Sekjen PAN 2015-2020 Diluar Prediksi


eddy1

Eddy Suparno (CNNIndonesia)

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan secara mengejutkan menunjuk Eddy Suparno sebagai Sekretaris Jenderal DPP PAN. Eddy adalah seorang profesional, bukan seorang politisi sebagaimana banyak diprediksi akan mengisi posisi Sekjen PAN 2015-2020.

“Eddy Suparno latar belakangnya profesional. Dulu tim pemenangan Pak Amin dan Pak Siswono,” ujar Zulkifli di Kompleks Parlemen, Selasa (17/3).
Menurut Zulkifli, Eddy merupakan sosok muda yang bisa bekerja full time di partai. Dia menyebut, pemilihan Edi lantaran PAN ingin berubah menjadi partai modern di tengah mendadapi situasi global.

Sejauh ini, sosok Eddy belum akrab dengan publik, termasuk PAN. Bahkan namanya di luar dugaan karena sebelumnya yang beredar adalah nama- nama politisi PAN.

Mereka adalah Suyoto (Ketua DPW Jatim), Wahyu Kristanto (Ketua DPW Jateng), Didik J Rachbini (Ketua DPP), Mashfuk (Politikus Senior PAN), Teguh Juwarno (Anggota DPR PAN), dan Hanafi Rais (Anggota DPR dan anak Amien Rais).

Dari bio datanya ia memang banyak berkecimpung di dunia profesional. Ia pernah menjabat seorang eksekutif di Bakrie Brothers. Dan sekarang dia menjabat sebagai direktur Bakrie and Brothers.

Eddy juga mempunyai pengalaman di bank selama 20 tahun, termasuk bekerja di berbagai negara di Asia seperti Singapura dan Hongkong. Ia juga mengembangkan karirnya sebagai direktur investasi di Merrill Lynch. Di Kadin ia menjabat ketua komite ntuk Inggris dan infrastruktur Eropa barat.
Eddy akan berpasangan dengan Bendahara Umum PAN yang sudah ditunjuk yakni Nasrullah. “Bendaharanya muda juga, Nasrullah, 40 tahunan, mantan anggota DPR, anak muda,” ucap Zulkifli.

Kepada CNN Indonesia, Eddy mengklaim dekat sekali dengan Amien Rais. “Saya punya hubungan baik yang cukup panjang dengan Pak Amien. Secara pribadi, saya sangat dekat dengan beliau,” kata pria berusia 49 tahun itu.

Eddy pertama kali bertemu Amien Rais pada 2001. Saat itu Amien menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, dan Eddy sibuk berkarier di dunia perbankan.

Baru pada 2004, Eddy bersentuhan intens dengan Amien. Saat itu Amien maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2004. “Saya meninggalkan pekerjaan saya di perbankan untuk membantu kampanye politik Pak Amien,” ujar Eddy.

Namun Amien kalah dalam pemilu, dan Eddy kembali ke pekerjaannya di sektor perbankan. “Meski begitu saya tetap amat dekat dengan Pak Amien. Bagi saya, Pak Amien adalah mentor politik. Saya menghargai kecerdasan, pengetahuan, dan kebajikannya,” kata dia.

Kedekatan Eddy dengan Amien Rais itu juga dikemukakan oleh anggota Fraksi PAN Yandri Susanto yang masuk ke dalam 12 orang formatur yang bertugas menyusun kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat PAN. Yandri menyebut Eddy sebagai “tim inti” Amien Rais.

Oleh sebab itu Yandri membantah kabar yang menyebut Eddy sebagai orang luar partai yang mendadak ditempatkan di posisi strategis PAN. “Dia memang kader partai meski tak sering tampil. PAN butuh orang yang full time di internal partai,” kata Yandri.

Hatta Rajasa “Meradang”, Amien Rais Santai


HATTAMantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa meradang. Ia tampaknya serius kembali mempertanyakan pernyataan mantan Ketua Majelis Pertimbangan PAN Amien Rais saat pembukaan Kongres IV PAN di Nusa Dua, Bali, Sabtu (28/2) lalu.

Dalam pernyataannya, Amien menyebut ada ketua umum partai menengah yang berbohong. Lengkapnya begini:

Saat rapat berlangsung, ada ketua umum tiba-tiba harus meninggalkan tempat karena ingin menemui elite Koalisi Merah Putih (KMP). Ternyata satu jam kemudian sang ketua umum itu ketahuan pergi bukan menemui tokoh- tokoh KMP, tapi pergi ke rumah Surya Paloh untuk bertemu Jokowi. Siapa ketua umum itu, saya lupa namanya,”

”Jadi, saudara-saudara, saya minta kita lurus, jangan bohong, apa adanya. Insya Allah PAN maju dan mendapatkan kepercayaan,”.

Di lokasi Kongres, Hatta sebenarnya sudah menjawab tuduhan Amien. Namun agaknya ia tidak puas. Hatta merasa tidak tenang di akhir masa jabatannya di PAN dituduh sebagai pembohong.

“Jika faktanya demikian, izinkan saya bertanya kepada Saudara Amien Rais, siapa sebetulnya yang berbohong?” tulis Hatta, melalui akun Twitter pribadinya, @hattarajasa, Senin (2/3).

Hatta juga menjawab tudingan Amien yang menyebutnya berbohong. Menurut Hatta, tudingan bohong itu ditujukan terkait pertemuan dirinya dengan presiden terpilih Joko Widodo di rumah Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

“Perlu saya jelaskan bahwa pertemuan itu benar adanya dan tak ada yang salah dengan hal itu,” ujarnya.

Hatta mengatakan, sebagai calon wakil presiden yang ikut berkompetisi, ia merasa perlu memberikan ucapan selamat kepada Jokowi yang keluar sebagai pemenang. Menurut dia, siapa pun yang kalah dalam kompetisi harus bersedia mengakui kekalahan itu dan menerimanya dengan lapang dada.

“Ini adalah perwujudan dari prinsip karakter kesatria yang saya yakini bahwa sekeras apa pun kompetisi, ujungnya adalah harus berjiwa besar,” katanya.

Hatta menjelaskan, pertemuannya dengan Jokowi berlangsung pada 1 September 2014 dan bukan tanggal 30 September seperti yang dituduhkan Amien. Dalam pertemuan itu, menurut Hatta, ia hanya memberikan ucapan selamat kepada Jokowi dan tidak ada kesepakatan apa pun dengan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. Hatta menambahkan, dalam pertemuan itu, ia didampingi oleh Zulkifli Hasan dan Edi Yosfi.

Selain itu, lanjut Hatta, sebelum bertemu Jokowi, ia telah membicarakan hal itu dengan Sekretaris Koalisi Merah Putih Idrus Marham. “Dan Idrus menyampaikan hal tersebut kepada Ketua KMP, Sdr Aburizal Bakrie,” katanya.

Sementara itu Amien Rais tampak santai menanggapi kicauan Hatta. “Tanyakan Kepada hati nurani dia,” ucap Amien seusai penutupan Kongres PAN.

Menurut Amien, ia menyampaikan sindiran itu lantaran merupakan tokoh senior dan pendiri PAN. “Jadi, kalau ada hal-hal yang kurang lurus, saya luruskan,” ujarnya. “Kadang-kadang diterima, kadang-kadang ditolak. Ya, itu urusan masing-masing.”

Mantan Ketua DPP PAN Tjatur Sapto Edy mengatakan bahwa Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar sekaligus Sekretaris Koalisi Merah Putih (KMP), Idrus Marham bersedia menjadi saksi soal tuduhan Ketua MPP Amien Rais terhadap Hatta Rajasa.

“Saya tadi ditelepon saudaraku Idrus Marham, dia bersedia bersaksi (Hatta memang bertemu KMP). Jadi setelah pertemuan Pak Hatta, Bang Zul, Pak Jokowi, Pak Surya Paloh dan Edi Yosfi, Pak Hatta ketemu Pak Idrus Marham,” kata Tjatur saat konferensi pers di arena Kongres Bali, Minggu (1/3).

Ketika itu, ungkap Tjatur, Hatta juga bertemu dengan Ketum Golkar Aburizal Bakrie selaku presidium KMP. Justru sikap Hatta bertemu Jokowi dan mengucapkan selaman mendapat apresiasi dari Aburizal Bakrie saat itu.

“Bahkan Pak ARB mengatakan silaturahim dengan siapa saja, terlebih menyampaikan selamat malah baik sekali, tapi sikap kita tetap tegas, jelas,” kata Tjatur menyampaikan tanggapan ARB saat itu.

Pada kesempatan ini, Tjatur juga menegaskan bahwa sikap partai sampai saat ini tetap tidak bisa bergabung di dalam pemerintahan karena berada di luar pemerintah tidak kurang mulianya. “Tapi kalau pemerintah minta bantuan selama untuk rakyat, kita bantu. Kalau program tidak pro-rakyat tentu kita tidak bisa mendukungnya,” tandas Tjatur.


KICAUAN LENGKAP HATTA RAJASA (@hattarajasa)
1) Assalamualaikum, Salam Selahtera, Om Suastiastu buat saudaraku semua para kader PAN dan teman-teman di twitter yang saya banggakan.
2) Apa kabar Saudaraku semua hari ini? Semoga sehat dan selalu dalam limpahan Rahmad Tuhan YME.
3) Saat ini saya masih berada di Bali, dlm rangkaian Kongres PAN IV dan bersilaturahmi dengan Saudaraku semua.
4) Sekali lagi saya mengucapkan Selamat atas terpilihnya Saudaraku Zul Hasan sbg Ketum PAN 2015-2020. Smg partai kita ke dpn lbh baik lagi
5) Dalam kesempatan ini, saya ingin memberikan penjelasan lengkap mengenai tuduhan Saudara Amien Rais, bahwa saya berbohong.
6) Tuduhan yang dimaksud adalah mengenai pertemuan saya dengan Presiden terpilih Joko Widodo di rumah Pak Surya Paloh.
7) Perlu saya jelaskan bahwa pertemuan itu benar adanya dan tak ada yang salah dengan hal itu.
8) Sebagai Cawapres yang berkompetisi, saya merasa harus memberikan ucapan selamat kepada Pak Jokowi-JK.
9) Ini adalah perwujudan dari prinsip karakter ksatria yang saya yakini, bahwa sekeras apapun kompetisi, ujungnya haruslah berjiwa besar.
10) Secara etika ini juga sangat mulia, karena dengan pertemuan tersebut suhu politik berangsur kondusif.
11) Saya bertemu Pak Jokowi tanggal 1 September 2014 bukan tanggal 30 September seperti ia tuduhkan dalam pidatonya.
12) Saya hanya untuk mengucapkan selamat, tidak ada agenda lain, ataupun deal-deal apapun.
13) Dalam pertemuan itu saya didampingi Pak Zul Hasan dan Edi Yosfi. Kami semua berbicara bersama dengan Presiden terpilih Jokowi.
14) Sebelum saya memutuskan bertemu Presiden Jokowi, saya terlebih dahulu membicarakan dengan Idrus Marham, Sekretaris KMP.
15) Dan Idrus menyampaikan hal tersebut kepada Ketua KMP, Sdr Aburizal Bakrie.
16) Kesimpulannya, kawan-kawan KMP tidak keberatan dan berprinsip bahwa silaturahmi politik hrs fleksibel, namun prinsip politik istiqomah.
17) Sepulang saya dari pertemuan dengan Presiden Jokowi, saya menyampaikan kepada kawan2 KMP,….
18) ……baik Golkar, PKS, PAN, dll tentang hasil pertemuan tsb, ini saya lakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman.
19) Hingga saat memimpin PAN, saya tetap konsisten berada di KMP, jadi tidak benar kalau saya dituduh berbohong.
20) Semuanya terbuka dan tidak ada yang ditutup-turupi, termasuk kepada media yang merilis berita tersebut pada 2 September…..
21) …….jika faktanya demikian, Ijinkan saya bertanya kepada Saudara Amien Rais, siapa sebetulnya yang berbohong?
22) Semoga kebenaran tetap menjadi kebenaran. Semoga Allah SWT meridhoi perjalanan bangsa kita. Wassalamualaikum.


BERITA PERTEMUAN HATTA DENGAN JOKOWI 2 SEPTEMBER 2014

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Rajasa, yang juga cawapres bernomor urut 1 pasangan capres Prabowo Subianto, menegaskan pertemuannya dengan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) hanya untuk silaturahmi dan memberikan selamat secara langsung.

Meskipun melakukan pertemuan, dia mengemukakan tidak ada rencana untuk merapat ke kubu Jokowi-JK yang telah ditetapkan berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai presiden dan wakil presiden terpilih periode 2014-2019. Kepada Jokowi, ujarnya, dia mengajak bersama-sama membangun negeri dalam kapasitasnya masing-masing.

“Saya bersilaturahim. Saya sampaikan selamat Pak Jokowi, sudah selesai di MK dan kita mendoakan bangsa kita maju. Setelah putusan MK, kita hormati. Presiden terpilih, wakil presiden terpilih,” ujarnya seusai menghadiri pertemuan antara tim Koalisi Merah Putih dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Puri Cikeas Indah, Bogor, Jawa Barat, Selasa (2/9/2014).

Hatta Rajasa menegaskan silaturahmi antara dua pihak yang berkompetisi dalam sebuah ajang, khususnya Pilpres 2014, merupakan hal sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. ”Terus kalau berjumpa, dispekulasikan merapat. Inilah yang harus kita ubah, spekulasi-spekulasi yang seperti itu,” katanya.

Menurut Hatta Rajasa, jangan sampai tidak terjadi komunikasi dan tidak ada tegur sapa maupun perjumpaan hanya karena berbeda pandangan politik dalam kompetisi. Pilihan politik, ujarnya, diperlukan dalam rangka bersama-sama membangun dan memajukan bangsa. Selanjutnya ia mengajak bersatu menatap ke depan untuk membangun bangsa.

“Jangan nanti dilihat, tuh lihat pemimpin kita berkompetisi tidak ada lagi silaturahim. Ketemu saja tidak, mengucapkan selamat tidak. Ini tidak baik untuk politik kita.”

Hatta menegaskan sikap PAN saat ini adalah tetap berada di luar pemerintahan bersama tim Koalisi Merah Putih. Hatta Rajasa sebagai pribadi tidak bisa menentukan arah kebijakan partai secara tiba-tiba. “Ada mekanismenya. Melalui kongres yang dilaksanakan tahun depan. Apa yang diinginkan oleh konstituen kita melalui DPD dan DPW-DPW.”

Dia mengaku Jokowi merupakan sahabat yang telah lama berkomunikasi. Setelah bertemu dengan Jokowi, Hatta berharap dapat bertemu pula dengan wapres terpilih pasangan Jokowi, Jusuf Kalla. “Pak JK, saya juga ingin berjumpa,” katanya.

Kronologi Terpilihnya Zulkifli Hasan Menjadi Ketum PAN 2015-2020


zul

Twitter Zulkifli Hasan, Ketum PAN 2015-2020

Zulkifli Hasan akhirnya terpilih menjadi ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) periode 2015-2020 melalui proses yang ketat. Ia mengalahkan mantan bosnya, Hatta Rajasa dengan selisih hanya enam suara. Tepatnya, perolehan suara Hatta Rajasa 286 suara, sementara Zulkifli Hasan 292 suara. Selisih 6 suara dengan catatan 4 suara rusak.

Usai terpilih Zul, demikian panggilan akrabnya, mengungkapkan kemenangan dirinya bukanlah kemenangan dirinya sendiri. Tapi, kemenangan seluruh kader, seluruh partai. “Saya berterima kasi kepada seluruh kader PAN dimana pun berada. Ini adalah kemenangan seluruh kader partai dan kemenangan PAN,” ucap Zulkifli dalam pidatonya.

Ketua MPR RI ini menegaskan bahwa kemenangan dirinya adalah kemenangan demokratisasi di PAN. Diakuinya prosesi pemilihan ketum di kongres adalah agenda yang paling menyita energi.

Meski Zulkifli yang terpilih, Amien Rais yang merupakan besan Zul, langsung menyatakan tidak semua kubu Hatta Rajasa akan dirangkul dalam kepengurusan PAN. Amien menyebut ada dua-tiga oknum yang punya kesalahan fatal sehingga tak layak berada di struktur kepengurusan.

Siapa oknum yang dimaksud, Amien tidak menyebut rinci. Yang pasti, oknum tersebut sulit dimaafkan kesalahannya. “Jadi ksalahan ada yang bisa diampuni, ada yang tidak,” imbuh Amien seperti dikutip Detik.com.
Meski tak menyebut nama, Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Dradjad H Wibowo mungkin termasuk yang masuk kategori “tak termaafkan” oleh Amien. Drajad pun sepertinya tahu diri. Ia memilih mundur dari PAN dan berkonsentrasi sebagai ekonom.

\”Saya mengucapkan selamat kepada Bang Zul dan Pak Amien. Saya pribadi sudah memutuskan istirahat dahulu dari keparpolan dan politik praktis, kembali menekuni profesi,” kata Dradjad.

Sementara itu beberapa saat setelah Zulkifli dinyatakan menang, Hatta Rajasa langsung memberi ucapan selamat. Ia juga meminta pendukungnya untuk melakukan hal serupa. Zul sempat menitikan air mata saat berangkulan dengan Hatta. Konflik pemilihan Ketum PAN yang panas pun langsung meredup.

Yang jadi pertanyaan, masihkan Hatta bertahan bersama PAN?

KRONOLOGI TERPILIHNYA ZULKIFLI MENJADI KETUM PAN 2015-2020
7 Januari 2015: Putra sulung Amien Rais, Hanafi Rais, mendukung Zulkifli jadi ketum PAN selanjutnya. Alasannya, anggota DPR dari PAN ini menganggap partainya punya tradisi ketum hanya menjabat satu periode. Hatta jelas tak mungkin menabrak tradisi itu.

8 Januari 2015: Peneliti dari Lingkaran Survei Indonesia, Adjie Alfaraby, mengatakan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa kemungkinan besar akan terpilih kembali sebagai pimpinan partai berlambang matahari terbit itu. Zulkifli Hasan, dianggap tak punya cukup potensi untuk mengalahkan Hatta.

18 Januari 2015: Ketua Majelis Pertimbangan Pusat Partai Amanat Nasional, Amien Rais mengklaim, sebagian besar pengurus PAN Sumatera Utara memberikan dukungan kepada Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan. Menurut Amien, jika nantinya ketua umum PAN dijabat kembali oleh Hatta, maka PAN akan berada pada kondisi kontinuitas status quo, atau keadaan tetap tanpa adanya perubahan kondisi partai.

20 Januari 2015: Eks Ketum PAN Sutrisno Bachir, yang mendukung Zulkifli Hasan jadi Ketum PAN, memberi sinyal ingin menduduki kursi Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP).

26 Februari: Berdasar survei yang dilakukan Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Hatta Rajasa unggul dibandingkan pesaing terkuatnya, Zulkifli Hasan. Dukungan terhadap Hatta mencapai 42,77 persen, sedangkan Zulkifli 38,64 persen.

27 Februari: Pusat Data Bersatu (PDB) menunjukkan hasil berbeda dibanding CSIS. Menurut PDB yang melakukan survey 18 hingga 23 Februari 2015, Zulkifli Hasan memperoleh 36 persen sedangkan Hatta Radjasa 28 persen, yang tidak menjawab atau rahasia 26,6 persen, sisanya belum punya pilihan dan punya calon lain.

28 Februari 2015: Kongres PAN di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, resmi dibuka dan langsung panas begitu Ketua Majelis Pertimbangan Partai PAN Amien Rais melontarkan ucapan bernada sindiran saat membuka kongres. Amien menyebut ada seorang ketua umum partai yang meninggalkan rapat partai untuk menemui tokoh Koalisi Indonesia Hebat (KIH) Surya Paloh pada 30 September 2015. Meski Amien bilan lupa namanya, peserta Kongres langsung paham bahwa Hatta sedang diserang.

1 Maret 2015 (siang): Situasai panas Kongres PAN berlanjut esok harinya. Sebanyak sepuluh kursi melayang karena dilempar oleh para peserta. Salah satu kursi mengenai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Muhammad Rafi Ginting. Menurut Rafi, aksi saling lempar kursi terjadi saat rapat baru dibuka dan membicarakan agenda kongres. Dalam rapat yang berlangsung tertutup itu, banyak peserta yang melakukan interupsi. Kemudian diputuskan pemilihan Ketum PAN dipercepat mengingat situasi yang makin panas.

1 Maret (malam): Pemilihan Ketum PAN kembali ricuh. Sesi penghitungan Ketum PAN dilakukan dengan dua metode, yakni manual dengan papan tulis dan secara elektronik dengan komputer. Zulkifli Hasan terlihat unggul beberapa suara dari Hatta. Namun di tengah-tengah perhitungan, angka yang terdapat di komputer untuk suara Hatta, kelebihan satu suara dibandingkan yang tertulis di papan. Akhirnya, panitia pun mengambil solusi dengan menghitung ulang suara dari nol. Penghitungan dengan komputer tak lagi digunakan.

1 Maret (malam): Ternyata Zulkifli unggul tipis dari Hatta Rajasa. Perolehan suara Hatta Rajasa 286 suara, sementara Zulkifli Hasan 292 suara. Selisih suara 6 dengan catatan 4 suara rusak dan total suara 582. Di luar dugaan, Hatta Rajasa langsung mengucapkan selamat kepada Zulkifli Hasan yang terpilih menjadi Ketua Umum PAN periode 2015-2020.

1 Maret (malam): Zulkifli memeluk pundak Hatta layaknya. Usai berfoto, Ketua MPR itu kembali memeluk Hatta. Saat itu, Zul tak sanggup menahan rasa harunya. Pendukung Zul pun tidak kalah riuh. Mereka meneriakkan ‘Bang Zul’ sambil berpelukan dan bernyanyi Indonesia Raya. Banyak pula pendukung Zul yang menangis terharu.

Ini Dia Keunggulan Hatta Rajasa dan Zulkifli Hasan


panBerimbangnya dukungan dua calon ketua umum PAN yakni Hatta Rajasa (incumbent) dan Zulkili Hasan (Ketua MPR) membuat Kongres PAN dipresiksi takkan berakhir dengan aklamasi.

Meski demikian, PAN dianggap sebagai partai yang mini konflik. Dukungan kader terhadap para calon ketua umum hanya sebatas loyalitas individu, bukan ideologi kepartaian.

“Dengan demikian, jika ada kader yang tidak setuju atau jagoannya kalah, paling hanya menjadi oposisi pasif atau justru keluar dari partai,” kata pengamat politik dari Universitas Paramadina Abdul Rohim Ghazali seperti dikutip Kompas.com, Jumat (27/2).

Ia pun mencontohkan saat Kongres PAN yang digelar di Semarang, Jawa Tengah periode lima tahun lalu. Ada dua calon yang maju saat itu yakni petahana Soetrisno Bachir dan Hatta Rajasa. Soetrisno yang saat itu kalah akhirnya memilih meninggalkan PAN.

Abdul menambahkan, sekali pun ada konflik di tubuh partai berlambang matahari itu, konflik tersebut tidak akan sampai menimbulkan perpecahan yang mengakibatkan terbentuknya partai baru seperti Golkar. Untuk diketahui, pasca-Pemilu 2004 lalu, setidaknya sudah ada tiga partai sempalan Golkar yakni Gerindra, Hanura dan Nasdem.

Sementara itu Peneliti CSIS, Philips J Vermonte memprediksi pemilihan Ketua Umum PAN yang akan diselenggarakan di Bali pada 28 Februari-2 Maret 2015 akan berlangsung dengan pemungutan suara atau voting, bukan aklamasi.

“Hatta Rajasa dan Zulkifli Hasan akan berkompetisi ketat. Ini akan jadi pembelajaran bagi partai politik lain, karena jauh dari tren aklamasi yang membodohi,” ujar Philips di Kantor CSIS, Tanah Abang.

Philips mengaku, meskipun dua calon ketua umum PAN terus bersaing ketat, tidak serta merta partai bentukan Amien Rais itu akan mengalami perpecahan seperti partai lain.

Menurutnya, demokrasi di PAN lebih baik ketimbang partai lainnya. Ini terlihat karena PAN selalu mengalami gonta-ganti ketua umum dan hasilnya tidak ada perpecahan malah semakin solid.

“Sejarah PAN setelah pemilihan tidak akan pecah, partai lain cenderung pecah. Kalau saya kira setelah kongres, PAN akan baik-baik saja,” pungkasnya.

KEUNGGULAN HATTA RAJASA
* Calon Incumbent, didukung DPP
* Besan dengan mantan Presiden (SBY)
* Dianggap sukses raih suara PAN 2014
* Dianggap sosok berpengalaman luas
KEUNGGULAN ZULKIFLI HASAN
* Calon penantang, gagasan baru
* Besan dan didukung Amien Rais
* Memiliki semangat perubahan
* Janjikan konvensi jika terpilih

DAFTAR KETUM PAN
* 1998-2005: Amien Rais
* 2005-2010: Soetrisno Bachir
* 2010-2015L Hatta Rajasa

Arus Bawah PAN Mulai Panas Jelang Kongres: Saling Klaim Suara!


pan

Zulkifli Hasan kiri, dan Hatta Radjasa sebelahnya. Keduanya calon Ketua Umum PAN 2015-2020. (tribunnews)

Suasana panas terjadi menjelang Kongres PAN. Mereka saling klaim kemenangan. Tim Hatta Rajasa menyebut 312 pemilik suara bisa mereka raih di Bali. Sedang tim Zulfikli Hasan menargetkan 301 suara sah di Kongres PAN pada 28 Feruari – 3 Maret 2015 itu.

Zulkifli mengakui bahwa kondisi antar-kader PAN di level bawah panas. Namun, hubungannya dengan Hatta Rajasa masih baik, meski bersaing sebagai calon ketua umum. Bahkan, beberapa kali dirinya sering bersama-sama dalam menghadiri acara. “Level bawah panas. Namun, di level atas, saya dan Pak Hatta baik-baik saja. Komunikasi terjalin dengan baik,” ujarnya.

Ia pun berharap agar dualisme tidak terjadi dalam kongres di Bali mendatang yang kemudian dapat menyebabkan perpecahan partai. “Mudah-mudahan tidak mengikuti jejak belah durian seperti partai A, B, C,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Zulkifli Hasan bersama tim suksesnya, Rabu siang, berkunjung ke kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta. Selain untuk bersilaturahim, Zulkifi bersama rombongan juga meminta doa restu agar penyelengaraan kongres PAN di Bali dapat berjalan dengan sukses.

Angka 301 pemilik suara dukungan terhadap Zulkifli Hasan untuk menjadi Ketua Umum PAN periode 2015-2020 muncul di Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta, Selasa (24/2). “Kami mendukung Zulkifli Hasan demi regenerasi kepemimpinan PAN yang merupakan partai dinamis. Kami yakin di bawah kepemimpinan Zulkifli, PAN mampu meraih target dua digit di Pemilu 2019,” kata Wakil Ketua DPW PAN DKI Jakarta, Boy Ade Muhammad Nurdin.

Menurut Boy, delapan pemilik suara PAN DKI Jakarta 100 persen solid mendukung Zulkifli yang kini menjabat Wakil Ketua MPR itu. Mereka terdiri enam DPD (masing-masing satu suara) dan DPW yang memiliki dua suara. Selain DKI, ada beberapa daerah yang pemilik suaranya 100 persen mendukung Zulkifli, termasuk DIY (tujuh suara) dan Gorontalo (delapan suara).

Tim sukses dari Zulkifli Hasan, Toto Daryanto bahkan optimis bisa memperoleh 400 suara di arena kongres nanti. Ia mengklaim, saat ini sebanyak 360 peserta kongres yang memiliki hak suara sudah menyatakan dukungannya ke Zulkifli Hasan.

Sementara itu, Wasekjen PAN Jana Sjamsiah, mengatakan kubu Hatta Radjasa sudah mengantongi 312 suara sah. “Sebanyak 312 pemegang hak suara kongres berangkat bersama tim HR menuju Bali,” kata Jana Sjamsiah seperti dikutip detik.com

Jana kemudian memperinci pemberangkatan pemilik suara PAN yang merapat ke kubu Hatta Rajasa tersebut. Sebagian besar pemilik suara di Pulau Jawa berangkat sendiri ke Bali.

“271 voters berangkat dari dua titik keberangkatan di Pekan Baru dan Manado. 41 voters dari Sumut, Jatim, Jateng, dan Gorontalo berangkat langsung ke Bali di bawah tim Hatta Rajasa,” imbuhnya.

KLAIM SUARA KEMENANGAN
* Kongres PAN rebutkan 560 suara
* Kubu Hatta Rajasa klaim 312 suara
* Kubu Zulkifli Hasan klaim 301 suara

Nasehat Amien Rais Kepada Hatta Radjasa Tidak Mempan


hattaPendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais telah mengingatkan anaknya, Hanafi Rais untuk tidak berambisi menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PAN pada Kongres IV PAN yang akan dilangsungkan tanggal 28 Februari – 2 Maret di Denpasar, Bali.

Hal itu disampaikan Amien Rais kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (12/1). “Saya sudah ingatkan dan nasehati Hanafi, jangan pernah berambisi kecuali dianggap mampu oleh Kongres IV PAN,” kata Amien. “Insya Allah, dia mendengarkan saya,” imbuh Amien.

Tak hanya anaknya saja yang dinasehati, Amien juga menasehati Ketua Umum PAN, Hatta Rajasa agar tidak menjabat dua kali sebagai ketua umum. Namun tak seperti terhadap sang anak sulung, nasehat Amien terhadap Hatta Radjasa tidak mempan.

“Kalau dengar saya, ya satu periode saja. Sudah ada komunikasi dengan Pak Hatta. Pak Hatta dengar tapi beliau bilang, saya mau maju. Saya jawab silahkan,” kata Amien.

Hatta diprediksi akan maju lagi. Ia akan melawan tradisi PAN yang semua Ketumnya menjabat sekali. Jika berhasil, Hatta berarti akan memecahkan rekor Ketum PAN menjabat dua kali. Dukungan terhadap Hatta sendiri sudah bermunculan, tertutama dari sejumlah DPW selama pengurusannya.

Menurut Amien, saat ini ada dua kandidat calon ketua umum PAN, yakni Hatta Rajasa dan Zulkifli Hasan. Kedua-duanya, kata Amien memiliki peluang yang sama dan sama-sama. Amien pun mengibaratkan mereka sebagai kakak adik. Hatta dari Sumatera Selatan dan Zulkifli Hasan dari Lampung. Keduanya juga memiliki pengalaman di bidang organisasi dan pemerintah. “Sekarang terpulang pada pemilih,” katanya.

Hanafi Rais sendiri sebelumnya menampik kabar berambisi menjadi Sekjen PAN periode 2015-2020. Kepengurusan baru PAN akan dibentuk begitu ketua umum baru partai itu terpilih pada Kongres yang dihelat Maret 2015 di Bali. Ia tak mau disebut ingin mengikuti jejak Edy Baskoro Yudhoyono atau Ibas yang menjadi Sekjen Partai Demokrat dalam usia muda. “Kalau ada (kader PAN) yang lain untuk menjadi sekjen, yang lain saja,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP PAN Drajad Wibowo berharap pemilihan Ketum PAN berlangsung secara aklamasi dibanding harus voting. Partai politik biasanya solid kalau pemilihan ketua umum berlangsung secara aklamasi bukan ditentukan lewat voting.

“Kecenderungan yang ada, partai yang berakhir voting umumnya pecah. Sedang yang aklamasi tetap utuh,” ujar Drajad Wibowo usai diskusi di Pressroom DPR, Senayan.

Dia mencontohkan, PDIP yang secara terus menerus aklamasi meraih hasil bagus. Sementara Demokrat yang voting pada Kongres Mei 2010 lalu di Bandung, meraih hasil buruk. Tidak hanya itu, Golkar yang voting justru terpecah. “Untuk PAN, saya belum bisa mengetahui akan aklamasi atau voting,” tandasnya.

Kongres di Bali

Sebagai Ketua Umum DPP PAN)Hatta Rajasa sudah memilih Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, sebagai lokasi kongres yang digelar 28 Februari sampai 2 Maret 2015.

“Pak Hatta selaku Ketua Umum PAN yang memutuskan, setelah melihat langsung ke lokasi kemarin, beliau setuju,” tegas Ketua DPW PAN Bali Nyoman Gede Suweta dalam keterangan resminya Senin (12/1).

Menurutnya, hotel itu cukup representatif dan memenuhi syarat sebagai tempat hajatan dalam skala besar seperti kongres atau konferensi nasional bahkan internasional. Hotel bintang lima itu bisa menampung 1000 sampai 2000 orang. Selain itu, ada lima ruangan berkapasitaa besar yang bisa dipakai untuk melakukan sidang komisi.

Dan ternyata hampir semua partai besar memilih hotel di Bali untuk menggelar kongres. Sebelumnya Golkar kubu Aburizal Bakrie telah melakukan di Hotel Westin. Sedang PDIP dan mungkin juga Partai Demokrat diprediksi akan memilih Hotel Grand Bali Beach.

RAMAI-RAMAI KONGRES DI BALI
* PAN di Hotel Westin 28 April – 2 Maret 2015
* PDIP di Hotel Grand Bali Beach – 9 April 2015
* Demokrat di Hotel Grand Bali Beach – Maret/April 2015
* Golkar kubu ARB di Hotel Westin – Desember 2014

Hatta Kini Harus “Mengalahkan” Amien Rais


PAN

Zulkifli Hasan, Hatta Radjasa, Amien Rais. Akankan terjadi regenerasi (nefonews)

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Azis Subekti menyebutkan, Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN Amien Rais enggan mendukung Hatta Rajasa dalam pemilihan Ketua Umum di Kongres ke-4 PAN 2015.

“Indikasinya terlihat jelas saat Amien Rais bilang ketua umum baiknya hanya satu periode. Kelihatan pak Amien ingin ada rotasi,” kata Azis kepada wartawan di kantor DPP PAN, Jalan TB Simatupang, Jakarta, Rabu (7/1).

Menurutnya, dalam posisi sebagi pendiri partai, Amien Rais punya hak untuk berpihak dan mengarahkan suara. Azis juga menyebutkan, PAN tak mempermasalahkan argumentasi dan pendapat apapun jelang kongres mendatang. “Tapi kita tidak tahu politik. Amien Rais juga tak larang Hatta Rajasa untuk maju, mungkin Amien lagi itjihad,” kata Azis.

Amien Rais mengakui bahwa dirinya cenderung memilih regenerasi. Singkatnya, ia menginginkan posisi ketua umum partai hanya dijabat oleh satu orang selama satu periode jabatan. Amien menginginkan adanya perubahan di tubuh partai dengan adanya pergantian ketua umum. “Kalau Pak Hatta lagi, tidak ada perubahan. Kalau Pak Zul (Zulkifli Hasan) maju ada pembaruan,” ujar Amien, di kantor DPP PAN.

Dalam kesempatan itu Amien menyindir munculnya aksi unjuk rasa disertai yang memberikan dukungan kepada salah satu calon ketua umum. “Nanti situasi PAN yang smooth dan bagus ini akan terganggu,” kata dia.

Di halaman depan DPP PAN, ramai para kader PAN dari daerah-daerah. Bahkan, ada juga para pendukung Hatta yang meneriakkan yel-yel “Hatta Rajasa lanjutkan, Sukabumi dukung Hatta”. Bahkan, ketika Amien Rais dan beberapa elite partai lainnya datang, mereka langsung meneriakkan yel-yel itu.

Sementara itu dari Senayan, anak Amien Rais yang juga anggota DPR RI, Ahmad Hanafi Rais menyatakan tradisi di PAN adalah Ketua Umum tidak lebih dari satu periode. “Soal ketum, PAN punya tradisi bahwa ketum itu satu periode saja,” kata Hanafi di Jakarta, Rabu (7/1).

Sebab, sambung anak Amien Rais itu, PAN butuh sosok pemimpin partai yang bisa menjawab “dahaga” para kader akan regenerasi dan gagasan pembaharuan.

Selain itu, PAN juga membutuhkan sosok atau figur yang mampu mengakomodir kepentingan DPD I dan II serta diperlukan regenerasi kepemimpinan. “Sejauh ini, dua hal tersebut ada pada Pak Zulkifli Hasan (Ketua MPR RI),” kata dia seperti dikutip Antara.

Juga, posisi ketua umum bukan sebagai sarana atau tiket untuk menjadi calon presiden ataupun calon wakil presiden. “Posisi ketum bukan tiket gratis untuk capres/cawapres. Untuk jadi capres/cawapres didorong agar bisa via konvensi dan survei,” katanya.

Pelaksanaan Kongres IV PAN akan dilakukan pada bulan Maret 2015. Untuk memastikan lebih jauh terkait tempat dan waktu pelaksanaan kongres tersebut, DPP PAN akan menggelar rapat malam ini di kantor DPP PAN, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Selain Zulkifil, ada suara yang ingin mempertahankan Hatta Rajasa kembali menjabat sebagai Ketua Umum PAN kedua kalinya.

Hatta sendiri ketika dikonfirmasi tak mau berkomentar. “No comment. Saya no comment ya,” ujar Hatta.

Hatta memang takperlu menanggapi pernyataan Amien Rais dan kelompoknya. Ia hanya harus bergereliya untuk mendapatkan dukungan mayoritas dalam pemilihan Ketua Umum PAN mendatang.

Menurut Azis, sejauh ini DPP PAN banyak yang mendukung Hatta. Terutama di petinggi DPP PAN. Sementara di tubuh MPP banyak yang condong akan ikut ke suara Amien Rais.

Meski ada tradisi Ketum PAN menjabat sekali, namun tak ada aturan Ketum dilarang mencalonkan diri untuk kedua kalinya. Dengan demikian, Hatta tetap berpeluang menciptakan sejarah menjabat Ketum untuk kedua kalinya.

Dan tentu saja yang dihadapi bukan Zulkifli Hasan yang mungkin masih sungkan terhadap dirinya, tapi melawan dengan seniornya, Amien Rais. Suka tidak suka, ia kini harus mengalahkan pengaruhnya di internal PAN. Mampukah mendobrak tradisi PAN soal Ketua Umum?

DAFTAR KETUM PAN
* Amien Rais, 1998-2005
* Soetrisno Bachir, 2005-2010
* Hatta Rajasa 2010-sekarang