Awas “Effect” Main Pukul Antar Anggota DPR


taufiqurahman

Wakil Ketua Komisi VII Mulyadi menunjukkan lukanya (Foto Liputan6.com)

Pernyataan Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Demokrat Mulyadi yang menduga anggota komisi VII Mustofa Assegaff memukulnya dengan tangan yang mengenakan cincin batu akik memang menarik.

Ini karena batu akik saat ini sedang ngetren. Dan bisa dibayangkan akibat pemukulan dengan batu akik dan tangan biasa, tentu berbeda bukan.

Faktanya, menurut Mulyadi, “Saya dapat tiga pukulan, satu di bawah pelipis mata kanan dan dua di pipi kiri. Ketika memukul, yang bersangkutan menggunakan cincin, mungkin batu akik.” (Liputan6.com)

Seperti sudah banyak diberitakan, Mulyani kena jotos Mustofa Assegaff bermula saat dirinya memimpin rapat dengan Menteri ESDM, Sudirman Said. Ia menegur agar menyampaikan pendapat tak lebih dari tiga menit. Menurut Mulyadi dalam tatib, anggota boleh bicara tiga menit, sedang jubir lima menit.

Assegaff tak menghiraukan teguran Mulyadi. Ia mengaku tahu aturan. Berdebatan pun terjadi. Sampai titik ini, semua masih dianggap biasa. Peredebatan di gedung DPR adalah makanan sehari-hari.

Namun tak dinyana saat Mulyadi keluar menuju toilet dan Mustofa diam- diam mengikutinya, cekcok yang terjadi di ruang sidang Komisi VII itupun terjadi di lorong antara ruang komisi dan toilet.

“Pas saya keluar toilet, Mustofa keluar ruangan. Ada lorong koridor khusus anggota, di situ kami berselisih dan tiba-tiba saya dipukul. Saya tidak membalas. Karena saya tahu sebagai anggota DPR tidak boleh memukul,” papar Mulyadi lagi.

Adu fisik atau pemukulan itulah yang sangat tidak biasa dan tak pantas terjadi di gedung anggota dewan. Kalau dalam sepakbola, pemain yang ketahuan memukul pasti dikenai kartu merah, bahkan mungkin dikenai sanksi larangan bermain oleh federasi sepakbola.

Kasus yang terjadi di gedung DPR pun seharusnya lebih keras dari dunia sepak bola. Memang untuk mengetahui duduk persoalannya, Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR Surahman Hidayat masih harus menanyai kedua belah pihak. Sejauh ini, baru keterangan dari pihak Mulyadi yang bisa dibaca di media massa. Dari Mustofa Assegaf sendiri belum muncul karena yang bersangkutan cenderung menghindar.

Menurut Surahman Hidayat, ada tiga hal penting yang tidak boleh dilanggar anggota DPR. Pertama, tidak boleh melanggar UU yang dibuat; kedua tidak melanggar kode etik dewan; dan terakhir berkomitmen kepada rakyat.

Melakukan pemukulan apakah melanggar tiga hal tersebut? Tentu tergantung penafsiran. Namun tanpa melihat aturan di lembaga itu pun, melakukan pemukulan adalah perbuatan emosional yang melewati syarat sebagai anggota DPR.

Jadi sanksi keras memang harus dipikirkan untuk anggota DPR yang terbukti melakukan kekerasan fisik, sebab jika hal itu dianggap biasa, dikhawatirkan akan terulang dan bereffect. Mungkin ditiru lembaga lainnya, termasuk arus bawah rakyat yang memilih para anggota DPR.
KRONOLOGI ADU FISIK ANGGOTA KOMISI VII DPR

* Rapat kerja Komisi Komisi VII DPR dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said, Rabu (8/4).

* Rapat dipimpin Mulyadi (Anggota Fraksi Demokrat, Wakil Ketua Komisi VII)

* Anggota Komisi VII Mustofa Assegaff (Fraksi Partai Persatuan Pembangunan) berkesempatan menyampaikan pendapat.

* Mulyadi mengingatkan agar Mustofa tidak terlalu lama berbicara. Mulyadi bilang sudah 10 menit, tapi Mustofa merasa baru tiga menit. Keduanya ngotot ngaku sama-sama tahu tatib DPR.

* Mulyadi pergi ke kamar mandi yang ada di belakang ruang rapat. Mustofa mengikuti langkah Mulyadi. Di sana, tepatnya lorong antara Komisi VII dan toilet, kembali terjadi perdebatan.

* Mulyadi kembali mengingatkan bahwa Mustafa telah melanggar tata tertib karena bicara lebih dari waktu yang ditentukan. Versi Mulyadi ia dibogem Mustofa dan melakukan pembalasan karena tahu itu dilarang. Sebelum bogem, kabarnya kedua wakil rakyat sempat tarik menarik baju.

* Perkelahiaan menimbulkan kegaduhan. Bahkan suara jeritan seorang wanita. Suara gaduh di lorong dekat Sekretariat Komisi VII mengejutkan anggota rapat kerja.

* Ketua Komisi VII Kardaya Warnika menuju lorong untuk melerai. Kegaduhan sempat menghentikan rapat dengan Menteri ESDM.

* Rapat kemudian dilanjutnya dengan dipimpin Satya W Yudha, Wakil Ketua Komisi VII yang berasal dari Fraksi Partai Golkar.

* Beberapa waktu kemudian, Mustofa kembali memasuki ruang rapat, sementara Mulyadi tidak terlihat. Mustofa duduk di kursi yang sebelumnya ditempati.

* Setelah rapat dikors untuk menjalankan ibadah salat, Mustofa terlihat menyalami Sudirman Said.

* Mulyadi dirawat tim dokter DPR. Tim dokter menyatakan Mulyadi mengalami luka di alis dan bagian mata kiri.

Baca: Kronologi, Sosok Mulyadi, dan Muhammad Assegaf