Kronologi Terpilihnya Zulkifli Hasan Menjadi Ketum PAN 2015-2020


zul

Twitter Zulkifli Hasan, Ketum PAN 2015-2020

Zulkifli Hasan akhirnya terpilih menjadi ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) periode 2015-2020 melalui proses yang ketat. Ia mengalahkan mantan bosnya, Hatta Rajasa dengan selisih hanya enam suara. Tepatnya, perolehan suara Hatta Rajasa 286 suara, sementara Zulkifli Hasan 292 suara. Selisih 6 suara dengan catatan 4 suara rusak.

Usai terpilih Zul, demikian panggilan akrabnya, mengungkapkan kemenangan dirinya bukanlah kemenangan dirinya sendiri. Tapi, kemenangan seluruh kader, seluruh partai. “Saya berterima kasi kepada seluruh kader PAN dimana pun berada. Ini adalah kemenangan seluruh kader partai dan kemenangan PAN,” ucap Zulkifli dalam pidatonya.

Ketua MPR RI ini menegaskan bahwa kemenangan dirinya adalah kemenangan demokratisasi di PAN. Diakuinya prosesi pemilihan ketum di kongres adalah agenda yang paling menyita energi.

Meski Zulkifli yang terpilih, Amien Rais yang merupakan besan Zul, langsung menyatakan tidak semua kubu Hatta Rajasa akan dirangkul dalam kepengurusan PAN. Amien menyebut ada dua-tiga oknum yang punya kesalahan fatal sehingga tak layak berada di struktur kepengurusan.

Siapa oknum yang dimaksud, Amien tidak menyebut rinci. Yang pasti, oknum tersebut sulit dimaafkan kesalahannya. “Jadi ksalahan ada yang bisa diampuni, ada yang tidak,” imbuh Amien seperti dikutip Detik.com.
Meski tak menyebut nama, Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Dradjad H Wibowo mungkin termasuk yang masuk kategori “tak termaafkan” oleh Amien. Drajad pun sepertinya tahu diri. Ia memilih mundur dari PAN dan berkonsentrasi sebagai ekonom.

\”Saya mengucapkan selamat kepada Bang Zul dan Pak Amien. Saya pribadi sudah memutuskan istirahat dahulu dari keparpolan dan politik praktis, kembali menekuni profesi,” kata Dradjad.

Sementara itu beberapa saat setelah Zulkifli dinyatakan menang, Hatta Rajasa langsung memberi ucapan selamat. Ia juga meminta pendukungnya untuk melakukan hal serupa. Zul sempat menitikan air mata saat berangkulan dengan Hatta. Konflik pemilihan Ketum PAN yang panas pun langsung meredup.

Yang jadi pertanyaan, masihkan Hatta bertahan bersama PAN?

KRONOLOGI TERPILIHNYA ZULKIFLI MENJADI KETUM PAN 2015-2020
7 Januari 2015: Putra sulung Amien Rais, Hanafi Rais, mendukung Zulkifli jadi ketum PAN selanjutnya. Alasannya, anggota DPR dari PAN ini menganggap partainya punya tradisi ketum hanya menjabat satu periode. Hatta jelas tak mungkin menabrak tradisi itu.

8 Januari 2015: Peneliti dari Lingkaran Survei Indonesia, Adjie Alfaraby, mengatakan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa kemungkinan besar akan terpilih kembali sebagai pimpinan partai berlambang matahari terbit itu. Zulkifli Hasan, dianggap tak punya cukup potensi untuk mengalahkan Hatta.

18 Januari 2015: Ketua Majelis Pertimbangan Pusat Partai Amanat Nasional, Amien Rais mengklaim, sebagian besar pengurus PAN Sumatera Utara memberikan dukungan kepada Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan. Menurut Amien, jika nantinya ketua umum PAN dijabat kembali oleh Hatta, maka PAN akan berada pada kondisi kontinuitas status quo, atau keadaan tetap tanpa adanya perubahan kondisi partai.

20 Januari 2015: Eks Ketum PAN Sutrisno Bachir, yang mendukung Zulkifli Hasan jadi Ketum PAN, memberi sinyal ingin menduduki kursi Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP).

26 Februari: Berdasar survei yang dilakukan Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Hatta Rajasa unggul dibandingkan pesaing terkuatnya, Zulkifli Hasan. Dukungan terhadap Hatta mencapai 42,77 persen, sedangkan Zulkifli 38,64 persen.

27 Februari: Pusat Data Bersatu (PDB) menunjukkan hasil berbeda dibanding CSIS. Menurut PDB yang melakukan survey 18 hingga 23 Februari 2015, Zulkifli Hasan memperoleh 36 persen sedangkan Hatta Radjasa 28 persen, yang tidak menjawab atau rahasia 26,6 persen, sisanya belum punya pilihan dan punya calon lain.

28 Februari 2015: Kongres PAN di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, resmi dibuka dan langsung panas begitu Ketua Majelis Pertimbangan Partai PAN Amien Rais melontarkan ucapan bernada sindiran saat membuka kongres. Amien menyebut ada seorang ketua umum partai yang meninggalkan rapat partai untuk menemui tokoh Koalisi Indonesia Hebat (KIH) Surya Paloh pada 30 September 2015. Meski Amien bilan lupa namanya, peserta Kongres langsung paham bahwa Hatta sedang diserang.

1 Maret 2015 (siang): Situasai panas Kongres PAN berlanjut esok harinya. Sebanyak sepuluh kursi melayang karena dilempar oleh para peserta. Salah satu kursi mengenai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Muhammad Rafi Ginting. Menurut Rafi, aksi saling lempar kursi terjadi saat rapat baru dibuka dan membicarakan agenda kongres. Dalam rapat yang berlangsung tertutup itu, banyak peserta yang melakukan interupsi. Kemudian diputuskan pemilihan Ketum PAN dipercepat mengingat situasi yang makin panas.

1 Maret (malam): Pemilihan Ketum PAN kembali ricuh. Sesi penghitungan Ketum PAN dilakukan dengan dua metode, yakni manual dengan papan tulis dan secara elektronik dengan komputer. Zulkifli Hasan terlihat unggul beberapa suara dari Hatta. Namun di tengah-tengah perhitungan, angka yang terdapat di komputer untuk suara Hatta, kelebihan satu suara dibandingkan yang tertulis di papan. Akhirnya, panitia pun mengambil solusi dengan menghitung ulang suara dari nol. Penghitungan dengan komputer tak lagi digunakan.

1 Maret (malam): Ternyata Zulkifli unggul tipis dari Hatta Rajasa. Perolehan suara Hatta Rajasa 286 suara, sementara Zulkifli Hasan 292 suara. Selisih suara 6 dengan catatan 4 suara rusak dan total suara 582. Di luar dugaan, Hatta Rajasa langsung mengucapkan selamat kepada Zulkifli Hasan yang terpilih menjadi Ketua Umum PAN periode 2015-2020.

1 Maret (malam): Zulkifli memeluk pundak Hatta layaknya. Usai berfoto, Ketua MPR itu kembali memeluk Hatta. Saat itu, Zul tak sanggup menahan rasa harunya. Pendukung Zul pun tidak kalah riuh. Mereka meneriakkan ‘Bang Zul’ sambil berpelukan dan bernyanyi Indonesia Raya. Banyak pula pendukung Zul yang menangis terharu.

Arus Bawah PAN Mulai Panas Jelang Kongres: Saling Klaim Suara!


pan

Zulkifli Hasan kiri, dan Hatta Radjasa sebelahnya. Keduanya calon Ketua Umum PAN 2015-2020. (tribunnews)

Suasana panas terjadi menjelang Kongres PAN. Mereka saling klaim kemenangan. Tim Hatta Rajasa menyebut 312 pemilik suara bisa mereka raih di Bali. Sedang tim Zulfikli Hasan menargetkan 301 suara sah di Kongres PAN pada 28 Feruari – 3 Maret 2015 itu.

Zulkifli mengakui bahwa kondisi antar-kader PAN di level bawah panas. Namun, hubungannya dengan Hatta Rajasa masih baik, meski bersaing sebagai calon ketua umum. Bahkan, beberapa kali dirinya sering bersama-sama dalam menghadiri acara. “Level bawah panas. Namun, di level atas, saya dan Pak Hatta baik-baik saja. Komunikasi terjalin dengan baik,” ujarnya.

Ia pun berharap agar dualisme tidak terjadi dalam kongres di Bali mendatang yang kemudian dapat menyebabkan perpecahan partai. “Mudah-mudahan tidak mengikuti jejak belah durian seperti partai A, B, C,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Zulkifli Hasan bersama tim suksesnya, Rabu siang, berkunjung ke kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta. Selain untuk bersilaturahim, Zulkifi bersama rombongan juga meminta doa restu agar penyelengaraan kongres PAN di Bali dapat berjalan dengan sukses.

Angka 301 pemilik suara dukungan terhadap Zulkifli Hasan untuk menjadi Ketua Umum PAN periode 2015-2020 muncul di Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta, Selasa (24/2). “Kami mendukung Zulkifli Hasan demi regenerasi kepemimpinan PAN yang merupakan partai dinamis. Kami yakin di bawah kepemimpinan Zulkifli, PAN mampu meraih target dua digit di Pemilu 2019,” kata Wakil Ketua DPW PAN DKI Jakarta, Boy Ade Muhammad Nurdin.

Menurut Boy, delapan pemilik suara PAN DKI Jakarta 100 persen solid mendukung Zulkifli yang kini menjabat Wakil Ketua MPR itu. Mereka terdiri enam DPD (masing-masing satu suara) dan DPW yang memiliki dua suara. Selain DKI, ada beberapa daerah yang pemilik suaranya 100 persen mendukung Zulkifli, termasuk DIY (tujuh suara) dan Gorontalo (delapan suara).

Tim sukses dari Zulkifli Hasan, Toto Daryanto bahkan optimis bisa memperoleh 400 suara di arena kongres nanti. Ia mengklaim, saat ini sebanyak 360 peserta kongres yang memiliki hak suara sudah menyatakan dukungannya ke Zulkifli Hasan.

Sementara itu, Wasekjen PAN Jana Sjamsiah, mengatakan kubu Hatta Radjasa sudah mengantongi 312 suara sah. “Sebanyak 312 pemegang hak suara kongres berangkat bersama tim HR menuju Bali,” kata Jana Sjamsiah seperti dikutip detik.com

Jana kemudian memperinci pemberangkatan pemilik suara PAN yang merapat ke kubu Hatta Rajasa tersebut. Sebagian besar pemilik suara di Pulau Jawa berangkat sendiri ke Bali.

“271 voters berangkat dari dua titik keberangkatan di Pekan Baru dan Manado. 41 voters dari Sumut, Jatim, Jateng, dan Gorontalo berangkat langsung ke Bali di bawah tim Hatta Rajasa,” imbuhnya.

KLAIM SUARA KEMENANGAN
* Kongres PAN rebutkan 560 suara
* Kubu Hatta Rajasa klaim 312 suara
* Kubu Zulkifli Hasan klaim 301 suara