PT KAI “Mbok Ya” Pikirkan Juga Daya Tampung Stasiun


tanahabang4

Penumpang berdiri berjajar padat menunggu kedatangan KRL Commuterline di Stasiun Tanah Abang. Tak ada lagi ruang berlalu lalang.

Datanglah ke stasiun Tanah Abang antara pukul 16.00 hingga 17.00, maka Anda akan mendapat pemandangan padat luar biasa. Bahkan ruang tunggu di peron jalur 5 dan 6 jurusan Tanah Abang-Serpong rasanya seperti tak muat lagi.

Sebab peron stasiun pada jam itu harus berbagi antara penumpang KRL dan KRD jurusan Rangkasbitung. Suasana gaduh pertemuan dua gelombang penumpang sudah terasa di depan loket stasiun di lantai dua. Sebagian diantara mereka menunggu dilantai tersebut menunggu pengumuman kedatangan kereta.

Stasiun Tanah Abang Abang memiliki enam lajur kereta. Namun hanya ada dua peron tempat menunggu. Yakni Peron arah Serpong dan Peron arah Manggarai/Bogor-Duri/Jatinegara. Terlambat sedikit saja kedua peron tersebut langsung padat.

Kedua peron itu saat kian padat karena terjadi lonjakan penumpang commuterline yang diikuti penambahan jumlah operasional commuterline. Memang pada tahun 2013 ada penambahan hall, namun yang dibutuhkan sebenarnya perluasan peron tempat menunggu.

Jika sudah terlambat, antarpenumpang tak bisa lagi melintas. Mereka biasanya meluber hingga turun ke rel, atau melintas melalui rel agar bisa menunggu kereta seperti penumpang lainnya. Pemandangan seperti ini hampir terjadi setiap hari.

PT KA mestinya tak hanya memikirkan target jumlah penumpang terangkut, namun keamanan dan kenyamanan penumpang saat menunggu di setiap stasiun.

tanahabang5

tanahabang3

Melintas perlahan melalui bibir peron yang sempit

tanahabang1

Penumpang turun penumpang datang “berebut” peron. Ada yang mengambil jalan pintas via rel.