandingkan kasus yang menjerat Budi Gunawan dengan kasus Hadi Purnomo yang hingga kini kasusnya belum diproses. “Sudah berapa lama Pak Hadi, nggak apa-apa kan. Yang lain juga nggak apa-apa kan. Ditahan itu orang kalau orang itu mau lari, mau apa, ya kan gitu. Masa Budi mau lari,” ujarnya.-Republika.co,id

SABTU 10 JANUARI 2015: Juru Bicara PDI Perjuangan Eva Sundari membantah penunjukan Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) ada intervensi dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kepada Presiden Joko Widodo. “Enggaklah. Malah yang kita tahu yang mengajukan (Budi Gunawan) adalah Pak JK (Jusuf Kalla), bukan Bu Mega,” ujar Eva di kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta. – Teropongsenayan.com

Jokow-JK Paling Populer di Mbah Google


Jusuf Kalla

Pasangan Paling Diinginkan di Google. Begitu dicari langsung urutan atas.

Setelah pemilihan anggota legislatif (pileg) maka coblosan berikutnya yang bisa jadi lebih seru adalah pemilihan presiden (Pilpres) 8 Juli mendatang. Karena tampaknya tak ada partai yang bisa mencalonkan capres-cawapres sendiri, maka koalisi partai untuk mendapatkan pasangan Capres dan Cawapres pun akan menjadi kesibukan tersendiri.

Elektabilitas Jokowi sebagai Capres PDIP tampaknya tak terbendung. Hanya saja, elektablitas Jokowi akan sangat berpengaruh dengan penentuan siapa cawapres yang akan mendampingi. Pasangan Jokowi-Jusuf Kalla dianggap paling besar elektabilitasnya dari pasangan manapun. Faktor ketokohan JK di Indonesia bagian tengah dan timur, dan pengalamannya sebagai cawapres sebagai alasannya. Urutan berikutnya adalah Jokowi-Hatta

Iseng-iseng saya mencoba mencari pasangan Jokowi yang paling diinginkan situs pencarian paling popular di Indonia, google.com. Hasilnya pasangan Jokowi-JK diurutan teratas. Anda tinggal mengetik Jokowi-J maka akan muncul empat konfigurasi dimana dua urutan teratas langsung menunjuk nama JK dan Jusuf Kalla.

Jokowi-J
Jokowi JK
Jokowi Jusuf Kalla
Jokowi Jakarta
Jokowi Jadi Presiden

Lalu bagaimana dengan Jokowi-Hatta. Maka dengan mengetik nama Jokowi-H sudah langsung menunjuk nama Menko Perekonomian dan Ketua Umum PAN tersebut. Sayangnya hanya baris pertama karena berikutya adalah kata yang tak ada hubungannya dengan calon wakil Jokowi.

Jokowi-H
Jokowi Hatta
Jokowi Hari Ini
Jokowi hari ini youtube
Jokowi hari ini detik

Bagaimana dengan Jokowi-Prabowo. Tampaknya Google lebih akrab dengan nama Puan dan Prananda dibanding Prabowo. Saat mengetik nama Jokowi-P, nama Prabowo setelah Puan dan Prananda, kakak tiri Puan. Sayang kedua nama tersebut tak mungkin menjadi wakil Jokowi karena keharusan koalisi di atas.

Jokowi-P
Jokowi Puan
Jokowi Prananda
Jokowi Prabowo
Jokowi-Puan Maharani
Lalu dengan menambah satu huruf pun, yakni Jokowi-Pr yang lebih dulu muncul adalah Jokowi-Prananda disbanding Jokowi-Prabowo. Pada kenyataannya, Prabowo memang ingin menjadi capres bukan cawapres,

Jokowi-Pr
Jokowi Prananda
Jokowi Prabowo
Jokowi Presiden

Aburizal Bakrie (ARB) Ketua Umum Golkar, Presiden PKS Anies Matta, dan mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan sama-sama butuh dua huruf untuk menjadi pasangan Jokowi. Itupun hasilnya bukan pada urutan pertama.

Jokowi-Ar
Jokowi Arkarna
Jokowi Artis
Jokowi Arb

Jokowi Arb
Jokowi Arb
Jokowi Arbi Sanit
Jokowi vs Arb
Jokowi dan Arb

Jokowi-An
Jokowi Anies
Jokowi Angkat Gong
Jokowi Antek Yahudi
Jokowi-and Basuki

Jokowi-Gi
Jokowi Gitar
Jokowi Gita
Jokowi Gila
Jokowi Gitar Metallica
Yang paling tidak popular adalah pasangan Jokowi-Mahfud MD (mantan Ketua MK), Jokowi-Dahlan Iskan (Menteri BUMN), Jokowi-Ahmad Heryawan (Gubernur Jabar) dan Jokowi-Rhoma Irama (Raja dangdut). Keempat nama tersebut butuh tiga huruf agar namanya dimunculkan di google. Yakni Jokowi-Mah, Jokowi-Dah, Jokowi-Ahe, dan Jokowi-Rhoma. Itupun dengan konfigurasi aneh-aneh.

Misal duet Jokowi-Rhoma menurut Google bukan sebagai Capres-Cawapres, namun untuk duet dipanggung menyanyikan lagi bersama.

Jokowi-Mah
Jokowi Mahfud
Jokowi Mahasiswa
Jokowi Mahfud MD
Jokowi Mahasiswa Demo

Jokowi-Dah
Jokowi Dahlan Iskan
Jokowi Dahlan Iskan Zionis
Jokowi Dahlan Iskan Freemason

Jokowi-Ahe
Jokowi Aher
Aher vs Jokowi
Aher dan Jokowi
Jokowi Dicerca Jokowi Dipuja

Jokowi-Rho
Jokowi Rhoma Irama
Jokowi Rhoma Duet
Jokowi Rhoma Youtube

Tentu pasangan Jokowi via Google ini tak jadi patokan, namun tampaknya takkan terlalu meleset juga. Anda bisa menemukan kombinasi lain, dan temukan keunikannya.